cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2016): Intizar" : 10 Documents clear
Refleksi Etika Kebahagiaan dalam Novel Khotbah di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo Lina Santiana
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.636

Abstract

Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo mengandung nilai-nilai etika kebahagiaan yang sama dengan Epikuros. Dimana Epikuros menghendaki untuk mencapai kebahagiaan seseorang harus mencari nikmat yang sebanyak-banyaknya dengan menghindari pertanyaan-pertanyaan, dan pikiran-pikiran yang membuat kesakitan badan dan jiwa. dengan itu Epikuros menghendaki keutamaan-keutamaan seperti kesederhanaan, tahu diri, penguasaan diri dan kebijaksanaan. Bergitu pula dalam Novel Khotbah Di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo, dimana kuntowijoyo dalam novel khotbah di atas bukit menghendaki agar untuk bahagia seseorang harus mencari nikmat dan menghindari segala hal yang membuat kesakitan badan, sehingga jiwa menjadi resah. Dengan memperhatikan keutamaan seperti, kesederhanaan, penguasaan diri, dan kebijaksanaan. Kuntowijoyo’s novel “Khotbah Di Atas Bukit” containing ethical values of happiness in common with the Epicurean. Where Epicurean desires to achieve happiness, one must find favor as much as possible to avoid the questions and thoughts that make body and soul in the pain. With it, the Epicurean requires virtues such as modesty, knowing oneself, self-control and wisdom. Similarly, in the Kuntowijoyo’s Novel “Khotbah Di Atas Bukit”, Kuntowijoyo requires that to be happy one must seek favor and avoid pain of all the things that make the body and the soul becomes restless. Having regard to such virtues, modesty, self-control and wisdom. 
Diskresi Seponering dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus Pidana Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah Damiri Hasan
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.544

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai diskresi seponering. Seponering adalah hak istimewa Jaksa Agung untuk mengesampingkan perkara atau  memetieskan suatu perkara  karena alasan kepentingan umum setelah mendapat saran atau masukan dari institusi terkait dibidang hukum. Mensikapi tentang seponering kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah dalam pandangan hukum pidana Islam itu adalah adil. Mengingat kedua orang tersebut sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang mempunyai tugas berat dan besar. Namun sebagai muslim memberi catatan khusus bahwa pertama, Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah harus mengembalikan semua uang hasil korupsi kepada negara, kedua Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha harus minta maaf kepada publik melalui media dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu. This article examines the Seponering discretion. Seponering is the privilege of the Attorney General to override or freeze a court case for reasons of public interest after getting feedback from the relevant institutions in the field of law. In response about Seponering case of Bibit and Chandra Martha Hamzah in the view of Islamic criminal law is fair. Considering that the two men are the leaders of the Corruption Eradication Commission which have heavy and bulky duty. but Muslims, they are given a special note that first, Bibit and Chandra Martha Hamzah should return all the corruption money to the state, both Bibit and Chandra Martha have to apologize to the public through the media and vowed not to reiterate the act.
Post-Feminitas: Teknologi Sebagai Basis Keadilan Gender (Teknopolitik dan Masa Depan Relasi Gender) Sadari Sadari
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.547

Abstract

Kesetaraan gender yang kian hari semakin melemah, dengan kecanggihan teknologi dapat bangkit kembali untuk memberikan peran dan porsi kerja yang sama antara laki-laki dan perempuan baik dalam wilayah domistik maupun publik. Keterbatasan seorang perempuan dibandingkan laki-laki tidak lagi menjadi kendala, seorang perempuan di dalam eksoskeleton bisa 1.000 kali lebih perkasa dibandingkan seorang laki-laki. Untuk itulah perlu adanya pemberdayaan gender berbasis teknologi dengan melakukan penyusunan anggaran bagi semua lapisan masyarakat (laki-laki dan perempuan) menerima manfaat dan memiliki akses yang sama terhadap anggaran tersebut untuk mampu mengaplikasikan teknologi. Penyusunan anggaran responsif gender berbasis teknologi ini mempunyai pandangan dan pemahaman yang sama akan arti, manfaat dan pentingnya kesetaraan dan keadilan gender. Mengingat bahwa kesinambungan sangat penting dalam pencapaian kesetaraan dan keadilan gender, maka analisis gender dalam berbagai kebijakan dan program berbasis teknologi perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan adalah komitmen para penentu kebijakan baik di lingkungan eksekutif, legislatif dan yudikatif, minimnya pakar analisis gender karena kurangnya alokasi dana untuk peningkatan kapasitas, dan terbatasnya data terpilah berdasar jenis kelamin, perlu mendapat perhatian secara seksama agar pelaksanaan strategi dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan di masa yang akan datang. Gender equality has weakened, technology has to be bounced back to give the same role and the work portion between men and women both in the domestic and public area. Limitations of a woman than men are no longer become an obstacle; a woman inside the exoskeletons could be 1,000 times more powerful than a man. for this reason, the need for the promotion of gender based technology by perform budget formulation, so all levels of society (male and female) receive benefits and have equal access to the budget for being able to apply the technology. Gender responsive budget formulation based on this technology has a view and a common understanding of the meaning, benefits and importance of gender equality and justice. Considering that continuity is very important in the achievement of gender equality, the gender analysis in a variety of technology-based policies and programs need to be continued and enhanced. Various obstacles encountered in the implementation is the commitment of policy makers both within the executive, legislative and judicial branches of government, lack of gender analysis expert due to lack of funds allocation for capacity building, and the lack of data disaggregated by sex, need attention thoroughly in order to implement the strategy may run effective and sustainable in the future.
Motivasi Berpikir Menurut al-Qur’an Dwi Andriyani
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.637

Abstract

Kitab Suci Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang diturunkan kepada umat manusia sebagai petunjuk bagi kita semua, yang mana diturunkan kepada umat Nabi Muhammad Saw mulai dari berabad-abad yang lalu, hingga sampai sekarang ini. Al-Qur’an di dalamnya banyak sekali mengandung isyarat ilmiah yang berguna bagi umat manusia. Oleh karena itu, sebagai makhluk Allah yang dikarunia akal pikiran, sudah seharusnya menjadi tugas kita untuk mengungkap apa yang ada di dalam al-Qur’an yang menjadi isyarat ilmiah bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Al-Qur’an banyak memberikan motivasi bagi umat manusia, terutama motivasi berpikir. Berpikir adalah olah kerja otak yang yang berfungsi mencari hakekat dari sesuatu. Namun, dalam al-Qur’an berpikir juga tidak semuanya dilakukan oleh akal pikiran, melainkan juga dapat dilakukan dengan hati. Ketika mengkaji lebih dalam mengenai berpikir, maka akan didapatkan beberapa lafadz yang mempunyai pengertian yang sama, yaitu berpikir. Seperti lafadz nazara, tadabbara atau tadabbur, tafakkara atau tafakkur, faqiha atau fiqh atau tafaqquh, tazakkara, dan faham. Semua yang disebutkan di atas adalah mempunyai pengertian yang hampir sama. Membangkitkan motivasi berpikir dalam mengkaji ayat-ayat al-Qur’an sangatlah bermanfaat dalam menambah wawasan, dan juga dapat menambah keimanan kita kepada Allah Swt. Beberapa penemuan yang ada pada saat sekarang ini merupakan bukti dari kebenaran al-Qur’an, isyarat ilmiahnya dapat dibuktikan dengan beberapa penemuan di bidang ilmu pengetahuan. The Holy Qur'an is a book of God revealed to mankind as a guide for all of us, which was revealed to the Prophet Muhammad's people from many centuries ago until now. The Qur'an contains a lot of useful scientific cue for mankind. Therefore, as a creature of Allah endowed with a mind, it should be our duty to reveal what is in the Qur’an becomes the scientific cue to the advancement of knowledge. The Holy Qur'an has provided motivation for mankind, especially motivational thinking. Thinking is the workings of the brain that function to find the essence of something. However, in the Qur'an do not think everything that was done by the mind but also to do with the heart. When examine more deeply about thinking it will get some lafadz that have the same sense that is thinking. As lafadz Nazara, Tadabbara or Tadabbur, Tafakkara or Tafakkur, Faqiha or Fiqh or tafaqquh, tazakkara, and Faham. All mentioned above has almost the same meaning. Motivational thinking in assessing the verses of the Qur'an is very useful in increasing insight and can also increasing our faith in Allah. Some of the inventions that exist at the present time are a proof of the truth of of the Qur'an, scientific cues can be proved by several discoveries in science.
Analisis Konflik pada Munas Golkar 2014 Yulioan Zalpha
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.549

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang konflik internal yang terjadi pada Partai Golkar tahun 2014. Konflik ini bermula karena kekuasaan Pemerintah bersama Golkarnya yang mengarah pada totaliterisme, menghadirkan kekecewaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, pada tanggal 9-11 Juli 1998 Golkar menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) sebagai usaha membenahi kelembagaan Golkar, yang kemudian dinamai ‘Partai Golkar’.  Dalam munaslub tersebut, terpilih Akbar Tandjung sebagai ketua umum Partai Golkar.  Dengan demikian, eksistensi Partai Golkar tetap berlanjut, meskipun terdapat beberapa perubahan dasar seperti dalam visi dan misinya, yaitu: terbuka, mandiri, demokratis, moderat, mengakar, dan responsif. Bila dikaji dari segi tipologi, kelembagaan, atau pun analisis konflik yang terjadi pada Partai Golkar. Maka hal itu mencerminkan pragmatisme partai politik di Indonesia. This article examines the internal conflicts that occurred in the Golkar Party in 2014. This conflict started because the power of the Government and the Golkar which led to totalitarianism, bring disappointment in society. Therefore, on 9-11 July 1998 Golkar held a outstanding national conference (munaslub) as efforts to reform the institutional Golkar, which was then called 'the Golkar Party'. In the munaslub, was elected Akbar Tandjung as chairman of Golkar party. Thus, the existence of the Golkar Party still continues, although some basic changes such as in the vision and mission, that is: an open, independent, democratic, moderate, deep-rooted, and responsive. When examined in terms of typology, institutional, or analysis of the conflict in the Golkar Party. Then it reflects the pragmatism of political parties in Indonesia.
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu di Kota Palembang Berbasis Android Gusmelia Testiana
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.543

Abstract

Aplikasi Sistem Informasi Geografis Wisata Islam Melayu pada kota Palembang  dengan smartphone yang menggunakan sistem operasi Android dapat diimplementasikan pada beberapa jenis smartphone diaantaranya Smartfren Andromax C3, Lenovo S920, Samsung Galaxy Ace, Samsung Galaxy Ace 2, Sony Xperia Neo, Sony Xperia Z Ultra. Masyarakat atau wisatawan dapat dengan mudah memperoleh informasi masjid yang berada di kota Palembang. Application of Malay Muslims Tourism Geographic Information Systems in the city of Palembang with Smartphone that use the Android operating system can be implemented on multiple types of Smartphone including Smartfren Andromax C3, Lenovo S920, the Samsung Galaxy Ace, Samsung Galaxy Ace 2, Sony Xperia Neo, Sony Xperia Z Ultra. Community or tourists can easily obtain information on the mosque in the city of Palembang.
Dakwah Kultural Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Kayu Khas Melayu Palembang Reza Pahlevi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.548

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkap berbagai fenomena yang menggambarkan serangkaian kegiatan dakwah kultural Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang. Sehingga dapat diperoleh sejumlah informasi mengenai berbagai upaya penerapan program yang dimaksud. Penelitian ini dapat disimpulkan, pertama kontribusi Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang terhadap perkembangan metode dakwah kultural adalah dakwah melalui seni. Kedua, Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang sebagai tempat Wisata Religi yang sangat signifikan. This research tries to reveal the various phenomenon that describe a series of cultural propaganda activities Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang. In order to obtain some informations about the efforts of the implementation of the program in question. It can be concluded, the first contribution of Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang on the development of methods of cultural propaganda is propaganda through art. Second Bayt al-Qur’an al-Akbar Ukiran Khas Melayu Palembang as a very significant Religious Tourism.
Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Tulisan Arab Melayu Amir Rusdi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.540

Abstract

Penelitian ini membahas tentang desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis tulisan Arab Melayu (TAM). Dengan memfokuskan kajian studi pengembangan model desain pembelajaran PAI multi orientasi. Adapun hasil penelitian perasaan dan pandangan siswa terhadap proses belajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat positif. Siswa merasakan dan memandang bahwa proses belajar mengajar menggunakan MDP-PAI Berbasis TAM sangat menyenangkan dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan tulis baca huruf al-Quran. Penggunaan MDP PAI Berbasis TAM dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan belajar siswa yang cukup tinggi sehingga proses belajar mengajar berlangsung kondusif dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.This study discusses the instructional design of Islamic Religious Education (PAI) based Malay Arabic script (TAM). By focusing the study findings of the development model of PAI instructional design multi orientation. The result of this study is the feelings and views of the students to the learning process using the MDP-PAI-based TAM are very positive. Students feel and perceive that the learning process by using MDP-PAI-based TAM is very pleasant and helpful in improving their ability to write and read the al-Quran letters. The use of MDP PAI-based TAM can motivate and activate the student's learning so teaching and learning process can be conducive to achieving the stated goals.
Budaya Kerja Melayu dalam Mengembangkan Wirausaha Mahasiswa di Perguruan Tinggi Kota Palembang Heri Junaidi
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.541

Abstract

Budaya melayu dan nilai nilai agama berada dalam substansi materi kuliah wirausaha. Beberapa sifat dasar budaya melayu optimis dalam hidup dan kehidupan serta toleran, mengambil positif dari budaya orang lain, berpegang pada agama dan adat, sopan santun, ramah, demokratis, mengutamakan diplomasi dari pada kekerasan. Strategi pembelajaran belum memberikan motivasi secara komprehensif karena lebih mendominasi model ceramah. Secara khsusus mahasiswa menerima materi kuliah dan memiliki kesadaran bahwa budaya Melayu termunculkan di setiap upacara. Namun demikian mereka belum siap berlatih berwirausaha dalam kuliah. Malay cultural and religious values are in substance entrepreneurial course material. Some basic nature of Malay cultural is optimistic in life and life and tolerant, to take something positive from the culture of others, adhering to the religion and customs, manners, friendly, democratic, give priority to diplomacy than violence. Learning strategies have not provided a comprehensive motivation because it dominates the discourse models. In particular, students receive course material and have an awareness that the Malay culture appear in every ceremony. However, they have not ready for practicing entrepreneurship in college.
Enigma Kejahatan dalam Sekam Filsafat Ketuhanan Andri Fransiskus Gultom
Intizar Vol 22 No 1 (2016): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v22i1.542

Abstract

Artikel ini membahas tentang problematika kejahatan dalam kaitannya dengan keberadaan Tuhan. Kejahatan yang kerap dihadapi manusia dalam hidup menjadi persoalan yang coba diruntut berdasar perspektif filsafat ketuhanan. Dalam artikel ini, adanya kejahatan yang terdapat di dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia, menghadirkan pertanyaan mendasar tentang keberadaan Tuhan. Tuhan yang diyakini sebagai Yang Maha Baik dihadapkan dengan realita kejahatan dalam kontestasi ide filosofis. Terdapat empat tema pembahasan yang berawal dari pertanyaan-pertanyaan filosofis perihal relasi kejahatan dengan ketuhanan, yaitu: apa itu teodise? Apa itu kejahatan? Beranjak dari pertanyaan tersebut, penulis mendapati bahwa kejahatan merupakan suatu kenyataan yang disebut dengan enigma.  Kenyataan enigmatik yang dihadapi manusia dalam kehidupan tersebut memposisikan manusia sebagai subjek yang rentan (vulnerable subject) tatkala berhadapan dengan kejahatan. This article discusses about the problematics of crime in relation to the existence of God. Crimes that are often faced by humans in life have been problems that try tracing based on existence of god perspective. In this article, the crimes contained in the history of human life, presents a fundamental question about the existence of God. God is believed to be the Most Good confronted with the reality of crime in the contestation of philosophical ideas. There are four discussion themes which start from the philosophical questions regarding the relationship with Divinity crime, namely: what is it theodicy? What is crime? Moving on from these questions, the authors found that the crime is a reality called the Enigma. The fact of the Enigmatic faced by humans in the life has been positioned that humans as a vulnerable subject whenthey are dealing with crime.

Page 1 of 1 | Total Record : 10