cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020)" : 16 Documents clear
STUDI TATA BANGUNAN & LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR BIAK DI KABUPATEN BIAK NUMFOR Tonapa, Patria Rante; Kindangen, Jefrey I; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wajah kota Biak di bagian pesisir nampak masih membelakangi pantai, yang seharusnya menghadap ke pantai. Kondisi pesisir kota Biak saat ini menunjukkan bahwa penataan kawasan tersebut belum dilakukan secara optimal karena belum adanya rencana tata bangunan dan lingkungan (RTBL). Hal inilah yang mendorong minat peneliti untuk melakukan pengkajian terhadap permasalahan-permasalahan yang ada dengan melakukan penelitian ilmiah dengan judul ?Studi Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Pesisir Kota Biak Di Kabupaten Biak Numfor?. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang terkait dengan penataan bangunan dan lingkungan serta agar dapat mengeluarkan konsep rencana tata bangunan dan lingkungan pada kawasan pesisir kota Biak. Komponen penulisan karya ilmiah ini menggunakan ?metode penelitian kualitatif?. Jenis metode penelitian yang dipergunakan adalah penelitian penjajakan (eksploratory research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan problematik-problematik baru. Setelah diperoleh hasil berdasarkan tujuan melalui analisis kawasan guna mengetahui potensi dan permasalahan pada kawasan maka dapat dirumuskan bahwa konsep perencanaan yang dirasa tepat untuk penataan dan perancangan tata bangunan dan lingkungan pada kawasan pesisir kota Biak adalah dengan menerapkan konsep mixed-used waterfront city dan memperhatikan potensi bencana pada kawasan dengan penguatan pada struktur lingkungan serta konsep mitigasi bencana agar pembangunan pada kawasan dapat berkelanjutan. Kata Kunci: Kawasan pesisir, RTBL, Mixed-Use, Waterfront City, Distrik Biak Kota.
TINGKAT KERENTANAN TERHADAP BENCANA BANJIR DI KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Horhoruw, Hanni Alfio; Rogi, Octavianus H.A.; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di wilayah-wilayah Indonesia. Kecamatan Tondano Timur merupakan salah satu kecamatan di Kabupten Minahasa yang sering terjadi bencana banjir, dikarenaknan meluapnya sungai tondano dan meluapnya danau tondano. Tujuan dari penelitian ini yaitu merekomendasikan strategi mitigasi bencana melalui analisis spasial dalam tingkat kerentanan bencana banijr dalam aspek fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana. Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di kecamatan Tondano Timur terbagi atas 3 kelas (Rendah, Sedang dan Tinggi) tingkat kerentanan diteukan tingkat kerentanan tinggi pada 1 wilayah kelurahan, kerentanan sedang 1 wilayah kelurahan, dan kerentanan rendah pada 9 wilayah, dan yang menjadi pembahasan adalah desa dengan kelas indeks kerentanan tinggi pada tiap ? tiap indeks kerentanan dan rekomendasi?rekomendasi mitigasi penanganan di wilayah yang rentan terhadap bencana banjir di kecamatan tondano timur.Kata Kunci : Tingkat Kerentanan, Bencana Banjir, Kecamatan Tondano Timur
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TIDAK OPTIMALNYA FUNGSI KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI MALUKU UTARA DI KECAMATAN OBA UTARA Muhammad, Rudiya; Moniaga, Ingerid
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Oba Utara Sebagai satu-satunya kecamatan yang berada di Kota Sofifi ini memiliki infrastruktur dan fasilitas yang belum memadai untuk ditetapkan sebagai pusat penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Maluku Utara. Pemindahan pusat pemerintahan dan seluruh aktivitas penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Maluku Utara dari Ternate ke Sofifi di Kecamatan Oba Utara sudah berlangsung sejak tahun 2010. Permasalahan pemindahan kawasan pusat pemerintahan ini juga menimbulkan perubahan jarak pegawai ke tempat kerja, waktu, transportasi yang berdampak pada sumbu ekonomi, pendapatan dan pengeluaran pegawai. Perubahan lokasi kerja dan tempat tinggal mengakibatkan menurunnya kualitas dan kuantitas bekerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Biaya transportasi yang tinggi dan lamanya perjalanan mengakibatkan pegawai ASN sering terlambat menjalankan tugasnya sesuai waktu lima hari kerja yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab tidak optimalnya fungsi kawasan pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara di Kecamatan Oba Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan faktor-faktor penyebab tidak optimalnya fungsi suatu Kawasan pusat Pemerintahan provinsi Maluku Utara di Kecamatan Oba Utara adalah Faktor perubahan jarak, Moda Transportasi, juga perubahan waktu tempuh dan biaya atau pengeluaran berpengaruh terhadap tidak optimalnya Fungsi Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Maluku Utara di Kecaman Oba Utara.Kata kunci: Faktor-Faktor, Tidak Optmail, Kawasan Pusat Pemerintahan, Provinsi Maluku Utara, Kecamatan Oba Utara
PEMETAAN MASALAH PENYEDIAAN AIR MINUM DI PERKOTAAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA Silangen, Marcelino Gerry; Tilaar, Sonny; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum sebagai infrastruktur kota sangat berperan dalam menunjang perkembangan kota, diantaranya membutuhkan sistem penyediaan air minum yang baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari- hari penduduknya. Ketersediaan air minum di Perkotaan Tobelo semakin menipis yang sebagian besar disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, serta pencemaran sumber air yang semakin parah. Berdasarkan database air minum Cipta Karya Halmahera Utara tahun 2019  terdapat 9 kelurahan/desa yang penyediaan air minumnya masih dibawah 50 % atau belum memenuhi standar pelayanan minimum air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penyediaan air minum di kawasan Perkotaan Tobelo dan tingkat masalah penyediaan air minum di Kawasan Perkotaan Tobelo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif kondisi kualitas, kuantitas dan kontinuitas penyediaan air minum, dan menggunakan analisis skoring untuk memetakan tingkat masalah penyediaan air minum yang ada di Perkotaan Tobelo. Berdasarkan hasil analisis deskriptif kondisi eksisting  penyediaan air minum dimana persentase pelayanan air minum, infrastruktur air minum, dan kondisi kualitas air minum menjadi masalah utama dalam penyediaan air minum di Perkotaan Tobelo. Hasil dari skoring tingkat masalah penyediaan air minum terbagi dalam 3 kriteria yaitu Tingkat masalah tinggi terdapat pada Desa Popilo Utara, Tolonuo, Luari, Kokota Jaya, Gorua, Gura, Kakara, Kumo, Wko, Kali Pitu, Upa, Lina Ino. Kali Upa, Tanjung Niara, Tingkat masalah sedang terdapat pada Desa Popilo, Gorua Selatan, Ruko, Gorua Utara, Gamsungi, Rawajaya, dan Desa Mahia, dan Tingkat masalah rendah terdapat pada Desa Gosoma, Wari Ino, dan Mkcm.Kata Kunci: Pemetaan, Masalah Penyediaan Air Minum, Perkotaan Tobelo.
KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA MANADO (Studi Kasus: Kecamatan Malalayang, Sario, dan Wenang) Rondonuwu, Carolina Veny; Tarore, Raymond Ch; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UU Republik Indonesia No. 27 Tahun 2007, wilayah pesisir adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang di pengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Kawasan pesisir Kota Manado membawa pengaruh besar bukan hanya pada bertumbuhnya perekonomian Kota Manado, peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, tapi juga membawa pengaruh terhadap lingkungan alam dan kelangsungan ekosistem kawasan pesisir. Batasan masalah dari penelitian ini adalah Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, dan Kecamatan Wenang karena tiga kecamatan ini merupakan daerah reklamasi yang memiliki banyak perubahan. Kelurahan-kelurahan yang termasuk dalam lingkup penelitian yaitu: Kecamatan Malalayang: Kelurahan Malalayang I, Malalayang II, Malalayang I Timur, Bahu Kecamatan Sario: Kelurahan Sario Tumpaan, Sario Utara, Titiwungen Selatan, Titiwungen Utara, Kecamatan Wenang: Kelurahan Wenang Selatan, Wenang Utara, Calaca. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif serta mengoverlay peta penggunaan lahan pada tahun 2009 dan 2019. Kawasan ini memiliki banyak perubahan penggunaan lahan oleh sebab itu perlu adanya analisis perubahan penggunaan lahan di kawasan pesisir kota manado sehingga bisa mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab perubahan penggunaan lahan yang terjadi di kawasan tersebut.Kata Kunci: Kawasan Pesisir, Penggunanaan Lahan, Perubahan Lahan
PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN PANTAI NABIRE DAN PANTAI GEDO KABUPATEN NABIRE PAPUA Manege, Max Millian; Rondonuwu, Dwight M.
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata di Kabupaten Nabire Papua perlu untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Pantai Nabire dan Pantai Gedo adalah pantai yang terletak di Kabupaten Nabire, yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu kawasan yang strategis untuk mengangkat citra Kabupaten Nabire Papua sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, dikarenakan pantai ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat lokal, jaraknya yang dekat dengan pusat Kota Nabire, dan merupakan pantai yang masih alami yang dikelola oleh pemerintah setempat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek ekowisata di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo Kabupaten Nabire serta mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman ekowisata di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo Kabupaten Nabire Papua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian teridentifikasi karakteristik aspek–aspek ekowisata yang terdapat pada kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo berupa aspek ekologis yaitu flora di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo terawat dengan baik, aspek fisik yaitu prasarana dan sarana pariwisata yang ada di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo sudah cukup memadai hanya perlu dijaga dan lebih diperhatikan lagi, dan aspek sosial budaya yaitu peran serta masyarakat sangatlah baik diantaranya dapat dilihat dari aktivitas masyarakat serta festival budaya tahunan di kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo. Berdasarkan analisis Strength, Weakness, Opportunities, Threat (SWOT) kawasan Pantai Nabire dan Pantai Gedo memiliki kekuatan (strength) daya tarik wisata pantai berupa atraksi alam yang indah dan berpeluang (opportunities) untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Sedangkan kelemahannya (weakness) adalah masih minimnya prasarana dan sarana pendukung pariwisata, selain itu terdapat ancaman (threat) terganggunya sistem ekologis, fisik, sosial budaya serta gempa bumi dan tsunami.Kata Kunci: Ekowisata, Pantai Nabire, Pantai Gedo.
KAJIAN KETERSEDIAAN SARANA PENDIDIKAN DI KAWASAN PERKOTAAN AMURANG Farawowan, Yusuf; Poli, Hanny; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan Amurang adalah pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan dan pusat perdagangan dan jasa. Perkotaan Amurang yang merupakan wilayah penelitian ini terutama Sarana Pendidikan diharapkan menjadi prioritas penunjang dalam melengkapi ketersediaan infrastruktur sosial. Berdasarkan data Kawasan perkotaan Amurang dalam angka tahun 2018, fasilitas pendidikan di kawasan perkotaan Amurang belum memenuhi standar pelayanan minimum berdasarkan jumlah penduduk. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan tingkat SD, SMP, SMA, mengidentifikasi sebaran sarana pendidikan SD, SMP, SMA dan menganalisis kesesuaian sarana pendidikan dengan penempatan lahan di perkotaan Amurang. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Yang mendukung penelitian ini adalah data demografi penduduk, persebaran lokasi sekolah, dan jarak jangkauan pelayanan tiap unit sekolah yang merupakan kualitas persebaran lokasi sekolah. Kajian ketersediaan sarana pendidikan di kawasan perkotaan Amurang menyajikan hasil kebutuhan sarana pendidikan berdasarkan jumlah penduduk di perkotaan Amurang sudah memenuhi standar yang berlaku. Persebaran sarana pendidikan di Perkotaan Amurang belum sepenuhnya memenuhi standar contohnya di Kelurahan Lopana Satu yang memiliki kepadatan penduduk paling padat hanya mempunyai satu unit SD dan SMP. Untuk Kesesuaian sarana pendidikan di Perkotaan Amurang ada yang beberapa desa yang perlu untuk di perhatikan karena ketersediaan sarana pendidikan belum sesuai dengan standar yang berlaku contohnya seperti Desa Bitung, Uwuran Dua, Ranoyapo dan Desa Wakan.Kata Kunci : Sarana  Pendidikan, Analisis Kesesuaian, Perkotaan Amurang
PERENCANAAN RUANG TERBUKA PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI PERMUKAN PADAT KECAMATAN AMURANG Daun, Almer Aziz Mukmin Pratama; Warouw, Fela; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka publik secara umum tidak hanya berfungsi untuk masyarakat umum saja, melainkan ruang publik yang benar-benar sesuai untuk anak bermain dan beraktivitas baik dari kondisi area ruang publik maupun dari segi fasilitas yang benar-benar ramah anak, Adapun konsep RTPRA sendiri berawal dari konsep Kota Ramah Anak (Child Friendly City) yang muncul sebagai dampak dari beberapa tren penting diantaranya, transformasi cepat dan urbanisasi masyarakat global. Tujuannya untuk menentukan lokasi sebagai area perencanaan ruang terbuka public terpadu anak di Kecamatan Amurang. Untuk menentuka fasilitas apa saja yang cocok untuk dalam perencanaan ruang terbuka public terpadu ramah anak, peneltian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil survey menentukan lokasi yang bisa di jadikan sebagai alternative perencanaan ruang terbuka public ramah anak. Dari hasil observasi survey dan wawancara langsung di lapangan di temukan bahawa beberapa fasilitas ruang terbuka yang sesuai kebutuhan masyarakat di tiap kelurahan yang ada. Kata Kunci : Perencanaan, Ruang terbuka ramah anak, Kecamatan Amurang. 
KAJIAN DANAU POSO SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA BERBASIS MASYARAKAT Talimba, Vinanda Putri; Egam, Pingkan P.; Prijadi, Rachmad
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Poso merupakan daerah destinasi yang sangat diminati karena mempunyai potensi sumber daya alam yang menjanjikan sehingga sangat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan kepariwisataan daerah yang secara kompetitif lebih unggul dibandingkan daerah lainnya, seperti terdapat beragam jenis tempat wisata yang berada di Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting daya tarik wisata di kawasan Danau Poso, mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan Danau Poso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi eksisting daya tarik wisata di 4 lokasi objek wisata yaitu di Pantai Siuri, Padamarari, Taman Anggrek, dan Pantai Pasir Putih di kawasan Danau Poso yaitu pada umumnya merupakan kawasan wisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Pada kawasan tersebut memiliki panorama dan pantai yang indah dengan keunikan yang khas pasir kuning keemasan dan warna airnya yang menunjukkan gradasi hijau dan berubah menjadi biru di tengahnya. Namun belum dikelola dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Fasilitas wisata belum menunjang dan pada beberapa tempat wisata belum tersedia transportasi. Bentuk partisipasi masyarakat pada wisata Pantai Siuri, Padamarari, Taman Anggrek, dan Pantai Pasir Putih di kawasan Danau Poso, berdasarkan hasil analisis rata-rata masyarakat ikut terlibat, bentuk keterlibatan masyarakat yaitu ikut mempromosikan objek wisata melalui media elektronik media internet media lainya seperti mengadakan atau menyelenggarakan acara Festival Danau Poso, turut menjaga kebersihan dan pelestarian, pembuatan suvenir atau oleh-oleh khas daerah untuk menambah pendapatan masyarakat.                               Kata Kunci: Wisata, Berbasis Masyarakat, Danau Poso
PEMETAAN KERENTANAN TERHADAP BAHAYA BENCANA VULKANIK GUNUNG SOPUTAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Tinaiy, Arflandi Michael; Rogi, Octavianus; Siregar, Frits O
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Api Soputan adalah gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan tipe gunung A atau stratovolcano. Aktifitas letusan dan Bahaya Gunung api Soputan pada umunya berupa letusan eksplosif dan letusan efusif seperti lontaran material abu, pasir, lapilli, dan bom Vulkanik, serta terjadi guguran ? guguran lava pijar pada saat mengalami erupsi, maka diperlukan analisis mengenai tingkat kerentanan yang sangat berkaitan dengan penilaian resiko sebagai upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah teridentifikasinya tingkatan kerentanan bencana letusan gunung api dan diperolehnya rekomendasi ? rekomendasi tentang penanganan di kawasan terdampak Gunung api Soputan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis spasial. Sesuai dengan analisis tersebut, maka dalam menganalisis tingkat kerentanan menggunakan metode pembobotan nilai terhadap aspek fisik bangunan, sosial kependudukan, ekonomi dan lingkungan yang parameter pembentuknya berdasarkan PERKA BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, sehingga diperolehnya indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian dari dampak bencana.Analisis kerentanan diolah dalam SIG (Sistem Informasi Geografis) untuk mengklasifikasikan nilai kerentanan yang paling tinggi hingga paling rendah. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; persebaran tingkat kerentanan di Kabupaten Minahasa Tenggara terbagi atas 3 kelas dan yang menjadi pembahasan adalah kelurahan dengan kelas kerentanan tinggi (6 kelurahan) dan rekomendasi ? rekomendasi penanganan di wilayah rentan bencana letusan Gunung api Soputan.Kata Kunci : Gunung Api, Kerentanan Bencana, Mitigasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16