cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perkotaan
ISSN : 19789416     EISSN : 26151812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Perkotaan merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel orisinal atas hasil penelitian atau kajian kritis mengenai suatu tema perkotaan yang disoroti dari beberapa sudut keilmuan. Jurnal Perkotaan terbit sejak Juni 2007 dengan satu tema untuk setiap terbitan. Terbit sebanyak dua kali setahun, yaitu bulan Juni dan Desember. Petunjuk penulisan artikel tertera di bagian belakang jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2017): Desember 2017" : 3 Documents clear
Occupational Safety and Health as Indicator of Social Responsibility and Sustainability of Indonesian IDX-30 Ratri Atmoko
Jurnal Perkotaan Vol. 9 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v9i2.303

Abstract

Global Report Initiative (GRI) menyajikan informasi tahunan tentang sejauh mana perusahaan-perusahaan dapat menilai peran stratejik mereka dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dari suatu negara. Sustainability sendiri salah satunya dapat diartikan bahwa perusahaan proaktif dalam melindungi kesehatan dan keselamatan dari tenaga kerjanya. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengidentifikasi pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), terutama pada aspek tanggung jawab terhadap pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari perusahaan yang termasuk dalam daftar IDX 30. Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa IDX 30 berisi 30 perusahaan dengan saham yang memiliki kapitalisasi dan likuiditas terbaik di Indonesia. Selain terkait dengan performa sahamnya, IDX 30 juga mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan dan keberlangsungan usaha di masa yang akan datang. Data yang dianalisi dalam studi ini adalah segenap informasi tentang K3 yang ditampilkan pada website resmi dari 30 perusahaan yang termasuk dalam IDX 30 di tahun 2016. Hasilnya, meski diindikasikan bahwa perusahaan di daftar IDX 30 telah memenuhi standar minimum K3 yang diatur dalam regulasi Pemerintah, namun belum semua aspek-aspek K3 yang tercantum dalam GRI dipenuhi. Jenis bisnis yang dijalankan sangat mempengaruhi jenis aspek GRI yang diprioritaskan.
Perlindungan Hukum bagi Anak dan Perempuan dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) Indonesia Asmin Fransiska
Jurnal Perkotaan Vol. 9 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v9i2.305

Abstract

Woman and children are the most vulnerable groups that should be protected under the law and policies. However, in the practices level, those groups are being ignored and to some extend the law and policies are created to deprive their rights. The violence as well as the limitation of rights has leaded women and children to face multi layers of violence. Indonesia government and legislative are processing the draft of Indonesian Penal Code (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana-RKUHP). Under the draft of the Penal Code, there are some articles that should be scrutinize in order to ensure that the right of women and children will be protected and not being eliminated. Therefore, this article aims to elaborate what is the issue in Indonesia Penal Code draft that should be taken into consideration and what should be done in order to create more proper formulation of the law that protect women and children rights. The method that has been used is a literarure review and normarive approach with human rights perspective.
Titik Balik Evolusi Budaya Air Langit dengan Budaya Sains Eksperimental Air Langit (BSEAL) Vincentius Kirjito
Jurnal Perkotaan Vol. 9 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/perkotaan.v9i2.344

Abstract

Budaya air langit merupakan sebuah pemikiran, kreativitas dan tindakan manusia terhadap salah satu kekayaan alam khas planet bumi beriklim tropis yaitu Air dari Langit yang umumnya disebut Hujan, Air Hujan. Pemikiran ini menjadi penting karena kreativitas tindakan yang berasal dari manusia sebagai mahluk yang berakal budi. Sementara itu, makhluk tak berakal budi (binatang, tumbuhan, bakteri, virus, tanah, batu dsb) menerima apa adanya saja. Hidup cukup menurut kodratnya saja. Bagaimana dengan manusia itu sendiri? Manusia sebagai mahluk berfikir memiliki nalar dan kreativitas dalam melihat fenomena alam, contohnya fenomena alam tentang hujan dan air hujan. Kreativitas dan tindakan manusia juga ditimbulkan atas berbagai pengalaman dan interaksi manusia itu sendiri dengan alam. Hujan sebagai fenomena dan fakta menimbulkan pertanyaan mengapa hujan terjadi. Nalar manusia seperti yang sudah disebut sebelumnya denga interaksinya dengan manusia lain yang dulu jumlah populasinya tidaklah banyak seperti sekarang memberikan pemahaman bahwa air sumber pangan di alam lebih dari cukup. Budaya hidup pindah sana pindah sini (nomaden) di era terdahulu juga menjadi salah satu faktor bagaimana inovasi pemanfaatan kekayaan alam terbatas, yang kemudia di era kini dengan terpaparnya budaya literasi (mengenal huruf) memunculkan berbagai perkembangan teknologi guna menciptakan teknik bangunan, kesehatan yang “kekinian” hingga mimpi-mimpi masa depan hidup di luar planet bumi ini. Contohnya, perkembangan revolusi industri di abad ke-17 hingga sekarang, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menigkatnya era peradaban digital sekarang ini. Pengalaman manusia dengan alam yang mengalami perkembangan dari era ke era dapat dilihat juga dalam perkembangan eksplorasi kekayaan alam. Contohnya, kekayaan alam cahaya Matahari misalnya. Manusia terpelajar mengambilnya. Para insinyur teknik bangunan (rumah, gedung) dan arsitek mengatur sedemikian rupa masuknya cahaya ke dalam gedung, rumah, sehingga memenuhi kebutuhan mata melihat, membaca dan sebagainya, bahkan membawa keindahan tata cahaya. Kekayaan air di dalam tanah, sungai, danau diambil dengan timba atau mesin pompa untuk kebutuhan minum, masak makanan, mandi, mencuci setiap hari. Contoh lain adalah mengeplorasi Kekayaan tanah atau (kesuburan tanah) yang sangat dipergunakan oleh petani untuk menghasilkan pangan bagi semua. Begitu pula dengan Kekayaan tambang dalam perut bumi yang dieksplorasi dan eksploitasi dengan teknik tinggi oleh para insinyur pertambangan dengan bayaran mahal oleh industri kapitalistik, seperti tambang emas, besi, batubara, minyak dan lain-lain. Tidak kalah pentingnya perkembangan Kekayaan alam di udara, yaitu angin, oksigen yang sudah dengan sendirinya semua makhluk, teristimewa manusia menghirupnya sepanjang hidupanya secara terus menerus. Oksigen di udara ini paling banyak dihasilkan oleh hutan dan tumbuh-tumbuhan menyerap CO2 (Karbon monoksida) dan membuang O2 (oksigen). Para arsitek pun mengatur sedemikian rupa sebuah bangunan rumah agar udara, oksigen selalu mengalir dan berganti sehingga penghuninya merasa nyaman dan sehat. Bahkan oxigen itu dikemas menjadi komoditi kesehatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 3