cover
Contact Name
ADITYA RACHMAN
Contact Email
aditya_rchmn@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
adityamprac@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
DINAMIKA Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 20858817     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Dinamika Teknik Mesin diterbitkan 2 (dua) kali setahun pada bulan Mei dan November dan telah diterbitkan sejak tahun 2009. Redaksi menerima karangan ilmiah tentang hasil penelitian, survei, dan telaah pustaka yang erat hubungannya dengan bidang keteknikkan khususnya bidang Teknik Mesin.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2011)" : 6 Documents clear
STUDI EKSPERIMEN FERMENTASI BIOGAS ECENG GONDOK Kadir Kadir
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.304

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji biogas dari eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif. Alat fermentasi biogas eceng gondok ini dirancang sangat sederhana menggunakan drum plastik isi 100 liter sebagai tempat fermentasi, dan penampung gas terbuat dari wadah tempat air minum 19 ltr serta ember cet bekas 20 liter. Eceng gondok bersih dan telah dirajang sebesar 20 kg di masukkan ke dalam reaktor, dan dicampur dengan 20 liter air (komposisi 1:1) lalu diaduk merata. Lama fermentasi di lakukan selama 12 hari, Temperatur luar ruanganan juga di ukur dengan menggunakan thermometer ruang. Biogass diuji dengan dibakar pada mata kompor yang ada di pasaran. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat hari ke enam fermentasi biogass eceng gondok, dengan temperetur lingkungan rata-rata 32,5oC dapat menyalakan kompor sekitar 3 menit, hari ke enam dapat menyala sekitar 8,1 menit sedangkan untuk hari ke delapan dapat menyalakan kompor sekitar 13,1 menit dan hari ke dua belas dapat menyalakan kompor selama 23,1 menit, kemudian pada ke 14 dan ke 16 hari fermentasi sudah tidak ada penambahan gas baru. Dengan demikian biogas bahan baku eceng gondok berpotensi dapat menjadi bahan bakar alternatif rumah tangga.
PENDESAINAN TURBIN AIR HORIZONTAL PADA ALIRAN SUNGAI Salimin Salimin
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.305

Abstract

Tujuan dari penelitian  ini adalah untuk mendesain  turbin aliran sungai horizontal dengan saluran pengarah. Penelitian ini, dibagi menjadi 3 kajian utama, yaitu pendesainan  dan pembuatan pelampung, pendesaianan dan pembuatan  saluran pengarah, dan pendesaianan pembuatan sudu turbin. Hasil rancangan di uji pada aliran sungai Pohara. Kab.Konawe Utara. Kecepatan aliran sungai yang digunakan untuk perancangan ini yaitu 1 m/s. Dari hasil desain diperoleh bahwa saluran pengarah dapat meningkatkan kecepatan air pada turbin yang dimana nilai kecepatan awal adalah 0.4 m/s dan setelah melewati saluran pengarah nilai kecepatan air meningkat menjadi 1.128 m/s; ini karena kecepatan air yang melewati saluran pengarah yang naik dimanfaatkan untuk memutar sudu turbin; dan pelampung berfungsi untuk mempermudah posisi turbin pada aliran sungai.
KAJIAN PRESTASI DAN EKONOMISITAS BRIKET BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Yuspian Gunawan; LD Ahmad Barata
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.306

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi termal dan ekonomisitas dari bahan bakar briket batubara. Dengan menggunakan briket dan kompor yang telah ada di pasaran, bahan bakar briket batubara digunakan untuk memanaskan air dengan massa 10 kg, 5 kg dan 1 kg. Hal yang sama juga dilakukan pada kompor yang menggunakan miyak tanah dan elpiji. Dalam proses pemanasan ini temperatur air,nyala api diukur dengan menggunakan termokopel setiap 5 menit hingga temperatur air mencapai 100oC. Kemudian temperatur udara sekeliling juga diukur dengan termometer raksa. Setelah itu massa bahan bakar dan air yang diuapkan diukur. Berdasarkan penelitian ini, temperatur nyala briket batubara mengalami kenaikan yang relatif lambat hingga memerlukan waktu yang relatif lama untuk mendidihkan air sedangkan jika menggunakan bahan bakar elpiji  dan minyak tanah kenaikan temperaturnya relatif cepat dan mendidihkan air relatif cepat. Prestasi Termal dan keekonomian briket batubara pada pemanasan yang relatif lama (di atas 80 menit) dan atau pada beban pemanasan yang besar (di atas 5 kg air) diperoleh prestasi termal dan ekonomisitas yang lebih baik. Sedangkan pada beban pemanasan yang relatif ringan atau singkat, pemanasan dengan elpiji  dan minyak tanah diperoleh prestasi termal dan ekonomisitas yang lebih baik.
KARAKTERISASI KEKERASAN DAN POROSITAS PADA PENGECORAN GRAVITASI PADUAN ALUMINIUM-SILIKON HYPEREUTECTIC Sudarsono Sudarsono
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.307

Abstract

Pengecoran gravitasi adalah teknik pengecoran menggunakan cetakan logam dimana logam cair masuk kecetakan dengan gaya gravitasi. Metal cair mengalir ke dalam cetakan dan membeku dengan cepat selama proses pengecoran berlangsung. Hasil pengecoran dengan sistem ini memiliki permukaan yang halus dan dimensi yang cukup akurat; selain juga memiliki sifat mekanis dan ketahanan tekan yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakteristik kekerasan dan porositas hasil coran pengecoran gravitasi. Material yang digunakan adalah piston bekas (77,89 % Al - 18,0 % Si) yang merupakan paduan aluminium-silikon Hypereutectic. Paduan aluminium dilebur dalam dapur crusibel menggunakan bahan bakar oli bekas yang dicampur minyak tanah. Benda uji dibuat dengan menggunakan teknik pada cetakan besi. Pengecoran gravitasi menggunakan variabel temperatur tuang 700 °C, kemudian benda uji dilakukan pengujian kekerasan, pengujian porositas. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen bagian bawah yaitu 90,671 kg/mm2 dan kekerasan terendah terdapat pada spesimen bagian atas yaitu 83,082 kg/mm2. Sedangkan porositas tertinggi terdapat  pada spesimen bagian atas yaitu 0,0148 % dan porositas terendah terdapat pada spesimen bagian  bawah yaitu 0,0113 %.
ANALISA STABILITAS TRANSIEN SISTEM TENAGA LISTRIK BERDASARKAN WAKTU PEMUTUSAN KRITIS Tambi Tambi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.308

Abstract

Stabilitas sistem tenaga listrik merupakan kemampuan suatu sistem untuk mempertahankan sinkronisasi dan keseimbangan dalam sistem  akibat adanya gangguan. Studi stabilitas yang tepat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menganalisa sistem  supaya dapat bekerja secara efektif. Untuk mempelajari stabiltas sistem  tenaga digunakan pemodelan terhadap komponen – komponen sepeti generator, saluran transmisi, dan beban. Pemodelan diturunkan dari persamaan matematis berupa persamaan diferensial nonlinier dengan menggabungkan dari persamaan sistem  ke dalam persamaan ayunan mesin untuk membentuk suatu persamaan diferensial nonliier, maka dibutuhkan suatu metode penyelesaian persamaan tersebut. Suatu metode pendekatan numerik untuk menyelesaikan persamaan diferensial ordiner adalah metode Euler dan modifikasinya serta metode Runge-Kutta. Stabilitas  sistem tenaga listrik dapat dievaluasi  pada dua kondisi yang berbeda yaitu keamanan dan ketercukupan atau ketersediaan. Pengamanan erat kaitannya dengan waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan diri dari sistem jika terjadi gangguan. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk lepas dari sistem jika terjadi gangguan yang berat, dalam hal ini  lama waktu pemutusan krits  untuk keperluan setting proteksi, ini telah menjadi pemikiran utama bagi para peneliti kestabilan  sistem tenaga listrik. Dari hasil Simulasi diperoleh waktu pemutusan kritis sebesar 0.2 detik, di mana generator satu mengalami ayunan sudut rotor sebesar (  pada detik terhadap generator 3, sedangkan generator 2 mengalami ayunan sudut rotor   pada    detik terhadap generator 3
PERANCANGAN KINCIR AIR TIPE UNDERSHOOT PADA SALURAN IRIGASI SEBAGAI PENGHASIL TENAGA LISTRIK Muhammad Hasbi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v3i1.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja  kincir air tipe undershoot dengan sirip sudu dibuat bergerak untuk memanfaatkan potensi aliran irigasi sebagai pembangkit listrik. Dimensi kincir air yaitu diameter 100 cm, jumlah sudu 12 dan lebar sudu 50 cm diuji pada saluran irigasi yang lebarnya 100 cm dengan kedalaman 80 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kecepatan putaran kincir sangat dipengaruhi oleh bentuk sudu, kedalaman sudu kincir dalam aliran dan bobot dari kincir. Saat sudu 50 cm di bawah permukaan hanya menghasilkan putaran  sebesar 9,40 rpm. Hal ini disebabkan karena pergerakan sudu di bawah permukaan mengalami hambatan yang besar. Kemudian saat sudu diangkat hingga permukaan air, putaran kincir bertambah menjadi 10 rpm. Selanjutnya  bila jumlah sudu dikurangi menjadi 6, putaran kincir bertambah  sampai 14,4 rpm. Bersadarkan penelitian ini perlu dipertimbangkan bentuk sudu bentuk airfoil untuk mengurangi gaya hambat pada pergerakan sudu saat berada dalam air.

Page 1 of 1 | Total Record : 6