cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 15 Documents clear
PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR DALAM PERSPEKTIF PENGELOLAAN DAN PELAYANAN UMUM DI KANTOR DESA Shokib .; Sugeng Rusmiwari
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.727 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.245

Abstract

Abstract: It was considered that government could not actualize the people welfare and it was not optimal yet. One of the causes was the government that was not competence in doing their duty. The result of this research was describing and knowing about the barrier factors in developing government competension, managerial perspective and public service at Pandanrejo village.The research method used qualitative research. The data sources were primary and secondary data. The data collecting were observation, interview and documentation. The sampling taking model was purposive sampling. The informants were the head of village, the secretary of village, the head of government bussines, the head of government financial also the head of public bussines. Next, the data were analyzed by reduce the data, data presentation and verification. The triangulasi technique was used to prove the validation of data. The result of the research shoerd that the village government of Pandanrejo did the internal competension in developing also excursion study or even workshop oftenly delegated their government to follow the training and technique preparation (Bimtek). Problems in developing the competence of government itself. Key-words: Development, Competence, Service. Abstrak: Pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, melalui pelayanan publik masih kurang optimal. Salah satu penyebabnya adalah aparatur yang kurang berkompeten dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan dan mengetahui faktor-faktor penghambat pengembangan kompetensi aparatur perspektif pengelolaan dan pelayanan umum di Desa Pandanrejo. Metode penelitian menggunakan Jenis penelitian kualitatif, dengan sumber: data primer dan sekunder. Kemudian teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik penentuan informan yaitu purposive sampling. Informanya adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Pemerintahan, Kaur keuangan dan Kaur umum. Selanjutnya data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Pemerintah Desa Pandanrejo dalam pengembangan kompetensi yaitu selain di internal ada studi banding atau workshop juga mendelegasikan aparaturnya untuk mengikuti pembinaan dan bimbingan teknis (Bimtek). Hambatan diantarannya, SDM yang sudah tua dan terbatasnya alokasi dana untuk pengembangan kompetensi aparatur tersebut. Kata Kunci: Pengembangan, Kompetensi, Pelayanan
EFEKTIVITAS PROGRAM PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI KELEMBAGAAN DALAM PENINGKATAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) Agus Winasis; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.138 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.235

Abstract

Abstract: As an agricultural country Indonesia has rich natural resources mainly tropical biodiversity is very diverse and unique, one of which is the Punten village, Bumiaji district, Batu town. Bearing in mind that natural beauty be an attraction strong potential for travelers this is interesting to developed into a tourist attraction as an effort to improving the welfare of the local community and poverty alleviation so that it can push the rate of development. The kind of research is qualitative focus research that is research the effectiveness of the program development tourist village punten; source of data that is primary and secondary data; the technique of sampling namely purposive sampling; Data collection through observation techniques, interview, and documentation; research instruments covering own researchers, an interview guide, and field notes; the technique of using purposive the sampling method of sampling; The validity of data to technique triangulation; analysis by reduction, presentation of and the withdrawal of conclusion. The results of the study the effectiveness of development tourist village through the improvement of the natural resource (natural resources) it effective, that is done through the establishment of Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), Establish cooperation with jatim park foundation and non-governmental organizations. Keywords: the effectiveness, tourist village, natural resources Abstrak: Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekayaan alam terutama sumber daya hayati tropis yang sangat beragam dan unik, salah satunya adalah Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Mengingat keindahan alam menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan potensi ini menarik untuk dikembangkan menjadi obyek wisata sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal dan pengentasan kemiskinan sehingga dapat mendorong laju pembangunan. Jenis penelitian adalah kualitatif; fokus penelitian yaitu meneliti efektivitas program pengembangan Desa Wisata Punten; sumber data yaitu data primer dan data sekunder; teknik sampling yaitu purposive sampling; pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi; instrumen penelitian meliputi peneliti sendiri, panduan wawancara, dan catatan lapangan; teknik sampling menggunakan purposive sampling; keabsahan data dengan teknik triangulasi; analisis dengan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian efektivitas pengembangan desa wisata melalui peningkatan sumber daya alam (SDA) sudah efektif, yaitu dilakukan melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN), menjalin kerjasama dengan Jatim Park Foundation dan lembaga swadaya masyarakat. Kata Kunci: Efektivitas, Desa Wisata, Sumber Daya Alam
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MUSYAWARAH ERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) KABUPATEN SUMENEP Moh Farid; Noora Fithriana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.854 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.240

Abstract

46 www.publikasi.unitri.ac.id IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MUSYAWARAH ERENCANAAN PEMBANGUNAN (MUSRENBANG) KABUPATEN SUMENEP Moh. Farid dan Noora Fithriana Program Studi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas Tribhuwana Tunggadewi E_Mail: farid.santi@yahoo.com Abstract: the process of development planning discussion (musrenbang) is successful if the result of muernbang can be implemented become maximal. so in the implementation of both from the village level, sub district level, regencg level even merely fulfill the obligations for the realization of the program. The type of this riset are use descriptive quantitative method, secandary data and primary data, in this case we use accumulate data thecniqve by specific interview observation and documentation. while, to choose the informan we use purposive sampling thecniqve and analysis data thecniqve by reduction of data, presenting data and then we dray the conclusion. from the result of this riset, the government of sumenep regency that belongs in the unit of work on that region have been done the musrenbang of both from the village level, become maximal. even merely fulfill doing the process of musrenbang wel done. althaugh there are some unrealization program, but it can understandabhg, because the limitations of the budget provided by the government. but the appreciation of jawa timur governoor about sumenep regency is being process and musrenbang implementation of sumenep regency is trully kept and the government of sumenep regency responsibly. Keywords: advertising messages, purchase decision Abstrak: Proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) dikatakan berhasil apabila dari hasil Musrenbang tersebut bisa di implementasikan dengan maksimal. Jadi dalam pelaksanaan Musrenbang baik dari tingkat desa, kecamatan bahkan sampai tingkat kabupaten bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban untuk merealisasikan programnya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan mengunakan data skunder dan data primer, dalam hal ini melalui teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, pengamatan dan dokumentasi, sementara teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling sedangkan teknik analisis data yaitu dengan mereduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini Pemerintah Kabupaten Sumenep yang tergolong dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sudah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) baik dari tingkat Desa, Kecaamatan, dan bahkan sampai tingkat Kabupaten dengan maksimal. Bukan hanya sekedar melaksanakan proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) saja, akan tetapi Pemerintah sudah mengimplementasikan dari hasil program prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) dengan baik. Walaupun ada sebagian program yang belum terealisasi, akan tetapi hal ini bisa dimaklumi, karena keterbatasan anggaran yang disediakan oleh Pemerintah. Tapi yang jelas aprisiasi dari Gubenur Jawa Timur terhadap Kabupaten Sumenep dalam proses dan implementasi Musyawaarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kabupaten Sumenep itu sudah menunjukkan bahwa proses dan implementasi kebijakan Musrenbang di Kabupaten Sumenep sudah tercerminkan. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan, Musrenbang
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEMBAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) Robertus Rinti; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.959 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.246

Abstract

Abstract: One of the existing of developmnt fund collected from Building and Land Tax. The fund become one of the income for a country which contribute to Territory Original Income . Thus, the role of goverment is needeed to increase awareness of society to pay the tax. The purpose of this research is to know the role of village goverment to increase awareness of society to pay Building and Land Tax and factor that influence decreasing the awareness of society to pay Building and Land Tax. Research design of this study is qualitative research. The source of data collected from primary and secondary data. Technique collecting data use observation, interview, and documentasion. Technique deciding respondent use purposive sampling. Technique analizing data use reduction, presentation, and concluding. The validity of data use triangulation. Th result of this study is the ole of village goverment to increase awareness of society to pay Building and Land Tax in Bumiaji village, Bumiaji sudistrict, Batu City run maximumly. because it is saw from the efforts and activities done by village goverment. Factor that decrease awareness of society to pay Building and Land Tax is apathetic of society, administration data is not appropriate, unbalanced economy, and reconstruction of village infrastucture is less, so those increase egoism of society to not pay the tax incresely. Keyword: Role, Village Goverment, Awareness of Society, Building and Land Tax Abstrak: Salah satu ketersediaan dana pembangunan diperoleh dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dana pemungutannya menjadi salah satu pemasukan bagi Negara yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehinga perlu adanya peran dari Pemerintah dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk membayar kewajibannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemerintah Desa Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan faktor yang mempengaruhi terhambatnya kesadaran masyarakat membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan responden adalah purposive sampling. Teknik analisis data dengan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi. Hasil penelitian yaitu Peran pemerintah Desa untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Bumiaji Kecamatan Bumiaji Kota Batu dikatakan berjalan maksimal, karena dilihat dari berbagai upaya dan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Desa. Faktor yang mempengaruhi terhambat kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah sikap apatis masyarakat, ketidasesuaian data Administrasi, ekonomi yang tidak menentu serta kondisi pembangunan sarana dan prasarana Desa yang kurang sehingga meningkatkan rasa egoisme yang telah tertanam dalam diri masyarakat untuk tidak membayar pajak semakin menigkat. Kata Kunci: Peran, Pemerintah Desa, Kesadaran masyarakat dan PBB
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI DESA GADINGKULON, KECAMATAN DAU, KABUPATEN MALANG Arman Baiku Maramba Milla; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.322 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.236

Abstract

Abstract: People participation analysis in human resource development in Gadingkulon village is an important thing in order to improve human resource skills by involving people participation actively in each development process.The research use qualitative approach with data collection technique via interview, observation, and documentation, while informer in this research is village government and society by taking samples using snowball sampling. To test data validity, researcher uses technique triangulation. Data analysis is done by data reduction, data serve, and conclusion taking. Research result are: 1) people participation in human resource development in Gadingkulon village, whether in human resource development planning or human resource development application is huge, but in supervising level, it needs optimization; 2) method in improving people participation in developing human resource through education or health are: cooperating with outside party, whether government or private institution to facilitate people in giving training and education, also educated people participation to actualize each skill and knowledge possessed. Keywords: Participation, Development, Human Resource Abstrak: Analisis partisipasi masyarakat dalam Pembangunan sumber daya manusia di Desa Gadingkulon merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dijalankan guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia masyarakat Desa Gadingkulon dengan cara melibatkan partispasi masyarakat secara aktif dalam setiap proses pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa dan masyarakat dengan penarikan sampel secara Snowbal sampling. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: 1) Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia di Desa Gadingkulon, baik pada saat perencanaan pembangunan sumber daya manusia maupun pada pelaksanaan pembangunan sumber daya manusia sudah besar, namun pada tataran pengawasan perlu dioptimalkan. 2) metode dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam peningkatan kemampuan sumber daya manusia baik melalui pendidikan maupun melalui kesehatan yaitu: membuka peluang kerja sama dengan pihak luar, baik pemerintah maupun swasta untuk memfasilitasi masyarakat dalam memberikan pelatihan dan penyuluhan dan adanya peran serta dari masyarakat yang sudah berpendidikan untuk mengaktualisasikan setiap keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya. Kata Kunci: Partisipasi, Pembangunan, Sumber Daya Manusia
PENINGKATAN BUDAYA ORGANISASI SECARA EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK Maria Khiristiani; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.996 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.241

Abstract

Abstract: Organizational culture is the value, belief or the valid norms. They were dealed also followed by all organization members, as the attitude orientation and the solution for the organization problems. Based on the condition above, thus the government consideration about the essence of organization culture need to be socialized. So that, it could create the the fair service for societies. According to the Law number 25 the year 2009 about the public service. This study used qualitative methods, data sources are primary data and secondary data, data collection techniques through observation, interviews and documentation, sample collection techniques through purposive sampling, the validity of the data using triangulation techniques. Based on the the result of the research conclude that increasing the effective public service, the BP2T malang city has worked and based on the mayor rule number 50 in the year 2015 about the partial delegation of authority in presenting permission service also non permission one from the mayor to the head of intregated permission service. Then, create the a team to serve and facilitate the supporting factors. They are the comfort area for BP2T organization, high quality work in the organization and full of responsibility. The inhibiting factors are the human resource in BP2T need the increasement, the lackness about the organized ability, such as: the inter personal skill and intra personal in serving all societies. Key words: Organization culture and public service. Abstrak : Budaya organisasi merupakan nilai, keyakinan /norma yang berlaku, disepakati, dan diikuti oleh para anggota organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah organisasinya. Oleh karena itu kesadaran pemerintah akan pentingnya budaya organisasi perlu disosialisasikan, sehingga dapat menciptakan pelayanan yang adil dan merata untuk masyarakat. Sebagaimana menurut undang-undang No. 25 Tahun 2009 Tentang pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik pengumpulan sampel melalui purposif sampling, keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan pelayanan publik yang efektif Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) sudah bekerja berdasarkan Perwal No.50 Tahun 2015 tentang pelimpahan sebagian kewenangan penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan dari Walikota kepada kepala badan pelayanan perizinan terpadu dan bekerja melibatkan tim dalam memberikan pelayanan serta sarana dan prasarana yang mendukung. Faktor pendukungnya yaitu lingkungan organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) yang baik dan nyaman, kinerja organisasi yang baik serta dilaksanakan dengan tanggung jawab. Adapun faktor penghambatnya antara lain SDM yang ada pada BP2T masih perlu peningkatan, kemampuan organisasi juga masih kurang seperti kemampuan interpersonal dan intrapersonal dalam melayani masyarakat. Kata kunci : Budaya Organisasi, Pelayanan Publik
PELAYANAN AKTA KELAHIRAN OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BATU Selpianti .
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.11 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.248

Abstract

Abstract: One of the efforts undertaken by the government in improving the quality of services can be seen through the ministry of making a birth certificate. A birth certificate is very important because it involves the identity and citizenship, as stated in Law No. 23 of 2002 on the Protection of the Child states that "the child's birth certificate into the rights and responsibilities of governments to fulfill ". This study aims to : ( 1 ) to find out the birth certificate service, ( 2 ) to describe the enabling and inhibiting factors in the birth certificate service.This study used qualitative methods, data sources are primary data and secondary data, data collection techniques through observation, interviews and documentation, sample collection techniques through purposive sampling, the validity of the data using triangulation techniques. The results showed that the birth certificate service by the Department of Population and Civil Registration Agency Batu City is in conformity with the standards of public service, which is a constraint for this lack of public awareness of the importance of document civil registration are a birth certificate, as well as operational facilities such as four-wheel vehicles ( service cars ) and limited budget allocations in the creation of websites population so that people can not take care of the birth certificate directly through the internet. Keywords : Public Service, Birth Certificate Abstrak: Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dapat dilihat melalui pelayanan pembuatan Akta Kelahiran. Akta kelahiran menjadi sangat penting karena menyangkut identitas diri dan status kewarganegaraan, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa “akta kelahiran menjadi hak anak dan tanggung jawab pemerintah untuk memenuhinya”. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pelayanan akta kelahiran, (2) untuk menguraikan faktor pendukung dan penghambat dalam pelayanan akta kelahiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik pengumpulan sampel melalui purposiv sampling, keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan akta kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu sudah sesuai dengan standar pelayanan publik, yang menjadi kendala selama ini kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen pencatatan sipil yaitu akta kelahiran, serta sarana operasional seperti kendaraan roda empat (mobil pelayanan) dan terbatasnya alokasi anggaran dalam pembuatan website kependudukan sehingga masyarakat tidak bisa mengurus akta kelahiran secara langsung melalui internet. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Akta Kelahiran
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN MELALUI RUANG VIRTUAL DAN RUANG NYATA Brian L Djumaty; Nina Putri Hayam Dey
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.075 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.237

Abstract

Abstract: This study aimed to describe and analyze the community participation in the development of the Salatiga city through information technology. By using the descriptive qualitative approach to observe the formation of community Kabar Salatiga. From the results in the field was found that the formation of community Kabar Salatiga not separated from the role of actor. Actor as agents of change utilize the social media (facebook) so that people can participate to gives information in criticizing, voice their opinions about the Salatiga city's development which currently and has already run. Kabar Salatiga community participation in the development not only manifested through the information provided by the virtual community. The passage of time the actors forming / creating real community of Kabar Salatiga by doing positive activities like helping people who are not able etc. With the community participation in development through information technology is expected the community no longer as an object but a subject. Keywords: The Role of Actors, Virtual Space, Space Real, development Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat kota salatiga dalam pembangunan melalui teknologi informasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk meneropong terbentuknya komunitas kabar salatiga. Dari hasil temuan lapangan ditemukan bahwa terbentuknya komunitas kabar salatiga tidak terlepas dari peran actor. Actor sebagai agen of change memanfaatkan media social (facebook) agar masyarakat dapat berpartisipasi untuk memberikan informasi dalam mengkritik, menyuarakan pendapat tentang pembangunan kota salatiga yang sedang dan telah berjalan. Partisipasi komunitas kabar salatiga dalam pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui informasi yang diberikan melalui community virtual. Berjalannya waktu para actor-aktor membentuk/membuat komunitas kabar salatiga secara nyata dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif seperti membantu masyarakat yang tidak mampu dll. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui teknologi informasi diharapkan masyarakat tidak lagi sebagai objek malainkan subjek. Kata kunci : Peran Aktor, Ruang Virtual, Ruang Nyata, pembangunan
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MASYARAKAT BUTA HURUF MEMILIH JOKOWI-JK DALAM PILPRES 2014 Novia Sulaimah
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.256 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.243

Abstract

Abstract: Presidential election is a democratic system, which allows all society to participate including illeterate society. In the Presidential election 2014, illeterate people in village Banyuanyar participated to win Jokowi-Jk as the country’s leaders seventh Indonesia. Therefore, the purpose of this research was to know and analyze the cause factors of illiterate society in choosing Jokowi-JK in Banyuanyar Sampang. The research used some of qualitative methods those are: data recourse which consist of primer and secondary data. Technique of data collecting, through in-depth interview and documentation. Purposive technique for informan election. Technique of data analyse based on Miles and Hubermen with steps of data reduction, the presentation of data, and the with taking of the conclusion. The data validity technique used recourse triangulasi. The results of the research, found illiterate society in Banyuanyar Sampang who vote Jokowi-JK average strengthened with internal factors based on conviction of heart or willingness, and fondness of each voter to the candidate. External factors of informants chose Jokowi-JK were because of the religion, television media, family, neighbors, and the winning team. Both of these factors were analyzed through persuasive theory, that in the internal and external factors there is a persuasive message capture of illiterate society during before the elections through to the last of illiterate society chose Jokowi-JK. Keywords: presidential elections, Jokowi-JK, and illiterate society Abstrak: Pemilihan presiden merupakan bentuk sistem demokrasi, maka semua masyarakat berhak berpartisipasi termasuk masyarakat buta huruf. Pada pemilihan presiden tahun 2014, masyarakat buta huruf di Kelurahan Banyuanyar ikut serta memenangkan Jokowi-JK sebagai pemimpin Indonesia yang ke-7. Maka dari itu, tujuan penelitian ini mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab masyarakat buta huruf di Kelurahan Banyuanyar Sampang memilih Jokowi-JK. Penelitian kualitatif ini menggunakan sumber data yang terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data, melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan untuk pemilihan informan menggunakan Teknik purposive. Teknik analisa data berdasarkan Miles dan Hubermen dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, setelah melalui beberapa teknik tersebut hasil penelitian dianalisa melalui teori persuasif. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan Masyarakat buta huruf di Kelurahan Banyuanyar yang memilih Jokowi-JK rata-rata dikuatkan dengan faktor internal berdasarkan keyakinan hati atau kemauan, dan kesukaan masing-masing pemilih terhadap kandidat tersebut. Faktor eksternal informan memilih Jokowi-JK dari pengetahuan karena agama, media televisi, keluarga, tetangga, dan tim sukses. Faktor internal dan eksternal tersebut bersifat persuasi hingga pada akhirnya masyarakat buta huruf Kelurahan Banyuanyar memilih Jokowi-JK. Kata Kunci: Pemilihan presiden, Jokowi-JK, dan Masyarakat Buta Huruf
STRATEGI HUMAS SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SAMBAS DALAM MEMBERIKAN INFORMASI KEPADA MASYARAKAT Wawan Wahyudi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.909 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.233

Abstract

Abstract: Public Relations of country Secretariat (Setda) Sambas as a public service must have a daunting task in providing information to public. The role played by demanding Public Relations Setda must gather the latest information about the activities and policies issued by the local government. The lack of access to information and the latest information received Public Relations Setda hampered the dissemination of information from the Public Relations Setda to society. It will continue to happen if the Public Relations does not act quickly and find the strategies for providing information to the public. This research was conducted in Sambas Regency Office in February 2016 using qualitative research. Data collected through observation, interviews and documentation. To determine the validity of the validity of data used triangulation method on the data obtained. From the data analysis done interactive model expressed by Miles and Huberman in Sutopo (2006) which includes the reduction of the data, the presentation of the data and the conclusion. From the research conducted has obtained the conclusion that the strategy of public relation in Sambas Regency, setda provide information to the community are leveraging information technology through the Government website sambas.go.id, manage the Secretariat of Public TV, form the Official provider of the information and documentation, organized a two-way communication via SMS complaints and partnership with the media and the Setda Password. Keywords: Strategies, Information, Public Relations Abstrak : Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas sebagai pelayanan publik tentunya memiliki tugas yang berat dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Peran yang dilakukan menuntut Humas Setda harus mengumpulkan informasi terbaru tentang kegiatan dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah. Minimnya akses informasi serta lambatnya informasi yang diterima Humas Setda menjadi penghambat penyebaran informasi dari Humas Setda kepada masyarakat. Hal tersebut akan terus terjadi apabila humas tidak bertindak cepat dan mencari strategi dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Kantor Bupati Sambas pada bulan Februari 2016 dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk mengetahui validitas keabsahan data digunakan cara Triangulasi atas data yang diperoleh. Dari langkah tersebut dilakukan analisis data model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sutopo (2006) yang meliputi Reduksi data, Penyajian data dan Kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan telah diperoleh kesimpulan bahwa Strategi Humas setda Kabupaten Sambas dalam memberikan informasi kepada masyarakat adalah Memanfaatkan teknologi informasi melalui website pemda sambas.go.id, mengelola TV Humas Setda, membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi SKPD, menyelenggarakan komunikasi dua arah melalui Sms Aduan serta menjalin kerjasama dengan media dan bagian Sandi Setda. Kata Kunci : Strategi, Informasi, Humas

Page 1 of 2 | Total Record : 15