Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 3 (2016): Ruang"
:
9 Documents
clear
Kajian Tingkat Kesiapan Masyarakat Kawasan Tambak Lorok Terhadap Pengembangan Kampung Wisata Bahari
Fina Delfiliana;
Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.915 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.216-224
Pengembangan kampung wisata bahari yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Semarang berada di Tambak Lorok, sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam penataan kawasan karena selama ini Tambak Lorok menjadi kampung nelayan namun memiliki kualitas lingkungan yang buruk sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan maka perlu diketahui kesiapan masyarakat Tambak Lorok dalam menghadapi pengembangan kampung wisata bahari tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam proses analisis adalah metode kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah statistik deskriptif, pembobotan Guttman, dan analisis faktor. Studi ini memperoleh kesimpulan yaitu tingkat kesiapan masyarakat Tambak Lorok rendah dalam menghadapi pengembangan kampung wisata bahari. Hal ini dikarenakan masyarakat Tambak Lorok memiliki tingkat kesiapan yang sangat rendah pada aspek keterampilan dibidang pariwisata. Meskipun demikian mereka memiliki kesiapan yang sangat tinggi untuk beradaptasi dengan suasana baru jika menjadi kampung wisata bahari. Wujud kesiapan mmasyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk melakukan pengembangan kelompok dan usaha sadar wisata, masyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk melakukan pengembangan di bidang perikanan, dan masyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk pengembangan kesenian setempat dan memberikan iuran guna pemeliharaan lingkungan.
Perancangan Koridor Setiabudi Kota Semarang
Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.711-720
Perkembangan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan saat ini semakin kompleks baik dari segi intensitas teknologi, kebutuhan prasarana dan sarana, maupun lingkungannya terutama pada kawasan-kawasan strategis di setiap wilayah. Hal ini terjadi seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Jl. Perintis kemerdekaan - Jl. Setiabudi merupakan jalan arteri sekunder. Tingginya volume lalu-lintas yang melalui jalan ini ditambah dengan terdapatnya rencana Rumah Sakit Siloam, Hotel Plaza, serta sekolah internasional pada ruas jalan tersebut serta adanya persimpangan (persimpangan Hotel Plaza, persimpangan Ngesrep dan persimpangan menuju RS Siloam) serta terdapat pemberhentian angkutan umum yang kurang teratur pada titik tersebut mengakibatkan terjadinya masalah lalu-lintas seperti kemacetan lalu-lintas pada jam-jam sibuk pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perancangan kawasan koridor jalan Setiabudi di Kota Semarang. Adapun sasaran dalam penelitian ini diantara lain mengidentifikasi 7 elemen rancang Koridor Jalan Setiabudi, menganalisis kawasan dan wilayah perencanaan, membentuk konsep dasar perancangan tata bangunan dan lingkungan, menyusun konsep dasar KDB, KLB dan KDH di koridor Jalan Setiabudi.
Sejarah Perkembangan Struktur Ruang Kota Lasem
Rina Kurniati
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (635.547 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.721-730
Sejarah pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia lebih banyak dimulai dari wilayah pantai. Salah satunya wilayah pesisir Kabupaten Rembang lebih tepatnya di wilayah Kecamatan Lasem yang pada abad ke XVI memiliki daerah pelabuhan yang sering disinggahi oleh kapal-kapal pedagang asing yang bertujuan untuk berdagang di wilayah tanah Jawa. Beberapa kapal yang singgah di pelabuhan Lasem selain berasal dari daerah kepulauan nusantara juga banyak yang berasal dari wilayah mancanegara diantaranya berasal dari negeri Cina. Hal itu dibuktikan dengan adanya situs-situs peninggalan sejarah berupa kawasan pemukiman Cina yang tumbuh berdampingan dengan pemukiman masyarakat setempat. Kondisi ini secara fisik menunjukkan suatu pola struktur ruang dan karakter pemukiman masyarakat yang sangat spesifik, unik dan khas, yang selain dibentuk oleh konsep pertumbuhan pantura di wilayah timur Jawa Tengah, juga dibentuk oleh pola sosial-budaya masyarakat setempat. Lasem terdiri dari dua kawasan yaitu kawasan pusat kota yang cenderung memiliki bentuk kawasan gurita/bintang (octopus/ star shaped cities) dan kawasan pesisir yang cenderung memiliki bentuk kawasan kipas (fan shaped cities). Kemudian tekstur figure ground sebagai sebuah unit perkotaan tergolong pada tipe grid kawasan. Pola jaringan jalan utama memiliki bentuk linier dan terpadu dengan sistem jalan lingkungan yang berpola grid. Dari tingkatan hirarkinya pemanfaatan ruang untuk aktivitas perdagangan dan jasa di sekitar Jalan Sultan Agung dan Jalan Untung Suropati menempati hirarki tertinggi. Kota Lasem memiliki pola struktur ruang konsentris yang terpadu dengan linier.
Dampak Pembangunan Apartemen Paltrow City Berdasarkan Persepsi Masyarakat Kelurahan Pedalangan, Banyumanik
Ariani Suwandi;
Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.729 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.196-206
Pembangunan Apartemen Paltrow City merupakan salah satu pembangunan hunian baru berupa properti di Kelurahan Pedalangan yang berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk yang dapat menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kombinasi model (concurrent embeded) antara kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan alat analisis (crosstabs) dan distribusi frekuensi. Berdasarkan analisis diperoleh bahwa pembangunan Apartemen Paltrow City kurang sesuai dengan RTRW dan RTBL yang berlaku dari segi ketinggian bangunan. Namun, Keterangan Rencana Kota (KRK) yang dikeluarkan melihat kesesuaian bangunan terhadap persyaratan KKOP (Kawasan Keselamatan Oprasional Penerbangan) dan skyline bangunan disekitarnya. Sedangkan menurut masyarakat terkait ketinggian bangunan Apartemen Paltrow City, sebanyak 38% masyarakat merasa terganggu. Dampak pembangunan Apartemen Paltrow City yang ditimbulkan pada kegiatan konstruksi sebanyak 72% masyarakat merasakan dampak gangguan kebisingan, tidak mendapatkan peningkatan pendapatan gangguan kenyamanan, kekhawatiran akan ketersediaan air, gangguan lalu lintas dan kecelakaan kendaraan dan getaran. Sedangkan dampak pasca konstruksi sebanyhak 76% masyarakat merasakan dampak kekhawatiran akan ketersediaan air, gangguan lalu lintas dan kecelakaan kendaraan, peningkatan pendapatan, gangguan kenyamanan, kebisingan, kesempatan kerja baru, perubahan gaya hidup dan perubahan harga lahan.
Arahan Perancangan Taman Kota Sebagai Pemenuhan Kebutuhan Ruang Publik di Kecamatan Kota Juang
Ovi Nurbalqis;
Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (213.759 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.207-215
Ruang publik merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan sebuah kota, ruang publik juga digunakan sebagai wadah untuk masyarakat melakukan interaksi dan sebagai pusat aktivitas bagi masyarakat..Luas Kecamatan Kota juang sebesar 1.690,19 Ha dirasa tidak cukup jika ruang publik berupa ruang terbuka hijau yang tersedia hanya dua tempat alternatif saja. Tujuan penelitian dan perancangan ini adalah menghasilkan arahan desain berupa taman kota yang lebih representatif. Perancangan taman kota yang akan dirancang memperhatikan aspek lingkungan, kebutuhan masyarakat serta kemampuan daerah dalam penyediaan sarana ruang publik berupa taman kota. Metode penelitian yang digunakan yakni mix method dan pengolahan data secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah dokumen, kuesioner, observasi serta wawancara dengan masyarakat serta stakeholder terkait. Dari hasil survei serta analisis yang telah dilakukan maka menghasilkan arahan desain taman kota di Kecamatan Kota Juang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta aktivitas pengunjung yakni “Islamic Family Park”. Tema dan konsep tersebut juga mempertimbangkan karakteristik wilayah Kecamatan Kota Juang yang kental akan syariah Islam. Taman kota yang ada nantinya akan menciptakan taman kota yang memiliki nilai responsif, demokrasi, dan bermakna sehingga dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat di Kecamatan Kota Juang.
Penyebab Terjadinya Pelanggaran Terhadap Koefisien Dasar Bangunan Di Kelurahan Gedawang Banyumanik Semarang
Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.539 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.701-710
Pelanggaran terhadap Koefisien Dasar Bangunan (KDB) akan berdampak terhadap resapan air. Hilangnya resapan air akan menimbulkan kekeringan, dan konsekuensinya juga akan meningkatan banjir. Sudah banyak masyarakat yang mengetahui hal tersebut, tetapi dalam prakteknya mereka masih melakukan pelanggaran tersebut. Maka dalam penelitian ini, tujuannya adalah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhadap KDB tersebut. Lokasi penelitian dipilih pada permukiman di kelurahan Gedawang kecamatan Banyumanik Semarang, yaitu di wilayah RW 4, RW 6, dan RW 7, karena kondisi kontur di 3 RW tersebut bergelombang dan pada posisi yang tinggi, sehingga dampak dari perubahan tersebut dapat merugikan kawasan di bawahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, menggunakan analisis uji faktor dan tabulasi silang.Faktor penyebab terjadinya pelanggaran terhadap KDB berasal dari faktor eksternal yang memiliki korelasi negatif terhadap tindak pelanggaran, dan juga faktor internal yang memiliki korelasi positif terhadap tindak pelanggaran. Sebenarnya masyarakat cukup sadar bahwa dalam bermukim seyogyanya tidak saling mengganggu, akan tetapi pengertian mengganggu ini hanya terbatas pada lingkungan yang kecil (tetangga dekat), belum melihat lingkungan secara luas (kelurahan/kecamatan/kota).
Determinan Analisis Gender Pada Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan
Landung Esariti
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.199 KB)
|
DOI: 10.14710/ruang.2.3.751-760
Salah satu pilar dalam program pembangunan nasional adalah pengarusutamaan gender, karena hal ini diyakini mampu menciptakan target yang lebih nyata dan jelas dalam setiap pelaksanaan program yang terkait dengan pemberdayaan rumahtangga miskin. Berdasarkan pelaksanaan program BSP2S di 5 kecamatan Kota Semarang, dapat diketahui bahwa determinan analisis gender adalah faktor akses, partisipasi, kontrol dan manfaat. Empat hal tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana pemahaman terhadap agama, kontruksi sosial dan relasi gender yang terjadi dalam keluarga. Dapat disimpulkan, bahwa pada pelaksanaan program tersebut, pemberdayaan dapat tercapai dalam bentuk peningkatan kemampuan individu dan keluarga untuk mentas dari kemiskinan.