cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): Ruang" : 9 Documents clear
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Mergosari, Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Berbasis Potensi Lokal Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.615 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.511-560

Abstract

Pengelolaan aset lokal khususnya pengembangan potensi lokal melalui jalur pariwisata diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang diindikasikan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dari sektor penunjang pengembangan pariwisata. Desa Wisata merupakan suatu lingkungan desa yang memiliki potensi berupa keindahan bentang alam serta memiliki keunikan dan daya tarik yang khas, fasilitas wisata dan akomodasi yang dikelola secara baik dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Masyarakat memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan desa wisata, baik sebagai pelaku wisata maupun sebagai penyedia fasilitas wisata. Dalam hal ini masyarakat yang tidak berdaya (powerless) dapat turut berperan serta dalam pengembangan desa wisata serta dapat tercapai peningkatan kesejahteraan sosial maupun ekonominya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pemberdayaan dapat dilakukan untuk memacu pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal yang mengarah pada produktivitas masyarakat agar lebih mandiri serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam proses penelitian studi kasus ini adalah dengan berbagai pendekatan (multiple sources of evidence) baik melalui wawacara mendalam (in-depth interview), pengamatan langsung atau pengamatan partisipatif (direct or participant-observation) dan pengumpulan dokumen-dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi yang terdapat di desa Mergosari yakni, dengan adanya objek wisata Kampoeng Djowo Sekatul memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dan memberikan dorongan/sebagai penggerak terwujudnya pemberdayaan masyarakat serta dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan di objek-objek wisata lain di sekitar desa Mergosari maupun dalam lingkup kecamatan Limbangan. Namun, berdasarkan analisis yang telah dilakukan terkait pemberdayaan masyarakat, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya yang disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat dan rendahnya tingkat pendidikan mereka. Sehingga masih perlu pendampingan kepada masyarakat serta perlu diadakan program-program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya bagi pekerja di objek wisata.
Kajian Kebutuhan Transportasi dalam Mendukung Pariwisata Kota Salatiga Novia Sari Ristianti
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.768 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.601-610

Abstract

.
Semarang Smart City Ditinjau dari Pola Transportasi Mobil Penumpang Pribadi Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.105 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.561-570

Abstract

Perkembangan kota akibat urbanisasi menjadikan kota semakin berkembang melebar,  yang mengakibatkan kota tidak efisien dilihat dari waktu tempuh penduduknya semakin lama dan jauh. Bukan hanya waktu tempuh, tapi kemacetan lalu lintas, polusi udara, pengalihan lahan terbuka hijau menjadi permukiman atau lahan terbangun akan mengakibatkan banjir, peningkatan suhu udara dsb.Konsep Smart Growth  menjadi salah satu alat untuk menata kota agar mengurangi bahkan terhindar dari akibat  membengkaknya kota tersebut, juga antisipasi untuk membangun hunian baru yang sesuai konsep smart growth. Kota juga berkembang menjadi kota Metropolitan, namun masalah yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia maupun dunia umumnya tidak terasa di kota Semarang terutama soal kemacetan lalu lintas, banjir kiriman, sehingga menimbulkan suatu pertanyaan :”Apakah Semarang dapat disebut Smart City yang sesuai dengan konsep Smart Growth yang akan ditinjau dari pola transsportasi mobil penumpang pribadi?”Adapun metodologi penelitiannya memakai positivisme yakni kuantitatif, yang akan mengukur titik-titik pusat kegiatan di kota Semarang atas tujuan (destinasi) mobil penumpang pribadi, menggunakan 100 responden yang disebar pada tujuh titik.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata kota Semarang belum sepenuhnya menjadi Smart City ditinjau dari pola transportasi mobil penumpang, separuh lebih yang sudah memenuhi seperti konsep Smart Growth yakni kawasan Simpang Lima, kawasan Semarang Tengah, kawasan Banyumanik dan kawasan Ngaliyan, sedangkan yang belum memenuhi adalah kawasan kampus Undip, kawasan Tembalang dan Kawasan Gayamsari.
Karakteristik Perilaku Perjalanan Rumah Tangga Pengguna Sepeda Motor di Pinggiran Kota Semarang Okto Risdianto Manullang
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.043 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.122-129

Abstract

Urban sprawl menyebabkan adanya pola guna lahan yang terpencar, sedangkan sarana transportasi tidak mampu menjawab kebutuhan akan pergerakan penduduk secara keseluruhan. Hal ini menciptakan adanya variasi perilaku perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pelaku perjalanan itu sendiri, maupun oleh faktor spasial berupa lokasi tempat tinggal rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor dan kondisi sosial ekonomi demografinya yang tinggal di daerah pinggiran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis crosstab (tabulasi silang). Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari kerja, jarak tempuh rumah tangga dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan sepeda motor dan pendapatan rumah tangga. Disisi lain, frekuensi perjalanan pada akhir pekan dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga dan pendapatan rumah tangga, serta waktu tempuh dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor pada akhir pekan lebih dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Biasanya rumah tangga tersebut melakukan aktivitas rekreasi atau jalan-jalan.  
Belajar Dari Pengalaman Penerapan Program Bantuan Perumahan Masyarakat Miskin Kota Semarang Landung Esariti
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.446 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.611-620

Abstract

Pengarusutamaan gender pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2000 melalui Instruksi Presiden No 1 / 2001. Dalam prosesnya, beberapa tindakan afirmatif telah dilakukan untuk mengintegrasikan genderdalam program pengembangan dan perlindungan sosial. Mulai tahun 2008, Gender menjadi salah satu pilar program penanggulangan kemiskinan secara nasional, yang juga telah dilaksanakan di kota Semarang. Pemerintah daerahtelah meluncurkan program bantuan perumahan, berupa hibah untuk rumah tangga miskin untuk renovasi rumahdan ditambah dengan bantuan teknis untuk perencanaan lokasi dan bantuan bahan konstruksi. Hasil merekomendasikan persyaratan untuk memahami berbagai karakteristik rumah tangga dankesadaran pemerintah dan LSM tentang definisi gender. Hal ini juga menyimpulkan bahwa perlu dibuka partisipasi lebih besar dari rumah tangga miskin untuk mendorong lingkup yang lebih luas dari capaian program. Dengan kata lain, adanya pelibatan rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai manifestasi dari pendekatan yang sensitif gender untuk menciptakan keadilan danketerwakilan dalam kaitannya dengan pelaksanaan program. 
Potensi Wisata Budaya di Kampung Batik Kauman Pekalongan Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.2.571-580

Abstract

Pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga dapat menarik investor untuk mengembangkan bisnis properti di pusat perkotaan, hal ini juga mempengaruhi kegiatan pelestarian di kawasan perkotaan. Kampung batik Kauman di kecamatan Pekalongan Timur merupakan kawasan permukiman kuno yang mengalami perubahan. Hal inilah yang mendorong penelitian ini untuk mengidentifikasikan potensi wisata budaya di kawasan kampung batik Kauman yang ada di kecamatan Pekalongan Timur, kota Pekalongan. Adapun sasaran dalam penelitian ini diantara lain mengidentifikasi bangunan bersejarah di kawasan kampung batik Kauman Pekalongan, menganalisis sejarah dan perkembangan kawasan kampung batik Kauman Pekalongan, dan menganalisis perkembangan sosial budaya Kawasan kampung batik Kauman Pekalongan.
Analisis Perubahan Penggunaan dan Harga Lahan di Koridor Semarang-Mranggen Anita Ratnasari
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.733 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.621-630

Abstract

Sistem transportasi dan penggunaan lahan mempunyai sifat saling mempengaruhi, perubahan sistem transportasi akan berpengaruh pada penggunaan lahan dan demikian sebaliknya. Penggunaan lahan yang terjadi di suatu wilayah cenderung bersifat dinamis. Sebab, perubahan penggunaan lahan di suatu wilayah merupakan cerminan upaya dan interaksi manusia dalam memanfaatkan dan mengelola sumberdaya alam beserta kondisi lingkungan yang menyertainya. Pola penggunaan lahan menjadi masukan ke dalam sistem transportasi. Distribusi guna lahan menghasilkan distribusi aktivitas, aktivitas ini membutuhkan interaksi spasial atau pergerakan. Hal ini dipertegas oleh Iacono bahwa struktur jaringan transportasi dan pola aktifitas merupakan determinan penting pada perubahan penggunaan lahan dan akhirnya mempengaruhi struktur spasial kota (Lacono & Levinson, 2011). 
Konservasi Tamansari Yogyakarta Pasca Gempa Rina Kurniati
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.366 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.581-590

Abstract

Dewasa ini banyak kota-kota besar di Indonesia merencanakan kota baru. Adanya kota baru tersebut seringkali mengesampingkan perhatian terhadap kota-kota lama yang menjadi embrio awal perkembangan suatu kota. Oleh karena itu konservasi/pelestarian sangat dibutuhkan dalam mempertahankan dan melestarikan ciri khas dari kota tersebut. Kota Yogyakarta masih sangat kental dengan kebudayaan asli Jawa. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Disamping tradisi yang kental dengan budaya masyarakat Yogyakarta, disana juga terdapat bangunan-bangunan kuno yang menjadi simbol kebudayaan terdahulu. Salah satu obyek wisata yang memiliki nilai historis yang cukup tinggi adalah Tamansari (Water Castle). Gempa yang terjadi di Yogyakarta menyebabkan sebagian bangunan Tamansari mengalami kerusakan, selain itu perkembangan aktivitas di sekitar kawasan juga mempengaruhi kondisi kompleks Tamansari. Hal inilah diperlukan penanganan konservasi dan pengendalian lingkungan sekitar agar tidak merusak kawasan bangunan bersejarah ini. Upaya konservasi mulai dari proses tahapan konservasi, teknis pelaksanaan konservasi dan peran stakeholder yang terlibat dalam upaya konservasi ini sangat penting untuk keberlanjutan kompleks Tamansari dan lingkungan sekitar kawasan. 
Identifikasi Karakteristik Aktivitas PKL di Pecinan Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.2.591-600

Abstract

.

Page 1 of 1 | Total Record : 9