cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 51 Documents clear
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCI DAN SAPI PADA PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L) Santoso, Apri; Sutoyo, Sutoyo; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung merupakan tanaman sayuran yang termasuk famili Solanaceae. Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik cair urin kelinci dan sapi pada produksi terung ungu. Penelitian dilaksanakan di desa Dadaprejo kec Junrejo, kota Batu. pada bulan Mei sampai September 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor 1 : Jenis pupuk organik cair, yaitu : P1 Pupuk organik cair urine kelinci, P2 Pupuk organik cair urine sapi, Faktor 2 adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 5 level : D0 = 0 ml/l air, D1 = 75 ml/l air, D2 = 150 ml/l air, D3 = 225 ml/l air, D4 =300 ml/l air. Sehingga diperoleh 10 kombinasi perlakuan, dan diulang 3 kali masing-masing terdiri 3 unit percobaan sehingga keseluruhan percobaan ada 90 polybag. Parameter yang diamati meliputi Tinggi Tanaman(cm), Jumlah daun, Luas Daun (p x l), Jumlah Cabang, Saat Muncul Bunga, Jumlah Bunga, Fruitset, Jumlah Buah, Berat Buah, Panjang Buah, Lingkaran Buah, Berat Buah ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara perlakuan jenis pupuk cair urin kelinci dan sapi maupun dosis terhadap hasil tanaman terung ungu, namun secara terpisah baik jenis maupun dosis berpengaruh terhadap fruit set, jumlah buah, berat buah, dan berat buah ton/ha. Produksi terung ungu yang terbaik pada poc urin kelinci sebesar 5.53 buah per tanaman, namun dosis 75-300 ml/l air menghasilkan produksi tanaman yang tidak berbeda.
FITOREMIDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN JAMPANG PAIT (Digitaria radicosa) PADA TANAH TERCEMAR MERKURI (Hg) TAILING TAMBANG EMAS DENGAN PENAMBAHAN LIGAN NATRIUM SIANIDA (NaCN) Wandika, Wandika; Lestari, Sri Umi; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan emas di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, salah satunya adalah di Lombok Barat. Pertambangan emas di wilayah ini dikelola oleh masyarakat setempat dengan menggunakan campuran bahan kimia merkuri. Cara untuk mengurangi limbah tercampur merkuri dengan menggunakan teknologi Fitoremidiasi dengan tanaman Jampang pait dengan penambahan Natrium Sianida (NaCN). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan tanaman jampang pait menyerap Hg pada tanah tercemar Hg tailing tambang emas dan mengevaluasi pengaruh penambahan ligan terhadap serapan Hg pada tanaman jampang pait. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2014 di rumah kaca yang berlokasi di jalan Tlaga Warna Blok C, Tlogomas, Kec. Lowok Waru, Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan adalah kandungan Hg tanah, akar dan tajuk. Hasil penelitian menunjukan tanaman jampang pait mampu menyerap Hg pada tanah tercemar tailing tambang emas, masing-masing sebesar 28,59 ppm dari limbah tambang amalgamasi dan 142,59 ppm dari limbah tambang sianidasi, Penambahan ligan NaCN sebanyak 4 gram pada tanah tercemar tailing amalgamasi mampu meningkatkan serapan Hg sebanyak 196,77 ppm dan sebanyak 111,14 ppm pada tanah tercemar tailing sianidasi. Penambahan ligan sebanyak 8 gram pada tanah tercemar tailing amalgamasi mampu meningkatkan serapan Hg sebanyak 138,46 ppm dan sebanyak 133,87 ppm pada tanah tercemar tailing sianidasi, berdasarkan kemampuan menyerap Hg pada kedua tailing tersebut, penambahan ligan mampu meningkatkan serapan tanaman jampang pait terhadap Hg lebih besar pada tanah tercemar tailing amalgamasi dari pada tanah tercemar tailing sianidasi.
Karateristik Mie Instan yang Dibuat Dari Tepung Keladi Term Das Neves, Lucia Ximenes; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung keladi termodifikasi merupakan tepung keladi difermenasi dengan Bakteri asam latat (BAL), agar meningkatkan kualitas sifat fisika dan kimianya yang menyerupai tepung terigu .Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan terbaik proporsi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi dalam pembuatan mie instan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, faktornya yaitu proporsi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi, Dengan perbandingan M1 95%:5%, M2 = 90% :10%, M3 = 85%:15%, M4 = 80%:20%, M5 = 75%:25%, M6 = 70%:30%, M7= 60:40%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada proporsi (85%:15% ) dengan kadar air 13.91%, kadar abu 1.42%, daya patah 3.63 N, aroma 6.66(suka) , rasa 5.33(agak suka) , warna 5.33(agak suka). Berdasarkan dengan perhitungan analisa kelayakan usaha dengan nilai HPP RP.24.33, BEP harga yang di peroleh sebesar Rp 191.040.000 dan RCR=1.15
PENGARUH PEROMPESAN TANAMAN UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PRODUKSI UMBI PADA BEBERAPA VARIETAS Pati, Melfinsius Huka; Siswanto, Bambang; Julianto, Reza Prakoso Dwi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is a food source of carbohydrates. common problems are sales price irregularities, or low farmer income levels, so they have not provided efficient results. The business of eating cassava silkworm based on cassava leaves is a promising alternative. This study aims to determine the effect of cassava plant patches (Manihot esculenta Crantz) on plant growth, and tuber production in several varieties. The study was conducted on experimental land belonging to one of the communities in Beji District, Batu City. Research time from January 09 to April 09, 2018. This study uses a split splot consisting of 3 replications. The treatment factor of this study consisted of 4 main plots (plots) 1, shrimp ponds, poor 4 and UJ-5, while subplots (sub plots) were P0 0% piracy without piracy, P1 20%, and P2 40%. The observed variables included plant height, number of branches, number of leaves, stem diameter, tuber length, tuber weight, and tuber diameter significantly affected then continued to the test (BNT) level of 0.5%), and the relationship between variables using simple linear correlation analysis. The results showed that there were significant effects, of the several varieties tested, the best plant growth was found in shrimp pond varieties, then the highest yield production was poor variety 4 which included; tuber length 43.07 cm, tuber weight 26.09 tons/ha, tuber diameter 26.9 cm. Compression of 20% is the best piracy which includes the number of leaves, number of shoots, stem diameter, and tuber production. The relationship of growth in plant height, number of branch, number of leaves, and stem diameter correlated with the production of tuber produced. Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan sumber pangan karbohidrat. Permaslahan yang umum ketidak tetapan harga penjualan, atau rendahnya tingkat pendapatan petani, sehingga belum memberikan hasil yang efesian. Usaha pakan ulat sutra berbasis daun ubi kayu merupakan alternatif yang cukup menjanjikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Perompesan Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Pertumbuhan Tanaman, dan Produksi Umbi pada beberapa varietas. Penelitian dilakukan di lahan percobaan milik salah satu masyarakat yang berada di Kecamatan Beji, Kota Batu. Waktu Penelitian 3 bulan yakni dari tanggal 09 Januari ? 09 April 2018. Penelitian ini mengunakan rancangan petak terpisah (split splot) yang terdiri dari 3 ulangan. Faktor perlakuan penelitian ini terdiri dari 4 petak utama (plot) malang 1, tambak udang, malang 4 dan UJ-5, sedangkan anak petak (sub plot) merupakan perompesan P0 0% tanpa perompesan, P1 20%, dan P2 40%. Variabel yang pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, diameter batang, panjang umbi, berat umbi, dan diameter umbi berpengaruh nyata maka dilanjutkan ke uji (BNT) taraf 0,5%), dan hubungan antara variabel mengunakan anilisis korelasi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perlakuan pengaruh nyata, pertumbuhan tanaman terbaik dijumpai varietas tambak udang, produksi hasil tertinggi yaitu varietas malang 4 yang meliputi ; panjang umbi 43,07 cm, berat umbi 26,09 ton/ha, diameter umbi 26,9 cm. Perompesan 20% merupakan perompesan terbaik jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, dan produksi umbi. Hubungan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah cabanag, jumlah daun, dan diameter batang berkorelasi dengan produksi umbi yang dihasilkan.
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Perendaman Dalam Asap Cair Kulit Buah Kakao ( Pod) Pada Pembuatan Se’i Daging Sapi. Oni, Marselina; Ahmadi, Kgs; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair merupakan larutan hasil pengembunan uap asap kayu yang dibakar pada keadaan udara terbatas pada suhu tinggi. Penggunaan asap cair sebagai pengawet sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan lama perendaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui kombinasi konsentrasi dan lama perendaman daging dalam asap cair kulit buah kakao yang terbaik dalam proses pembuatan daging se?i. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua yaitu faktor konsentrasi asap cair 0%, 5 %, 7,5% dan 10% dan lama perendaman 30, 45 dan 60 menit. Parameter yang di ukur meliputi uji kimia yaitu kadar Air, Protein, Abu, Lemak, Uji Total Bakteri. Hasil penelitian disimpulkan bahwa limbah kulit kakao dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku asap cair untuk pembuatan daging se?i dengan konsentrasi 10% dan lama perendaman 60 menit.
SUBSTITUSI TEPUNG KEONG MAS DALAM PAKAN BASAL TERHADAP KONSUMSI GROSS ENERGI, PROTEIN KASAR DAN LEMAK KASAR AYAM ARAB Gau, Erlinda; Zakaria, Achmanu; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan April 2015 di Desa Sumber Sekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timui. Analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan tepung keong mas dalam formulasi pakan terhadap konsumsi gross energi, konsumsi protein kasar dan lemak kasar ayam arab. Materi dalam penelitian yang digunakan adalah Ayam Arab fase layer (yang sudah memasuki masa bertelur) sebanyak 50 ekor yang dibeli dari Bapak Darmawan di Desa Joyogrend. Penelitian ini menggunakan metode percobaan, Rancangan Acak Lengkap (RAL), 5 perlakuan yakni: P0 = Pakan Dasar atau Kontrol (Tanpa Penambahan Tepung Keong Mas), P1 = (Pakan Dasar 97,5% + 2,5% Tepung Keong Mas), P2 = (Pakan Dasar 95% + 5 % Tepung Keong Mas), P3 = (Pakan Basal 92,5% + 7,5% Tepung Keong Mas), P4 = (Pakan Dasar 90% + 10% Tepung Keong Mas), Masing- masing perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung keong mas dalam pakan basal ini memberikan perbedaan pengaruh yang nyata (P
FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI DESA NGIJO, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Ciet, Markus; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional, namun dewasa ini keberlanjutan sektor pertanian dihadapkan pada ancaman serius yakni konversi lahan pertanian yang terjadi secara masif hingga mencapai 100 ribu hektar pertahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016.Tujuan penelitian ini menganalisis faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan alih fungsi lahan dengan jumlah sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus, sedangkan analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa usia petani, tingkat pendapatan, jumlah tangungan anggota keluarga,luas lahan yang dimiliki dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan, dengan nilai koefisien determinasi R2= 0,874 atau 87,4%. Variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan sebesar 87,4%, sedangkan sisanya (12,6%) dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap alih fungsi lahan yaitu tingkat pendidikan dengan koefisien regresi 0,265 pada taraf signifikan 0,016 < ? 0,05.Disarankan kepada petani untuk mempertimbangkan kembali sebelum mengambil keputusan untuk alih fungsi lahan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan.
Produksi Pakan Fungsional dari Limbah Ampas Tahu dengan Cara Fermantasi Menggunakan EM4 Dan Lactobacillus plantaru Petronius, Zakarias Magnus; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective microorganism 4 (EM4) merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang di dalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerpan /persediaan unsure hara dalam tanah. Mikrooganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari asam laktat (Lactobacillus sp.)Actinomycetes sp, Streptomycetes sp.Lactobacillus plantarum adalah salah satu spesies bakteri yang sangat besar dan relative bermacam-macam dari genus Lactobacillus, yang terdiri sekitar 90 nama spesies.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi yang tepat untuk tiap-tiap jenis mikroba dalam produksi pakan dari limbah ampas tahu dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan pakan ternak menggunakan cara fermentasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Tersarang (RAT) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 jenis mikrobia M1=Efektive Microorganism-4 dan M2=Lactobacillus plantarum dan faktor 2 Konsentrasi mikroba terdiri atas 5 level yaitu K1=1% K2=5% K3=10% K4=15% K5=20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik untuk EM-4 pada konsentrasi EM-45% dengan kadar serat kasar 0,32%, lemak kasar 0,026%, protein kasar 0,22% sedangkan untuk Lactobacillus plantarum terbaik untuk konsentrasi Lactobacillius plantarum20% dengan kadar serat 0,37%, lemak kasar 0,33%, protein kasar 0,3%.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABE RAWIT Julcarnain B, Herman; Astutik, Astutik; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas limbah bag log adalah dengan cara pembuatan pupuk organik cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi cabe rawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur dan dimulai pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor perlakuan yakni Faktor 1 (dosis POC) : 50 ml/l air, 100 ml/l air, 150 ml/l air dan 200 ml/l air. Faktor 2 (frekuensi pemberian) : setiap 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Parameter yang diamati yakni tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah cabang per tanaman, saat muncul bunga (hari), jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman (g) dan per hektar (ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (umur 21 dan 28 hari) dan saat mucul bunga. Frekuensi pemberian 2 minggu sekali merupakan periode pemupukan terbaik pada pertumbuhan (jumlah daun dan luas daun) serta jumlah buah terbaik 11,91 buah per tanaman (3 kali panen).
DAMPAK PERUBAHAN UNSUR IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN MALANG Lalo, Yakub Didimus; Adisarwanto, Titis; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek fenomena pemanasan global sekarang ini telah dirasakan oleh seluruh penjuru dunia. Salah satu efek perubahan iklim global, yang menyebabkan perubahan peluang kejadian hujan ekstrim. Perubahan iklim juga menyebabkan pergeseran musim di Indonesia. Pergeseran awal musim dan panjang musim terjadi baik untuk musim hujan maupun musim kemarau, salah satu pulau yang mengalami hal ini adalah kecamatan Karangploso, Pakis Aji, dan Kepanjen. Kabupaten malang Perubahan musim berdampak pada berbagai aspek terhadap bidang pertanian dan perkebunan, Perubahan musim seperti ini tentunya akan berpengaruh terhadap pola tanam dan produktivitas pada tanaman pertanian kususnya tanaman padi dan jagung. terbatasnya informasi yang diperoleh petani menyebabkan persepsi tentang terjadinya perubahan iklim diantara petani menjadi berbeda. Sehingga tindakan yang dilakukan juga berbeda, yang menyebabkan timbulnya berbagai macam dampak negatif terhadap tanaman yang dibudidayakan, yaitu penurunan produktivitas. Dampak buruk akibat perubahan musim ini adalah gagal panen pada tanaman padi dan jagung. Besarnya dampak dari perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman padi dan jagung sebesar 2,41% terhadap tanaman jagung dan padi sebesar 45,04% di Karangploso, Pakis Aji, dan Kepanjen.