cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20886004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
Manajemen Pemeliharaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kecamatan Palu Barat Labombang, Mastura; Rifai, Ahmad
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.694 KB)

Abstract

Kondisi ekonomi yang rendah berdampak pada kemampuan mengelola lingkungan sehingga mengakibatkan munculnya permukiman kumuh. Konsep penanganan permukiman kumuh ialah membangun Rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen  pemeliharaan Rusunawa di Kelurahan Ujuna Kecamatan Palu Barat. Metode penelitian yang dipakai adalah melakukan pengumpulan data primer melalui observasi, dan  wawancara   kepada 96 responden sebagai penghuni Rusunawa dan 3 responden sebagai pejabat pengelola Rusunawa. Serta mengumpulkan data yang telah tersedia dari pihak UPTD Rusunawa Ujuna sebagai data sekunder. Pengolahan  data menggunakan  metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa manajemen  pemeliharaan  pada UPTD Rusunawa Ujuna belum maksimal, untuk  prasarana; masih ada kebocoran instalasi air, drainase tidak terawat, dan jalan masih tergenang pada musim hujan
Evaluasi Struktur Bangunan Administrasi RSUD UNDATA Sulendra, I Ketut
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.931 KB)

Abstract

Setiap bangunan gedung sudah selayaknya dilakukan suatu evaluasi menyangkut keandalan strukturnya, sehingga tingkat keamanan pemakainya dapat dijamin. Terlebih Undang-undang tentang bangunan gedung mensyaratkan demikian. Untuk itu perlu dilakukan tindakan evaluasi struktur terhadap setiap bangunan, khususnya bangunan public seperti Rumah Sakit Undata yang diharapkan tetap berdiri setelah terjadi gempa. Evaluasi yang dilakukan menyangkut kekuatan struktur bangunan termasuk struktur bangunan bawah yaitu fondasi dan balok sloof, struktur bangunan atas yaitu kolom, balok, pelat lantai, sambungan elemen struktur dan rangka kap. Struktur pelengkap seperti tangga, sunscreen dan dinding juga diperiksa. Hasil pemeriksaan dengan 3(tiga) metode yaitu : Metode Ditjen PU menghasilkan persentase kekuatan struktur 99,09% termasuk kategori ANDAL. Pemeriksaan dengan Metode Komisi Teknik Amerika menghasilkan 73% jawaban YA dan 17%  jawaban TIDAK   untuk kategori syarat-syarat teknis struktur bangunan. Metode dari Takim Adriono dan Gedion Kusuma menghasilkan criteria struktur secara umum memenuhi kapasitas penampang kecuali pada tulangan geser initi join, syarat tulangan tekan balok dan penjangkaran tulangan balok pada sambungan balok-kolom luar
Finite Element Analysis Of Reasonable Foundation For Supporting Silo’s Tower Nurdin, Sukiman
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.568 KB)

Abstract

The limitation of soil data due to poor soil investigation process is a common problem in civil engineering project. The finite element method was used to analyse the compatibility of foundation to support silos in Liverpool Docks. Both shallow foundation and pile foundation were considered. The results of the analyses are presented by comparing analytical and numerical solution. Parametric study was considered for each case. There are different results for two types of shallow foundation that had been considered. Strip foundation seemed more reliable than pad foundation, while Pile foundation considered to be first choice due to the satisfactory condition for all factors
Evaluasi Kerentanan Bangunan Gedung Terhadap Gempa Bumi Dengan Rapid Visual Screening (RVS) Berdasarkan FEMA 154 Amir, Fatmawati
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.864 KB)

Abstract

Gempa Aceh tanggal 26 Desember 2004 telah mengubah paradigma dalam penanganan bencana di Indonesia, khususnya akibat aktivitas seismik dan bencana ikutannya seperti tsunami, tanah longsor, banjir bandang dan likuifaksi, dan mendorong Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan revisi terhadap Peta Gempa 2002 dan berinisiatif menginisiasi penyusunannya dengan menghimpun para ahli di bidang gempa bumi. Hasil studi dari  tim ahli tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk Peta Zonasi Gempa 2010 dan telah menempatkan posisi kota Palu khususnya dan wilayah Sulawesi Tengah umumnya ke dalam wilayah yang berpotensi terlanda gempa dengan magnitude maksimum 7,9 SR (skala Richter). Ini berarti, seluruh komponen masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah wajib bersiap diri dalam menghadapi bencana yang datangnya sulit untuk diprediksi dengan melakukan usaha mitigasi bencana yang salah satunya adalah dengan melakukan evaluasi secara cepat (Rapid Visual Screening) terhadap seluruh bangunan yang ada untuk menilai kerentanannya terhadap gempa bumi
Pengaruh Jalan Lingkar Pantai Teluk Palu Terhadap Peningkatan Pendapatan Masyarakat Kelurahan Lere Abu, Asnah
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.569 KB)

Abstract

Kepadatan lalu lintas di dalam kota pasti menimbulkan kemacetan dimana kemacetan ini akan menyebabkan biaya angkutan dan biaya perjalanan menjadi lebih mahal dan pencemaran udara dapat meningkat sampai melampaui ambang batas. Kondisi ini akan mengakibatkan kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya terganggu. Jaringan alternatif diadakan untuk menurunkan kepadatan lalu lintas kendaraan hingga mencapai kapasitas jaringan yang direncanakan. Pembangunan prasarana transportasi ini mempunyai hubungan yang erat dengan tingkat pendapatan masyarakat, Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar peningkatan pendapatan masyarakat Kelurahan Lere pasca 5 tahun operasional JLPTP. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan instrument penelitiannya adalah kuesioner yang disebarkan kepada 85 responden yang bermukim di jalur sepanjang 1,82 km. Untuk mendapatkan besaran pendapatan responden sebelum dan sesudah adanya JLPTP, maka data dianalisis dengan metode tabulasi silang dan hipotesisnya diuji dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pendapatan masyarakat sebesar Rp. 307.940,- atau 33,82%  dari Rp. 979.710,- menjadi Rp. 1.287.650,- setelah adanya jalan lingkar pantai Teluk Palu.  
Eqivalent Intergranular Void Ratio Analysis Of Sand-Silt Mixtures Oktaviana, Ida Sri
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.361 KB)

Abstract

In the recent last decade studies indicated that the void ratio only might not be good to characterize the sand with fines state variable and fine grains in fact were contributed to the intergrain contact. Contribution of fine content defined in the intergranular (es) and interfine (ef) void ratio studied by Thevanayagam (1998). Moreover, Thevanayagam  (2000) introduced equivalent intergranular void ratio (es)eq and equivalent interfine void ratio (ef)eq, as contact index which include the contribution of fine contents as an active intergrain contact (b). In this article, the void ratio given in the 6 sand-silt mixture from past researches recalculated to intergranular void ratio and equivalent intergranular void ratio for FC < FCth using estimated b value obtained from the line equation from chart given by Thevanayagam (2010). The new chart replotted  and compared to the one given in those articles. The results shows that for most sand-silt mixture using es and (es)eq rather than e as the indices to characterize the contribution of fine grains in a soil mix for FC< FCth indicated good results that shows in plotted data points of soil mixtures that located close to a single line compare to the one using void ratio (e) only. The line equation proposed by Thevanayagam (2010) can be used to estimate the b value to obtain the equivalent intergranular void ratio
Pengaruh Posisi Sambungan Lamina Terhadap Kapasitas Lentur Balok Kayu Laminasi Chauf, Kusnindar A.
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.695 KB)

Abstract

Balok laminasi memiliki fleksibilitas dan efisiensi dalam hal pencapaian bentang. Sehubungan dengan itu perlu diketahui efek sambungan terhadap kapasitas lentur balok, agar diperoleh parameter desain yang akomodatif terhadap perlemahan sambungan. Dalam hal ini dasar pengaturan formasi dan komposisi sambungan yang diterapkan adalah kondisi tegangan lentur dan pola penyebaran retak longitudinal yang mungkin terjadi. Melalui uji kerapatan dan sifat mekanik spesimen kecil kayu kamper menurut ISO. 1975 diperoleh acuan untuk penentuan dimensi balok lentur. Berdasarkan konsep energi fracture diterapkan formasi sambungan 100% berupa scarft joint (l/h =3,333) pada balok, kemudian dilakukan uji lentur statik empat titik dengan enam variasi formasi sambungan yaitu BS.0, BS.10A, BS.10B, BS.13A, BS.13B dan BS.26 untuk memperoleh data beban-lendutan, yang kemudian dijadikan dasar penentuan prilaku lentur balok kayu laminasi.Pengaplikasian formasi 100% scarft-joint (l/h = 3,333) dengan jarak minimal 2,125h menyebabkan reduksi kapasitas lentur (MOR) balok kayu laminasi maksimum 34,6% pada BS.13A dan minimum 25% pada BS.10B. Selain itu juga terjadi reduksi kekakuan (MOE) maksimum 29,7% pada BS.13A dan minimum 8,6% pada BS.13B. Perlemahan akibat sambungan sangat diditentukan oleh tebal dan kemiringan garis perekat serta jumlah dan formasi sambungan yang diterapkan

Page 1 of 1 | Total Record : 7