cover
Contact Name
Gema
Contact Email
gemarullyana@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledulib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edulib
ISSN : 20896549     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Penerapan Teori Kredibilitas Sumber (Source of Credibity) Dalam Penelitian-penelitian Layanan Perpustakaan Winoto, Yunus
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4393

Abstract

Abstract. Communication is an inseparable thing in human life, starting from waking up until going back to bed. Likewise, performing library activities cannot be separated from communication activities. One of communication purposes is to influence others or what is called persuasive communication. The success of persuasive communication is determined by many factors, one of them the source factor of the persuader. One theory that explains about the persuader is the source credibility theory by Carl I Hovland. This theory assumes that people will be more likely to be persuaded when the communicator or the person delivering the message shows himself as a credible person. This theory is widely used in communication researches and also begun to be applied in researches about library services.Keywords : persuasive communication, credibility, library servicesAbstrak. Komunikasi adalah merupakan suatu hal yang tidak bisa lepas dalam kehidupan manusia, sejak dari mulai bangun tidur sampai dengan akan tidur kembali. Begitu juga dalam kegiatan penyelenggaraan perpustakaan, pustakawan tidak bisa lepas dari aktivitas komunikasi. Salah tujuan komunikasi adalah untuk mempengaruhi orang lain atau disebut juga dengan komunikasi persuasif. Keberhasilan komunikasi persuasif salah satunya ditentukan oleh faktor sumber atau disebut juga persuader. Salah satu teori tentang menjelaskan tentang komunikator adalah teori kredibilitas sumber (source of credibility theory) dari Carl I Hovland. Asumsi dari teori ini mengatakan bahwa orang akan lebih mungkin  dipersuasi ketika komunikator atau orang yang menyampaikan pesan komunikasimenunjukkan dirinya sebagai orang yang kredibel. Teori ini selain banyak dipakai untuk penelitian komunikasi juga mulai diterapkan dalam penelitian-penelitian tentang layanan perpustakaan.Kata Kunci : Komunikasi Persuasif, Kredibilitas, Layanan Perpustakaan.
Hubungan Persepsi Pemustaka Dengan Kepuasan Pemustaka Pada Layanan Perpustakaan Di Center Of Information Secientific Resources And Library (Cisral) Damayanti, -; Ihtisar, Anisah
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4389

Abstract

Abstract.This research was conducted to address the diverse array of types of services provided byPadjadjaran University Library for its users. The main problem of this research is users'satisfaction on reference services of Centre of Information Scientific Resources and Library(CISRAL) of Unpad. The study focused on one of the factors that connect users' satisfaction onCISRAL reference services in reference services department. Therefore, this research aimed to findout the relationship between library users' perception on reference services and library users'satisfaction on Reference Services of CISRAL Unpad. This research consisted of two variables:users' perception towards reference services (X variable) and users' satisfaction on referenceservices department (Y variable). Both users' perception and satisfaction were measured using fourindicators: collection availability, the competencies of service librarians, the facilities of referenceservice, and the room layout of the reference service room. The population was visitors of referenceservice of CISRAL Unpad and the sample as 135 respondents which was taken as total sampling.This research used descriptive correlational method. The data was collected using closedquestionnaire that used five point Likert Scale with correlation analysis. The data analysis showedthat there was a moderate correlation between users' perception towards reference services and users' satisfaction with reference service of CISRAL Unpad. The results of hypothesis testing suggested that there was a strong relationship between users' perception towards collection availability and the competencies of service librarians and users' satisfaction with reference service of CISRAl Unpad. Also, there was a very strong relationship between users' perception towards the facilities and room layout of the reference service and users' satisfaction with the reference service department of CISRAL Unpad.Keywords: library users' perception, library users' satisfaction, library services. Abstrak. Hubungan antara Persepsi Pemustaka tentang Layanan Sirkulasi Mandiri dan Tingkat Penelitian ini dilatarbelkangi oleh beraneka ragamnya jenis pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan untuk para pemustaka di Perpustakaan Universitas Padjadjaran. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi Centre Of Information Scientific Resources And Library (CISRAL) Unpad. Inti kajiannya difokuskan pada salah satu faktor yang menghubungkan kepuasan pemustaka layanan referensi CISRAL Unpadpada bagian layanan referensi. Berdasarkan hal tersebut, pokok masalah yang  diungkapkan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Hubungan Persepsi Pemustaka Tentang Layanan Referensi dengan Kepuasan Pemustaka pada bagian Layanan Referensi di CISRAL Unpad. Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu: variabel (X) persepsi pemustaka tentang layanan referensi dan variabel (Y) kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi. Persepsi pemustaka dan kepuasanpemustaka diukur melalui empat indikator, yaitu: ketersediaan koleksi, kompetensi pustakawan layanan, fasilitas layanan referensi, dan tata ruang layanan referensi perpustakaan. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung layanan referensi CISRAL Unpad dengan sampel 135 responden yang dihitung berdasarkan total sampling. Metode penelitian menggunakan metode deskripitif korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tertutup dengan skala lima kategorilikert dengan analisis korelasi. Berdasarkan analisis data dapat diketahui persepsi  pemustaka tentang layanan referensi berhubungan sedang dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan persepsi pemustaka tentang ketersediaan koleksi dan kompetensi pustakawan layanan dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad berhubungan kuat, sementara persepsi pemustakatentang fasilitas dan tata ruang layanan referensi dengan kepuasan pemustaka pada bagian layanan referensi di CISRAL Unpad berhubungan sangat kuat.Kata Kunci: persepsi pemustaka, kepuasan pemustaka, layanan perpustakaan.
Pengaruh Perilaku Belajar Peserta Didik Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Akbar, Azizullah Putri; Komarudin, Yooke Tjuparmah
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4395

Abstract

Abstract. This research is motivated by the emergence of the information technology era in which library turns as the place for acquiring information, notably in school. Based on that background, this research is focused on the student's attitude and behavior, and student's learning interest towards school library utilization as a learning resource. The student's behavior was observed across the x-axis and the utilization of library as a learning resource in y-axis. Student's attitude was measured by means of attitude sub-variable which consists of three indicators: cognitive, affective, and conative. Student's behavior was measured by two indicators, namely learning behavior and reading behavior. Furthermore, student's learning interest consists of behave, attention and feeling. This research employs a descriptive design with some quantification to enhance the analysis. Furthermore, the data are collected by using closed questionnaire and Likert Scale. Then the data are analyzed by using correlation analysis and simple linear regression. The results revealed that student's learning behavior has a significant connection and influence (0.841) towards the utilization of school library as a learning resource. Based on this result, it can be recommended that school libraries are expected to develop its materials to increase the level of student's attitude, behavior and interest regarding to utilize library as a learning resource.Keywords: learning attitude, library materials utilization, learning resources, students.Abstrak. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini difokuskan pada sikap, kebiasaan, dan minat belajar peserta didik terhadap pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini terdiri dari perilaku belajar peserta didik (X) dan pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar (Y). Perilaku belajar peserta didik diukur melalui sub variabel sikap yang terdiri dari tiga indikator yaitu kognitif, afektif, dan konatif, dan kebiasaan terdiri dari dua indikator yaitu kebiasaan belajar dan kebiasaan membaca, sedangkan minat belajar terdiri dari perbuatan, perhatian, dan perasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data  menggunakan kuesioner tertutup dengan menggunakan Skala Likert dan menggunakan analisis data korelasi, serta untuk melihat besar pengaruhnya menggunakan koefisien determinasi dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa perilaku belajar peserta didik mempunyai tingkat hubungan dan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaansekolah sebagai sumber belajar, dengan signifikansi pengaruh sebesar 0,841. Rekomendasi pada penelitian ini perpustakaan sekolah diharapkan dapat mengembangkan bahan perpustakaan sehingga meningkatkan keberagaman sikap, kebiasaan, dan minat belajar peserta didik untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar.Kata kunci : Perilaku belajar, Pemanfatan bahan perpustakaan, Sumber belajardan Peserta didik
Bahasa Inggris Calon Pustakawan Multitasking: Kiat-Kiat Menumbuhkan Minat Berbahasa Inggris Melalui Pendekatan Ramah Suasana Rusmono, Doddy
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4390

Abstract

Abstract. Ideas expressed by LIS (Library and Information Science) students in the form of writing are incomprehensible to some extent. The work of LIS students of UPI, the librarians to-be, needs to be examined. These students are learners categorized as SNED (Students of Non English Department) gaining experience through learning English in the EFL (English as a Foreign Language) environments worth investigating. Lack of skill to bridge a gap between their native language (Indonesian) and target language (English) creates a room for inadequacy especially to native speakers. Paragraphs written by these students as ELLs (English Language Learners) are not easily understood due to the constraints dealing with linguistic and cultural barriers. A very small number of studentshave been willing to write their answers in English language when it comes to  options of answering in English or answering in Indonesian language in the mid-termexamination.This phenomenon gives a picture of competency in expresing ideas in English which is still far from being sufficient. Approach using a qualitative method of research with interview and observation as instruments to collect data from informants results in facts that they lack of confidence leading to an impact factor of low quality of writing. Hence, facilitators should take necessary steps to help with warm and friendly conduct toward betterments in working out English instead of Indonesian English. Librarians as professionals in practice should have a good command of English and exercise it in their daily routines. Their “at-homeness” proves to be very low making it possible for a native speaker to misinterpret the original ideas of the ELLs. Culture as a factor influences and builds a sense, attitude, and response of the ELLs in interacting with a native speaker of the target language. It is found out that efforts with friendliness and pleasing approach bythe facilitators to make the ELLs feel comfortable plays an important part toward betterments.Key words: friendly atmosphere, paragraph writing, linguistic consraints, culture, SNED.Abstrak. Gagasan yang disampaikan dalam bentuk tertulis menggunakan Bahasa Inggris oleh Mahasiswa Program Studi Perpustakaan FIP-UPI, yang adalah calon Pustakawan, memerlukan penelitian. Para Mahasiswa ini adalah pembelajar yang berkategori SNED (Students of Non-English Department) yang belajar Bahasa Inggris dengan lingkungan EFL (English as a Foreign Language) yang menarik untuk diteliti. Kekurangmampuan menjembatani kesenjangan antara Bahasa Ibu mereka (Bahasa Indonesia) dengan Bahasa Penerima (Bahasa Inggris) menghambat keberterimaan oleh khususnya Penutur Asli (native speaker). Paragraf karya tulis SNED sebagai Pembelajar Bahasa Inggris (ELLs –English Language Learners) sering sulit dimengerti karena kendala linguistik dan kultur. Sedikit sekali Mahasiswa yang mau menulis didalam Bahasa Inggris pada UTS (UjianTengah Semester). Kenyataan ini menggambarkan betapa kemampuan Mahasiswamenyusun kalimat masih jauh dari memadai. Pendekatan menggunakan metode kualitatif dengan intrumen wawancara bersama informan menghasilkan simpulan bahwa lack of confidence onthe students' part merupakan impact factor. Teramati bahwa Bahasa Inggris yang digunakan masih merupakan Bahasa Inggris “Indonesia”. Pada prakteknya, status Pustakawan Multitasking menuntut profesional Pustakawan untuk dapat berbahasa Inggris didalam rutinitas kesehariannya. Dalam hal ini, “at-homeness” mereka masih rendah sehingga seorang native speaker yang mencoba memahami bahasa tulisan karya Pustakawan melakukan penafsiran yang keliru. Selain itu, pengetahuan ELLs mengenai kultur sasaran (Bahasa Inggris) memainkan peran sangat penting didalam berkomunikasi.Didalam menyampaikan gagasan mereka, para pembelajar ini mengalami kesulitan karena terkendala oleh kultur bahasa sasaran. Kultur ini mempengaruhi dan membentuk perasaan, sikap, dan respon ELLs didalam berinteraksi dengan penutur asli bahasa sasaran. Ditemukan bahwa upaya yang ramah dan menyenangkan dari pengajar selaku fasilitator untuk memperbaiki Bahasa Inggris para calon Pustakawan ini merupakan suatu keniscayaan.Kata kunci: ramah suasana, penulisan paragraf, kendala linguistik, kultur, SNED,.
Hubungan Promosi Layanan Perpustakaan Dalam Meningkatkan Kunjungan Siswa Pada Perpustakaan Sekolah Margana, Hada Hidayat; Amir, Irvan
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4396

Abstract

Abstract. This research is a descriptive study that aims to describe the relationship promotion of library services in improving student visits. Promotion of library services is one of the programs of work done by librarians in attracting the visitors to come to the library. This research was conducted at the National High School Library 6 Bandung, which is located at Pasirkaliki Street No. 51 Bandung. This study used a descriptive method with a quantitative approach. Sample study amounted to 87 people who were determined by the formula Yamane and sampling technique used is simple random sampling. In general, the results showed that the relationship promotion of services in a very significant increase student visits. Meanwhile, in particular, the results showed that (1) Performance in promoting library librarians are very influential in improving student visits to the library. (2) Means promotion effect in improving students' visits to the library. It can be concluded that the promotion of library services can increase student visits to the library. Key word : Promotion of Library Services, School Library, Student Visits. Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan promosi layanan perpustakaan dalam meningkatkan kunjungan siswa. Promosi layanan perpustakaan merupakan salah satu program kerja yang dilakukan oleh pustakawan dalam memikat pemustaka untuk datang ke perpustakaan. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Bandung, yang berlokasi di Jalan Pasirkaliki No. 51 Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sample penelitian berjumlah 87 orang yang ditentukan dengan rumus yamane dan teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan promosi layanan dalam meningkatkan kunjungan siswa sangat signifikan. Sedangkan secara khusus, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kinerja pustakawan dalam mempromosikan perpustakaan meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. (2) Sarana promosi meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa promosi layanan perpustakaan dapat meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. Kata Kunci:  Promosi Layanan Perpustakaan, Perpustakaan Sekolah, Kunjungan Siswa. 
Rintisan Penyelenggaraan Perpustakaan Masjid Sebagai Sarana Kegiatan Membaca Bagi Para Jamaah Yusup, Pawit M.; Resfiantika, Evi
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4391

Abstract

Abstract. In the context of the mosque as a place of worship widely, one of which is a mosque used as a place for education and training activities of the people. This research aims to pioneer the implementation of the library as a means of reading and studying in the library of the mosque. The method used is the technique of PRA (Participatory Research Appraisal), with the steps: (1) conduct a discussion and shared learning about the mosque's congregation of reading and its implications for the intellectual development  of Muslims in general; (2) provides a means of learning and reading in the form of a number of books on general science and religion; (3) perform activities of assistance to pilgrims in learning and reading according to specialization. Results of the study show that, since the library of the mosque, indirectly, learning activities and reading in the mosque, began to awaken. This activity in practice to be a part of the functioning of the mosque library attendance among the people.Keywords: Mosque Library, learning activity, reading Habit.Abstrak. Dalam konteks masjid sebagai tempat ibadah secara luas, salah satu fungsinya adalah masjid dijadikan tempat kegiatan untuk pendidikan dan pembinaan umat. Penelitian ini bertujuan merintis penyelenggaraan perpustakaan sebagai sarana kegiatan membaca dan belajar di Perpustakaan Masjid. Metode yang digunakan adalah teknik PRA (Participatory Research Appraisal), dengan langkah-langkah: (1) melakukan kegiatan diskusi dan pembelajaran bersama jamaah masjid mengenai membaca dan implikasinya bagi perkembangan intelektual umat islam pada umumnya; (2) menyediakan sarana belajar dan membaca berupa sejumlah buku tentang ilmu pengetahuan umum dan keagamaan; (3) melakukan kegiatan pendampingan kepada jamaah dalam belajar dan membaca sesuai dengan  peminatan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa, sejak adanya perpustakaanmasjid, secara tidak langsung kegiatan belajar dan membaca di lingkungan masjid, mulai terbangun. Kegiatan ini pada prakteknya menjadi bagian dari berfungsinya kehadiran perpustakaan masjid di tengah umat.Kata kunci: Perpustakaan Masjid, kegiatan belajar, Membaca
Studi Manajemen Kelembagaan Museum Rohanda, -; Agustina, Susanti
Edulib Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i2.4392

Abstract

Abstrak. Museum menjadi aset bernilai sejarah yang monumental dan sarat dengan misi pendidikan dari generasi ke generasi. Museum pada umumnya menghadapi kendala dalam pengelolaan dana. Pengelolaan dana terutama yang mendukung keberlanjutan pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan museum agar dapat melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Kendala tersebut pada dasarnya akan selalu terkait dengan manajemen kelembagaan museum. Informasi yang diolah dalam karya ilmiah ini merupakan hasil elaborasi dari studi literatur dan simpulan studi hasil penelitian terdahulu. Artikel ilmiah ini membahas aspek kelembagaan museum meliputi pertama, profil museum dari segi sarana prasarana, SDM, koleksi; kedua aspek legal formal nomenklatur dan payung hukum; ketiga, aspek organisasi lembaga termasuk di dalamnya tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab lembaga penaung; keempat, pola koordinasi, kerjasama, dan hubungan kelembagaan museum dengan instansi terkait; kelima, studi kasusrevitalisasi kegiatan permuseuman yang mengarah pada kebijakan pengelolaankelembahgaan museum yang profesional. Pembahasaan tentang manajemen kelembagaan museum ini berguna, pertama bagi pengembangan wawasan keilmuan informasi dan perpustakaan, khususnya kelembagaan informasi selain perpustakaan. Kedua, memberikan gambaran mengenai tata kelola museum di instansi pemerintah. Ketiga, batasan lingkup kajian baru sebatas manajemen kelembagaan museum di instansi pemerintah, sehingga perlu adanya  pengembangan kajian manajemen kelembagaan museum untuk tipe museumlainnya, seperti museum yang dikelola swasta maupun pribadi.Kata kunci: gawitra, kelembagaan informasi, manajemen, museum.Abstract. Museums are monumental historical assets and laden with educational mission from generation to generation. Museums in general face constraints in fund management especially to support the sustainability, repair, and maintenance of the museums in order to serve the public better and professionally. These constraints will basically always be associated with the museums' institutional management. The information processed in this paper is an elaboration of literature study and conclusions of previous studies. This scientific article discusses the institutional aspects of museums including first, the museums' profile in terms of infrastructure, human resources, collection; second, the formal legal aspects of nomenclature and legal protection; third, the institutions' organizational aspects including tasks, functions, authority, and responsibilities of the sheltering institutions; fourth, the pattern of coordination, cooperation and institutional relations museum with other relevant institutions; and fifth, case studies of revitalization of museum activities that lead to institutional management policies of professional museums.Discussion on of the institutional management of museums is useful, first, for thedevelopment of information and library science, particularly institution of information in addition to the library. Second, it provides an overview of the governance of the museum in government institutions. Third, the scope of study is limited to institutional management of museums in government institutions, thus there is a need for the development of studies on institutional management of museums for other types of museums, such as museums that are managed by private or personal institutions.Keywords: Gawitra, information institution, management, museum.

Page 1 of 1 | Total Record : 7