cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (2014)" : 2 Documents clear
PEMBELAJARAN SASTRA DI SD DALAM GAMITAN KURIKULUM 2013 Djuanda, Dadan
Mimbar Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Kurikulum 2006, di Sekolah Dasar, pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi sastra berkaitan dengan latihan mempertajam perasaan, penalaran, daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya dan lingkungan hidup. Pengembangan kemampuan bersastra di sekolah dasar dilakukan dalam berbagai jenis dan bentuk melalui kegiatan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Namun dalam Kurikulum 2013, kegiatan bersastra, kurang mendapat porsi yang baik. Padahal pendekatan kurikulum tersebut mengisyaratkan penekanannya pada pengembangan sikap dan budi pekerti, yang tentu saja sastra sebagai bahan yang sangat kaya untuk dijadikan landasan mengasah kepribadian dan budi pekerti mengingat sastra mengandung nilai personal maupun nilai pendidikan yang luar biasa. Hasil analisisKompetensi Dasar pada Permendikbud No 57 Tahun 2014, di kelas I ada teks cerita diri, kelas II cerita narasi dan lirik puisi, di kelas III dongeng, di kelas IV cerita petualangan dan pantun serta syair, di kelas V, fiksi sejarah, hal tersebut tentunya berpengaruh pada isi Buku Guru dan Buku Siswa, yang ternyata memperlihatkan sastra yang tercakup dalam isi buku kurang memadai (sangat kurang), karena isi Buku Guru maupun Buku Siswa, turunan dari Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan secara tematik integratif.
LEARNING TASKS’ WHAT AND HOW: PERSPEKTIF DOSEN DAN MAHASISWA MENGENAI TUGAS PEMBELAJARAN Gusrayani, Diah
Mimbar Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan untuk merancang tugas belajar otentik dan bermakna adalah salah satu dari ribuan prasyarat guru. Temuan menunjukkan bahwa guru sekolah dasar tidak dapat dapat merancang dan menerapkan tugas-tugas yang bermakna dalam dan setelah waktu mengajar. UPI PGSD sebagai lembaga yang mempersiapkan guru SD seharusnya lebih memperhatikan hal ini. Kurikulum yang dibuat selayaknya menggambarkan apa yang menjadi kebutuhan guru sekolah dasar terutama yang berhubungan dengan pemberian tugas. Objek penelitian ini terdiri dari 126 mahasiswa dan 28 dosen. Mereka diberi kuesioner mengenai: 1) bagaimana mahasiswa dan dosen mempersepsikan tugas belajar? 2) bagaimana siswa dan guru peran dalam mengumpulkan data untuk tugas-tugas belajar? 3) apakah tugas telah dirancang untuk memenuhi standar tugas otentik? 4) bagaimana dosen dan mahasiswa merasakan umpan balik untuk tugas-tugas belajar mereka? Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa dan dosen terhadap tugas-tugas belajar mempengaruhi bagaimana mereka bersikap terhadap hal itu.

Page 1 of 1 | Total Record : 2