cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2017)" : 9 Documents clear
Structural and Morphological Studies of Lava Rock from Mount Gamalama Ternate for Possible Functional Materials Applications Malik Anjelh Baqiya; Iqbal Limatahu; Muhammad Nasrun; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.841 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2134

Abstract

A large eruption of Mount Gamalama happened nearly 350 years ago has left the frozen lava rocks that are now spread in the form of black stone located in the North-East coast of the island of Ternate, called batu angus (Angus stone). This paper reports the basic analysis including the phase content, crystal structure and particle morphology of the frozen lava rock, Angus stone, briefly. Based on the XRD pattern, Angus stone contains up to 20% of magnetic phases. The analysis of XRF and XRD data reveals that there are dominantly non-magnetic phases (silicate phases) in the Angus stone with the combination of Si-Al-K-Ca-O elements. Elemental distribution map from SEM/EDX image shows that there is a clear separation between non-magnetic and magnetic phases in the crushed powders indicating the easiness to obtain both phases separately. This study proves that Angus stone has potential application as a base material for the preparation of magnetic and non-magnetic functional materials.
Optimasi Fuzzy Inference System pada Sistem Deteksi Fibrilasi Atrium dengan Fitur Elektrokardiogram Kemas Farosi; Nuryani Nuryani; Darmanto Darmanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.525 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2130

Abstract

IntisariPenelitian tentang deteksi fibrilasi atrium (FA) menggunakan elektrokardiogram dan Fuzzy Inference System (FIS) telah dilaksanakan. Fitur yang digunakan adalah statistik interval RR yaitu rata-rata interval RR (RRave) dan standar deviasi interval RR (RRstd). Optimalisasi arsitektur FIS yang dilakukan berupa variasi pada jumlah fitur interval RR, fungsi keanggotaan FIS dan metode defuzzifikasi FIS. Berdasarkan hasil eksperimen, arsitektur FIS terbaik dalam mendeteksi FA adalah yang menggunakan kedua fitur (RRave dan RRstd) sekaligus dengan fungsi keanggotaan gaussian dan metode defuzzifikasi mean of maxima. Kinerja pada arsitektur tersebut dinyatakan dengan sensitivitas, spesitifitas dan akurasi yang masing-masing secara berurutan bernilai 81,55%, 82,12% dan 81,93%.ABSTRACTA study about detection of atrial fibrillation using electrocardiogram and fuzzy inference system (FIS) has been succesfully conducted. Statistical features of RR interval is used and they are mean and standard deviation of RR interval. FIS architecture is optimized by variation number of features, FIS membership function and defuzzification methods. Based on experimental result, the best FIS architecture in FA detection is which uses both statistical features (RRave and RRstd) at once, with gaussian membership functions and mean of maxima deffuzification method. The best architecture performances are 81,55%, 82,12% and 81,93% in terms of sensitivity, specificity and accuracy, respectively.
Pengaruh Jenis Katalis pada Elektroda Pembanding terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cells dengan Klorofil sebagai Dye Sensitizer Nurrisma Puspitasari; Siti Rabiatul Adawiyah; Muhammad Noer Fajar; Gatut Yudoyono; Agus Rubiyanto; Endarko Endarko
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.531 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2150

Abstract

Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya tersensitisasi zat pewarna yang dibentuk dengan struktur sandwich dimana terdapat lima bagian antara lain: kaca ITO (Indium Tin Oxide) sebagai substrat; TiO2sebagai bahan semikonduktor; dye klorofil sebagai donor elektron; elektrolit sebagai transfer elektron. Serbuk TiO2 berukuran nanometer didapatkan melalui sintesis dengan metode kopresipitasi.Pengukuran dilakukan pada daya 100 mW/cm2. Hasil efisiensi DSSC menggunakan active carbon sebagai katalis pada elektroda pembanding menghasilkan prosentase yang lebih besar daripada black carbon dan grafit, yaitu 0,05% untuk active carbon, 0,032% untuk black carbon, 0,029% untuk grafit.ABSTRACTDye-sensitized Solar Cell (DSSC) is a dye sensitized solar cells are formed by a sandwich structure where there are five parts include: glass ITO (Indium Tin Oxide) as a substrate; TiO2 as a semiconductor material; chlorophyll dye as an electron donor; electrolyte as electron transfer. Nanometer-sized TiO2 powder obtained through synthesis by coprecipitation method. Measurements were taken at the power of 100 mW/cm2. The results of the efficiency of DSSC using active carbon as a catalyst in the reference electrode, produces a larger percentage than black carbon and graphite, which is of 0.05% for active carbon, black carbon to 0.032%, 0.029% for graphite.
Analisis Kebisingan Arus Lalu Lintas terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMA Swasta Surabaya Indrawati, Susilo; Santika, Beta Bayu; Suyatno, Suyatno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.707 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2131

Abstract

Kebisingan yang terjadi di kehidupan sehari-hari umumnya berasal dari industri, kereta api, pesawat terbang, dan lalu lintas jalan raya. Namun dewasa ini, jalan raya adalah sumber utama kebisingan. Hal ini dikarenakan kebisingan dari jalan raya memiliki dampak yang menyeluruh, sementara yang lain hanya bersifat lokal yang artinya hanya pada daerah-daerah tertentu. Aktivitas manusia baik di luar maupun di dalam bangunan pada area yang berdekatan dengan jalan raya, sangatlah potensial menjadi korban kebisingan. Kebisingan akan berakibat menurunnya mendengar dan turunnya konsentrasi belajar pada anak. Sekolah khadijah merupakan salah satu sekolah yang sangat terganggu dengan adanya kebisingan arus lalu lintas. Letak sekolah yang langsung berhadapan dengan jalan raya sangat menimbulkan kebisingan. Dari hasil pengukuran tingkat tekanan bunyi (SPL) kebisingan yang diakibatkan arus lalu lintas mencapai 87 dB. Besarnya NC (Noise critera) diarea parkir sekolah mencapai 78 dB, sedangkan di area dalam sekolah Nilai NC mencapai 70 dB . Padahal menurut baku tingkat kebisingan untuk sekolah adalah 55 dB. Berdasarkan analisis nilai noice reduction (NR) pada muka dinding ruang kelas di SMA Swasta Surabaya yang diperoleh cukup bagus, tapi perlu untuk melakukan beberapa perbaikan, pertama adalah pemberian bahan isolasi di lorong/ depan yang berhubungan langsung dengan sumber kebisingan. Perbaikan yang kedua adalah dengan  perbaikan pada engsel pintu dan celah jendela yangcukup besar.ABSTRACTNoise that we experienced daily are mainly caused by industry, train, plane, and traffic activity. Nowadays, traffic are the min cause for noise, because the noise caused by traffic have systemic cause, meanwhile other source of noise are rather local. Anyone that have activity whether its outside or inside a building near a traffic dense road will be affected by the noise. Noise will affect to the deteriorating of the hearing and child concentration. Khadijah school is one of the school that heavily affected by traffic noise. The school sit near a heavy traffic road, which caused a lot of noise. From the sound pressure level (SPL), the noise caused by the traffic reached 87 dB. The noise criteria (NC) in the parking area of the school reach 78 dB, while inside the school the NC reach 70dB. While according to some research and regulation, the NC in school area should be around 55dB. By analyzing the faade of the classroom wall, its found that the wall have great noise reduction. The faade is made from double wood door with 3cm thickness, 3mm glass windows, and brick wall with 10cm thickness. The material used in the building are up to standard, but it need some adjustment. The first adjustment should be adding an insulation material on the hallway that connected directly to the noise source the second adjustment should be minimalizing the gap in the door and windows by using a rubber so that the noise couldnt pass through the gap.
Identifikasi Potensi Akuifer Tertekan berdasarkan Data Resistivitas Batuan (Kasus : Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen) Darsono, Darsono; Legowo, Budi; Darmanto, Darmanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.781 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2151

Abstract

Identifikasi lapisan akuifer dalam/tertekan di Kecamatan Sambirejo menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Schlumberger. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Resistivitymeter OYO Mc OHM-EL Model 2119C dengan panjang electrode arus 350 meter. Lokasi pengukuran di Kecamatan Sambirejo sebanyak 5 titik geolistrik yaitu TS1 (DK. Sidoharjo Musuk), TS2 (Ds. Gempol), TS3 (Sambirejo), TS4 (Dagangan, Blimbing) dan TS5 (Sidorejo, Blimbing). Pengolahan data menggunakan Sofware IP2Win versi 3.1.2c. Penelitian ini untuk mengidenfikasi litologi, kedalaman dan ketebalan serta potensi akuifer tertekan didaerah penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa litologi lapisan akuifer yang terdeteksi berupa lapisan pasir lempungan , pasir, pasir kerikilan, pasir kerakalan dan breksi. Kedalaman lapisan akuifer dalam terdeteksi antara 23,95–>168,3 m dan ketebalan lapisan antara 39,6–98,4 m. Potensi lapisan akuifer dalam yang mempunyai potensi mempunyai kandungan airtanah besar adalah TS1, TS4 dan TS5.ABSTRACTConfined Aquifer identification in Sambirejo District using Geoelectric resistivity methods with Schlumbeger.  array. The measurement were performed by using a resistvitymeter OYO McOHM-el model 2119C with a length of current electrode is 350 meters. survey location in Sambirejo Distric with five geolistrik pointi.e TS1(Sidoharjo, Musuk), TS2 (Gempol), TS3 (Sambirejo), TS4 (Dagangan, Blimbing) dan TS5 (Sidorejo, Blimbing). The data processing used IP2win software version 3.1.2c. The research is to identify of litology, depth and thick layer with confined aquifer potention at the research area. The result shows that litology ofaquifer layers were detected i.e. clayed sands, sands, gravel sands dan breccia. The depth of confined aquifer detect between 23.95 meters to > 168,3 meters and layers thick between 39,6 meters to 98.4 meters. The Confined aquifer have big groundwater source i.e. TS1, TS4 and TS5.
Pengaruh Komposisi Campuran Antosianin-Klorofil sebagai Fotosensitizer terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell Maya Dwi Fistiani; Fahru Nurosyid; Risa Suryana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.717 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2132

Abstract

IntisariArtikel ini membahas fabrikasi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan menggunakan campuran dye antosianin dan klorofil sebagai fotosensitizer. Pencampuran dye bertujuan untuk memperlebar daerah serapan dye alami. Antosianin diekstraksi dari kol merah sedangkan klorofil dari daun bayam dengan metode maserasi. Komposisi dye divariasikan dengan perbandingan larutan antosianin:klorofil, yaitu 1:3, 1:1, dan 3:1. Variasi komposisi dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan serapan dye terhadap efisiensi DSSC. Karakterisasi sifat optik menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan karakterisasi sifat listrik denganI-V meter. Hasil karakterisasi menunjukkanbahwa pada perbandingan 1:3memiliki absorbansi tertinggi pada rentang panjang gelombang 400 nm hingga 450 nm dan efisiensi sebesar0,15%.ABSTRACTThis article is about fabrication of Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) using mixture of anthocyanin and chlorophyllas fotosensitizer. Mixing dye aims to widen the absorbance area of natural dye.Anthocyanin is extracted from red cabbage andchlorophyll from spinach leaves with maseration methode. Mixture composition of dye anthocyanin:chlorophyll varying at 1:3, 1:1, and 3:1. Composition variation is performed to determine the effect of absorbance change on the efficiency of DSSC. Optic characterization using UV-Vis spectrophotometer and electric characterization using I-V meter. The characterization result showed that rasio 1:3 hasthe highest absorbance at wavelength 400 nm to 450 nm with highest efficiency 0,15%.
Metrik Reissner-Nordstr¨om dalam Teori Gravitasi Einstein Canisius Bernard
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.814 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2128

Abstract

IntisariDalam makalah ini akan ditinjau kembali bahwa persamaan medan gravitasi Einstein mempunyai solusi yaitu solusi Reissner-Nordstr¨om dengan menghitung seluruh komponen dari tensor Einstein dan tensor energi momentum dengan adanya interaksi elektromagnetik. Solusi Reissner-Nordstr¨om adalah solusi yang menggambarkan ruang waktu di luar sebuah bola pejal statik bermassa M dan bermuatan listrik Q. Solusi Reissner- Nordstr¨om juga merupakan solusi lubang hitam statik bermuatan listrik dalam teori Einstein-Maxwell.ABSTRACTIn this paper, we review that Reissner-Nordstr¨om metric is the solution of Einstein gravitational field equation. Reissner-Nordstr¨om solution describes spacetime outside a static spherically symmetric charged mass. To solve the field equation, we calculate all the non-zero components of Einstein tensor and energy-momentum tensor of the electromagnetic field of the charged object. One finds that the Reissner-Nordstr¨om metric is also a charged static black hole solution in Einstein-Maxwell theory.
Karakteristik Akustik Ruang Sidang Jurusan Fisika FMIPA-ITS sebagai Ruang Konferensi Suyatno Suyatno; Susilo Indrawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.48 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2133

Abstract

Nilai parameter akustik yang dibutuhkan sebuah ruang untukruang konferensi adalah kekerasan suara serta kejernihan suara yang diterima oleh masing-masing peserta. Untuk mendapatkan kuantifikasi parameter tersebut, diperlukan pengukuran distribusi parameter akustik meliputi SPL, C80, D50, dan RT. Pengukuran distribusi SPL dilakukan dengan menggunakan sumber suara berupawhite noise dari loudspeakeryang ditempatkan di posisi pimpinan (depan) dan penerima (dalam hal ini mikrofon) di area penonton. Sementara untuk pengukuran RT, C80 dan D50, dilakukan dengan menyediakan sumber suara mantap dengan tingkat 100 dB atau sumber respons impulsdi depan. Sebagai ruang untuk rapat(konferensi), ruang yang memiliki dimensi 10 m x 14 m diharapkan setiap peserta yang hadir akan menerima suara langsung dari sumber. Dari hasil pengukuran, diperoleh nilai parameter akustik ruang memiliki perbedaan nilai SPL antara posisi depan dan belakang mencapai lebih dari 8 dB, sementara untuk nilai parameter waktu dengung 1,0 1,28 s,C80 sebesar 1 4 dB dan D50 sebesar 41 55%. Nilai ini memenuhi prasyarat sebagai ruang konferensi, namun perlu adanya perbaikan terhadap distribusi parameter SPL. Untuk itu perlu adanya perlakuan khusus terhadap distribusi SPL agar menjadi merata. Pada akhirnya, semua peserta akan merasa nyaman saat menghadiri pertemuan atau kegiatan yang dilakukan di ruang tersebut.
Pembuatan Elektrokardiogram dan Penentuan Interval QRS secara Otomatis Aprilia Tri Astuti; Nuryani Nuryani; Anik Lestari
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.838 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2129

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat rancangan sistem elektrokardiogram (EKG) yang dilengkapi dengan sistem penentuan interval QRS secara otomatis. Sistem EKG yang dibuat menggunakan arduino dan komputer. Hasil dari penelitian ini diimplementasikan menggunakan perangkat lunak processing. Data sinyal jantung yang digunakan pada penelitian ini diambil langsug dari pasien. Untuk menentukan interval QRS maka terlebih dahulu dilakukan penentuan posisi puncak R. Posisi puncak R selanjutnya digunakan untuk menentukan posisi titik Q dan posisi titik S. Hasil akurasi penentuan interval QRS pada penelitian ini adalah sebesar 95,89%.ABSTRACTIn this research, system design electrocardiogram (EKG) that is equipped with a QRS interval determination system automatically. ECG systems created using arduino and computer. The results of this research are implemented using software processing. Cardiac signal data used in this research were taken of patients. To determine the QRS interval, the first is the determination of the peak position R. Peak position R is then used to determine the position of the point Q and the position of the point S. Result for accuracy determination QRS interval in this research amounted to 95.89%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9