cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELIAN BERULANG PADA PUSAT GROSIR DENGAN ANTISEDEN BRAND, QUALITY, PATRON STATUS, FASHION INVOLVEMENT DAN STORE ATMOSPHERE Yurilla Endah Muliati; Yuyun Widiastuti
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.471

Abstract

Menurut United Nations Statistics Division, "grosir" adalah menjual kembali (menjual tanpa pengubahan) barang baru dan terpakai kepada pengecer, pengguna industri, komersial, institusi atau profesional, atau kepada penggrosir lain, atau terlibat berperan sebagai agen atau broker dalam membeli merchandise untuk, atau menjualnya kepada orang - orang atau perusahaan. Pusat - pusat grosir sudah sepatutnya mendapat dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur berupa kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung baik yang membeli secara grosir dan eceran maupun turis lokal dan internasional. Berdasarkan uraian inilah ingin diteliti sejauh mana pengaruh brand, quality, patron status, fashion involvement, dan store atmosphere terhadap pembelian berulang konsumen pada Pusat Grosir Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelanggan Pusat Grosir Surabaya yang ada di Surabaya, dengan menggunakan pendekatan convenience sampling, yaitu sampel yang dianggap dapat mewakili karakteristik pelanggan yang pernah berbelanja di Pusat Grosir Surabaya. Responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, hal ini disesuaikan dengan pendapat Hair et al. (1995:65) yang menemukan bahwa ukuran sampel yang sesuai dalam penelitian adalah antara 100 sampai 200.  Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Brand (X1), quality (X2), patron status (X3), fashion involvement (X4), dan store atmosphere (X5) secara parsial mempengaruhi pembelian berulang (Y) di Pusat Grosir Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan besaran t hitung yang lebih besar dari t tabel. (2) Brand (X1), quality (X2), patron status (X3), fashion involvement (X4), dan store atmosphere (X5) simultan mempengaruhi pembelian berulang (Y) di Pusat Grosir Surabaya. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya F hitung sebesar 27.005 . Nilai ini lebih besar dari F tabel (27.005 3.092).  (3) Faktor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap pembelian berulang di Pusat Grosir Surabaya adalah variabel Fashion Involvement (X4), yang ditunjukkan dengan nilai koefisien Beta yang distandarisasi terbesar yaitu sebesar 0.720.
ANALISIS VOLUNTARY DISCLOSURE PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI DI BEI Eko Purwanto; Ira Wikartika
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.467

Abstract

Investasi merupakan kegiatan yang mengandung resiko dan ketidakpastian, dengan adanya informasi yang disajikan perusahaan diharapkan dapat mengurangi tingkat resiko dan ketidakpastian yang dihadapi oleh investor. Pengungkapan laporan keuangan merupakan suatu cara untuk meningkatkan kepercayaan investor dan pengguna laporan lainnya. Disclosure yang luas sangat dibutuhkan oleh para pengguna informasi khususnya investor dan kreditor, namun tidak semua informasi yang dimiliki perusahaan dapat diungkapkan secara umum, detail dan transparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leverage, firm size, dan profitability terhadap luas voluntary disclosure perusahaan telekomunikasi yang go public. Populasi penelitian adalah seluruh  perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu penarikan sampel berdasarkan pertimbangan atas kriteria-kriteria tertentu. Sampel penelitian sebanyak 4 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa leverage dan firm size berpengaruh terhadap voluntary disclosure, sedangkan profitability tidak berpengaruh terhadap voluntary disclosure. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa  leverage, firm size dan profitability berpengaruh terhadap voluntary disclosure.
KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU : IMPLEMENTASI UNTUK UMKM Yustina Chrismardani
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.472

Abstract

Komunikasi pemasaran terpadu telah diadopsi baik di perusahaan besar maupun perusahaan kecil, termasuk di lingkungan usaha mikro kecil menengah (UMKM). UMKM dapat menggunakan program ini dengan menyesuaikan pada anggaran yang tersedia. Sebuah program sederhana dari komunikasi pemasaran terpadu yang dapat digunakan adalah memperkenalkan produk mereka kepada pelanggan dengan menggunakan brosur, banner (spanduk), diskon atau produk sample (gratis), dan pemasaran online, dapat digunakan sebagai alat promosi dengan anggaran yang rendah.  UMKM dapat melakukan komunikasi pemasaran terpadu, walaupun belum maksimal.  Kegiatan promosi yang dilakukan oleh UMKM masih terkendala oleh biaya,  kemampuan promosi yang sangat minim tersebut disebabkan oleh ketiadaan biaya sehingga hanya beberapa unsur dalam komunikasi pemasaran terpadu yang dapat diterapkan oleh UMKM, yaitu:  Iklan, publisitas, promosi penjualan, dan pemasaran langsung.
PENGARUH FAKTOR CAREER ANCHOR TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN - Hariyono; Sri Suprapti
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.468

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi yang diterapkan dalam perusahaan, maka dituntut pula memiliki karyawan yang bisa memanfaatkan sumber daya teknologi dengan baik. Setiap karyawan diharapkan dapat menduduki posisi tertentu yang lebih layak dan semakin meningkat dari suatu waktu ke waktu.  Uraian di atas menjadi alasan untuk dilakukan penelitian ini. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka perumusan masalah yang akan diteliti adalah: (1) Apakah faktor-faktor pengembangan karir yang terdiri dari Managerial Competence (kemampuan manajerial), Technical/functional Competence (kemampuan teknis/fungsional), Security/stability (keamanan/ keseimbangan), Creativity (kreativitas) dan Autonomy (kebebasan) secara simultan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Pasuruan? (2) Apakah faktor-faktor pengembangan karir yang terdiri dari Managerial Competence (kemampuan manajerial), Technical/functional Competence (kemampuan teknis/fungsional), Security/stability (keamanan/ keseimbangan), Creativity (kreativitas) dan Autonomy (kebebasan) secara parsial mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Pemda Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan pada tujuan penelitian, hipotesis dan kerangka konseptual. dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : (1) Hasil perhitungan SPSS menunjukkan nilai F hitung = 8.349. Hal ini berarti bahwa secara simultan variabel career anchor (X) mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan (Y). Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor pengembangan karir yang terdiri dari managerial competence, technical functional competence, security, creativity, dan autonomy and independence secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. (2) Variabel  Career Anchor (X) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan karena t hitung variabel career anchor lebih besar dari t tabel (2.889   1.985).
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), RETURN ON ASSETS (ROA) DAN NET INTEREST MARGIN (NIM) TERHADAP PRICE EARNING RATIO (PER) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA - Yusuf
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return on Equity ,Return on Assets dan Net Interest Margin secara simultan dan parsial terhadap Price Earning Rasio (PER) pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia, dan juga untuk mengetahui secara empiris variabel mana yang paling besar dalam mempengaruhi Price Earning Rasio (PER) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh Bank Umum Swasta Nasional (Devisa) yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai tahun 2006-2009 dan telah menerbitkan laporan keuangan secara periodik sehingga diperoleh jumlah populasi sebanyak 20 bank. Teknik purpossive sampling digunakan dalam penarikan sampel penelitian ini sehingga terpilih 13 perusahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Secara simultan variabel profitabilitas yang terdiri atas Return On Equity (ROE) Return On Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Price Earning Ratio  pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Bursa Efek Indonesia dan secara parsial variabel Profitabilitas yang mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Price Earning Ratio yaitu Return On Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM). Sedangkan Return On Equity (ROE) mempunyai pengaruh yang positif tidak signifikan terhadap Price Earning Ratio pada Bank Umum Swasta Nasional Devisa di Bursa Efek Indonesia.
ANALISIS TATANIAGA BUNGA KRISAN DI KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR Joko Purwono; Sri Sugyaningsih; Nada Fajriah
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.469

Abstract

Krisan merupakan bunga potong yang menyumbangkan produksi paling besar di Indonesia. Dari tahun 2008 hingga tahun 2012 produksi krisan mengalami peningkatan dari 101.777.126 tangkai hingga 397.651.571 tangkai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis saluran tataniaga, lembaga tataniaga, fungsi tataniaga, struktur pasar, perilaku pasar dan efisiensi saluran tataniaga krisan berdasarkan marjin tataniaga, farmer’s share dan rasio keuntungan terhadap biaya. Observasi dan wawancara dilakukan pada petani melalui teknik random sampling dan lembaga tataniaga berikutnya menggunakan snowball sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu saluran tataniaga krisan di Kecamatan Cugenang terdiri dari empat saluran dengan lembaga tataniaga yang terdiri dari pedagang pengumpul dan pedagang besar. Keuntungan terbesar dapat diperoleh petani apabila menggunakan saluran tataniaga III, keuntungan yang didapatkan oleh petani sebesar Rp473.00 per tangkai. Nilai marjin yang terbesar juga diperoleh pada saluran tataniaga III, yaitu sebesar Rp1 313.00 per tangkai. Saluran tataniaga II merupakan saluran memiliki nilai farmer’s share tertinggi yaitu sebesar 57.47 persen. Nilai farmer’s share yang lebih tinggi saluran tataniaga lainnya menunjukkan bahwa saluran tersebut memiliki tingkat efisien yang lebih tinggi dibandingkan saluran lainnya secara operasional.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN UPAH TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN DEPARTEMEN RND PT. KARYAMITRA BUDISENTOSA PANDAAN, PASURUAN Yurilla Endah Muliatie
Neo-Bis Vol 8, No 2 (2014): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v8i2.470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis pengaruh budaya organisasi dan upah baik secara partial maupun secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan Departemen RND PT. Karyamitra Budisentosa Pandaan, Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan mengandalkan kuesioner sebagai instrumen pengambilan data. Adapun yang menjadi obyek dari penelitian ini adalah karyawan Departemen RND PT. Karyamitra Budisentosa, Pandaan, Pasuruan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : budaya organisasi (X1) dan upah (X2) berpengaruh baik secara partial maupun simultan terhadap kepuasan kerja (Y). Hal ini ditunjukkan dengan besarnya F hitung (8,620) yang lebih besar dari pada F table (3,136). Dan upah dalam penelitian ini berpengaruh dominan terhadap kepuasan kerja. Yang ditunjukkan dengan kofisien Beta sebesar 0,495. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada manajemen PT. Karyamitra Budisentosa agar dalam segala bentuk kebijakan perusahaan yang pada akhirnya membentuk budaya organisasi perusahaan agar selalu mempertimbangkan juga terhadap kepuasan kerja karyawan yang merupakan aset bagi perusahaan. Semakin tinggi kepuasan kerja karyawan akan semakin loyal pada perusahaan dan akhirnya akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan perusahaan. Demikian juga dengan pengaruh upah yang dalam penelitian ini menempati urutan kedua yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan hendaknya juga secara berkala dapat dilaksanakan penyesuaian sebagaimana peraturan yang berlaku. Sehingga kepuasan kerja karyawan semakin meningkat yang akhirnya akan meningkatkan profit bagi perusahaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7