cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 November 2015" : 15 Documents clear
Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Ade Febri Setiawan; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.438 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan peusahaan yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal dengan kegunaan sebagai pipa minyak, gas, pipa air dan pipa pancang. Untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja perusahaan. Selama ini perusahaan mempunyai kinerja yang kurang baik, karena tidak terfokuskan sepenuhnya untuk mengukur informasi nonfinansial yakni perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Karena informasi nonfinansial merupakan faktor kunci untuk menetapkan  strategi yang dipilih guna melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan PT. XYZ, yakni menentukan indikator-indikator kinerja pada ke-4 perspektif, mengukur kinerja ke-4 perspektif dengan menggunkan metode BSC (Balanced Scorecard) dan metode pembobotan AHP (Analytic Hierarchy Process), dan menyusun KPI (key performance indicator) untuk masing-masing kinerja. Oleh karena itu, maka diperoleh hasil indikator-indikator dari perspektif keuangan meliputi, jumlah penjualan produk sebesar 60%, jumlah investasi sebesar 30% dan ROI (return on investment) sebesar 10%, perspektif pelanggan meliputi jumlah pelanggan perusahaan sebesar 52%, jumlah mitra kerja sebesar 29% dan jumlah hubungan mitra dengan perusahaan sebesar 19%, perspektif proses bisnis internal meliputi jumlah mesin sebesar 47%, fasilitas perusahaan sebesar 43%, dan jumlah inovasi pada mesin sebesar 10%, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan meliputi jumlah karyawan 49,5%, jumlah karyawan training sebesar 25%, jumlah karyawan berdasarkan pendidikan sebesar 15,5% dan kecelakaan kerja sebesar 10%. Kemudian ini adalah hasil pengukuran kinerja ke-4 perspektif pada perspektif keuangan yaitu 0,34%, perspektif pelanggan 0,24%, perspektif proses bisnis internal 0,19%, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 0,20%.
Perancangan Aplikasi Tes Potensi Akademik Menggunakan Metode Framework For The Application Of System Thinking (FAST) Pramono Bagus Pratama; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.388 KB)

Abstract

Tes Potensi Akademik adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengukur  kemampuan seseorang di bidang akademik umum, tes ini juga sering diidentikkan dengan tes kecerdasan seseorang. Aplikasi berbasis dekstop ini disusun dengan menggunakan SQL Server dan Microsoft Visual.  Aplikasi ini bekerja untuk dapat menyajikan informasi tentang tes potensi akademik, juga memberikan sajian soal-soal plihan ganda yang dapat digunakan untuk menguji kemampuan akademik seseorang. Dimana aplikasi ini ditujukan untuk peserta ujian yang mau melakukan tes potensi akademik. Hal pertama yang harus dilakukan oleh user yang ingin memanfaatkan fasilitas yang ada pada aplikasi ini adalah melakukan registrasi. Setelah registrasi yang dilakukan berhasil, maka peserta ujian dapat melakukan tes ujian potensi akademik yang telah disediakan. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah membuat rancangan membuat rancangan aplikasi Tes Potensi Akademik yang sesuai dengan metode FAST (Framework for the Application of Sistem Thinking) Program dirancang  dengan menggunakan metode framework for the application of system technology (FAST). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design, dan Physical Design. Sebagai dasar analisis digunakan analisa PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service). Hasil yang didapat setelah menggunakan aplikasi ini dapat memundahkan user dalam hal belajar tes potensi akademik dengan cepat dan mudah tanpa harus menunngu lama proses pengolahan data jawaban.
Penilaian Kinerja Karyawan Kontrak di PT. XYZ Menggunakan Metode Fuzzy Additive Weighted Yusman Saputra; Nurul Ummi; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.808 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi daya saing perusahaan penilaian kinerja karyawan kontrak, karena dengan perbaikan kinerja karyawan kontrak akan mempengaruhi proses kemajuan atau kemunduran suatu perusahaan. PT. XYZ belum pernah melakukan penilaian kinerja akan tetapi terdapat keinginan dari pihak manajemen untuk mengetahui tingkat kinerja karyawan kontrak, apakah baik atau buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kinerja karyawan kontrak, untuk mengetahui kriteria apa saja yang mempengaruhi kinerja karyawan kontrak dan memberikan usulan perbaikan agar kinerja karyawan kontrak menjadi lebih baik. Metode Fuzzy Simple Additive Weighted digunakan untuk mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternative dari semua atribut dan membutuhkan proses normalisasi matrik. Hasil penelitian didapat bahwa 7 karyawan kontrak mendapat nilai baik dan mempunyai kapabilitas yang sudah sesuai dengan Standard Operating Prosedur (SOP) dan 23 karyawan kontrak mendapat nilai cukup baik, acuan tersebut segbagai alternatif mempertimbasangkan untuk penetuan kontrak berikutnya atau untuk proses pelatihan sehingga nantinya kinerja karyawan kontrak diharapkan kapabilitas kinerjanya meningkat. Kriteria yang mempengaruhi kinerja karyawan kontrak adalah hasil kerja, kerjasama, semangat kerja, tanggung jawab, dan disiplin kerj. Untuk memperbaiki kinerja karyawan kontrak agar menjadi baik maka PT. XYZ harus melakukan pelatihan yaitu memberikan motivasi, memberikan pelatihan berupa team building, memberikan aturan – aturan yang baku, dan komunikasi yang efektif dari pihak manajemen ke karyawan
Pengembangan Model Penjadwalan Dinamis Mesin Paralel dengan Sistem Lelang untuk Meminimasi Weighted Tardiness (Studi Kasus di PT.XYX) Dina Octanatry; Muhammad Adha Ilhami; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.612 KB)

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perusahaan, karena dengan penjadwalan yang baik akan membuat sistem produksi berjalan dengan lancar sehingga pelayananan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal. Pipa baja las spiral diproduksi oleh mesin SPM 1800, SPM 2000 dan SPM 1200. Dimana mesin tersebut disusun paralel, sehingga setiap job hanya akan diproses pada salah satu mesin saja. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah permasalahan kedinamisan sistem yang masih menjadi permasalahan pada penelitian Julaeha (2011) dimana penjadwalan untuk pemesanan yang dilakukan oleh konsumen pada saat proses produksi telah berjalan tidak dapat dilakukan. Untuk itu penelitian ini bertujuan melakukan penjadwalan dinamis mesin paralel dengan sistem lelang (auction based) untuk meminimasi weighted tardiness  dan membandingkan jadwal produksi baru dengan jadwal existing perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang yang digunakan adalah model penjadwalan hasil penelitian Ilhami (2010) dengan modifikasi pada list scheduling. Pada penelitian ini metode Earlies Due Date digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang sebesar 259, dengan metode EDD didapat weighted tardiness sebesar 435 dan pada jadwal perusahaan didapat weighted tardiness sebesar 415. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa penjadwalan sistem lelang adalah yang paling baik karena memberikan nilai weighted tardiness paling minimum diantara ketiga penjadwalan yang telah dilakukan.
Perbandingan Peta Kendali X ̅-R Dan EWMA Dengan Pendekatan P-Value Untuk Mendeteksi Pergeseran Rata-Rata Proses Di PT.XYZ Alin Widiawati; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2506.419 KB)

Abstract

Kualitas yang baik berasal dari suatu proses yang terkendali. Suatu proses dikatakan terkendali dan stabil jika mempunyai rata-rata konstan di sekitar target. Pendeteksian pergeseran proses yang kecil atau besar merupakan suatu masalah yang penting dalam menjaga proses tetap stabil, sehingga produktivitas tetap terjaga. Peta kendali yang efektif adalah peta kendali yang dapat mendeteksi dengan cepat pergeseran rata-rata yang sangat kecil. PT. XYZ yang sedang mengerjakan pembuatan Belt Conveyor dimana banyak terdapat masalah terutama ukuran yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan perusahaan dan konsumen. Salah satu karakteristik yang akan diteliti yaitu karakteristik kualitas pada panjang pintu Belt Cover kana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya pergeseran rata-rata proses yang kecil, mengetahui peta kendali -R dan  dalam mendeteksi proses yang tidak terkendali dan dengan pendekatan p-value, mengetahui penyebab proses tersebut tidak terkendali dan mengetahui indeks kemampuan proses. Dalam hal tersebut diduga bahwa peta kendali -R tidak mampu mendeteksi adanya pergeseran proses yang kecil, maka diusulkanlah peta kendali Cumulative Sum (CUSUM) Standard dan Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) serta pendekatan P-value yang mampu mendeteksi pergeseran proses yang kecil. Dari kajian dan analisa yang telah dilakukan, teramati bahwa peta kendali CUSUM dan EWMA mampu mendeteksi tanda pergeseran rata-rata pada tingkat variasi kurang dari 1,5σ menggunakan peta kendali Cumulative Sum (CUSUM) Standar. Kombinasi P-value menggunakan tabel dengan peta kendali  peta kendali EWMA,dari hasil yang didapat pada peta kendali EWMA lebih sensitif terdapat 18 yang terdeteksi out off control dibanding peta kendali -R dengan pendekatan P-value yaitu hanya 11 dan 16 yang terdeteksi out off control. Indeks kemampuan proses pada karakteristik panjang pintu Belt Cover yaitu nilai Cp yaitu 1,11 yang artinya kapabilitas proses tersebut baik karena 1 < Cp < 1.33 namun Cpk kurang dari 1 yaitu  0,77 maka proses tersebut terdapat produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi dilihat dari proses yang lebih akurat.
Analisis Jumlah Produksi Dan Total Cost Produksi Menggunakan Metode Economic Production Quantity (EPQ) Dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Endang Mulyana; Evi Febianti; Kulsum Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.568 KB)

Abstract

Dalam sistem manufaktur maupun non manufaktur, adanya persediaan merupakan faktor yang memicu peningkatan biaya. Menetapkan jumlah persediaan yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan pemborosan biaya penyimpanan, sedangkan menetapkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit juga berakibat hilangnya kesempatan untuk mendapatkan keuntungan apabila permintaan nyata melebihi permintaan yang diperkirakan. Dalam sistem manufaktur khususnya Untuk sistem persediaaan yang konvensional, masalah dalam persediaan dan pembeli di operasikan dengan cara independen. Dalam mengelola persediaan yang dilakukan secara teradisional dianggap sudah sangat tidak cocok jika dilihat dari sisi persaingan perusahaan pada dewasa ini. Permasalahan yang dijelaskan di atas biasa terjadi hampir di semua perusahaan manufaktur tidak terkecuali PD. X yang kini masih menggunakan suatu model konvensional dalam mengendalikan suatu persediaan-nya dan biaya yang harus dikeluarkan tinggi dengan mengetahui data tingkat produksi setiap bulanya berjumlah 50.000 unit/bulan dan dengan total biaya sebesar Rp 10.750.416.7 perbulan. Didapat hasil pengolahan data dan analisa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut  Nilai ukuran kuantitas produksi optimal dan total cost yang diperoleh dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) adalah sebesar 43.657 unit perbulan, sedangkan untuk total cost-nya adalah  Rp 7.176.177,3 perbulan.sedangkan Nilai ukuran kuantitas produksi optimal dan total cost yang diperoleh dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebesar  40.870 unit perbulan, sedangkan untuk total cost -nya adalah  Rp 6.416.596,4 perbulan.
Identifikasi Dan Reduksi Waste Pada Proses Produksi Job Shop Dengan Pendekatan Lean Menufacturing (Studi Kasus: PT. Barata Indonesia UUM Cilegon) Hafidh Aulia Muhammad; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.007 KB)

Abstract

Perkembangan manufaktur kelas dunia menantang setiap  perusahaan untuk mengembangkan perusahaannya. Hal ini menyebabkan pelaku industri harus mampu mengikuti perkembangan agar mampu berkompetisi. Untuk menciptakan industri manufaktur yang mampu bersaing dan berkembang PT. Barata Indonesia UUM Cilegon dengan cara menerapkan industri yang bersifat lean thinking. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pendekatan sistematik untuk mengidentifikasi dan mengeleminasi waste (pemborosan) yang terjadi melalui perbaikan dan pengembangan yang berkelanjutan. Penyelesaian penelitian ini dengan pendekatan lean manufacture dengan metode value network mapping. Langkah dalam value network mapping adalah segmentasi produk menggunakan P-$ analysis, identifikasi product family menggunakan cluster analysis, mengidentifikasi aliran produksi dengan value network mapping yang terdiri dari perhitungan waktu produksi, visualisasi aliran operasi, informasi aliran proses, dan penggambaran value network mapping, identifikasi value added, non value added, necessary non value added, dan waste dilakukan brainstorming dengan pihak perusahaan, dan perbaikan dilakukan penerapan 5R dan pembuatan SOP. Hasil dari penelitian ini didapatkan waiting waste pada aktivitas-aktivitas produksi dengan waktu 45180 detik, inventory waste dengan waktu 5443256 detik, transportation dengan waktu 227671 detik, dan motion dengan waktu 68400 detik. Transportation dan motion waste aktivitas-aktivitas yang terkategori necessary non value added, waiting dan inventory waste aktivitas-aktivitas yang terkategori non value added. Implementasi 5R pada waste yang terkategori non value added yang mempengaruhi perubahan waktu pada waiting waste penurunan sebesar 8489 detik, dan inventory waste terjadi penurunan sebesar 15863 detik. Usulan pembuatan SOP agar lebih efektif terhadap penurunan waktu dari inventory waste. Dengan usulan-usulan tersebut diharapkan perusahaan dapat mereduksi waste dengan continuous improvement.
Usulan Perbaikan Efektifitas Proses Produksi Menggunakan Overall Plant Efectiveness (OPE) Dan Quality Improvement Tools Di Divisi Baja Tulangan PT. XYZ Iman Hermawan; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.182 KB)

Abstract

Efektifitas proses produksi dapat ditingkatkan dengan cara mengoptimalkan fungsi dan kinerja keseluruhan mesin atau pabrik. Efektifitas proses secara keseluruhan dapat ditingkatkan dengan menghilangkan segala sesuatu yang menurunkan efektifitas itu sendiri. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi produk baja profil dan baja tulangan dengan kapasitas produksi sebesar 180.000 ton per tahun dengan sistem produksi continuous process yang berada di kawasan Cilegon. Di PT. XYZ divisi baja tulangan sekarang sering terjadinya kerusakan-kerusakan pada mesin yang digunakan sehingga pabrik kehilangan waktu produksi rata-rata  perbulan selama 78,62 jam dan kegagalan dalam memproduksi produk yaitu sebesar 755,17 ton. Oleh karena masalah itu, sehingga mendorong  ingin mengetahui efektifitas pada proses produksi di PT. XYZ khususnya di divisi baja tulangan dengan bantuan parameter OPE (Overall Plant Effectivenees). OPE dikembangkan untuk mengukur efektifitas tingkat pabrik, di mana beberapa langkah produksi atau mesin yang dipasang untuk membentuk suatu proses produksi. Tujuan pada  penelitian ini yaitu mengukur nilai efektifitas proses produksi divisi baja tulangan PT. XYZ menggunakan parameter OPE, mengidentifikasi penyebab tidak efektifnya proses produksi divisi baja tulangan PT. XYZ dan merancang usulan perbaikan untuk meningkatkan nilai efektifitas proses produksi divisi baja tulungan  di  PT. XYZ  dengan  pendekatan quality improvement tools. Adapun metodologi penelitian adalah menghitung nilai availability,menghitung nilai performance rate, menghitung quality rate, menghitung nilai OPE, menghitung eight big losses, menghitung RPN FMEA dan grey FMEA selanjutnya mengusulkan perbaikan untuk meningkatkan nilai OPE. Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan hasil bahwa nilai efektifitas proses produksi pada divisi baja tulangan dengan menggunakan parameter OPE adalah.51,58%, penyebab tidak efektifnya proses produksi pada divisi baja adalah adanya process failure losses sebesar 22,16%, shutdown losses sebesar 21,4%, equipment failure losses sebesar 19,74% dan production adjustment losses sebesar 18,58% dan rancangan perbaikan untuk meningkatkan nilai efektifitas proses produksi yaitu melakukan pergantian mesin sistem manual ke sistem mesin otomasi untuk mereduksi process failure, menambahkan aliran listrik sebagai cadangan dari PLN untuk mereduksi shutdown losses, membuat komitmen dan kesepakatan dengan divisi lain untuk dapat menerapkan maintenance sesuai jadwal yang dibuat untuk mereduksi equipment failure losses dan membuat alat-alat bantu yang sesuai untuk melakukan setting yaitu membuat alat bantu pengganjal yang sesuai saat setting roll untuk mereduksi production adjusment losses.
Analisis Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) Di PT YPMI Kisworo Kisworo; Putiri Bhuana Katili; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5122.383 KB)

Abstract

PT.YPMI adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT.YPMI adalah head cylinder, yaitu engine yang digunakan pada motor. Semakin banyaknya pesaing yang menghasilkan produk sejenis membuat PT YPMI harus dapat memenuhi permintaan konsumen dengan baik. Tetapi pada kenyataanya tingkat produktivitas perusahaan masih belum optimal dilihat dari tingkat produktivitas perusahaan yang hanya 87%, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pemakaian sumber daya yang berlebih sehingga menyebabkan cost yang tinggi, tetapi hasil produksinya tidak optimal, baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengukur dan mengevaluasi kembali produktivitas perusahaan. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur dan memperbaiki produktivitas perusahaan dengan menggunakan Objective Matrik (OMAX). Dimana metode ini bertujuan untuk  menentukan kriteria kinerja (rasio) dan mengukur tingkat tinggi rendahnya produktivitas selama periode tertentu  yang berpengaruh pada pengukuran kinerja di perusahaan tersebut. Langkah selanjutnya dengan melakukan perhitungan nilai kriteria kinerja (rasio) aktual, perhitungan nilai kinerja standar perusahaan, penentuan target kinerja perusahaan, pengisian kinerja minimum, penentuan bobot tiap kriteria, penentuan skor, perhitungan nilai kinerja tiap periode. Kemudian melakukan evaluasi kriteria kinerja dengan Traffic Light System, terakhir melakukan usulan rancangan perbaikan dengan diagram fishbone dan 5W + H. Dari hasil penelitian didapat nilai kinerja produktivitas keseluruhan untuk 12 periode yang dimulai dari periode  Oktober 2012 sampai September 2013 yaitu 545, 670, 220, 320, 370, 385, 335, 235, 480, 355, 180, 365. Dengan Indeks Performansi tiap periode dari Oktober 2012 sampai September 2013 yaitu 82% , 23% , -67% , 45% , 16% , 4% , -13% , -30% , 104 % ,-26%, -49%, 103%. Langkah perbaikan yang dilakukan yaitu memperbaiki keriteria kinerja yang paling banyak mendapat skor dibawah kinerja standard yang dilihat dari hasil Traffic Light System. Adapun kriteria kinerja yang segera mungkin untuk dilakukan perbaikan adalah kriteria CKD perbulan.
Usulan Peningkatan Kehandalan Komponen Kritis Pada Mesin SPM (Spiral Pipe Machine) 2000 (Studi Kasus di PT. KHI Pipe Industries) Pramitha Rohendi; Evi Febianti; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1931.886 KB)

Abstract

PT. KHI Pipe Industries merupakan penghasil pipa baja terbesar di Indonesia. PT.KHI Pipe Industries menghasilkan 2 jenis pipa baja yaitu pipa baja spiral dan longitudinal. Pipa baja spiral yang dihasilkan lebih bervaritif berdasarkan diameter pipa,, sedangkan pipa baja longitudinal menghasilkan diameter pipa yang relative konstan. Penelitian ini difokuskan pada mesin SPM (Spiral Pipe Machine) 2000 karena memproduksi pipa spiral dengan diameter pipa 12 inchi-120 inchi. Dengan kemampuan menghasilkan pipa baja yang bervariatif  mengakibatkan terjadinya failure time yang berpengaruh pada proses produksi, failure time terjadi karena ketebalan bahan baku (coil) dan getaran yang dihasilkan oleh mesin SPM 2000. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komponen kritis pada mesin SPM 2000, menentukan nilai MTTF (Mean Time To Failure) dan reliabilitas komponen kritis, dan meningkatkan kehandalan kompoen kritis. Penelitian ini mengidentifikasi kerusakan komponen kritis berdasarkan pola kerusakan berdasarkan bathtube curve. Hasil penelitian menunjukan komponen kritis yang terjadi yaitu komponen edge milling dengan 36 kali kerusakan dalam 1 tahun selama 7013 menit, komponen maindrive dengan 20 kali kerusakan dalam 1 tahun selama 3964 menit, dan komponen cross welding dengan 11 kali kerusakan selama 1 tahun selama 1066 menit. Sedangkan nilai MTTF (Mean Time To Failure) dan reliabilitas pada komponen kritis adalah : pada komponen edge milling didapatkan nilai MTTF sebesar 11102,31 menit dalam 1 tahun dengan nilai reliabilitas sebesar 27%, sedangkan komponen maindrive didapatkan  nilai MTTF sebesar 15172,18 menit dalam 1 tahun dengan nilai reliabilitas sebesar 28%, dan pada komponen cross welding didapatkan  nilai MTTF sebesar 26934,44 menit dalam 1 tahun dengan nilai reliabilitas sebesar 35%.hasil peningkatan kehandalan pada komponen edge milling menjadi 30% dengan nilai t sebesar 12713,46 menit selama 1 tahun, dan hasil peningkatan kehandalan pada komponen maindrive menjadi 32% dengan nilai t sebesar 17218,46 menit selama 1 tahun, sedangkan hasil peningkatan kehandalan pada komponen cross welding menjadi 48% dengan nilai t sebesar 27214,77 menit selama 1 tahun.

Page 1 of 2 | Total Record : 15