cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016" : 7 Documents clear
REVIEW: FOTOKATALIS UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Transmissia Noviska Sucahya; Novie Permatasari; Asep Bayu Dani Nandiyanto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.32 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.430

Abstract

Semikonduktor oksida (TiO2, WO3, dan SnO2) merupakan material yang memiliki berbagai keunggulan baik sifat fisika maupun kimia. Karena keunggulan sifatnya, semikonduktor oksida memiliki potensi sebagai fotokatalis pengolahan limbah cair. Setiap semikonduktor memiliki kemampuan yang berbeda dalam performanya sebagai fotokatalis. Performa semikonduktor oksida tergantung pada metode sintesis yang berpengaruh pada ukuran partikel, kristalisasi, kemurnian, dan komposisi fasa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan lebih lanjut tentang efektivitas macam – macam metode yang digunakan para peneliti dalam mensintesis nanopartikel semikonduktor oksida sebagai fotokatalis, serta bagaimana performanya dalam aplikasinya sebagai fotokatalis pengolahan limbah cair. Namun, tidak semua review jurnal memberikan informasi yang detail dan menyeluruh tentang metode dan aplikasi materialnya. Dalam paper ini akan dikaji beberapa metode yang digunakan dalam sintesis nanopartikel semikonduktor oksida, diantaranya: metode sol-gel, metode flame spray, dan metode hidrothermal. Dalam paper ini juga dijabarkan informasi tentang aplikasi nanopartikel semikonduktor oksida sebagai fotokatalis pengolahan limbah cair dan perbandingan performa semikonduktor oksida yang lebih unggul sebagai fotokatalis pengolahan limbah cair.
PENGGUNAAN TONGKOL JAGUNG AKAN MENINGKATKAN NILAI KALOR PADA BRIKET Budi Nining Widarti; Purnamasari Sihotang; Edhi Sarwono
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.562 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.650

Abstract

Pemanfaatan limbah tongkol jagung dan sekam padi dapat dilakukan dengan membuat briket, namun belum diketahui seberapa banyak tongkol jagung dan sekam padi yang harus ditambahkan agar diperoleh nilai kalor yang optimum pada briket, maka perlu dilakukan penelitian dengan tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik briket arang dari tongkol jagung dan sekam padi, mengetahui komposisi yang optimum dalam pembuatan briket arang dari pemanfaatan tongkol jagung dan sekam padi. Penelitian ini menggunakan tongkol jagung dan sekam padi dengan berbagai komposisi Pembuatan briket dari campuran tongkol jagung dan sekam padi dengan perekat tepung tapioca dilakukan karbonisasi. Arang yang diperoleh dari proses pengarangan dibuat serbuk arang. Pencampuran bahan dengan perekat dan dimasukkan kedalam cetakan dan dilakukan pengepresan. Selanjutnya dilakukan pengujian sampel briket berupa kadar karon terikat dan nilai kalor, data yang diperoleh disajiakan dalam bentuk tabel. Hasil menunjukkan bahwa tongkol jagung dan sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai briket. Penggunaan tongkol jagung akan menghasilkan nilai kalor yang tinggi namun penambahan sekam padi akan menyebabkan nilai kalor semakin menurun. Komposisi yang paling optimum pada komposisi tongkol jagung dan sekam padi 75% : 25% diperoleh kadar karbon terikat sebesar 41,49% dan nilai kalor sebesar 5.636,3 cal/gram.
PENGARUH PELARUT MEK/TOLUENA TERHADAP PEEL/SHEAR STRENGTH PEREKAT HASIL GRAFTING NEOPRENA DAN MMA Tri Partuti; Yanyan Dwiyanti; M. Fitrullah; Aditya Trenggono
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.825 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.659

Abstract

Grafting neoprena dan Metilmetakrilat (MMA) dengan menggunakan variasi konsentrasi pelarut Metil Etil Keton (MEK)/toluena telah dilakukan untuk mengetahui kekuatan peel/shear pada aplikasi bahan kulit sepatu. Variasi konsentrasi MEK/toluena yang digunakan adalah 100/0, 80/20, 50/50 dan 20/80. Proses polimerisasi dilakukan di dalam reaktor dengan mencampurkan neoprena ADG dan MEK/toluena selama 1 jam, ditambahkan MMA, BPO sebagai inisiator dan direaksikan selama 4 jam. Hasil pengujian kekuatan peel/shear menunjukkan bahwa pelarut MEK/toluena dengan perbandingan 50/50 memberikan hasil yang optimum, dengan nilai peel strength 1,515 N/mm dan shear strength sebesar  0,2689 N/mm2. Bahan perekat dipanaskan pada temperatur aantara -60 oC hingga 140 oC dengan kecepatan 10 oC/menit untuk pengujian DSC. Analisa menggunakan instrumen DSC , TGA dan FTIR dilakukan untuk mengetahui telah terjadi grafting antara neoprena dan MMA. Kurva DSC menunjukkan nilai Tg neoprena pada temperatur -42,09 oC dan nilai Tg MMA pada temperatur 93,80 oC. Hasil analisa TGA menunjukkan pada temperatur 282 oC hingga 411 oC  terjadi pengurangan berat sebesar 45,6265% atau setara dengan 8,1018 mg karena terjadi dekomposisi struktur MMA akibat putusnya ikatan hidrogen dari gugus metil. Analisa dengan FTIR menunjukkan munculnya puncak pada daerah 1431,1 cm-1 yang diindikasikan sebagai puncak untuk neoprena yang telah ter-grafting oleh MMA.
PENGARUH KONSENTRASI H2O2 TERHADAP TINGKAT KECERAHAN PULP DENGAN BAHAN BAKU ECENG GONDOK MELALUI PROSES ORGANOSOLV Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Denni Kartika Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.117 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.726

Abstract

Eceng gondok merupakan salah satu bahan alternatif pengganti kayu pada proses pembuatan pulp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kecerahan pulp yang dihasilkan dengan proses organosolv dengan menggunakan zat pemutih Hidrogen Peroksida (H2O2) dan menentukan kondisi optimum proses pemutihan pulp dengan variasi waktu dan konsentrasi hidrogen peroksida. Tahapan penelitian ini adalah pembuatan pulp dengan memanaskan eceng gondok kering menggunakan larutan ethanol 5% pada 70C selama 1 jam. Pulp yang dihasilkan kemudian dikeringkan dan dilakukan proses bleaching menggunakan larutan hydrogen peroksida (H2O2) dengan variasi konsentrasi 2%, 4% dan 8% berat selama waktu 60, 90, dan 120 menit. Pulp hasil pemutihan dianalisa dengan alat Brightness Elepro dengan parameter % brightness, L*, a*, dan b* dan analisa bilangan Kappa. Kondisi optimum proses pemutihan pada konsentrasi H2O2 8% dan waktu 120 menit dengan nilai L* = 74,61%, a* = -0,91, b* = 10,07, % brightness = 62,45% dan penurunan bilangan Kappa sebesar 4,5.
PENGARUH DIAMETER PARTIKEL TERHADAP STABILITAS BAHAN BAKAR ALTERNATIF COAL-OIL MIXTURES (COM) Nufus Kanani; Bardi Murrachman; Budhijanto Budhijanto
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.851 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.727

Abstract

Coal-Oil Mixtures (COM) merupakan salah satu bahan bakar alternatif yang telah lama diterapkan di industri, namun ada satu faktor yang menjadi masalah pada Caol-Oil Mixtures yaitu batubara dapat mengendap dan terpisah dari minyak, padahal kita menginginkan agar terjadi kestabilan antara campuran minyak dan batubara. Campuran batubara dan minyak terpisah dan membentuk lapisan batubara dan minyak. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan berat jenis antara batubara dan minyak. Untuk menjaga kestabilan campuran agar tidak terjadi pengendapan, selain ukuran partikel dibuat sangat kecil, juga ditambahkan surfaktan sebagai suatu senyawa yang berfungsi untuk mencegah terjadinya aglomerasi dari partikel batubara, sehingga dapat menstabilkan campuran tersebut.Pada penelitian ini dikembangkan metode untuk pengkajian tentang stabilitas bahan bakar alternatif Coal-Oil Mixtures yang ditunjukkan dengan tingginya penurunan partikel batubara terhadap tinggi cairan total (h/L) pada Coal-Oil Mixtures dengan menggunakan berat surfaktan 0,4 gram dan rasio berat batubara:minyak = 0,2 dan ukuran diameter partikel 0.149 mm, 0.192 mm dan 0.352 mm. Dari hasil percobaan menujukkan bahwa semakin kecil ukuran diameter partikel yang digunakan maka stabilitas bahan bakar alternatif Coal-Oil Mixtures yang dihasilkan semakin baik. Kestabilan tertinggi diperoleh pada ukuran diameter partikel 0.149 mm.
PENURUNAN ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK GORENG BEKAS MENGGUNAKAN AMPAS TEBU UNTUK PEMBUATAN SABUN Erna Wati Ibnu Hajar; Sirril Mufidah
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.646 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.656

Abstract

Minyak goreng adalah bahan pangan yang digunakan untuk kebutuhandalam skala rumah tangga maupun skala industri atau pabrik.Hal ini mengakibatkan konsumsi minyak goreng meningkat.Dengan meningkatnya konsumsi minyak goreng tersebut akan menjadi minyak goreng bekas yang jika tidak di daur ulang akan menjadi limbah yang mencemari lingkungan.Minyak jelantah dapat dimanfaatkan kembali dengan proses pemurnian yang selanjutnya dapat diolah menjadi bahan baku industri non pangan seperti sabun.Minyak jelantah mempunyai kandungan asam lemak bebas (ALB) yang cukup tinggi.Penurunan angka asam pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan ampas tebu sebagai adsorben.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu perendaman ampas tebu terhadap angka asam lemak bebas dan kadar air pada minyak goreng bekas. Selain itu, bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaOH terhadap sabun yang dihasilkan, kadar air, pH dan tinggi busa pada sabun.Bahan baku untuk membuat sabun dalam penelitian ini yaitu menggunakan minyak goreng yang berasal dari minyak sawit.Asam lemak bebas pada minyak goreng bekas sebelum perendaman sebesar 0,30%, kemudian setelah dilakukan perendaman selama 24, 48 dan 72 jam masing-masing adalah 0.25%, 0.20% dan 0.15%.Kadar air pada minyak sebelum perendaman yaitu 0.51% dan terjadi penurunan kadar air setelah waktu perendaman 24, 48 dan 72 jam yaitu masing-masing 0.27%, 0.32% dan 0.30%.Berat sabun yang terkecil 43.57 gram yaitu pada waktu perendaman selama 24 jam dengan penambahan NaOH 10%, sedangkan berat sabun yang terbesar 63.20 gram yaitu pada waktu perendaman selama 72 jam dengan penambahan NaOH 30%.Derajat keasamam (pH) pada sabun berkisar antara 8.9 – 11.8, sedangkan tinggi busa sabun yang dihasilkan berkisar antara 4.9 – 9.9 cm.
PROSES HIDROLISI MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT ALAM PADA KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI SUMBER GLUKOSA Erna Wati Ibnu Hajar; Tirta Agung Ungsiono; Sugeng Utomo; Bayu Setiawan
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 1 JUNI 2016
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.68 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i2.657

Abstract

Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang dapat menimbulkan dampak baru, yaitu jumlahnya yang cukup banyak. Kulit pisang mengandung komponen yang bernilai tinggi, seperti karbohidrat, vitamin C, kalsium dan nutrien lainnya. Oleh karena itu, limbah kulit pisang sangat berpotensi untuk digunakan sebagai sumber Glukosa. Glukosa merupakan bahan utama dalam proses pembuatan bioethanol. Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sekarang perannya sangan penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu hidrolisis dan massa katalis terhadap kadar glukosa yang dihasilkan dari proses hidrolisis pada kulit pisang kepok sebagai sumber glukosa. Ada empat tahapan yang dilakukan, diantaranya pembuatan tepung kulit pisang kapok, pembuatan katalis zeolit alam teraktivasi, proses hidrolisis dan uji kandungan glukosa. Proses hidrolisis pada kulit pisang kapok menggunakan katalis zeolit alam teraktivasi yang dipanaskan di atas pemanas dengan menvariasiakan massa katalis yaitu 0, 2, 4, 6 dan 8 gram dan waktu hidrolisis yaitu 2, 4 dan 6 jam. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa waktu hidrolisis dan massa katalis berpengaruh terhadap kadar glukosa yang dihasilkan. Semakin lama waktu hidrolisis maka menghasilkan kadar glukosa yang semakin besar. Begitu juga dengan pengaruh massa katalis, semakin besar massa katalis maka menghasilkan kadar glukosa yang semakin besar. Hasil menunjukan bahwa proses hidrolisis pada kulit pisang kepok dengan massa katalis 8 gram dan waktu hidrolisis selama 6 jam menghasilkan kadar glukosa tertinggi, yaitu 51,3 mg/ml dengan presentase yield 10.26%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7