JIEM
Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) adalah jurnal ilmiah online Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yang berdiri sejak 23 Februari 2015. Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati bidang pendidikan matematika maupun matematika sain. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian atau hasil kajian dengan format penulisan mengikuti kaidah ilmiah.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2018)"
:
8 Documents
clear
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP
Ungaria Ega Puspitasari, Elisabeth;
Ariyanti, Gregoria
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII J sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan VII H sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode observasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes prestasi belajar, sedangkan metode observasi berupa lembar observasi aktivitas siswa. Tes prestasi belajar digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika, sedangkan lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa siswa. Kedua instrumen penelitian sebelum diujicobakan terlebih dahulu divalidasi. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh: (1) tidak ada perbedaan keaktifan pada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dibanding dengan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP, dan (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dibanding dengan prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA SMP
Hendry Vebriana, Yemima;
Ariyanti, Gregoria
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 6 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIH yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kelas VIIG yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes kemampuan berpikir kritis. Tes kemampuan berpikir kritis matematika digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Instrumen penelitian berupa soal tes kemampuan berpikir kritis tersebut divalidasikan terlebih dahulu sebelum diujicobakan. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan berasal dari populasi dengan varian homogen, maka uji statistik dilanjutkan dengan uji t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
Widyaningrum, Anggun;
Santoso Yohanes, Rudi
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif Pre-Experiment Design. Instrumen penelitian ini terdiri dari dua, yakni angket gaya belajar dan hasil belajar matematika siswa. Metode analisis penelitian baik angket dan hasil belajar matematika siswa menggunakan analisis statistika korelasi.Subyek penelitian ini yaitu kelas X IPA 2 dan X IPA 5 SMA Negeri 1 Madiun sejumlah 53 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh bahwa untuk gaya belajar visual dengan hasil belajar matematika siswa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.061, artinya 6.1% dipengaruhi gaya belajar visual; untuk gaya belajar auditorial dengan hasil belajar matematika siswatidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.029, artinya 2.9% dipengaruhi gaya belajar auditoial; untuk gaya belajar kinestetik dengan hasil belajar matematika siswa ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.080, artinya 8% dipengaruhi gaya belajar kinestetik.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI SISWA
Widodo, Albert;
Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan (model pembelajaran langsung dan model pembelajaran Accelerated Learning) dengan tingkat kecerdasan emosi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VII I dan VII J sebagai kelas eksperimen dengan Accelerated Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan emosi siswa. Instrumen tes divalidasi untuk mengetahui kevaliditasannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan Accelerated Learning lebih baik dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan tingkat kecerdasan emosi yang sama atau antar tingkat kecerdasan emosi pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI SISWA
Albert Widodo;
Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan (model pembelajaran langsung dan model pembelajaran Accelerated Learning) dengan tingkat kecerdasan emosi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VII I dan VII J sebagai kelas eksperimen dengan Accelerated Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan emosi siswa. Instrumen tes divalidasi untuk mengetahui kevaliditasannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan Accelerated Learning lebih baik dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan tingkat kecerdasan emosi yang sama atau antar tingkat kecerdasan emosi pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP
Elisabeth Ungaria Ega Puspitasari;
Gregoria Ariyanti
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dengan prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII J sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan VII H sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan metode observasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes prestasi belajar, sedangkan metode observasi berupa lembar observasi aktivitas siswa. Tes prestasi belajar digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika, sedangkan lembar observasi aktivitas siswa digunakan untuk mengetahui keaktifan siswa siswa. Kedua instrumen penelitian sebelum diujicobakan terlebih dahulu divalidasi. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh: (1) tidak ada perbedaan keaktifan pada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dibanding dengan keaktifan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP, dan (2) terdapat perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah dibanding dengan prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMP.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA SMP
Yemima Hendry Vebriana;
Gregoria Ariyanti
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 6 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIH yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kelas VIIG yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes kemampuan berpikir kritis. Tes kemampuan berpikir kritis matematika digunakan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Instrumen penelitian berupa soal tes kemampuan berpikir kritis tersebut divalidasikan terlebih dahulu sebelum diujicobakan. Berdasarkan uji normalitas dan uji homogenitas diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan berasal dari populasi dengan varian homogen, maka uji statistik dilanjutkan dengan uji t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada perbedaan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dengan pendekatan Open-Ended Problem dan kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan Pembelajaran Konvensional.
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
Anggun Widyaningrum;
Rudi Santoso Yohanes
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif Pre-Experiment Design. Instrumen penelitian ini terdiri dari dua, yakni angket gaya belajar dan hasil belajar matematika siswa. Metode analisis penelitian baik angket dan hasil belajar matematika siswa menggunakan analisis statistika korelasi.Subyek penelitian ini yaitu kelas X IPA 2 dan X IPA 5 SMA Negeri 1 Madiun sejumlah 53 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh bahwa untuk gaya belajar visual dengan hasil belajar matematika siswa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.061, artinya 6.1% dipengaruhi gaya belajar visual; untuk gaya belajar auditorial dengan hasil belajar matematika siswatidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.029, artinya 2.9% dipengaruhi gaya belajar auditoial; untuk gaya belajar kinestetik dengan hasil belajar matematika siswa ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.080, artinya 8% dipengaruhi gaya belajar kinestetik.