cover
Contact Name
Yayan Hendrayana
Contact Email
yayan.hendrayana@uniku.ac.id
Phone
+6281324088139
Journal Mail Official
admin_wanaraksa@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl.Cut Nyak Dhien No.36 A, Cijoho, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Wana Raksa
Published by Universitas Kuningan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Wanaraksa (Jurnal Kehutanan dan Lingkungan) merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan. Lingkup cakupan jurnal Wanaraksa yaitu berbagai topik dalam bidang diantaranya: 1. Kehutanan Manajemen Hutan Budidaya Hutan Eknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Silvikultur, Aspek Sosial Ekonomi Kehutanan. 2. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 02 (2016)" : 6 Documents clear
SISTEM PENGELOLAAN DAN POTENSI TEGAKAN HUTAN RAKYAT KECAMATAN NUSAHERANG KABUPATEN KUNINGAN Agus Yadi Ismail; Oding Syafrudin; Yudi Yutika
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1059

Abstract

Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh diatas lahan yang dibebani hak milik, jadi hutan rakyat adalah hutan yang dimiliki oleh rakyat (Undang-Undang pokok Kehutanan No. 41 Tahun 1999). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengidentifikasi sistem pengelolaan, potensi tegakan dan manfaat ekonomi dari kegiatan pengelolaan hutan rakyat di Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan. Penelitian ini diperoleh dari metode field observation, metode sampling dan metode wawancara terhadap petani responden.Sistem pengelolaan hutan rakyat di Desa Cikadu masih bersifat sederhana, Pengelolaan hutan rakyat di Desa Cikadu dilakukan dengan menggunakan sistem agroforestry dengan tanaman semusim dan model agroforesty dengan tanaman perkebunanHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden petani hutan. Petani responden mendapatkan bibit dengan cara membeli dan dilakukan proses seleksi untuk mendapatkan bibit yang bermutu. Pemanenan kayu dengan cara sistem tebang pilih dengandiameter pohon yang sudah mencapai 20-50 cm. Pemasaran kayu dilakukan dengan sistem tebasan oleh pengepul yang berasal dari Desa Cikadu.Potensi pengelolaan hutan rakyat di Desa Cikadu dengan luas hutan rakyat dari seluruh petani responden 11,21 Ha, memiliki potensi kayu Sengon (Paraserianthes falcataria) 13,60 m3/ha dan Mahoni (Swietenia mahagoni) 23,87 m3/ha dan afrika (Meosopsi eminii)12,83 m3/ha. Dengan potensi usaha Hutan Rakyat desa Cikadu untuk mahoni Rp.29.150.000/tahun, untuk sengon Rp.16.580.000/tahun dan untuk afrika Rp. 24.450.000/tahun,cengkeh (Syzygium auromaticum) Rp. 234.000/tahun, sedangkan kontribusi pendapatan terkecil diperoleh dari kopi (Coffea robusta) Rp. 156.600/tahun.Kata Kunci : Hutan rakyat, Sistem pengelolaan hutan rakyat , Potensi tegakan kayu,   Kontribusi pendapatan.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN SANGIANG DESA SAGARAHIANG KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN JAWA BARAT Nina Herlina; Oding Syafrudin; Aang Setiana
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1060

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk nilai-nilai kearifan lokal yang ada dan masih berjalan di mayarakat Desa Sagarahiang terkait dengan pengelolaan Hutan Sangiang?; Mengetahui bagaimana bentuk pengelolaan Hutan Sangiang berdasarkan adat atau kearifan lokal masyarakat DesaSagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan?; dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap nilai dan norma kearifan lokal dalam pengelolaan Hutan Sangiang Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan.Penelitian dilakukan di Desa Sagarahiang Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat pada  bulan Maret – April 2015. Penelitian ini dilakukan di masyarakat dan objek yang akan diteliti yaitu, dimensi/bentuk sosial budaya dan persepsi masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan dan pelestarian Hutan Sangiang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survai lapangan dengan menyebarkan kuisioner melalui sampel yaitu metode purposive sampling, dilanjut ke snowball sampling, dengan menggunakan teknik wawancara dan penyebaran kuisioner. Sedangkan analisis data dilakukan dengan metode deskriptif  kualitatif.Hasil Penelitian menunjukkan Rata-rata setiap responden mengetaui tentang kearifan lokal yang ada di Desa Sagarahiang, nilai penting kearifan lokal di Desa Sagarahiang, pengaruh kearifan lokal terkait dengan pengelolaan Hutan Sangiang, adanya acara adat dan pelaksanaanya. Namun rata-rata stiap responden kurang mengetahui tentang adanya hukum adat yang berlaku di Desa Sagarahiang.Kata Kunci : Kerifan lokal, sanksi adat, Hutan Sangiang
INVENTARISASI DAN IDENTIFIKASI SEBARAN HUTAN RAKYAT DI KABUPATEN MAJALENGKA Agus Yadi Ismail; Yayan Hendrayana; Rahman Hidayat Saputra
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan inventarisasi profil hutan rakyat di Kabupaten Majalengka untuk mengetahui sebaran hutan rakyat, potensi dan model/pola hutan rakyat yang ada di Kabupaten Majalengka  Data penelitian yang diambil adalah data sekunder dan data primer yang didapat dari intansi terkait maupun dengan metode wawancara terhadap petani hutan. Analisa profil petani serta volume pohon dan kemudian dijelaskan secara deskriptif berdasarkan tabulasi dan diagram yang diperoleh.Hasil diperoleh di hutan rakyat Kabupaten Majalengka sebaran hutan rakyat yang paling banyak terdapat di Kecamatan Maja dengan jumlah blok 31 blok serta luas hutan rakyat 895,1 Ha, sedangkan unutuk sebaran hutan rakyat yang sedikit terdapat di Kecamatan Rajagaluh dengan jumlah blok 4 blok hutan rakyat, akan tetapi untuk luasan hutan rakyatnya yang terkecil beerada diKecamatan Palasah dengan luas 61,9 Ha. Model/pola pengelolaan hutan rakyat di Kab. Majalengka  adalah sistem campuran dan Agroforesty pada umumnya pola penggunaan lahan tidak intensif, stuktur tegakan yang mendominasi adalah pohon yang memiliki diameter 15-25 cm sedangkan jenis pohon yang mendominasi adalah sengon (Parasarianthes falcataria). Potensi tegakan tanaman hutan rakyat di Kabupaten Majalengka adalah 625,48 m3 dengan luas lahan 2834,5 Ha dan potensinya 1.772.923,06 m3.Selain itu pengelolaan hutan rakyat dapat membantu menambah pendapatan petani sekaligus meningkatkan kesejahtraan serta dapat merehabilitasi lahan tidur atau pun lahan kritis kembali menjadi lahan yang produktif.Kata kunci : Agroforesty serta campuran, sebaran hutan rakyat, potensi tegakan, pengelolaan hutan rakyat dan manfaatnya.
PENGELOLAAN DAN NILAI EKONOMI HUTAN RAKYAT DESA PINARA KECAMATAN CINIRU KABUPATEN KUNINGAN Ilham Adhya; Nurdin Nurdin; Mohamda Arisona
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengelolaan dan nilai ekonomi Hutan Rakyat Desa Pinara Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dan informasi  bagi masyarakat sekitar kawasan hutan mengenai pengelolaan dan nilai ekonomi Hutan Rakyat Desa Pinara Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan.Untuk mengetahui besarnya nilai ekonomi hutan rakyat di Desa Pinara dalam penelitian ini disusun instrumen penelitian dalam bentuk operasional variabel yang menjaadi acuan penyusunan quisioner penelitian. Penyebaran quisioner dilakukan terhadap petani penggarap kawasan Hutan Rakyat, yaitu sebanyak 55 (lima puluh lima) orang (Profil Kelompok Petani Pengelola Hutan Rakyat Desa Pinara, 2015)Berdasarkan hasil penelitian, Hutan Rakyat Desa Pinara menurut komponen penyusun di Hutan Rakyat Desa Pinara Kecamatan Ciniru termasuk dalam Agrisilvikultur (Agrisilvikultural systems). Berdasarkan orientasi ekonomi termasuk dalam Agroforestri semi komersial (Semi Comersial Agroforestry). Berdasarkan sistem produksi termasuk dalam agroforestri berbasis pertanian (Farm based agroforestry). Jenis komoditas kayu yang ditanam diantaranya Akasia (Accacia mangium), Albazia (Albizia sp) dan Jabon (Neolamarckia cadamba). Sedangkan jenis komoditas tumpang sari diantaranya Alpukat (Persea americana), Kelapa (Cocos nucifera) dan Mangga (Mangivera indica). Komoditas kayu rata-rata usia tanam hingga siap panen adalah selama 5 tahun. Sedangkan untuk komoditas tanaman tumpang sari kelompok perkebunan masa panen dalam satu tahun hanya 1 (satu) kali, kelompok sayuran 3 (tiga) kali dan kelompok pangan 2 (dua) kali.Jumlah total pendapatan dari komoditas kayu adalah sebesar Rp 85.150.000 sedangkan pendapatan dari komoditas tumpang sari adalah sebesar Rp 73.791.203. Total keseluruhan pendapatan adalah Rp 158.941.203 dengan jumlah biaya total sebesar Rp 29.335.000 maka pendapatan bersih adalah sebesar Rp 129.606.203,. Nilai tersebut cukup tinggi dengan kisaran rata-rata pada lahan hutan rakyat (15 Ha) adalah sebesar Rp8.640.414 /Ha dalam satu tahun penggarapan lahan.Kata Kunci : Ekonomi, Hutan Rakyat, Kayu, Tumpangsari
KEANEKARAGAMAN JENIS BAMBU DAN PEMANFAATANNYA DI KAWASAN HUTAN GUNUNG TILU DESA JABRANTI KECAMATAN KARANGKENCANA KABUPATEN KUNINGAN Sulistyono Sulistyono; Ika Karyaningsih; Atik Nugraha
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui keanekaragaman jenis, arsitektur dan pemanfaatan bambu di kawasan Hutan Gunung Tilu. Penelitian ini telah dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Gunung Tilu Kecamatan Karangkencana Kabupaten Kuningan pada bulan April-Mei 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, yaitu metode penelitian dengan menggambarkan hasil pengamatan dan menganalisisnya dengan menggunakan teori yang sudah ada.Dari hasil penelitian diketahui jenis bambu yang ditemukan di Gunung Tilu Desa Jabranti Kecamatan Karangkencana terdapat 9 jenis yaitu: jenis bambu Kirisik (Bambusa multiplex), jenis bambu Tali (Asparagus cochinchinensis), Jenis bambu Hijau (Gigantochloa apus), Jenis bambu tamiang (Schizostachyum blumei Nees), jenis bambu Temen (Gigantochloa  pseudoarundinacea), jenis bambu kuda, jenis bambu Surat ( Gigantochloa pseudoarundinacea), Jenis bambu Surat (Bambusa lako), Jenis bambu Hitam (Bambusa lako) danjenis bambu Kuning (Bambusa vulgaris).Kata Kunci: Keanekaragaman, Bambu, Hutan Lindung
IDENTIFIKASI KAPASITAS PRODUKSI DAN PASOKAN BAHAN BAKU INDUSTRI PRIMER KAYU RAKYAT DI KABUPATEN KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT Ilham Adhya; Deni Deni; Ranitasari Pransiska
Wanaraksa Vol 10, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v10i02.1058

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran, kapasitas terpasang dan kapasitas produksi serta untuk mengetahui bahan baku, kebutuhan bahan baku, pasokan bahan baku industri primer kayu yang ada di Kabupaten Kuningan. Adapun manfaat yang hendak diambil adalah di harapkan dapat berguna sebagai informasi bagi pemerintah dan intansi terkait mengenai sebaran industri primer kayu di Kabupaten Kuningan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa industri primer kayu yang di Kabupaten Kuningan tersebar di 20 Kecamatan yang diantaranya adalah kecamatan Ciawigebang, Cibingbin, Cigugur, Cilimus, Cimahi, Ciniru, Darma, Garawangi, Hantara, Jalaksana, Japara, Kadugede, Karangkencana, Karamatmulya, Kuningan, Lebakwangi, Luragung, Mandirancan, Nusaherang dan Selajambe.Total kapasitas produksi industri primer di Kabupaten Kuningan adalah sebesar 12.120 m3/Bulan menggunakan faktor produksi dengan total jumlah mesin  sebanyak 80 Unit dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 374 orang. Skema pengumpulan bahan baku yang dilakukan industri primer kayu di Kabupaten Kuningan pada umumnya bahan baku berasal dari hutan rakyat yang berasal dari dalam kabupaten dan hanya sebagian kecil yang berasal dari luar kabupaten. Sedangkan skema distribusi pemasaran yang diterapkan oleh industri primer kayu yang ada di Kabupaten Kuningan sebagian besar adalah pendistribusian langsung ke masyarakat.Kata Kunci : Produksi, Industri, Primer, Kayu, Hutan Rakyat

Page 1 of 1 | Total Record : 6