cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20886004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2012)" : 7 Documents clear
MANAJEMEN PENGGUNAAN MATERIAL PADA PEKERJAAN TANGGUL SUNGAI PONDO-POBOYA Labombang, Mastura; Qamaria, Sitti
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.326 KB)

Abstract

Dalam pembangunan sebuah proyek konstruksi, penggunaan material merupakan bagian yang sangat penting pada pelaksanaannya, karena menunjang kelancaran seluruh aktifitas pelaksanaan pekerjaan. Apabila penggunaan material tidak dapat memenuhi kebutuhan proyek konstruksi, maka berpengaruh pada jadwal penyelesaian pekerjaan serta akan terjadi pembengkakan biaya total proyek. Untuk itu tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen dan alokasi  penggunaan material pada tanggul Sungai Pondo–Poboya.Proses pengumpulan data yang dilakukan yaitu data primer melalui survey langsung di lapangan dan wawancara meliputi manajemen penggunaan material, terhadap tahap pelaksanaan pekerjaan pembangunan pada setiap item pekerjaan. Data sekunder diperoleh kontraktor pelaksana   mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, jadwal pekerjaan, daftar kuantitas dan harga, analisa harga satuan serta gambar detail pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dan alokasi total penggunaan material pada Sungai Pondo–Poboya  sesuai dengan kebutuhan persegmen pekerjaan Kemudian kontraktor melakukan stok material pada awal maret dan selanjutnya distok sesuai  dengan kebutuhan persegmen selama bulan berjalan
PERENCANAAN KONSTRUKSI TURAP SEBAGAI PENGGANTI DINDING PENAHAN (STUDI KASUS JALAN LINGKAR DONGGALA) Martini Martini; Shyama Maricar; Hendra Setiawan
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.771 KB)

Abstract

Jalan Lingkar Donggala menggunakan dinding penahan yang berbentuk silinder atau biasa disebut sumuran. Proses pemasangan atau pelaksanaan pondasi sumuran umumnya dalam kondisi kering, namun lokasi jalan lingkar berada di daerah pantai. Kondisi ini akan menghambat proses pelaksanaan atau pemasangan pondasi sumuran, karena adanya pengaruh air laut dan proses pasang surut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain turap yang akan digunakan meliputi dimensi turap, kedalamam pemancangan, dan jenis turap yang akan digunakan.Hasil perhitungan dari perencanaan konstruksi turap dengan dua kondisi permukaan air laut. Pada saat muka air normal didapatkan kedalaman pemancangan Daktual = 3,001 m dengan tipe turap PS-28. Kondisi pada saat air surut didapatkan kedalaman pemancangan Daktual = 3,393 m dengan tipe turap PS-28. Berdasarkan hasil perhitungan kedalaman pemancangan dari kedua kondisi tersebut, maka yang sebaiknya dilaksanakan adalah kedalaman pemancangan pada kondisi air surut yaitu Daktual = 3,393 m dan tipe turap adalah PS-28
PERENCANAAN WAKTU SINYAL PADA PERSIMPANGAN JALAN TOMBOLOTUTU, JALAN HANG TUAH DAN JALAN SUPRAPTO DI KOTA PALU Tahir, Anas
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.087 KB)

Abstract

Perkembangan volume lalu lintas di kota Palu dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung mengalami peningkatan yang berarti. Meningkatnya volume lalu lintas sering tidak diiringi dengan peningkatan prasarana menyebabkan ketidakseimbangan antara supplydan demand akan berdampak pada kemacetan, kecelakan lalu lintas dan meningkatnya waktu tempuh kendaraan.Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan waktu sinyal dengan sistem 2 fase berdasarkan pada kondisi arus lalu lintas pada jam puncak di simpang tersebut.Metode perhitungan sinyal digunakan pendekatan MKJI dan Webster. Dari hasil analisis perhitungan sinyal diperoleh waktu siklus pada jam puncak pagi, siang dan sore berturut turut adalah 62 detik, 60 detik dan 74 detik. Pada jam puncak pagi, diperolehwaktu hijau dan merah pada fase 1 adalah 30 detik dan 27 detik, sedangkan  pada fase 2 adalah 22 detik dan 35 detik.Pada jam  puncak siang, diperoleh waktu hijau dan merah pada fase 1 adalah 28 detik dan 27 detik, sedangkan pada pase 2 adalah 21 detik dan 34 detik.Pada jam puncak sore, diperoleh waktu hijau dan merah pada fase 1 adalah 33detik  dan 36 detik, sedangkan fase 2 adalah 38 dan 31 detik
PEMANFAATAN ABU DASAR (BOTTOM ASH) SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN BETON Suarnita, I Wayan
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.666 KB)

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan makin meningkat seiring dengan meningkatnya laju pembangunan fisik. Akhir-akhir ini pelaksanaan pembangunan semakin membutuhkan biaya yang sangat tinggi akibat kenaikan harga dan berkurangnya bahan baku. Sehubungan dengan hal itu perlu diusahakan adanya bahan alternatif yang memiliki sifat-sifat yang serupa dengan material pembuat beton. Salah satu material yang memiliki sifat dan bentuk yang serupa dengan material pembuat beton adalah abu dasar (bottom ash), material ini serupa dengan  agregat halus (pasir). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bottom ash terhadap kuat tekan beton. Penentuan komposisi campuran berdasarkan SK SNI T-15-1990-03. Penelitian ini memvariasikan bahan tambah abu dasar antara 10 %, 20 %, 30 % dan 40 % sebagai pengganti sebagian agregat halus.Hasil pengujian di laboratorium untuk hasil uji kuat tekan tertinggi untuk 28 hari kuat tekan yang tertinggi dihasilkan oleh variasi 30 % dengan nilai sebesar 20,756 MPa. Dalam penelitian ini, diperoleh berat isi rata-rata untuk variasi 0 %, 10 %, 20%, 30 % dan 40 % sebesar 2,405 gr/cm3, 2,381 gr/cm3, 2,365 gr/cm3, 2,375 gr/cm3, 2,362 gr/cm3, hal ini disebabkan karena abu dasar memiliki berat jenis yang lebih rendah dibandingkan berat jenis agregat halus. Nilai slump terbesar sebesar 100 mm untuk variasi 0 % dan 20 % sedangkan untuk variasi 10 %, 30 % dan 40 % sebesar 90 mm, ini berarti variasi dari abu dasar tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai slump
PERBAIKAN SIFAT GEOTEKNIS TANAH DASAR UNTUK JALAN DENGAN ABU BATUBARA Irdhiani, Irdhiani
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.093 KB)

Abstract

Abu batubara merupakan limbah padat yang tidak mudah larut dan tidak mudah menguap. Apabila jumlahnya banyak dan tidak ditangani dengan baik, maka abu batubara tersebut dapat mengotori lingkungan. Abu batubara berbentuk partikel halus amorf dan bersifat pozzolan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung yang memiliki plastisitas dan kembang susut yang tinggi serta daya dukung yang rendah bila kadar airnya tinggi. Abu batubara digunakan sebagai bahan aditif pada tanah lempung dengan persentase 0%, 10%, 20%, 25%, 30% dan 40% terhadap berat kering tanah lempung. Pengujian pada penelitian ini meliputi pengujian sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanis. Pengujian campuran tanah lempung dengan abu batubara meliputi batas-batas Atterberg, pemadatan, CBR tanpa rendaman dan CBR rendaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu batubara pada tanah lempung dapat meningkatkan daya dukungnya dan menurunkan nilai indeks plastisitas tanah dari 24,81 menjadi 7,93 pada 40% abu batubara. Persentase abu batubara yang paling maksimal dalam penelitian ini adalah 25%. Pada pengujian pemadatan, nilai berat isi kering maksimum meningkat dari 1,700 gr/cm3 menjadi 1,963 gr/cm3 dan kadar air optimum menurun dari 15,032% menjadi 9,753. Pada pengujian CBR, nilai CBR tanpa rendaman dari 6,91% menjadi 20,56% dan nilai CBR rendaman dari 3,46% menjadi 12,12%. Kadar abu batubara diatas 25% cenderung mengalami penurunan tetapi penurunan yang terjadi tidak begitu besar dan masih memenuhi syarat sebagai lapisan tanah dasar untuk perkerasan jalan
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH DENGAN PERKUATAN GEOTEKSTIL (STUDI KASUS JALAN LINGKAR DONGGALA) Setiawan, Hendra
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.841 KB)

Abstract

Pembangunan jalan di atas tanah hasil reklamasi laut umumnya menghadapi masalah, diantaranya adalah tanah timbunan yang rawan mengalami penurunan akibat kondisi pasang-surut air laut. Tanpa adanya konstruksi penahan tanah, maka material timbunan akan mengalami penurunan karena terbawa oleh pasang-surut air laut sehingga lambat laun akan terjadi differential settlement (beda penurunan) yang menyebabkan perkerasan jalan akan lebih cepat rusak dari umur rencananya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menanggulangi masalah penurunan tanah timbunan akibat kondisi pasang-surut air laut menggunakan konstruksi dinding tanah bertulang dengan perkuatan geotekstil. Hasil analisis stabilitas dari hubungan variasi jarak vertikal (Sv) terhadap timbunan setempat didapatkan semakin kecil nilai Sv maka jumlah tulangan yang dibutuhkan menjadi lebih banyak, akan tetapi nilai faktor aman terhadap cabut tulangan dan putus tulangan menjadi lebih besar. Diperoleh bahwa semakin baik nilai sudut gesek dari tanah timbunan,  maka semakin kecil nilai panjang geotekstil yang dibutuhkan serta semakin tinggi nilai stabilitas dalamnya.  Hasil analisis diperoleh berdasarkan ketinggian tanah timbunan di lapangan sebesar 6 m, digunakan jarak spasi (Sv) antar tulangan yang sama sebesar 0,8 m, dan panjang geotekstil yaitu 13,5 m untuk timbunan setempat, 12 m untuk timbunan Sungai Palu dan 9 m untuk timbunan Sungai Palupi. Dengan faktor aman untuk stabilitas luar terdiri dari Fgs=1,5, Fgl=2,0 dan Fqu>2,0. Serta faktor aman untuk stabilitas dalam terdiri dari Fr>1,2 dan Fp>1, 5
NORMALISASI SUNGAI LARIANG BERDASARKAN ASPEK GUNA LAHAN Andiese, Vera Wim; Setiawan, Altim
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.589 KB)

Abstract

Normalisasi adalah salah satu cara yang  dapat dilakukan untuk  mengatasi kerusakan yang ada di Sungai Lariang.  Penelitian ini dimulai dengan melakukan survey untuk menentukan lokasi yang akan di normalisasi dengan melihat tingkat kerusakannya. Besarnya debit banjir rancangan dihitung dengan Metode Haspers.  Nilai tersebut akan menjadi dasar perencanaan pekerjaan Normalisasi Sungai Lariang. Dari lima lokasi yang di tentukan, dua lokasi di normalisasi dengan pembuatan tanggul, lokasi ketiga dengan pembuatan krib, sedangkan lokasi yang keempat dan ke lima dengan metoda renaturalisasi yaitu penanaman kembali tebing dengan tanaman yang tahan erosi. Kata Kunci : tanggul, krib, normalisasi, naturalisasi

Page 1 of 1 | Total Record : 7