cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017)" : 50 Documents clear
PERTUMBUHAN TANAMAN LIAR SEBAGAI REMEDIATOR PADA LAHAN YANG TERCEMAR LOGAM BERAT Iswandika, Ferra Caca; Astutik, Astutik; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remediator plant is a plant that can grow contaminated with heavy metals and has the ability to absorb heavy metals in the soil. This study aims to determine the potential for some wild plants that grow around farmland as Remediator plants in heavy metal contaminated soil. Research conducted dilahan contaminated chemicals in Sumber Brantas, Bumiaji Kota Batu. Research using single factor randomized block design with three types of treatment, KB1: Tempuyung (Sonchus arvensis L), KB2 : Roots fragrance (Vetivera zizainoides L.), KB3: Lulangan (Eleusine indica L.). Parameter observations include the following: plant height (cm), Number of tillers, root length (cm). The results showed differences in the growth of three crops Remediator on plant height, number of tillers and root length. Plant growth is best remediator lulangan with an average of 56.67 tillers / plant and average root length of 49.06 cm / plant at the age of 10 weeks. Tanaman remediator adalah tanaman yang mampu tumbuh dilahan yang tercemar logam berat dan memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat didalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa tanaman liar yang tumbuh disekitar lahan pertanian sebagai tanaman remediator pada tanah yang tercemar logam berat. Penelitian dilaksanakan dilahan yang tercemar bahan kimia di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 3 jenis perlakuan, KB1: Tempuyung (Sonchus arvensis L), KB2 : Akar wangi (Vetivera zizainoides L.), KB3 : Lulangan (Eleusine indica L.). Parameter pengamatan meliputi : Tinggi tanaman (cm), Jumlah anakan, panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pertumbuhan ketiga tanaman remediator terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan panjang akar. Pertumbuhan tanaman remediator yang terbaik adalah lulangan dengan rata-rata 56,67 anakan/tanaman dan rata-rata panjang akar 49,06 cm/tanaman pada umur 10 minggu.
PRODUKSI TELUR ITIK MOJOSARI DENGAN PEMBERIAN PAKAN CAMPURAN KEONG SAWAH Daro Ngga?a, Maria Diana; Supartini, Nonok; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determike feeding to mojosari duck egg production and to give alternative duck feed. This study used a complete randomized design (RAL) method consisting of 7 treatments ie A0B0, A0B1, A0B2, A0B3, A1B1, A1B2, A1B3 and each treatment was repeated 3 times so that there were 21 experimental units. The material used is the female, with the age of 6-7 months, as many as 30kor that match the research criteria of the same maintenance and hatching, the same weight with an average of 1.6kg. This study used 7 treatments: A0B0: using 100% bran, A0B1: Without using rice aking rice + rice snail 25%, A0B2: without using rice rice aking rice + 35% rice snail, A0B3: without using rice rice + 45% rice snail, A1B1: using Rice aking rice + rice snail 25%, A1B2: aking rice user + rice field snail 35%. The results of this study indicate that fresh feed consumption gives a very real effect (P
PENAMBAHAN UNSUR K DAN MG UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KEMANISAN BUAH STROBERI (Fragaria sp L.) VARIETAS Earlibrite Masni, Teresia Maria; Indawan, Edyson; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to determine the influence of the element of K and Mg on the degree of sweetness of fruit strawberry varieties Earlibrite. The study conducted from April to July 2016, in Hall Citrus and subtropical fruits, Highway Tlekung 1 Junrejo Kota Batu, research using randomized block design (RAK ) factorial consisting of two factors. Factor 1 dose of KCL fertilizer (K), which consists of three levels, namely fertilizers KCL 0 g / plant (K0), KCL dose of 2 g / plant (K1), KCL fertilizer dose of 4 g / plant (K2). Factor 2 Dose Fertilizer Kieserit (Mg), which consists of three levels, namely fertilizers Kieserit 0 g / plant (M0), the dose of fertilizer Kieserit 6 g / plant (M1), the dose of fertilizer Kieserit 12 g / plant (M2). Parameter observations: the amount of interest (interest), the amount of fruit (fruit), fruit length (mm), fruit diameter (mm), weight of fruit (g), and the levels of sweetness (0brix). The results showed there was an interaction between KCL and Kieserit the canopy height age of 14 days in combination K1M2 (14.78). Both KCL or Kieserit no effect on all the variables K and Mg elements diamati.Penambahan not significantly affect the degree of sweetness of fruit Strawberries, but in an increased quantity Kieserit dose followed by strawberry fruit sweetness level. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh unsur K dan Mg terhadap derajat kemanisan buah Stroberi Varietas Earlibrite. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Juli 2016, di Balai Tanaman Jeruk dan buah subtropika, Jalan Raya Tlekung No.1 Junrejo Kota Batu, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 dosis pupuk KCL (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu dosis pupuk KCL 0 g/tanaman (K0), dosis KCL 2 g/tanaman (K1), dosis pupuk KCL 4 g/tanaman (K2). Faktor 2 Dosis Pupuk Kieserit (Mg) yang terdiri dari tiga taraf yaitu dosis pupuk Kieserit 0 g/tanaman (M0), dosis pupuk Kieserit 6 g/tanaman (M1), dosis pupuk Kieserit 12 g/tanaman (M2). Parameter pengamatan: jumlah bunga (bunga), jumlah buah (buah), panjang buah (mm), diameter buah (mm), berat buah (g), dan kadar kemanisan (0brix). Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara KCL dan Kieserit terhadap tinggi tajuk umur 14 hari pada kombinasi K1M2 (14,78). Baik KCL maupun Kieserit tidak berpengaruh pada semua variabel yang diamati. Penambahan unsur K dan Mg tidak berpengaruh nyata terhadap derajat kemanisan buah Stroberi, namun secara kuantitas peningkatan dosis Kieserit diikuti pula oleh tingkat kemanisan buah Stroberi.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENSUKSESKAN SWASEMBADA BERAS DI DESA MANGLIAWAN DAN DESA PUCANGSONGO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Badin, Ferdinandus Bera; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Farmer Group is felt to be more important and enough to play strategic role because it is the front guard in supporting the success of agricultural production. Rice self-sufficiency is an activity of increasing rice along with inputs of facilities and infrastructure of increasing production through optimization of agriculture, technology and institutional resource utilization in order to achieve independence of rice availability For the community. This thesis discusses the role of farmer groups in success of rice self-sufficiency in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The problem in this thesis concerns the lack of role of farmers in empowering their members so that the production result is not as expected. This research is located in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The research method used is qualitative and quantitative method. While the type of analysis used is descriptive analysis. Sampling in this research using purposive sampling technique that determination of sample with certain consideration (Sugiyono 2011). Sampling in this study were 39 members of Kelompoktani in Mangliawan village and 32 in Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. Peranan Kelompok tani sangat penting dan memegang peranan strategis dalam mendukung keberhasilan Produksi pertanian.Swasembada beras adalah kegiatan peningkatan beras disertai input sarana dan prasarana peningkatan produksi melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian, teknologi dan kelembagaan guna tercapainya kemandirian ketersediaan beras bagi masyarakat. Peranan Kelompok Tani Dalam Mensukseskan Swasembada Beras di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.mengalami Permasalahan mengenai Kurangnya Peranan Kelompoktani dalam memberdayakan anggotanya sehingga hasil produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini berlokasi di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yakni penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu 39 petani di desa Mangliawan dan 32 di Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan petani di Desa Mangliawan yaitu sebanyak 39 orang pada kategori Cukup Baik sebanyak 30 orang (76,9%) dan Peranan kelompok tani di Desa Pucangsongo sebanyak 32 orang,Sebagian Besar berada pada kategori Cukup Baik, yaitu sebanyak 22 orang ( 68,8%).
DESKRIPSI DAN IDENTIFIKASI UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA KLON KETURUNAN BIS OP-61 DAN 73-6/2 Maulana, Eka; Lestari, Sri Umi; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Examination of Novelty, Distinctness, Uniformity and Stability is an examination of the plant varieties that would be applied to get the right of Plant Variety Protection (PVT). Examination of the varieties that need to be done include the trait of novelty, distinctness, uniformity and stability; using methods which have been determined in accordance General Guidelines For The Conduct Of Novelty, Distinctness, Uniformity And Stability. Examinaniton carried out on six clones of BIS OP-61 off spring and six clones of 73-6/2 off spring. This trial carried out at the Reseach Station of Brawijaya University, in Jatikerto Village, Kromengan District, Malang City, during from March until August 2016. The result of test showed that from six clone BIS OP-61 and six clone 73-6/2 have a common chracters As: vine, leaf and storage root. The result of agronomy characters on fresh weight tuber on six clon BIS OP-61 ranges 0,92 kg/plant until 1,82 kg/plant, while on six clon 73-6/2 ongenotype 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/plant. Pests attack and uret the most on clone off spring BIS OP-61 on genotype BIS OP-61 OP-6, BIS OP-61 OP-9 and BIS OP-61 OP-17. Uji BUSS merupakan pemeriksaan terhadap varietas tanaman yang dimohonkan untuk mendapatkan hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), pemeriksaan terhadap varietas yang perlu dilakukan mencakup sifat kebaruan, keunikan, keseragaman, dan kestabilan; menggunakan metode yang telah ditentukan sesuai Panduan Pelaksanaan Uji BUSS. Pengujian BUSS dilakukan terhadap enam klon keturunan BIS OP-61 dan enam klon keturunan 73-6/2. Kegiatan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, di Desa Jatikerto, Kec. Kromengan, Kab. Malang, berlangsung sejak bulan Maret sampai dengan Agustus 2016. Hasil pengujian menunjukkandari enam genotipe BIS OP-61 dan enam genotipe 73-6/2 terdapat keragaman karakter morfologi pada batang, daun dan umbi. Hasil dari karakter agronomi pada bobot segar umbi terhadap enam klon BIS OP-61 berkisar antara 0,92 kg/tanaman sampai 1,82 kg/tanaman, sedangkan pada enam klon 73-6/2 pada genotipe 73-6/2 OP-12 yaitu 0,89 kg/tanaman. Serangan hama lanas dan uret terbanyak terdapat pada klon keturunan BIS OP-61 yaitu pada genotipe BIS OP-61OP-6, BIS OP-61 OP-9 dan BIS OP-61 OP-17.
PENGARUH BIOPESTISIDA NABATI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersium esculentum L.) Niga, Regina Magi; Indawan, Edyson; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study has the objective to determine the effectiveness of plant-based biopesticides and growing media in increased production of tomato plants. Research using (RAK) factorial of two factors, namely vegetable and Bokashi biopesticides. Each consists of 4 levels of treatment trials (Factor) A: A0 = Control (without biopesticides vegetable), A1 = 20 ml / l, A2 = 40 ml / l, A3 = 60 ml / l, while the second factor consisted of 4 level of treatment (factor) B: B0 = Control (without bokashi), B1 = 5.5 kg Soil and bokashi 5 ton / ha (0,5kg / polybag), B2 = Land bokashi 5 kg and 10 tonnes / ha (1 kg / polybag), B3 = Land 4.5 kg and bokashi 15 ton (1.5 kg / polybag), in order to get 16 combinations, repeated 4 times obtained 64 experimental unit. Each experimental unit there are two plants so that the total of plants used in the trial was 128 plants. Results showed treatment with a dose Bokashi (B3: 15 ton / ha (1.5 kg / polybag) real effect on tomato plant height parameter HST at age 35, the number of leaf age 35 HST numbered, leaf area age 23 HST, and the amount of interest age 33 HST 11.03 a flower, because of nutrient content contained in bokashi able to add height to the stems of tomato plants. Giving bokashi doses (B1: 0.5 kg / polybag) real effect on the number of majority age of 78 HST fruit and fruit weight weighing the age of 78 DAP. biopesticides vegetable given no real effect, except parameter number of leaf age 35 HST. bokashi effective treatment for each parameter observation while biopesticides vegetable tomato plants on the observation of the number of leaves of tomato plants of age 35 HST, the other is not effective. Penelitian memiliki tujuan untuk menentukan keefektifan biopestisida nabati dan media tanam dalam peningkatan produksi tanaman tomat. Penelitian menggunakan (RAK) faktorial dua faktor yaitu biopestisida nabati dan bokashi. Masing-masing terdiri dari 4 taraf perlakuan percobaan, sehingga didapat 16 kombinasi, diulang sebanyak 4 kali diperoleh 64 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdapat 2 tanaman sehingga total tanaman yang digunakan pada percobaan adalah 128 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Perlakuan bokashi dengan dosis (B3 : 1,5 kg/polybag) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman tomat umur 35 HST sebesar, jumlah daun umur 35 HST berjumlah, luas daun umur 23 HST, dan jumlah bunga umur 33 HST sejumlah 11,03 bunga, karena kandungan hara yang terdapat dalam bokashi mampu menambah tinggi pada batang tanaman tomat. Pemberian bokashi dengan dosis (B1 : 0,5 kg/polybag) berpengaruh nyata pada jumlah buah terbanyak umur 78 HST dan bobot buah seberat umur 78 HST. Biopestisida nabati yang diberikan tidak berpengaruh nyata, kecuali parameter jumlah daun umur 35 HST. Perlakuan bokashi efektif pada setiap parameter pengamatan tanaman tomat sedangkan biopestisida nabati pada pengamatan jumlah daun tanaman tomat umur 35 HST, yang lainnya tidak efektif.
PROFIL PETERNAK DAN PRODUKSI SUSU SAPI PFH LAKTASI DI DESA PANDANSARI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Bali, Vinsensius; Marhaeniyanto, Eko; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research aim is to determine profile of farmers and production beef pfh lactation. The research is made as a study information and guidelines milk production beef pfh lactation to improve milk production. Research carried out in Villages Pandansari in Ngantang Malang District on 18 July to 18 August 2016. Material research is cattle farmers dairy and cattle PFH lactation were 217 tail. Methods used is the method survey (survey reseach ) with presentation of data in descriptive. The primary data was obtained from respondents used technique the questionnaire and documentation. Secondary data was a Village Administrations and KUD source prosperous Ngantang, books, the library, and literature. The sample collection in purposive sampling of farmers of dairy cattle pfh lactation by the number of 80 of 305 population based on the number of ownership of cattle and pfh lactation tail ? 2 and long ? 5 year farm. In conclusion are the education level of farmers the average primary schools with prosentase of 51.3%, farmers the average age 40 years, sex the average men of 95,0%, long as livestock the average 12 years amounting to 22.5%, scale the case of livestock assets an average of 2 tail of 32.5%, feed forage given tebon corn some 63 people or 78.8%, feed concentrates given a kind of formulation a of 100,0%, the frequency of the provision of feed forage is 3 times a day of 100,0%, the frequency of the provision of feed concentrates an average of 2 times a day of 90,0%. Milk production dairy cows in the Village Pandansari in Ngantang Malang District average is 10,72 liter/day. ujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil peternak dan produksi sapi PFH laktasi. Manfaat penelitian adalah dijadikan sebagai bahan informasi dan pedoman kajian produksi susu sapi PFH laktasi dalam upaya meningkatkan produksi susu. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandansari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang pada tanggal 18 Juli sampai 18 Agustus 2016. Materi penelitian adalah peternak sapi perah dan ternak sapi PFH laktasi. Metode yang digunakan adalah metode survey ( survey reseach ) dengan penyajian data secara deskriptif. Pengumpulan data primer diperoleh dari responden menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Data sekunder adalah dokumen pemerintah Desa dan KUD Sumber Makmur Ngantang, buku, bahan pustaka, dan literature. Pengambilan sampel secara purposive sampling dari peternak yang memelihara sapi perah PFH laktasi dengan jumlah 80 dari 305 populasi berdasarkan jumlah kepemilikan ternak sapi PFH laktasi ? 2 ekor dan lama beternak ? 5 tahun. Kesimpulannya adalah tingkat pendidikan peternak rata-rata SD dengan prosentase sebesar 51,3%, umur peternak rata-rata 40 tahun, jenis kelamin rata-rata laki-laki sebesar 95,0%, lama beternak 12 tahun sebesar 22,5%, skala kepemilikan ternak rata-rata 2 ekor sebesar 32,5%, pakan hijauan tebon jagung sebanyak 63 orang atau 78.8%, pakan konsentrat yang diberikan jenis formulasi A sebesar 100,0%, frekuensi pemberian pakan hijauan adalah 3 kali sehari sebesar 100,0%, frekuensi pemberian pakan konsentrat rata-rata 2 kali sehari sebesar 90,0%. Produksi susu sapi perah adalah 10,72 liter/hari.
PUPUK BAYFOLAN DAN PENGARUHNYA PADA PERTUMBUHAN VEGETATIF SELADA HIJAU Handari, Linda Wahyu; Sutoyo, Sutoyo; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the vegetables of high economic value, one an increase in production with fertilizer applications bayfolan. Research conducted in the villages Lowokwaru (+ 450 m asl) Lowokwaru District Malang using a completely randomized design with a dosage of bayfolan consists of 3 levels of dosage and one control treatment (p0 = control, p1 = 0.5 ml, p2 = 1.0 ml and p3 = 1.5 ml), where each treatment was replicated four times and green lettuce grown hydroponically. Results showed bayfolan fertilizer dosing 1.5 ml deliver increased growth of plant height and leaf area better than without fertilizer bayfolan although not significantly different from the other dose treatment. While the dose of fertilizer bayfolan not significant effect on the number of leaves. Penelitian ini dilaksanakan didesa Kabupaten Malang Jawa Timur dengan ketinggian + 450 meter dpl. Waktu penelitian ini dilakukan selama 32 hari yaitu dimulai tanggal 4 September ? 4 Oktober 2015 dengan tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan pertumbuhan vegetatif ( tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun ) terhadap tanaman Selada (Lactuca sativa L) dengan pemberian pupuk cair Bayfolan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan percobaan disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), diulang 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 2 sampel. Adapun perlakuannya sebagai berikut : P0= Kontrol, P1 = Pupuk 0,5 ml , P2 = Pupuk 1 ml dan P3 = Pupuk 1,5 ml. Variabel ? variabel yang diamati pada penelitian ini sebagai berikut : Tinggi Tanaman, Jumlah Daun dan Luas Daun. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ( uji F ) dengan taraf nyata 5%. Jika pada anlisis ragam terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan yang dicoba. Pemberian berbagai dosis pupuk bayfolan pada tanaman selada Lettuce (Lactuca sativa L.) cenderung mempercepat semua variabel pengamatan. Namun tidak berbeda nyata secara uji statistik Uji Anova taraf 5%.
PENGGUNAAN BIOCHAR DAN PUPUK SUSULAN N, K PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Jimi, Nobertus; Lestari, Sri Umi; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to evaluate the effectof the use of biochar to increase productivity of maize, and efficiency of supplementary nitrogen fertilizer needs and potassium. The research was conducted in the village of Bawang village Tunggulwulung, Malang was implemented for 5 months from January to May 2015. The research method using a randomized block design (RAK) factorial design, consisting of two factors: Factor 1 Is a type of biochar BS : biochar rice husk 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, BT : biochar young coconut shell 30 tons / ha, equivalent to 300 g / plant, wood biochar BK 15 ton / ha, equivalent to 150 g / plant. Factor 2 is the addition of supplementary fertilizer N and K, supplementary fertilizer given after 4 weeks old plants after planting (MST) that NK : Urea 100 kg / ha (2 g / plant) + KCl 67 kg / ha (1.3 g / plant ), N: Urea 300 kg / ha (4 g / plant), K: KCL 200 kg / ha (2,7g / plant). All treatments were given basic fertilizer urea and potassium as much as 100 kg urea / ha and 33 kg KCl / ha (1/3 dose of fertilizer recommendation for maize) for a total of fertilization as follows: NK: Urea 200 kg / ha and 100 kg KCl / ha, N: Urea 400 kg / ha and KCL 33 kg / ha, K: Urea 100 kg / ha and 233 kg KCl / ha. Of the two factors obtained 9 combined treatment, and each treatment was repeated 3 times to obtain 27 units of treatment and each treatment unit there are 8 samples of plants. The results showed that biochar affeced on plant height (32,78 cm) began 4 week after transplanting, and did not affected on component of corn yields. The maximum of corn yields were found in the treatment of N-fertilizer suplemen on dry seed weight of corn, amount 237,08 g / plant. Use of biochar rice husks, coconut shells and wood, decreases for potassium fertilizer but increases the need for nitrogen fertilizer. Penelitian betujuan untuk mengevaluasi penggunaan biochar terhadap peningkatan produktivitas tanaman jagung, serta efesiensi kebutuhan pupuk susulan nitrogen dan kalium.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bawang Kelurahan Tunggulwulung, Kabupaten Malang selama 5 bulan terhitung dari Januari - Mei 2015.Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor 1 Adalah Jenis biochar, BS : biochar sekam padi 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BT : biochar tempurung kelapa muda 30 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman, BK biochar kayu 15 ton/ha setara dengan 150 g/tanaman. Faktor 2 adalah penambahan pupuk susulan N dan K, pupuk susulan diberikan setelah tanaman berumur 4 minggu setelah tanam (MST) yaitu NK :Urea 100 kg/ha (2 g/tanaman) + KCl 67 kg/ha (1,3 g/tanaman), N : Urea 300 kg/ha (4 g/tanaman), K : KCL 200 kg/ha (2,7g/tanaman). Semua perlakuan diberi pupuk dasar Urea dan Kalium sebanyak 100 kg Urea/ha dan 33 kg KCL/ha (1/3 dosis rekomendasi pemupukan pada tanaman jagung) dengan total keseluruhan pemupukan sebagai berikut : NK : Urea 200 kg/ha dan KCL 100 kg/ha, N : Urea 400 kg/ha dan KCL 33 kg/ha, K : Urea 100 kg/ha dan KCL 233 kg/ha.Dari kedua faktor diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit perlakuan dan tiap unit perlakuan terdapat 8 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukan biochar berpengaruh pada minggu ke 4 terlihat pada pertumbuhan tanaman jagung dengan tinggi tanaman 32,78 cm dan penggunaan jenis biochar tidak berpengaruh terhadap komponen hasil tanaman jagung. Hasil jagung terbaik terdapat pada perlakuan yang hanya menggunakan pupuk susulanN dengan berat kering pipilan jagung yaitu 237,08 g/tanaman.Peggunaan biochar sekam padi, tempurung kelapa dan kayu, menurunkan kebutuhan penggunaan pupuk kalium tetapi meningkatkan kebutuhan pupuk nitrogen.
PENGARUH KONSENTRASI BAKTERI ASAM LAKTAT DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KELADI (Xanthosoma sagittifolium) TERMODIFIKASI Ana Hida, Yeni Danga; Sasongko, Pramono; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to determine the best combination of Lactic acid bacteria concentration and fermentation time in order to Taro flour processing completed with the feasibility study. This research was conducted by Randomized Block Design Factorial with 2 replications. The first factor was the concentration of lactic acid bacteria 1%, 2%, 3%, 4% and the second factor was the long of fermentation 1, 2, and 3 days. The result showed the best combination was the 1% concentration lactic acid bacteria and long fermentation 3 days with Rated Results (RR) of 0.81 is the best treatment and the value of the parameter the water content of 11.38%, ash content of 2.37%, white intensity of 91.30%, Aromatic 3.32 (neutral), color 3,67 (neutral). The analysisfeasibility of known cost of goods sold(CGS) Rp. 8075.43 / kg. BEP obtained is Rp. 72,413,793, -, PP = 8.13 and RCR = 1.23, which means the modified taro flour business is profitable and worth the effort since the RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi terbaik antara konsentrasi bakteri asam laktat dan lama fermentasi pada pembuatan tepung keladi termodifikasi serta mengetahui kelayakan usaha. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi bakteri asam laktat 1%, 2%, 3%, 4% dan faktor kedua adalah dengan lama fermentasi 1, 2, dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi bakteri asam laktat 1% dan lama fermentasi 3 hari dengan Nilai Hasil (NH) sebesar 0,81 adalah perlakuan terbaik dan nilai parameter kadar air 11,38%, kadar abu 2,37%, derajat putih 91,30%, Aroma 3,32 (netral), warna 3,67 (netral). Analisa kelayakan usaha didapat Revenue Cost Ratio sebesar 1,23 yang artinya usaha tepung keladi termodifikasi ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.