cover
Contact Name
Agus Chalid
Contact Email
gulid.p@gmail.com
Phone
+6285220013654
Journal Mail Official
gmhc.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Global Medical and Health Communication
ISSN : 23019123     EISSN : 24605441     DOI : https://doi.org/10.29313/gmhc
Core Subject : Health, Science,
Global Medical and Health Communication is a journal that publishes research articles on medical and health published every 4 (four) months (April, August, and December). Articles are original research that needs to be disseminated and written in English. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields of anesthesiology and intensive care, biochemistry, biomolecular, cardiovascular, child health, dentistry, dermatology and venerology, endocrinology, environmental health, epidemiology, geriatric, hematology, histology, histopathology, immunology, internal medicine, nursing sciences, midwifery, nutrition, nutrition and metabolism, obstetrics and gynecology, occupational health, oncology, ophthalmology, oral biology, orthopedics and traumatology, otorhinolaryngology, pharmacology, pharmacy, preventive medicine, public health, pulmonology, radiology, and reproductive health.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 13 Documents clear
Akurasi Kriteria Voltase Elektrokardiografi Hipertrofi Ventrikel Kiri untuk Membedakan Jenis Geometri Hipertrofi Ventrikel Kiri Octo Tumbur; Zainal Safri; Refli Hassan
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.617 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i2.1898

Abstract

Perbedaan jenis geometri hipertrofi ventrikel kiri dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang berbeda. Ekokardiografi dengan bantuan kriteria voltase elektrokardiografi (EKG) hipertrofi ventrikel kiri dapat membedakan jenis geometri hipertrofi ventrikel kiri. Tujuan penelitian mengetahui peranan berbagai kriteria voltase EKG hipertrofi ventrikel kiri untuk membedakan jenis geometri hipertrofi ventrikel kiri. Dilakukan penelitian potong lintang periode Juni–November 2015 terhadap 100 pasien di poliklinik dan rawat inap kardiologi RSUP H. Adam Malik Medan. Dilakukan anamnesis, pengukuran indeks massa tubuh, serta pemeriksaan EKG dan ekokardiografi. Jika hasil kriteria EKG hipertrofi ventrikel kiri Sokolow-Lyon tidak dipenuhi maka didapatkan geometri ventrikel kiri normal dengan sensitivitas 60%, spesifisitas 72,22%, dan akurasi 71%. Untuk jenis geometri eksentrik hipertrofi ventrikel kiri didapatkan bila Cornel voltase tidak dipenuhi, sensitivitasnya 25%, spesifisitas 71,88% dan akurasi 55%. Untuk jenis hipertrofi geometri konsentrik bila rasio RV6/V5 >1 dipenuhi, sensitivitasnya 55,56%, spesifisitas 56,36% dan akurasi 56%. Jika rasio RV6/V5 >1 tidak dipenuhi, jenis geometri konsentrik remodeling hipertrofi ditentukan dengan sensitivitas 55,56%, spesifisitas 49,45% dan akurasi 50%. Pada penelitian ini juga didapatkan sensitivitas dan spesifisitas kriteria Sokolow-Lyon untuk hipertrofi ventrikel kiri secara ekokardiografi dengan sensitivitas 72,22% dan spesifisitas 60,00%, kriteria Cornel voltase untuk hipertrofi ventrikel kiri secara ekokardiografi dengan sensitivitas 77,78% dan spesifisitas 70,00%, dan kriteria rasio RV6/V5 untuk hipertrofi ventrikel kiri secara ekokardiografi dengan sensitivitas 51,11% dan spesifisitas 70,00%. Secara keseluruhan, sensitivitas dan spesifisitas termasuk lemah. Simpulan, berbagai kriteria EKG ventrikel kiri dapat membedakan jenis geometri hipertrofi ventrikel kiri. Kriteria EKG hipertrofi kiri voltase, yaitu Sokolow-Lyon dan Cornel voltase sensitivitas dan spesifisitas lebih baik dibanding dengan rasio RV6/V5.ACCURACY OF CRITERIA VOLTAGE ELECTROCARDIOGRAPHY LEFT VENTRICULAR HYPERTROPHY TO DISTINGUISH TYPES OF LEFT VENTRICULAR HYPERTROPHY GEOMETRYThe different types of left ventricular hypertrophy geometry is associated with different risk of cardiovascular disease. Echocardiography is the gold standard for diagnosis of left ventricular hypertrophy. Electrocardiographic (ECG)left ventricular hypertrophy voltage criteria can distinguish the type of geometry of left ventricular hypertrophy. The purpose of this study to find out the role of various voltage ECG criteria to distinguish the type of geometry of left ventricle hypertrophy. A cross-sectional study doing from June to November 2015 on 100 patients in cardiology clinic and inpatient at Adam Malik Hospital, Medan, through anamnesis, body mass index  measurement, ECG and echocardiography examinations. If the Sokolow-Lyon ECG criteria for left ventricular hypertrophy did not met, normal left ventricular geometry was diagnosed with 60% sensitivity, 72.22% specificity and 71% accuracy. The eccentric left ventricular hypertrophy geometry was diagnosed if Cornel voltage was not fulfilled, with 25% sensitivity, 71.88% specificity and 55% accuracy. The concentric hypertrophy geometry was diagnosed if the RV6/V5 ratio >1, with 55.56% sensitivity, 56.36% specificity and 56% accuracy. If the RV6/V5 ratio >1 are not met, concentric hypertrophic remodeling geometry was diagnosed with a sensitivity of 55.56%, a specificity of 49.45% and an accuracy of 50%. This study also found the sensitivity and specificity for left ventricular hypertrophy in echocardiography of Sokolow-Lyon criteria were 72.22% and 60.00%, the Cornel voltage criteria with a sensitivity of 77.78% and a specificity of 70.00%, and RV6/V5 ratio criteria with a sensitivity of 51.11% and a specificity of 70.00%. The overall sensitivity and specificity was low. In conclusion, various criteria of  ECG left ventricular geometry voltage can differentiate left ventricular hypertrophy geometry types. Sokolow-Lyon and Cornell voltage criteria are more sensitive and specific than the RV6/V5 ratio.
Peningkatan Ekspresi Gen NKG2D Sel-sel NK oleh Brokoli untuk Mencegah Kanker Diana Krisanti Jasaputra; Khie Khiong Tjhia; Ervi Afifah; Hanna Sari W. Kusuma
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.449 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i2.2130

Abstract

Kanker termasuk kelompok penyakit tidak menular (non-communicable diseases atau NCD) dan penyebab kematian terbesar di dunia. Salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan kanker adalah reseptor NKG2D (natural-killer group 2, member D) merupakan kompleks reseptor yang mengaktivasi sel NK dan penting dalam immunosurveilance kanker. Brokoli, sayuran golongan Cruciferae, mengandung glukosinolat dan isotiosianat. Glukosinolat akan dihidrolisis oleh mirosinase (thioglucodase β) dan membentuk senyawa isotiosianat. Senyawa isotiosianat penting untuk mencegah kanker adalah senyawa sulforafan. Tujuan penelitian adalah menilai efek brokoli dalam meningkatkan ekspresi reseptor NKG2D dalam rangka memperbaiki aktivitas sel NK untuk mencegah kanker. Penelitian ini bersifat prospektif eksperimental laboratorium bersifat komparatif yang dilakukan di Laboratorium Aretha Medika Utama pada Februari–Juli 2016. Brokoli di-freeze dryer dan dibuat tepung dua konsentrasi, yaitu 50 μg/mL dan 25 μg/mL. Penelitian diawali dengan perbanyakan sel NK (cell line), kemudian dilanjutkan dengan perlakuan selama 24 jam dan penilaian ekspresi gen NKG2D menggunakan qPCR. Data penelitian ekspresi gen NKG2D dihitung dengan rumus Livak dan dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dan uji lanjutan Tukey (SPSS 16). Pemberian brokoli konsentrasi 50 μg/mL dan 25 μg/mL meningkatkan level ekspresi gen NKG2D yang mengindikasikan peningkatan aktivitas sel-sel NK. Simpulan penelitian ini adalah pemberian brokoli meningkatkan aktivitas sel-sel NK dalam mencegah dan melawan sel-sel kanker.INCREASED NKG2D GENE EXPRESSION OF NKG CELLS BY BROCCOLI TO PREVENT CANCERCancer is the non-communicable diseases (NCD) and the biggest cause of death in the world. One of the factors that affect cancer development is NKG2D receptors (natural-killer group 2, member D) is a receptor complex that activates NK cells and is important in cancer immunosurveilance. Broccoli, Cruciferae vegetable, contains glucosinolate and isothiocyanate. Glucosinolate will be hydrolysed by the mirosinase (thioglucodase β) and form the isothiocyanate compound. Isothiocyanate compounds essential to prevent cancer are sulforafan compounds. The objective of the study was to assess the effect of broccoli in enhancing NKG2D receptor expression in order to improve NK cell activity to prevent cancer. This experimental study is a comparative true experimental laboratory, conducted in the Aretha Medika Utama in February to July 2016. Broccoli was freeze dryer and made two concentrations of flour, 50 μg/mL and 25 μg/mL. The study begins with multiplication of NK cells (cell line), then continued with treatment for 24 hours and assessment of NKG2D gene expression using qPCR. NKG2D gene expression research data was calculated by Livak formula and analyzed using one-way ANOVA test and Tukey's advanced test (SPSS 16). The administration of broccoli concentrations of 50 μg/mL and 25 μg/mL increased the level of NKG2D gene expression, indicating an increase in NK cell activity. The conclusion of this study is the provision of broccoli increases the activity of NK cells in preventing and fighting cancer cells.
Pengembangan Instrumen Pengukur Kualitas Pelayanan Kesehatan berdasar atas Harapan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Ida Hadiyati; Nanan Sekarwana; Deni Kurniadi Sunjaya; Elsa Pudji Setiawati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.483 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v5i2.2403

Abstract

Perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit perlu dilakukan secara berkesinambungan. Pengukuran kualitas pelayanan kesehatan dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, di antaranya berdasar atas harapan pasien. Dengan menggali harapan pasien, aspek pelayanan kesehatan yang dianggap penting bagi pasien dapat dipahami oleh penyedia layanan. Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), di Indonesia belum terdapat instrumen pengukur kualitas pelayanan berdasar atas harapan pasien sehingga peneliti bermaksud menyusun instrumen untuk mengukur kualitas pelayanan kesehatan berdasar atas harapan pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan terhadap 39 peserta JKN di Instalasi Rawat Jalan, RSUD Al-Ihsan, Kabupaten Bandung pada November 2016–Januari 2017. Pasien peserta JKN yang berobat rawat jalan lebih dari satu kali, dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, dan berpendidikan minimal SMA atau sederajat dilibatkan menjadi responden dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan instrumen yang disusun dari penelitian kualitatif mengenai kualitas pelayanan berdasar atas harapan pasien. Data yang diperoleh merupakan data ordinal yang merupakan tingkatan harapan pasien. Metode analisis yang digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas adalah analisis pemodelan Rasch. Diperoleh instrumen pengukur kualitas pelayanan kesehatan berdasar atas harapan pasien yang terdiri atas 11 aspek, yakni sarana prasarana, karyawan, pelayanan medik, pelayanan administrasi, keamanan, kepercayaan, akses, transparansi informasi, kesetaraan, iur biaya, dan kualitas antarbagian. Nilai reliabilitas instrumen 0,92 dan alfa Cronbach 0,94. Terdapat 43 butir pertanyaan yang memiliki nilai outfit mean square di antara +2,0 dan +0,5; nilai outfit z-standard di antara +2,0 dan −2,0; serta nilai point measure correlation yang positif. Simpulan, diperoleh instrumen pengukur kualitas pelayanan kesehatan berdasar atas harapan pasien JKN yang valid dan reliabel, terdiri atas 11 aspek dan 43 butir pertanyaan.DEVELOPMENT OF A HEALTH CARE QUALITY INSTRUMENT BASED ON NATIONAL HEALTH INSURANCE PATICIPANT'S EXPECTATION AT HOSPITALImproving healthcare quality at the hospital should be done continually. Quality of healthcare can be evaluated using some methods, one of them is measuring patient’s expectation. Exploring patient’s expectation describes important aspects of healthcare that should be understood by healthcare provider. In this era of the National Health Insurance, in Indonesia there’s still no health care quality instrument available yet, especially based on patients’ expectation. The author aimed to develop an instrument measuring quality of health care based on patient’s expectation at hospital. A qualitative study designed by cross-sectional was conducted to 39 participants of National Health Insurance at Outpatient Installation of Al-Ihsan Bandung District Hospital in November 2016–January 2017. National Health Insurance participants who had treatment more than once, could speak Indonesian fluently, and graduated from senior high school was involved in this study. The data was obtained by an interview using an instrument which was developed from a qualitative study. The data was an ordial scale measurement describing level of patient expectation. The method to analyze validity and reliability of the instrument was the Rasch model. Instrument measuring health care quality based on patient expectation consists of 11 aspects, those are facility and infrastructure, hospital staff, medical service, administrative service, safety, trustworthiness, access, transparacy of information, equality, cost sharing, and interdepartment quality. The reliability index of the instrument was 0.92 and Cronbach’s alpha index was 0.94. There were 45 items which have outfit mean square index between +2.0 and +0.5, outfit z-standard index between +2.0 and -2.0, and positive point measure correlation index. In conclusion, the instrument measuring quality of health care based on patient’s expectation is valid and reliable, contains 11 dimensions and 43 items.

Page 2 of 2 | Total Record : 13