cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Fisika
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Aplikasi Fisika (JAF) terbit pertama kali pada bulan Agustus 2005, diterbitkan dengan frekuensi 2 kali setahun namun karna banyaknya paper yang akan dipublish terutama dari mahasiswa Fisika baik S1 maupun S2 yang telah menyelesaikan tugas akhir mulai Tahun 2017 jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun (Edisi Pebruari, Juni, dan Oktober) .
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018" : 5 Documents clear
Karakteristik briket limbah sabut kelapa (cocos nucifera l.) menggunakan perekat sagu (metroxylon sp.) Lina Lestari; Apriadin Apriadin; Wa Ode Sitti Ilmawati
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai karakteristik briket limbah sabut kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan perekat sagu (Metroxylon sp.) Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi tekanan dan ukuran partikel terhadap karakteristik briket arang limbah sabut kelapa. Kualitas briket arang dapat ditentukan dari kerapatan, kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, kadar karbon terikat dan uji nyala untuk mengamati waktu sulut dan laju nyala. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan bahan baku, karbonisasi, penggerusan dan penyaringan, pencampuran bahan perekat, pencetakan dan pengempaan, pengeringan dan penentuan mutu briket. Hasil penelitian menunjukkan kadar air yang diperoleh berkisar antara 1,3024 – 5,3495 %, kadar abu berkisar antara 2,0169 – 5,8672 %, kadar zat terbang berkisar antara 14,1023 – 33,9271 %, kadar karbon terikat berkisar antara 58,7671 – 78,8604%, kerapatan berkisar antara 0,3741 – 0,4921 g/cm3. Suhu tertinggi pembakaran briket adalah 535ºC, dicapai oleh briket yang dibuat dengan komposisi massa arang:perekat sagu 9:1, ukuran partikel 80 mesh, dan tekanan 90 kg/cm2.
Analisis penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air sumur gali dengan metode aerasi filtrasi menggunakan aerator sembur/spray dan saringan pasir cepat Cici Intan Permata Sari; La Aba; L O A N Ramadhan
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengolahan air sumur gali dengan metode aerasi-filtrasi menggunakan aerator sembur/spray dan saringan pasir cepat untuk menurunkan kadarbesi (Fe)dan Mangan (Mn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar Fe,kadar Mn, bau, rasa dan kekeruhan setelah dilakukan pengolahan aerasi-filtrasi dengan menggunakan aerator sembur dan saringan pasir cepat.Pengukuran sampel awal air sumur gali untuk penentuan kadar Fe dan Mn dengan metode Spektroskopi Serapan Atom menghasilkan kadar logam Fe sebesar 0,95 mg/L dan untuk kadar Mn sebesar 0,68 mg/L.Penurunan kadar Fe dan Mn pada metode aerasi-filtrasidengan variasi jumlah semburan (4, 6 dan 9) selama masing-masing 2 jam yang menghasilkan kadar Fe yang efisien sebesar 0,43 mg/L dan 0,16 mg/L setelah difiltrasi, untuk  kadar Mn menghasilkan sebesar 0,39 mg/L dan 0,026 mg/L setelah filtrasi. Hasil analisis tersebutmenunjukkan bahwa konsentrasi Fe dan Mn sudah berada di bawah nilai ambang batas baku mutu Permenkes No. 492/Menkes/IV/2010yaitu  ≥ 0,3 mg/L untuk besi (Fe) dan ≥ 0,4 untuk mangan (Mn). Efektivitas pengolahan pada metode aerasi-filtrasi kadar Fe menghasilkan persentase sebesar 83,15% dan kadar Mn sebesar 96,13%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan air sumur gali dengan metode aerasi-filtrasi menggunakan aerator sembur dan saringan pasir cepat berhasil menurunkan kadarFedan kadarMn pada air sumur gali.
Pengaruh ukuran partikel terhadap kualitas arang aktif kulit kakao (theobroma cacao l.) sebagai bahan penyerap kelembaban Lina Lestari; Sitti Rismayanti; Wa Ode Sitti Ilmawati
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai adsorbsi kelembaban menggunakan karbon aktif dari limbah kulit buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan karbon aktif dari kulit kakao dengan variasi ukuran partikel dan aktivasi. Karbon aktif dibuat dari kulit buah kakao melalui tahap dehidrasi, karbonasi dan aktivasi suhu 550°C selama 30 menit. Sebelum dilakukan pengujian daya adsorbsi, sampel di panaskan  selama 1,5 jam dengan suhu 105 °C dalam oven dengan tujuan untuk menghilangkan kadar air dari sampel tersebut. Pengujian daya adsorbsi karbon aktif dilakukan dengan memasukkan air panas dengan wadah di dalam kotak kemudian mendiamkannya selama 1 jam hingga keadaan kotak dipenuhi uap, kemudian dimasukkan thermometer hygrometer ke dalam kotak tersebut hingga diperoleh Rh konstan terhadap kelembaban di dalam kotak. Selanjutnya sampel dimasukkan ke dalam kotak tersebut. Pengukuran kelembaban diamati tiap 1 jam. Ukuran partikel sampel bervariasi (20-40) mesh, (40-60) mesh, (60-80) mesh, (80-100) mesh dan >100 mesh. Daya adsorbsi terbaik terdapat pada ukuran partikel >100 mesh  dengan jumlah kadar air yang diserap 20,576 % dan karbon dengan daya adsorbsi yang kurang baik atau lambat  terjadi pada ukuran partikel (20-40) mesh dengan jumlah kadar air yang diserap 0,702%. Hal ini sesuai dengan analisis SEM untuk karbon aktif >100 mesh. Daya adsorbsi semakin berkurang dengan besarnya ukuran partikel arang aktif.
Analisis proximate dan nilai kalor briket hybrid (brown coal-kulit durian) dengan perekat liquid volatile matter (LVM) yang di preparasi dengan metode pirolisis Jumiati Arsyad; Muh. Jahiding; Erzam S. Hasan
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian kualitas briket hybrid (brown coal-kulit durian) menggunakan analisis proksimat, nilai kalor, dan uji nyala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat analisis proksimat, menentukan nilai kalor dan uji nyala terhadap suhu pirolisis. Briket hybrid di buat dengan menggunakan Liquid Volatile Matters (LVM) sebagai perekat yang bervariasi dengan komposisi 5%, 10%, 15% dari sampel hasil massa. Ukuran butir brown coal dan kulit durian yang di gunakan adalah 60 mesh dan 100 mesh. Sampel menggunakan silinder cetakan dengan diameter 1,92 cm dengan pemadatan alat briket. Uji kualitas briket hybrid meliputi: kadar air, kadar abu, volatile matters , fixed carbon, nilai kalor dan uji nyala. Peningkatan suhu pirolisis dapat mengurangi kadar air, volatile matters dan meningkatkan fixed carbon,kadar abu dan nilai kalor. Briket hybrid memiliki nilai kalori berkisar antara 5144,79kal/g - 6922,07 kal / g. Meningkatnya suhu juga cenderung mempengaruhi waktu dan durasi uji nyala briket hybrid. Dimana semakin tinggi suhu pirolisis dan meningkatkan komposisi perekat Liquid Volatile Matters (LVM) maka singkatnya waktu pembakaran dan semakin lama briket uji nyala
Pengaruh suhu sintering terhadap karakteristik silika sekam padi yang disintering menggunakan microwave Wa Ode Riniastuti; I Nyoman Sudiana; Lina Lestari
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 14, No 2 (2018): JAF, Agustus 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh microwave terhadap morfologi dan kristalinitas silika sekam padi. Morfologi permukaan sampel dilihat dengan menggunakan SEM sedangkan kristalinitas ditentukan dengan menggunakan XRD. Gambar SEM menunjukkan bahwa pada sintering microwave sampel semakin padat dan porositas semakin cepat mengalami penurunan, kepadatan dan kekerasan juga semakin meningkat dibandingkan sintering secara konvensional. Analisa XRD menunjukkan bahwa kristalinitas silika dari sintering microwave lebih cepat dibandingkan dengan pemanasan elektrik. Hal ini menunjukkan bahwa microwave mempercepat difusi atom selama sintering

Page 1 of 1 | Total Record : 5