cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
KAJIAN ANALISIS KIMIA FORMALDEHIDA DALAM PERALATAN MAKAN MELAMIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Tangdiongga, Rita R.; Mandey, Lucia C.; Lumoindong, Frans
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Unsrat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formaldehida di dalam melamin dapat muncul pada peristiwa depolimerisasi, partikel-partikel formaldehida muncul sebagai monomer dan menghasilkan racun yang berbahaya bagi kesehatan. Dalam pembuatan peralatan makan melamin ini, produsen sering menambahkan formaldehida yang tidak seimbang dengan fenol sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan formaldehida pada peralatan makan melamin. Metode Spektrofotometri Sinar Tampak yang digunakan dengan standar acuan Peraturan Kepala Balai POM RI No. HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralatan makan piring oval ware mengandung kadar formaldehida 4,68%. Tingginya kadar formaldehida pada peralatan makan melamin disebabkan dalam sistem produksi melamin yang tidak terkontrol. Sedangkan 4 sampel peralatan makan melamin lainnya tidak terdeteksi kandungan formaldehida. Kata Kunci: formaldehida, melamin, peralatan makan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 6 - 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TARERAN, KECAMATAN TARERAN, KABUPATEN MINAHASA SELATAN Bernardus, Harry H.; Mamuaja, Christine F.; Oessoe, Joachim Y.E.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Unsrat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsekuensi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) mempunyai resiko kematian yang lebih besar daripada bayi dengan berat badan normal. Hal ini didasarkan pada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa di negara berkembang maupun negara maju ada kaitan antara bayi berat lahir rendah dengan penyakit kronis pada masa dewasa. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2013 memberikan gambaran bahwa masalah gizi anak balita di Kabupaten Minahasa Selatan perlu mendapat perhatian serius, karena masih terdapat kasus gizi buruk-kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dan pengetahuan ibu dengan status gizi (BB/U) anak usia 6 - 24 bulan di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Mei 2015 menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Hasil pengujian dengan chi-square menunjukkan bahwa baik tingkat pendidikan ayah maupun tingkat pendidikan ibu tidak memiliki hubungan dengan status gizi anak. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa nilai p = 0,434 untuk tingkat pendidikan ayah dan nilai p = 0,608 untuk tingkat pendidikan ibu dan keduanya memiliki nilai yang lebih besar dari nilai α (0,05).  Pengetahuan ibu memiliki hubungan dengan status gizi  anak dengan nilai p = 0,037 atau p < 0,05. Pengetahuan mempengaruhi perilaku seseorang, karena pemahaman tentang obyek sudah diketahui, dalam konteks penelitian ini pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sudah memberikan pemahaman untuk bertindak.  Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ibu yang pengetahuannya baik (70,59 %) memiliki anak dengan status gizi baik, demikian juga sebaliknya. Kata Kunci: anak usia 6 - 24 bulan, pendidikan orang tua, pengetahuan ibu, status gizi
KAJIAN AKTIVITAS ANTI-BAKTERI EKSTRAK BIJI PANGI (Pangium edule Reinw) TERHADAP Staphylococcus Aureus, Bacillus Cereus, Pseudomonas Aeruginosa DAN Escherichia Coli SECARA IN VITRO Makagansa, Christine; Mamuaja, Christine F.; Mandey, Lucia C.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Unsrat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menentukan kandungan fitokimia ekstrak biji pangi dan aktivitas anti-bakteri ekstrak tersebut terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa and Escherichia coli. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut akuades. Analisis fitokimia didasarkan pada kandungan total fenol dan tanin terkondensasi. Kandungan total fenolik ekstrak pangi akuades adalah 113,367 mg/kg sedangkan tanin terkondensasi adalah 26,744 mg/kg. Pengujian aktivitas anti-bakteri menggunakan metode difusi cakram kertas. Pada konsentrasi ekstrak 4%, 6% dan 8% efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, konsentrasi ekstrak 2%, 4%, 6% dan 8% efektif menghambat pertumbuhan Bacillus cereus. Sedangkan untuk bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa, konsentrasi 4%, 6% dan 8% telah menunjukkan efek penghambatan yang efektif, tetapi sedangkan konsentrasi 2% tidak menunjukkan efek penghambatan yang efektif. Kata Kunci: aktivitas anti-bakteri, Bacillus cereus, Escherichia coli, Pangium edule Reinw, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK BERAS HITAM DAN EKSTRAK BERAS MERAH TERHADAP PERUBAHAN PROFIL LIPID TIKUS WISTAR (Rattus novergicus) Herlambang, Hendra A.; Kapantow, Nova H.; Kawengian, Shirley E.S.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Unsrat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian ekstrak beras hitam dan ekstrak beras merah terhadap profil lipid tikus wistar (Rattus novergicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre-post test. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Federer dan diperoleh jumlah sampel minimal 4 ekor per kelompok percobaan dan ditambahkan 2 ekor reserve sehingga total berjumlah 6 ekor untuk setiap kelompok percobaan. Kelompok perlakuan terdiri atas 4 kelompok yakni kelompok pemberian ekstrak beras hitam 1 kali per hari (A) dan 3 kali per hari (B) kemudian kelompok pemberian ekstrak beras merah 1 kali per hari (C) dan 3 kali per hari (D). Kelompok kontrol terdiri atas kelompok placebo (E) dan kelompok standar (F) yang diberikan Lovastatin. Pengumpulan data profil lipid baseline, awal dan akhir (P1, P2, P3) dilakukan dengan cara mengambil darah dari 1 ekor tikus pada setiap kelompok secara acak. Hasil pengukuran profil lipid yang diperoleh akan diuji dengan pre post test pada setiap kelompok sedangkan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok diuji dengan analisis ragam (anova) dengan disertai uji lanjutan (post hoc). Kesimpulan penelitian ini bahwa pemberian ekstrak beras hitam ataupun ekstrak beras merah berpengaruh terhadap profil lipid dimana pemberian ekstrak beras hitam menurunkan kadar Total Kolesterol, Trigliserida dan LDL serta meningkatkan kadar HDL tikus wistar (Rattus novergicus) sedangkan pemberian ekstrak beras merah menurunkan kadar Total Kolesterol, Trigliserida, dan LDL tikus wistar (Rattus novergicus). Pemberian Lovastatin menurunkan kadar LDL tikus wistar (Rattus novergicus). Efektivitas pengaruh pemberian ekstrak beras hitam tidak berbeda dengan pengaruh pemberian ekstrak beras merah dalam menurunkan kadar total kolesterol dan trigliserida (Rattus novergicus). Kata kunci: beras hitam, beras merah, efektivitas, profil lipid
KOMPOSISI MIKROBA BERASOSIASI DENGAN TINGKAT KEPEDASAN DAN KESEGARAN CABE RAWIT (Capsicum frutescens) SELAMA PENYIMPANAN PADA SUHU RUANG Hongi, Hasna Nurul Ain; Ijong, Frans G.; Mamuaja, Christine F.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Pascasarjana Unsrat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa komposisi mikroba dalam aspek total mikroba dan jenis mikroba yang berasosiasi dengan tingkat kepedasan dan kesegaran cabe rawit (Capsicum frutescens) selama penyimpanan pada suhu ruang. Metode yang digunakan adalah deskriptif komparatif dimana data diperoleh dari serangkaian hasil analisa laboratorium terhadap sampel uji yang meliputi analisa fisik dan kimia (uji kadar air, pH, Scoville Heat Unit (SHU)), uji fisiologis, dan uji mikrobiologis (total mikroba, isolasi, dan identifikasi isolate uji). Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan : sifat fisik kadar air dan sifat kimia pH, menurun sesuai penurunan tingkat kesegaran. Tingkat kepedasan cabe segar sebesar 1:10.000 SHU, tingkat kepedasan cabe agak segar sebesar 1:25.000 SHU, dan tingkat kepedasan cabe tidak segar sebesar 1:50.000 SHU. Total bakteri dan jamur meningkat seiring bertambahnya masa penyimpanan cabe, dan mikroba yang berasosiasi dengan tingkat kesegaran cabe yaitu bakteri Bacillus, sp dan 2 jenis jamur yaitu Rhizopus, sp dan Aspergillus, sp. Kata Kunci: kesegaran cabe rawit, komposisi mikroba, tingkat kepedasan, suhu ruang

Page 1 of 1 | Total Record : 5