cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
Studi Tentang Penyerapan Nilai Agama Islam dalam Kepemimpinan Tradisional Jambi Habibudin Ritonga, Habibudin Ritonga; Sururudin, Sururudin
Kontekstualita Vol 24, No 1 (2009)
Publisher : Kontekstualita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

People in Jambi used to imitate their king’s Habits, It coudes integration between culture and Islamic doctrine. The process of integration through the whole aspects of life. Leadership for Jambi’s Society id categorized into 3 parts, those are. Pangku Syara. Pangku Adat and Leader in Government. Those must be cooperative Harmony and united in one system.
Ethnogenesis and Migrant Muslim Religious Life in Malaysia Wong, Diana; Aziz, Arfan
Kontekstualita Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Kontekstualita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dinamika kehidupan keagamaan dan pembentukan identitas etnis setelah Malaysia merdeka adalah titik awal dari tulisan ini. Pembangunan ekonomi Malaysia yang pesat di tahun 1970-an mengundang migrasi tenaga kerja Indonesia dan negara-negara Asia lainnya seperti India, Bangladesh dan Myanmar, yang mereka membawa bersama budaya religius dari tanah air mereka dan memberi perubahan signifikan dalam wacana keagamaan warga. Artikel ini berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada kehidupan keagamaan dua komunitas migran di Malaysia dan bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara kehidupan keagamaan warga dengan para migran di bawah panji etnogenesis Melayu Islam yang berlangsung di bawah rezim negara-bangsa Malaysia. Meskipun migran dan warga negara adalah muslim, studi ini menunjukkan “rumah” bagi kedua belah pihak, malah di gerakan misionaris transnasional, terutama, Jamaah Tabligh yang akan dijabarkan lebih lanjut dalam pembahasan artikel ini. Kata kunci: Kehidupan Keagamaan, Minoritas Migran, Etnogenesis.Abstract: The dynamics of religious life and the formation of ethnic identity after Malaysia independence is the starting point of this paper. Malaysia’s rapid economic development in 1970s invites Indonesia labor migration and other Asian countries like India, Bangladesh and Myanmar, which then bring together with them the religious culture of their homeland and significant changes in the religious discourse of citizens. This article based on the research that has been conducted on religious lives of two migrant communities in Malaysia and aimed to describe the relationship between religious lives of citizens below the Islamic Malay ethno genesis which took place under the Malaysian nation-state regime. Although the migrants and citizens both are Muslims, this study shows “the home” for both sides precisely in the transnational missionary movements, especially, Tablighi Jamaat which will be further elaborated after the next discussion of this article. Keywords: Religious life, Migran minority, Ethnogenesis.
UMRAH AS LIFESTYLE, SELF EXISTENCE AND INDUSTRIAL COMMODITIES: SEEING RELIGIOUS CHANGE OF CITIZEN Sucipto, Sucipto
Kontekstualita Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Kontekstualita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Makalah ini membahas perubahan "arti" dari umrah. kendala kelembagaan dieksplorasi serta perkembangan teoritis umrah. Ini dibahas dalam tingkat yang berbeda seperti bagaimana kelas menengah keputusan taking tentang umrah, makna umrah agama dan sosial dalam perspektif ahli, dan jarak antara umrah sebagai upaya agama dan mengembangkan niat spesifik. Tingkat terakhir dari artikel ini mempertimbangkan motivasi umrah sebagai konstruksi dan pilihan dari pengetahuan yang tersedia yang mengkristal sebagai konvensi dan hubungan kekuasaan-pengetahuan keagamaan. refleksi pribadi yang terhubung ke pertimbangan teoritis mengembangkan berikut proyek tertentu yang mensyaratkan berlatih umrah sebagai tindakan agama dalam studi rekreasi. Menjadi mungkin untuk mempertimbangkan arah baru untuk studi Leisure sebagai bagian dari penelitian agama. Kata-kataKunci: Umrah, komodifikasi, keagamaan.Abstract: This paper explores the change in “the meaning”of umrah. Institutional constraints are explored as well as theoretical developments of umrah. These are discussedin the different levels suchhow middleclass taking decisions about umrah, the meaning of umrah religiously and socially in perspective of experts, and the distance betweeen umrah as a religious effort andits developing specific intention. The last level of this article considering umrah motivation as ‘constructions and selections from available knowledge which was crystallised as conventions andpower-knowledge relations of religio’.Personal reflectionsconnected to theoretical considerations develop following particular project which entailed practicing umrah as an act of religion in leisure studies. It becomes possible to consider new directions for Leisure Studies as a part of religious research. Keywords: Umrah, komodifikasi, keagamaan.
PRINCIPLES OF TOLERANCE SUNAN KALIJAGA AND HIS CONTRIBUTION ON ISLAMIZATION OF JAVA Santosa, Santosa; Armansyah, Yudi
Kontekstualita Vol 28, No 1 (2013)
Publisher : Kontekstualita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Islamisasi yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam di pulau Jawa, memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan Islam pada periode selanjutnya. Dengan mengembangkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya, menjadikan Islam mudah diterima oleh masyarakat. Proses islamisasi yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam dalam kondisi masyarakat pada masa itu masih kental dengan kepercayaan lama (Animisme, Dinamisme, Hindu dan Budha). Proses islamisasi yang dilakukan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam di pulau Jawa tidaklah mudah, karena kondisi masyarakat pada waktu itu masih kental dengan kepercayaan agama lama (Animime, Dinamisme, Hindu dan Budha). Akan tetapi dengan kepiawaian Sunan Kalijaga, sikap masayarakat terhadap dakwahnya sangat baik dan sedikit demi sedikit mau menerima ajaran agama Islam, karena ia dalam menyebarkan agama Islam benar-benar memahami keadaan rakyat pada saat itu. Sunan Kalijaga menyadari begitu kuatnya pengaruh Hindu-Budha pada saat itu, maka ia tidak melakukan dakwah secara frontal, melainkan toleran dengan budaya-budaya lokal. Menurutnya, masyarakat akan menjauh kalau diserang pendiriannya. Dengan pola mengikuti sambil mempengaruhi, dia mampu mendekati masyarakat secara bertahap. Prinsipnya, kalau ajaran Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama akan hilang. Ia memaduhkan unsur kebudayaan lama (Seni ukir, Suara, Gamelan, dan Wayang). Kata-kata Kunci: Sunan Kalijaga, Islamisasi, Jawa.Abstract: Islamization conducted Sunan Kalijaga in spreading Islam in Java, giving great influence to the development of Islam in the later period. By developing the teachings of Islam through a cultural approach, making Islam readily accepted by the public. Islamisation process conducted Sunan Kalijaga in spreading the religion of Islam is not easy, because the conditions of society at that time still dominated by old beliefs (animism, dynamism, Hinduism and Buddhism). Sunan Kalijaga realize how strong the influence of "genuine faith" is. By following the pattern while affecting, he was able to approach the public gradually. In principle, it has been understood that the teachings of Islam, itself the old habits will be lost. Islamisation process conducted Sunan Kalijaga in spreading Islam in Java is not easy, because the conditions of society at that time still dominated by the old religious beliefs (Animime, dynamism, Hinduism and Buddhism). However, with the expertise of Sunan Kalijaga, the attitude of society towards preaching is very good and little by little to accept the teachings of Islam, as he was in spreading Islam truly understand the circumstances of the people at that time. Sunan Kalijaga realize how strong the influence of Hindu-Buddhist at the time, he did not do propaganda frontally, but rather tolerant with local cultures. According to him, people will move away if attacked stance. By following the pattern while affecting, he was able to approach the public gradually. In principle, it has been understood that the teachings of Islam, itself the old habits will be lost. He memaduhkan elements of the old culture (art carved, Voice, Gamelan, and Puppet). Keywords: Sunan Kalijaga, Islamization, Java.

Page 11 of 11 | Total Record : 104