cover
Contact Name
Yuni Rimawati
Contact Email
infestasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282232737905
Journal Mail Official
infestasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Infestasi
ISSN : 02169517     EISSN : 24608505     DOI : doi.org/10.21107/infestasi
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER" : 10 Documents clear
Balanced Scorecard Sektor Publik: Sebuah Pelajaran Berharga Ali Tafriji Biswan; Wahyu Andika
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8570

Abstract

This research aims to understand and examine the application of the balanced scorecard as performance measurement tools. BSC is a performance measurement tool that combines financial and nonfinancial performance measurements. This research object is a public sector organization, the Directorate General of Financing and Risk Management (DJPPR) Ministry of Finance. The method used in this research is qualitative descriptive methods. The steps taken in this study are collection, classification, presentation, and tabulation of data obtained. Subsequently performed a systematic, accurate, and factual description regarding the facts of the object being inspected. This study uses DJPPR’s Performance Reports in 2018 and 2017. The results of the study indicate that the application of a balanced scorecard and DJPPR’s performance as a whole is good, which is shown by determining the perspective that has been aligned with the organization's strategy and its implementation encourages the achievement of performance targets.Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengkaji penerapan balanced scorecard sebagai alat pengukuran kinerja. Balanced scorecard merupakan alat pengukuran kinerja yang mengkombinasikan pengukuran kinerja keuangan maupun kinerja nonkeuangan. Objek penelitian adalah organisasi sektor publik yaitu Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan, pengklasifikasian, penyajian, dan pengolahan data. Setelah itu melakukan deskripsi yang sistematis, akurat, dan faktual mengenai fakta-fakta dari peristiwa objek yang diteliti. Penelitian ini menggunakan Laporan Kinerja DJPPR tahun 2018 dan tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan balanced scorecard secara keseluruhan baik yang ditunjukkan dengan penentuan perspektif telah diselaraskan dengan strategi organisasi dan penerapannya mendorong pencapaian target kinerja.
Village Fund Management: A Foucauldian Perspective Alexander Anggono; - Tarjo; Beni Pradinata
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8354

Abstract

The village fund was introduced in 2014 to stimulate development in villages all over Indonesia.  However, the special task force of the village fund in the mid of 2017 solely had received 10,000 complaints regarding suspicion of misuse of the village fund, which resulted in 200 village officials end up in jail. Therefore, this study is to explore many aspects affecting the processes of planning and establishing of village budget in a village located at Madura.     A qualitative approach is applied in this study to enable researchers to explore many aspects of the management of the village fund.  The findings of this study indicate that the Musrenbangdes as a tool in the planning stage were intervened by the head of the village without considering the interests of local society. Consequently, development proposals contained in the Musrenbangdes, which later were elaborated in the RPJMDesa as mid-term programs and the RKPDesa as short-term programs, were determined by the head of the village and his officials. Meanwhile, the head of the village is not equipped to handle the planning and budgeting process of the village fund.  Hence, the head of the village placed his right-hand man as a coordinator to manage the village fund, resulting in a lack of transparency in the management of the fund.
Pengungkapan Informasi Modal Intelektual, Nilai Perusahaan dan Harga Saham Ifki Putri Dwi Nanda Dutrianda; Hisar Pangaribuan
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8971

Abstract

This study conducted modeling of intellectual capital, firm value and stock price, with the aim of knowing the effect of intellectual capital disclosure on firm value, the effect of intellectual capital disclosure on stock prices and also the effect of firm value on stock prices carried out in banking companies in banking Southeast Asia. The sample selection method used in this study was purposive sampling. Of the 285 banks in Southeast Asia, 222 banks were found to be the samples of this study. The data is processed using the STATA application. The results of this study indicate that the increase in intellectual capital information disclosure carried out by banking companies in Southeast Asia cannot significantly affect the increase in firm value, while on the same occasion the increase in intellectual capital information disclosure itself can significantly affect the increase in stock prices. in the market and other results also show that the increase in firm value can significantly affect the increase in stock prices in the market. The application intellectual capital information disclosure is considered important to optimize stock prices in the market. Penelitian ini melakukan pemodelan akan intelectual capital, nilai perusahaan dan harga saham, dengan tujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pengungkapan modal intelektual terhadap nilai perusahaan, pengaruh pengungkapan modal intelektual terhadap harga saham dan juga pengaruh nilai perusahaan terhadap harga saham yang dilakukan pada perusahaan perbankan di Asia Tenggara. Metode pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Dari 285 bank di Asia Tenggara, maka didapati ada 222 bank yang menjadi sampel penelitian ini. Data diolah menggunakan aplikasi STATA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan pengungkapan informasi modal intelektual yang dilakukan oleh perusahaan perbankan di Asia Tenggara tidak dapat secara signifikan mempengaruhi peningkatan nilai perusahaan, sementara pada kesempatan yang sama  peningkatan pengungkapan informasi modal intelektual itu sendiri dapat secara signifikan mempengaruhi peningkatan harga saham di pasar dan hasil lain juga menunjukkan bahwa meningkatnya nilai perusahaan dapat secara signifikan mempengaruhi peningkatan harga saham di pasar. Penerapan dan pengungkapan informasi modal intelektual dipandang penting untuk mengoptimalkan harga saham di pasar.
Kebijakan dan Implementasi Strategi Anti-Fraud pada Bank Umum Fransiska Tarasita Asmara; Akhmad Riduan; Maswar Patuh Priyadi
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8469

Abstract

This study aims to explore and analyze policies and implementation of anti-fraud strategies at PT Bank X Indonesi. The object of this study is the Integrated Fraud Management Division. This research was conducted using a case study qualitative research method and using data analysis techniques Miles and Huberman. The data collection techniques in this study were participant observation, in-depth interview and documentation. Selection of sources is carried out by purposive sampling method, in which sources are selected with specific considerations and goals. The results show that the policy and implementation of the Anti-Fraud strategy have been implemented in accordance with Bank Indonesia Circular No.13 / 28 / DPNP dated 9 December 2011 concerning the Implementation of Anti-Fraud Strategies for Commercial Banks, but there are still deficiencies caused by constraints in its implementation. namely the lack of awareness of employees to report all indications of fraud, very minimal employee rotation, frequent information about surprise audits that cannot be kept confidential, and the recruitment pattern adopted by PT Bank X Indonesia does not include material on fraud awareness. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kebijakan dan implementasi strategi anti-fraud pada PT Bank X Indonesi Objek penelitian yakni Divisi Integrated Fraud Management. Penelitian dilaksanakan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik analisis triangulasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi berperan serta (participant observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan metode purposive sampling, yang mana informan dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dan implementasi strategi Anti-Fraud Sudah dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia No.13/28/DPNP tanggal 9 Desember 2011 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank Umum, namun masih terdapat kekurangan yang disebabkan oleh kendala dalam implementasinya yaitu kurangnya kesadaran pegawai untuk melaporkan semua indikasi kecurangan, rotasi pegawai yang sangat minim, seringnya informasi akan adanya surprise audit tidak dapat dirahasiakan, serta pola rekruitmen yang diterapkan oleh PT Bank X Indonesia tidak menyertakan materi tentang kesadaran fraud. 
Mengulik Makna Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Bidik Misi Rakhmad Hidayat; Robiatul Auliyah
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8508

Abstract

This study aims to find out and deeply explore the meaning of Bidikmisi financial management. This type of research uses qualitative methods as a tool in the process of finding answers and a phenomenological approach as a key to observe the informants' awareness. This research required four informants. Based on the description of the phenomenon related to informants' awareness in financial management, Then the result is that Informant Nindy chooses a priority scale in managing his personal finances because it is an easy way. Informant Aidan regrets that he did not manage his personal finances so he did not clearly know his expensesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggali secara mendalam makna pengelolaan keuangan mahasiswa bidikmisi. Jenis penelitian  ini menggunakan  metode  kualitatif  sebagai  alat  dalam  proses  penemuan  jawaban dan menggunakan  pendekatan  fenomenologi  sebagai  kunci untuk mengulik makna kesadaran para informan. Penelitian ini menggunakan empat informan. Berdasarkan hasil  deskripsi  terhadap  fenomena  yang berkaitan  dengan  kesadaran  informan  dalam  melakukan pengelolaan keuangan, maka hasilnya yaitu Informan Nindy memilih skala perioritas dalam melakukan pengelolaan keuangan pribadinya karena hal tersebut merupakan cara yang mudah. Informan Aidan menyesal tidak melakukan pengelolaan keuangan pribadinya sehingga tidak mengetahui secara jelas pengeluarannya.
Dewan Redaksi & Daftar Isi Dewan Redaksi Daftar Isi
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa Praktik Akuntabilitas Dana Kampanye: Pendekatan Teori Strukturasi Giddens Ignatius Novianto Hariwibowo; Putri Alvi Santana
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.7091

Abstract

This study aimed to explain what factors drive the practice of reporting campaign finance formalities in Batu City, East Java. Rules for reporting campaign funds have been made by the Komisi Pemilihan Umum (KPU). However, the existence of political parties in the election that did not report campaign funds or reported the campaign funds in nothing, was a practice encountered in the campaign process. This problem was a manifestation of the lack of accountability and transparency in reporting campaign funds. To uncover the practice of reporting campaign finance formalities, this study used qualitative methods. This study used Giddens's structuration theory to uncover the causes of formality practice. The results of this study explained that the practice of reporting campaign finance formalities in Batu City was due to the weakness of agents and structures in the political process. This study found that the party chairperson and KPU were a form of agent's role in the low awareness of accountability of the campaign finance reports. In addition, low public attention and low enforcement of regulations weaken the social structure to realize accountability and transparency of campaign funds.Penelitian ini bertujuan unftuk menjelaskan faktor apa yang mendorong terjadinya praktik formalitas pelaporan dana kampanye dalam proses pemilu (pemilihan umum) di Kota Batu, Jawa Timur. Aturan pelaporan dana kampanye telah dibuat Komisi Pemeilihan Umum (KPU). Namun, adanya partai politik peserta pemilu yang tidak melaporkan dana kampanye atau adanya partai politik yang melaporkan dana kampanye dalam keadaan nihil, merupakan praktik yang ditemui dalam proses kampanye dalam pemilihan umum. Masalah ini merupakan wujud dari kurangnya akuntabilitas dan transparansi pelaporan dana kampanye. Untuk mengungkap praktik formalitas pelaporan dana kampanye, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori strukturisasi dari Giddens untuk mengungkap penyebab praktik formalitas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa praktik formalitas pelaporan dana kampanye di Kota Batu adalah karena lemahnya agen dan struktur dalam proses politik. Penelitian ini menemukan bahwa ketua umum partai yang tidak memperhatikan akuntabilitas dan peran KPU yang hanya bersifat administrasi merupakan bentuk peran agen dalam rendahnya kesadaran akuntabilitas laporan dana kampanye. Selain itu, perhatian publik yang rendah dan penegakan aturan yang rendah memperlemah struktur sosial dalam usaha terwujudnya akuntabilitas dan transparansi danakampanye.
Apakah Kinerja Lingkungan dan Biaya Lingkungan Berpengaruh Terhadap Pengungkapan Informasi Lingkungan? Rahandhika Ivan Adyaksana; Baniady Gennody Pronosokodewo
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8544

Abstract

Environmental information disclosure is one type of disclosure that has been changed from voluntary disclosures to mandatory disclosures under the Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/POJK.04/2016.  Only a few manufacturing companies in Indonesia have disclosed environmental information. This study aims to determine the effect of a company’s environmental performance and environmental costs on environmental information disclosure.  Listed manufacturing companies in Indonesia from 2014-2018 are the population of this research.  This study uses secondary data sourced from the company’s annual report. Sample selection using purposive sampling method with specific criteria.  The data obtained were 20 companies.  The results prove that the company’s environmental performance positively and significantly affected environmental information disclosure.  Meanwhile, environmental costs do not affect the disclosure of environmental information. Based on the findings of this study, manufacturing companies in Indonesia are expected to be able to improve their environmental performance and improve the quality of the information in disclosing environmental information, so that the orientation of the company is expected to change not only in presenting environmental information disclosure but also improving the quality of the information because environmental information disclosure is now mandatory disclosure. Pengungkapan informasi lingkungan merupakan salah satu jenis pengungkapan yang telah diubah dari pengungkapan sukarela menjadi pengungkapan yang wajib diungkapkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/POJK.04/2016. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja lingkungan yang dimiliki perusahaan dan alokasi biaya lingkungan terhadap pengungkapan informasi lingkungan. Perusahaan manufaktur di Indonesia yang terdaftar dari tahun 2014-2018 merupakan populasi penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan tahunan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan kriteria tertentu atau purposive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 20 perusahaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa kinerja lingkungan yang dimiliki perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan informasi lingkungan. Sedangkan biaya lingkungan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan informasi lingkungan. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan manufaktur di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kinerja lingkungannya dan meningkatkan kualitas informasi dalam pengungkapan informasi lingkungan, sehingga orientasi perusahaan diharapkan berubah tidak hanya menyajikan pengungkapan informasi lingkungan tetapi sudah harus memperhatikan kualitas informasinya, karena pengungkapan informasi lingkungan saat ini sudah bersifat wajib diungkapkan.
Indeks Penulis & Reviewers Authors Index & Reviewers Vol 16 (2020)
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Komparatif Abnormal Return Pada Perbankan Yang Melakukan Pengungkapan Modal Intelektual Arya Aji Aditya; Aang Afandi; Hesti Wahyuni
InFestasi Vol 16, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/infestasi.v16i2.8090

Abstract

The research aimed to examine the effect of intellectual capital disclosing on abnormal returns and to compare the abnormal return difference after and before the uploading events of the annual report. The population was 43 banking companies listed on the Indonesian Stock Exchange from 2016 to 2018. Then, 41 companies were selected as the sample by using the Purposive Sampling Method. The data required were the company’s annual reports collected by using documentation method. Intellectual capital disclosure was collected by using content analysis, while abnormal return calculated using an event study approach. The data were analyzed with the Simple Linear Regression and Paired Sample T-Test Method. The Simple Linear Regression Method showed intellectual capital disclosure did not significantly affect abnormal returns. Meanwhile, comparative studies showed that no abnormal return differences detected after and before the events. Based on both analyses, it can be concluded the annual report was not used by market participants in Indonesia as one of the sources of reference in making investment decisions. Human capital, structural capital and relational capital information presented narratively, numerically, or monetarily in the annual report could not affect the share price of the company. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji dampak pengungkapan modal intelektual terhadap abnormal return dan mengevaluasi perbedaan abnormal return sesudah dan sebelum hari peristiwa pengunggahan laporan tahunan. Populasi dalam penelitian ini yaitu 43 perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016 dan 2018. Melalui metode purposive sampling terkumpul sebanyak 41 sampel perusahaan. Data dalam penelitian ini yaitu laporan tahunan perusahaan yang dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Untuk mencari nilai pengungkapan modal intelektual menggunakan metode analisis konten sedangkan untuk mengetahui abnormal return menggunakan pendekatan studi peristiwa. Data dianalisis dengan analisis regresi linear sederhana dan uji beda berpasangan. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan pengungkapan modal intelektual tidak mempengaruhi secara signifikan abnormal return. Sementara itu, hasil uji beda menunjukkan tidak ada perbedaan abnormal return setelah dan sebelum peristiwa.  Berdasarkan kedua analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaku pasar di Indonesia belum memanfaatkan laporan tahunan sebagai salah satu sumber referensi dalam mengambil keputusan investasi. Informasi mengenai human capital, structural capital dan relational capital yang tersaji secara naratif, numerik, maupun moneter dalam laporan tahunan tidak mampu memengaruhi harga saham perusahaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10