cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2019)" : 50 Documents clear
NTRM (Non Tobacco Related Material) TEMBAKAU RAJANGAN MADURA YANG DIUSAHAKAN PETANI MITRA P.T. SADHANA ARIFNUSA DI KABUPATEN PAMEKASAN Hosaini, Moh; Tirtosastro, Samsuri; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cigarette smoke is currently the talk of the National and international community has a positive or negative value. One of the causes of the negative impact is the increase in non-tobacco (non-tobacco related material) which is another material other than tobacco which has a great opportunity to become a source of hazardous materials, in addition to disrupting the production and aesthetic processes. This study aims to determine the content of NTRM in tobacco prepared by farmers to be sold to the warehouse of tobacco purchases in P.T. Sadhana Arifnusa, Pamekasan Regency in 2017. Sampling in this study uses a non-probability sampling technique. Respondent farmers were selected who met the criteria for planting and processing their own tobacco leaves and then sold them to the warehouse. Farmers plant and process tobacco leaves themselves into madura chopped tobacco. Farmers selected were from Bulay Village (Galis District), Guluk-guluk Village (Guluk-guluk Sub-district), Kalompang Berek Village (Pakong District), Bicorong Village (Pakong District), each in Pamekasan District. The results of the research in the Four Villages show that there is a high NTRM content. Organic NTRM and Non-Synthetic NTRM are 0.39 grams, 1.89 grams, respectively. The highest NTRM is. Organic NTRM is higher in the Guluk-guluk Village of 0.83 grams, which is higher in the Bulay Village of 3.47 grams, which is in the form of stones. The high content of NTRM in Madura chopped tobacco requires attention in the development of partner farmers especially from the local government. Salah satu penyebab dampak negatif adalah meningkatnya NTRM (Non TobaccoRelated Material) yang merupakan bahan lain selain tembakau yang berpeluang besar ikut menjadi sumber bahan berbahaya, selain mengganggu proses produksi dan estetika. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan NTRM pada tembakau yang disiapkan petani untuk dijual ke gudang pembelian tembakau di gudang P.T. Sadhana Arifnusa Kabupaten Pamekasan pada tahun 2017. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling technique. Petani responden dipilih yang memenuhi kriteria menanam dan mengolah daun tembakaunya sendiri kemudian akan dijual ke gudang. Petani menanam dan mengolah sendiri daun tembakau menjadi tembakau rajangan madura. Petani yang dipilih berasal dari Desa Bulay (Kecamatan Galis), Desa Guluk-Guluk (kecamatan Guluk-Guluk), Desa Kalompang Berek (Kecamatan Pakong), Desa Bicorong (Kecamatan Pakong), masing-masing di Kabupaten Pamekasan. Hasil penelitian di Empat Desa tersebut menunjukkan ada kandungan NTRM yang cukup tinggi. NTRM Organik dan NTRM Non Sintetik masing-masing 0,39 gram, 1,89 gram. NTRM paling tinggi adalah. NTRM Organik lebih tinggi di Desa Guluk-Guluk sebesar 0,83 gram, yang berupa batang tanaman, daun dan NTRM Non Sintetik lebih tinggi di Desa Bulay sebesar 3,47 gram, yang berupa batu. Tingginya kandungan NTRM tembakau rajangan madura, memerlukan perhatian dalam pembinaan kepada Petani Mitra khususnya dari Pemerintah Daerah.
STRATEGI PENGEMBANGAN KAMPUNG EKOLOGI BATU (KEB) BERBASIS BAURAN PEMASARAN Saparingga, Erik; Sadiyah, Ana Arifatus; Khoirunnisa, Ninin
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Developing a strategy is a development planning activities at l akukan to attract visitors. This study aims at 1) . analyze the internal and external factors of the development of the Stone Ecology Village (KEB).2) . Analyze the strategy of developing the Ecological Stone Village (KEB) in increasing tourist visits. 3) . Analyzing the development strategy is the most effective Stone Ecology Village (KEB). The sampling method uses sample techniques, namely : Purposive Sampling and Accidental Sampling. The results of this study indicate that (KEB) has used 7 P Marketing Mix on Internal KEB. The results of the IE Matrix are obtained based on the weight and rating obtained from IFE and EFE which indicate the position of the IE KEB Matrix in the Growing and Building area, which means that the KEB business is developing and has excellent potential to be able to increase tourism, and Results The most effective SWOT analysis in the study is in the S-O strategy. Strategi pengembangan merupakan suatu kegiatan perencanaan pembangunan yang di lakukan untuk dapat menarik pengunjung. Penelitian ini bertujuan 1). menganalisis faktor internal dan eksternal pengembangan Kampung Ekologi Batu (KEB). 2). Menganalisis strategi pengembangan Kampung Ekologi Batu (KEB) dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. 3). Menganalisis strategi pengembangan apakah yang paling efektif Kampung Ekologi Batu (KEB). Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sampel yaitu : Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (KEB) telah menggunakan 7 P Bauran Pemasaran pada Internal KEB. Hasil dari Matriks IE yang di peroleh berdasarkan bobot dan rating yang di peroleh dari IFE dan EFE yang menunjukkan posisi Matriks IE KEB berada pada daerah Tumbuh dan Membangun yang artinya KEB usaha yang sedang berkembang dan memiliki potensi yang sangat baik unrtuk dapat meningkatkan wisatanya, dan Hasil Analisis SWOT yang paling efektif dalam penelitian ialah pada strategi S – O.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI PADI DI DESA PUTIH KECAMATAN GAMPENGREJO KABUPATEN KEDIRI Hardiyanto, Yosef; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Nurhananto, Dwi Asnawi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice is a staple for the people of Indonesia, so that rice could be considered a national food, but production continued to decline.As a result, the rice farmers income also decreased. The purpose of this research is to analyze the factors that influence the income of farming rice in the village of Gampengrejo sub-district of Kediri Regency White.Data analysis was performed by descriptive method quantitative (multiple linear regression models).Total sample set as many as 52 people from a population of 109 farmers using Slovin.The results showed that the income of farming rice in the village of Gampengrejo sub-district of Kediri Regency White amounting to Rp 5,683,764.The factors that berpengaruhi significantly to rice farming income is age dependent, the number of family farmers, fertilizers, urea and NPK fertilizer. Padi merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia, sehingga padi dapat dianggap sebagai pangan nasional, namun produksinya terus menurun. Akibatnya, pendapatan petani padi juga menurun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi di Desa Putih Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif (model regresi linier berganda). Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 52 orang dari populasi sebanyak 109 petani dengan menggunakan teknik Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani padi di Desa Putih Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri sebesar Rp 5.683.764. Faktor-faktor yang berpengaruhi signifikan terhadap pendapatan usahatani padi adalah umur petani, jumlah tanggungan keluarga, pupuk urea, dan pupuk NPK.
PENGARUH TINGGI PANGKASAN TERHADAP GRADE TEMBAKAU RAJANGAN MADURA DI KECAMATAN BATUPUTIH KABUPATEN SUMENEP Mawahib, M Wafik Khairul; Tirtosastro, Samsuri; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The intensity of pruning and wanilan influences the quality of Madura chopped tobacco and is a factor that increases the tobacco grade. Increasing grade results in acceptance of quality by consumers and acceptance of farmers. This study aims to determine the effect of pruning height followed by the percentage of the quality index and index of Madura chopped tobacco plants. The quality index is an illustration of quality acceptance by consumers of a type of tobacco or a certain form of farming and a plant index is a picture of farmer acceptance. The experiment used a randomized block design (RBD) with four treatments each with 12 pieces of pruning height, 15 sheets, 18 sheets, and 21 sheets and each repeated five times. Trial sites in Tangedan Village, Juruan Laok Village, and Juruan Daya Village, Batuputih District, Sumenep Regency. The results showed that there was a significant effect of height on the index of quality and index of Madura tobacco plant. With the height of the pruning that leaves 15 leaves is the best result. Experiments in Tangedan Village produced a quality index and plant index, respectively 97.43 and 910.54, Juruan Laok Village 95.95 and 917.38, and Juruan Daya Village 96.92 and 919.05. Intensitas pangkasan dan wiwilan berpengaruh terhadap mutu tembakau rajangan madura dan menjadi faktor yang meningkatkan grade tembakau tersebut. Peningkatan grade mengakibatkan penerimaan mutu oleh konsumen dan penerimaan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pangkasan yang diikuti wiwilan terhadap indeks mutu dan indeks tanaman tembakau rajangan Madura. Indeks mutu adalah gambaran penerimaan mutu oleh konsumen dari suatu jenis tembakau atau suatu bentuk usaha tani tertentu dan indeks tanaman adalah gambaran penerimaan petani. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat 4 perlakuan masing-masing tinggi pangkasan 12 lembar, 15 lembar, 18 lembar, dan 21 lembar dan masing-masing diulang lima kali. Lokasi percobaan di Desa Tangedan, Desa Juruan Laok, dan Desa Juruan Daya Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata dari tinggi pangkasan terhadap indeks mutu dan indeks tanaman tembakau rajangan madura. Dengan tinggi pangkasan yang menyisakan 15 lembar daun merupakan hasil yang terbaik. Percobaan di Desa Tangedan menghasilkan indeks mutu dan indeks tanaman, masing-masing 97,43 dan 910,54, Desa Juruan Laok 95,95 dan 917,38, dan Desa Juruan Daya 96,92 dan 919,05.
ANALISIS KOMPARASI PROSES PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA TORONGREJO KOTA BATU Susanti, Erma; Sadiyah, Ana Arifatus; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extension is one of the important aspects in the success of shallot farming. The purpose of this study was to analyze differences in profits between farmer participating in extension activities and farmers who did not take part in extension activities, and to analyze the influence of agricultural extension to improve farmers’ attitudes, skills and knowledge. This research was conducted for 3 months in Torongrejo Village, Batu City. Methods of data analysis with quantitative descriptive. The results showed that there were differences in benefits between farmers who participated in extension activities and farmers who did not take part in extension activities, and there were differences in the number of persentages of the influence of agricultural extension on farmers’ attitudes, skills and knowledge. Penyuluhan merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan usahatani bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan keuntungan antara petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan petani yang tidak mengikuti kegiatan penyuluhan, dan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan pertanian terhadap peningkatan sikap, keterampilan dan pengetahuan petani. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di Desa Torongrejo Kota Batu. Metode analisis data dengan deskriftif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan keuntungan antara petani yang mengikuti kegiatan penyuluhan dan petani yang tidak mengikuti kegiatan penyuluhan, dan ada perbedaan jumlah pesentasi pengaruh penyuluhan pertanian terhadap peningkatan sikap, keterampilan dan pengetahuan petani.
EKONOMI SUMBERDAYA LAHAN UNTUK USAHATANI JAGUNG DI DESA JANTI KECAMATAN PAPAR KABUPATEN KEDIRI Basrianto, Basrianto; Sadiyah, Ana Arifatus; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) Analyze factors that influence corn production based on land strata (2) Analyze corn farming income based on land strata (3). Analyzing the comparison of the level of corn farming income. This research was carried out in Janti Village, Papar District, Kediri Regency. Types of data in the study are primary data and secondary data. Sampling in this study was conducted by Accidental sampling method with 70 farmers as respondents then grouped based on land tenure. Data analysis used Cobb Douglas model regression analysis, income analysis and different test analysis. The results showed: (1) Simultaneously the variables of land area, seeds, fertilizers, pesticides and labor affected the production of corn in both land strata in the village of Janti. Persially the area of land, seeds and fertilizer have an effect on production on strata I land. While the strata II land is influenced by the persial area of land and fertilizer. (2) The income earned by farmers from corn farming results based on the area of arable land is high, and corn farming in the research area is classified as efficient. (3) The income of corn farming of strata I farmers and strata II farmers in Janti Village, Papar District, Kediri Regency has a difference. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung berdasarkan strata lahan (2) Menganalisis pendapatan usahatani jagung berdasarkan strata lahan (3). Menganalisis perbandingan tingkat pendapatan usahatani jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. Jenis data dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Accidental sampling dengan 70 petani sebagai responden kemudian dikelompokkan berdasarkan luas penguasaan lahan. Data analisis menggunakan analisis regresi model Cobb Douglas, analisis pendapatan dan analisis uji beda. Hasil penelitian menunjukan: (1) Secara serentak variabel luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi jagung pada kedua strata lahan di Desa Janti. Secara persial luas lahan, bibit dan pupuk berpengaruh terhadap produksi pada lahan strata I. Sedangkan lahan strata II yang berpangaruh secara persial yaitu luas lahan dan pupuk. (2) Pendapatan yang diperoleh petani dari hasil usahatani jagung berdasarkan luas lahan garapan tergolong tinggi, dan usahatani jagung di daerah penelitian tergolong efesien. (3) Pendapatan usahatani jagung petani strata I dan petani strata II di Desa Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri memiliki perbedaan.
ANALISIS KEBUTUHAN PAKAN DAN INCOM OVER FEED COST (IOFC) AYAM PETELUR (LAYER) di CV. GALIH PUTRA FARM di DESA TLEKUNG KECAMATAN JUNREJO (Studi Kasus di CV. Putra Galih Farm Desa Tlekung Kecamatan Junrejo) Yulianto, Agus; Marhaeniyanto, Eko; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in March 2018 to April 2018 at CV. Galih Putra Farm in Tlekung Village, Junrejo District, with a population of 6000 laying hens that are ready for production. Quantative data research method from CV. Galih Putra Farm company. Data collection in this research is observation and qiussionary method, and for the presentation of quantative calculation data which includes, total cost, total acceptance, profit, R / C ratio, and BEP (Break Even point. From the results of the study it can be concluded that the analysis of feed requirements and incom over feed cost (IOFC) in CV. Galih Putra Farm has reached a standard with an average feed requirement in each month, which is 64.8%, while the percentage of egg production can reach 1.7%, whereas according to the Directorate General of Animal Husbandry, in the period 2000-2012 the race chicken population in Indonesia experienced average increase of 0.61%. While the total production cost of laying hens is Rp. 2,304,076,502, the total revenue is Rp. 2,458,275,200, profit in monthly Rp. 8,566,594, R / C ratio of 1.06, and BEP at Rp. 18,000 / kg and units of Rp. 127,146, 4 / box, so that the business feasibility analysis is said to be feasible to develop. Penelitian ini dilaksanakan Maret 2018 sampai April 2018 di CV. Galih Putra Farm di Desa Tlekung Kecamatan Junrejo, dengan jumlah populasi 6000 ekor ayam petelur yang sudah siap produksi. Metode penelitian data kuantatif dari perusahaan CV.Galih Putra Farm. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan qiussioner, dan untuk penyajian data perhitungan kuantatif yaitu meliputi, total biaya, total penerimaan, keutungan, R/C rasio, dan BEP (Break Even point. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa analisis kebutuhan pakan dan incom over feed cost (IOFC) di CV. Galih Putra Farm sudah mencapai standar dengan rata – rata kebutuhan pakan dalam setiap bulanya yaitu 64,8 %, sedangkan persentase produksi telur bisa mencapai 1,7 %, sedangkan menurut Direktorat Jenderal Peternakan, dalam kurun waktu 2000- 2012 populasi ayam ras di Indonesia mengalami rata-rata peningkatan sebesar 0,61%. Sedangakan untuk total biaya produksi ayam petelur adalah Rp2.304.076.502, total penerimaaan Rp2.458.275.200, keuntungan dalam perbulan Rp8.566.594, R/C Rasio 1,06, dan BEP harga Rp 18.000/kg dan unit Rp127.146,4/boks, sehingga dalam analisis kelayakan usaha di katakan layak di kembangkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA AYAM PETELUR DI KECAMATAN JUNREJO Jefri, Inin; Santoso, Erik Priyo; Sumarno, Sumarno; Murti, Ariyani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine what factors influence the production of business laying hens in the District of Junrejo. The quantitative method uses multiple linear regression using computer program Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 21. Data obtained by direct interviews and questionnaires, where the variable Y is the production of business laying hens and X are independent variables which include capital (X1), seeds (X2), feed (X3), cages (4), medicine, vitamins and vaccines ( 5), labor (6), and mortality (7). Based on the results of the study it can be concluded that the most dominant factor affecting the production of the business of laying hens in the District of Junrejo is feed (X3). It is expected that the next researcher can develop research on variables that affect the production of business laying hens by using other variables that have not been used in this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apakah yang mempengaruhi produksi usaha ayam petelur di Kecamatan Junrejo. Metode kuantitatif menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuisioner, dimana variabel Y adalah Produksi Usaha ayam petelur dan X adalah variabel independen yang meliputi modal (X1), bibit (X2), pakan (X3), kandang (4), obat, vitamin dan vaksin (5), tenaga kerja (6), dan mortalitas (7). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi produksi usaha ayam petelur di Kecamatan Junrejo adalah pakan (X3). Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian tentang variabel yang mempengaruhi produksi usaha ayam petelur dengan menggunakan variabel-variabel yang lain yang belum digunakan dalam penelitian ini.
PEMAHAMAN KELOMPOK WANITA TANI “MELATI PUTIH II” KELURAHAN BANDUNGREJOSARI KECAMATAN SUKUN KOTA Asmawati, Anastasia; Masduki, Said; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area Homes Preserved Food (AHPF) is a program of the Ministry of agriculture against the attitude of positive or negative environment. Lawns generally untapped optimally, both in an effort to meet the needs of the household and as a means to supplement the family income, so most of the functions of the grounds for this just serves as means of aesthetics only. This research aims to describe KRPL relating to understanding. This research was carried out in June-August 2017 in Kelurahan of Bandungrejosari sub-district of Breadfruit Malang. The method of research used Descriptive Qualitative with the help of Excel for windows to get in-depth data is done with the interview, questionnaire and observation (observation) with a total sample of 34 people. Based on the results of the study showed that the understanding of the members of the Group of women farmers KRPL retrieved results ; find out the program: History of KRPL, head of the PKK, and extension officers/PPL as much as 52.94%, from: Chairman of the Rt, Rw and neighbors as much as 47.05%; never accept a material extension officers; ways of making verticultur or terraced crops as much as 50%, manufacture of liquid manure by as much as 50%; following training in the village and in the village Hall as much as 67.64% Rt Rw and, in as much as 32.35%; nursery nurseries; using pot and poly bag as much as 55.88%, racks, and bottles as much as 44.11%; never accept help; seeds, and seed as much as 70.58%, pots, polybag and paralon as much as 29.41%; land area yards > 50 m2 for as much as 40% and < 20.58 m2 as much as 79.41%. Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program Kementerian Pertanian terhadap sikap peduli lingkungan positif maupun negatif. Pekarangan pada umumnya belum dimanfaatkan secara optimal, baik dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sarana untuk menambah penghasilan keluarga, sehingga sebagian besar fungsi dari pekarangan selama ini hanya berfungsi sebagai sarana estetika saja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan KRPL dan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2017 di Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan Deskriptif Kualitatif dengan bantuan Excel for windows untuk mendapatkan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner dan pengamatan (observasi) dengan jumlah sampel 34 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman anggota kelompok wanita tani KRPL diperoleh yaitu; mengetahui program KRPL dari: Lurah, Ketua PKK, dan Penyuluh/PPL sebanyak 52,94%, dari: Ketua Rt, Rw dan Tetangga sebanyak 47,05%; pernah menerima materi penyuluh; cara pembuatan vertikultur sebanyak 50%, pembuatan pupuk cair sebanyak 50%; mengikuti pelatihan di Kelurahan dan di Balai Desa sebanyak 67,64%, di Rw dan Rt sebanyak 32,35%; persemaian kebun bibit; menggunakan pot dan polybag sebanyak 55,88%, rak, dan botol bekas sebanyak 44,11%; pernah menerima bantuan; bibit, dan benih sebanyak 70,58%, pot, polybag dan paralon sebanyak 29,41%; luas lahan pekarangan >50 m2 sebanyak 20,58% dan
STRUKTUR DAN KEKUATAN PASAR PETANI CABAI RAWIT DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO Sari, Fatma; Sadiyah, Ana Arifatus; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Structure and market power are important factors for marketing agencies to find out how the market strength of the products they have. The purpose of this research is to determine the market structure of cayenne farmers and the market power level of cayenne farmers in Bocek Village, Karangploso District. This research was conducted in May-June 2018, by determining the location of the research purposive or intentionally. Respondents in this research were cayenne farmers and marketing agencies involding in marketing cayenne from farmers to end consumers. Data analysis used is descriptive qualitative and quantitative. The result in this research indicate that the market structure of cayenne farmers is an oligopsonic competition market, and the market power level of cayenne farmers has a low competitive. Struktur dan kekuatan pasar merupakan faktor penting bagi pelaku pemasaran untuk mengetahui bagaimana kekuatan pasar produk yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur pasar petani cabai dan derajat kekuatan pasar petani cabai rawit Desa Bocek, Kecamatan Karangploso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei- Juni 2018, dengan penentuan lokasi penelitian secara purposive atau secara sengaja. Responden dalam penelitian ini adalah petani cabai rawit di Desa Bocek dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan cabai rawit dari petani hingga ke konsumen akhir. Analisis data yang digunakan yaitu deskribtif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa struktur pasar petani cabai rawit adalah pasar persaingan oligopsoni, dan derajat kekuatan pasar petani cabai rawit memiliki derajat kompetitif yang rendah.