cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application" : 46 Documents clear
PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI UNTUK SEKOLAH MENENGAH UMUM (SMU) Yulmaini Yulmaini; Netti Septina
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat pembelajaran yang terdiri dari media pembelajaran dan informasinya, merupakan salah satu alat penunjang keberhasilan pembelajaran di kelas berbasis multimedia untuk Siswa Sekolah Menengah Umum (SMU) khususnya kelas 12. Materi yang digunakan dalam perangkat pembelajaran khususnya biologi haruslah sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku saat ini.Perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran biologi lebih banyak menggunakan gambar/alat peraga dan buku paket sehingga dianggap kurang sesuai dengan tujuan dari kurikulum dan metode pembelajaran yang ditetapkan, karena dalam setiap penyampaian materinya guru harus selalu berperan aktif karena guru merupakan mediator, sehingga menimbulkan adanya ketergantungan siswa terhadap guru. Kurikulum saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran (KTSP) menginginkan terbentuknya siswa yang berpengetahuan, terampil, memiliki sikap dan nilai yang baik dan diwujudkan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak Sedangkan metode pembelajaran yang diterapkan adalah CTL (Conceptual Learning) dimana menuntut siswa agar lebih mandiri dan kreatif.Metode pengembangan perangkat lunak pada penelitian ini menggunakan Systems Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall. Dan pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan studi pustaka. Implementasi dari model Waterfall ini dijelaskan melalui analisis sistem, konteks diagram, DFD, struktur tabel database, relasi antar tabel, dan rancangan input output. Untuk membuat Perangkat Pembelajaran Biologi  sebelumnya perlu dilakukan implementasi sistem untuk menentukan penentuan struktur database, struktur data, pengkodean dan user interface dengan menggunakan Macromedia FLASH 8 Professional  karena Macromedia FLASH 8 Professional. Database Management System (DBMS) yang digunakan adalah Notepad yang sebelumnya telah dihubungkan dengan Action script yang terdapat dalam Macromedia FLASH 8 Professional.Untuk merancang dan membuat website ini, penulis menggunakan Macromedia Flash profesional, Audio Studio, ACD See Pro, PHP Editor.
PENILAIAN SITUS PEMERINTAH DAERAH DI PROVINSI DKI JAKARTA, BENGKULU, JAMBI, DAN BANGKA BELITUNG Hanif Hoesin; Herald Setiadi; Nurjanah Andi Lemmung; Prima A Tonandriv; Abdulloh Abdulloh
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan otonomi daerah menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang berisikan kewenangan daerah otonom memungkinkan daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan perundang-undangan. Dalam hal percepatan pengembangan potensi daerah, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang tepat, terarah, serta berkelanjutan diharapkan memberikan nilai tambah tersendiri. Melalui  Inpres No. 3 Th 2003, pemerintahpun – dalam hal ini Departemen Komunikasi dan Informatika – telah menetapkan Kebijakan dan Strategi Nasional tentang pengembangan e-government. Implementasinya dalam teknologi informasi diantaranya adalah pengembangan situs web pemerintah daerah.Menurut Catatan Depkominfo (2007) menunjukkan bahwa jumlah situs web pemerintah (pusat dan daerah) mencapai 224 buah. Sebanyak 201 situs dapat diakses, dan sisanya 23 buah situs tidak dapat dibuka (www.kominfo.go.id). Meskipun demikian, sampai saat ini isi dari situs pemerintah daerah yang sudah dibangun itu belum diidentifikasi secara jelas. Isi dari situs, seperti informasi apa saja yang disajikan, apakah layanan online yang disediakan, bagaimana keterlibatan masyarakat dengan proses pembuatan kebijakan publik secara online, seperti apa fitur-fiturnya, belum didata/dikaji secara sistematis. Padahal, dari data tersebut kita dapat memperoleh gambaran mengenai sejauh mana perkembangan implementasi e-government di Indonesia. Lebih jauh lagi, berdasarkan data itu dapat dirumuskan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pengembangan isi situs pemerintah.Penelitian kali ini dilakukan dengan melakukan kodifikasi kontent situs pemerintah daerah dari tingkat propinsi hingga kabupaten dengan tujuan mengetahui profil situs pemerintah daerah, mengeksplorasi isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, mengetahui perbedaan isi/content yang terdapat pada situs pemerintah daerah, dan mengevaluasi isi situs pemerintah daerah. Penelitian dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu, sesuai dengan wilayah kerja BPPI Depkominfo Jakarta. Metode analisa isi dan penilaian panelis dilaksanakan di DKI Jakarta, pelaksanaan in-depth interview terhadap pengelola e-government pemerintah daerah dilakukan di setiap provinsi tersebut.Semua situs pemerintah daerah yang berada di empat provinsi dijadikan populasi penelitian. Terdapat 12 buah situs yang aktif dan dapat di-coding dari 20 buah situs pemerintah daerah yang telah ditentukan. Untuk memperoleh cakupan informasi sesuai tujuan penelitian ini digunakan tiga pendekatan sekaligus yaitu pertama analisa isi (content analysis), lalu penilaian juri/panelis, dan ditambah wawancara mendalam (in depth interview).  Analisa isi terhadap situs pemerintah daerah merupakan instrumen penelitian utama, sementara penilaian juri/panelis dan wawancara mendalam digunakan untuk melengkapi temuan analisa isi. Coding instrument yang dibuat mengacu pada coding instrument yang dibuat pada penelitian Zhou (2004). Penelitian ini mereplikasi penelitian analisa isi terhadap situs pemerintah daerah yang dilakukan Zhou di Cina. Yang didalamnya terdapat tiga kategori koding utama yaitu tiga tipe utama e-government: e-governance, e-service, dan e-knowledge.Hasil penelitian menemukan bahwasanya situs pemerintah daerah yang dijadikan obyek penelitian sangat kaya akan informasi. Dua per tiga (62.3%) hyperlink yang terdapat pada situs pemerintah menyajikan informasi yang berasal dari pemerintah (fungsi e-knowledge). Sementara jumlah hyperlink yang dapat melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pada pemerintah (fungsi e-governance) hanya seperempatnya (24.3%), dan hyperlink yang menyajikan layanan pemerintah secara online (fungsi e-service) hanya mencapai 13.4%.Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pembuatan kebijakan pengembangan isi situs pemerintah daaerah serta  sebagai tolak ukur objektif kuantitas dan kualitas isi situs pemerintah daerah.
PERANCANGAN FRAMEWORK UMUM UNTUK DIAGNOSIS OTOMATIS KEGAGALAN SISTEM INFORMASI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MESIN Juwairiah Juwairiah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sistem informasi mengalami problem yang sama ketika menghadapi kegagalan, yaitu sulit untuk menentukan mana dari sistem sebagai sumber kegagalan.  Paper ini akan mempelajari dan menganalisis diagnosis fault dengan pembelajaran mesin dalam tiga kasus kegagalan sistem informasi berbasis web, yaitu : isolasi bug dengan regresi logistik, lokalisasi fault dalam layanan internet dengan pohon keputusan, dan diagnosis problem kinerja sistem dengan Tree Augmented Naïve Bayesian Network (TAN). Kemudian mengusulkan sebuah framework umum untuk diagnosis otomatis berdasarkan kemiripan diagnosis fault dalam ketiga kasus tersebut. 
TELEHEALTH DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN Agus Sudaryanto; Okti Sri Purwanti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan akan sangat berkembang seiring perkembangan tekhnologi dan informasi. Termasuk juga pelayanan keperawatan di masa ke depan akan memanfaatkan perkembangan tekhnologi informasi, misalnya mengaplikasikan telehealth. Telehelath dalam keperawatan bisa dikembangkan untuk digunakan dalam bidang pendidikan maupun bidang pelayanan keperawatan. Dalam bidang pelayanan keperawatan telehealth dapat membantu kegiatan asuhan keperawatan pada pasien di rumah atau dikenal dengan home care. Dengan adanya kontribusi telehealth dalam pelayanan keperawatan di rumah atau homecare, akan banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh pasien dan keluarga, perawat, instansi pelayanan kesehatan dan termasuk juga pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Kesehatan. Namun demikian untuk bisa mengaplikasikan telehealth dalam bidang keperawatan banyak sakali tantangan dan hambatannya misalnya: faktor biaya, sumberdaya manusia, kebijakan dan perilaku. 
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SLEMAN BERBASIS WEB Budi Santosa; Herry Sofyan; Wahyu Ari Widiyastuti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membutuhkan tersedianya sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas, yang memiliki daya inovasi, kreativitas, dan komunikasi yang baik, sehingga mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari berbagai negara. Di Indonesia, seiring dengan diberlakukannya  otonomi daerah, maka SDM yang berkualitas akan sangat membantu dalam pembangunan suatu daerah. Untuk membantu pemerintah dalam mengetahui dimana saja bisa didapatkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah, maka perlu dibuat adanya suatu peta persebaran penduduk. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dirasa penting untuk dirancang dan dibangun suatu “Sistem Informasi Georafis Penyebaran Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia”.Sistem ini dirancang dengan metode waterfall, dimana hasil outputnya berupa program SIG berbasis web dengan peta kartografi yang dapat menunjukkan prsebaran penduduk. Software pengembang SIG ini adalah ESRI shape file dari ArcView GIS 3.3. Selain itu juga digunakan Map Server 4.4 sebagai software yang men-generate peta secara dinamis agar dapat di-laod dalam halaman internet. Untuk input data set GIS digunakan ESRI Shape file dari Arc View GIS, sedangkan untuk pengelolaan basis data spasial dilakukan sepenuhnya di Arc View GIS.Sistem ini akan memudahkan instansi terkait untuk mengetahui potensi penduduk (usia produktif atau non-produktif) dari suatu daerah, juga menyediakan informasi bagi para pegambil kebijakan tingkat Propinsi dan Kabupaten untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam pemanfaatan potensi suatui daerah dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah yaitu dengan memperhatikan faktor-faktor seperti iklim, kesuburan tanah, tata air, keadaan ekonomi serta kultur penduduk (mata pecahaiannya). 
EVALUASI IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT PADA SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA : PRESPEKTIF CONTENT DAN MANAJEMEN Sosiawan, Edwi Arief
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instruksi Presiden No 3 tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-government merupakan “angin segar” bagi penerapan teknologi komunikasi dan informasi di bidang pemerintahan. Saat ini telah banyak instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah otonom yang berinisiatif mengembangkan pelayanan publik melalui jaringan komunikasi dan informasi dalam bentuk situs web. Namun, implementasi mayoritas situs web Pemerintah Daerah Otonom masih berada pada tingkat pertama (persiapan) dan hanya sebagian kecil yang telah mencapai tingkat dua (pematangan), sedangkan tingkat tiga (pemantapan) dan empat (pemanfaatan) belum tercapai. Artinya,  implementasi e-government di Indonesia baru pada tahap awal, sehingga banyak lembaga pemerintah yang menyatakan dirinya sudah mengaplikasikan e-government, ternyata baru pada tahap web presence. Tantangan utama terletak pada kemampuan dan kesiapan  manajemen serta para pelaku dan bukannya teknologi pendukung e-government Apabila hal tersebut tidak diatasi maka dapat mengakibatkan timbulnya digital divide. Lebih jauh lagi transparansi kebijakan dan pelaksanaan otonomi daerah akan semakin sulit dikelola dan akan menutup jalan ke arah demokratisasi yang sempurna
APLIKASI PENGOLAHAN DATA DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT) DAN LOGISTIK PADA KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH (STUDI KASUS: KPUD KABUPATEN BANDUNG) Endro Ariyanto; Dea Gannyaldi W.; Andrian Rakhmatsyah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Pengolahan Data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Logistik dibutuhkan untuk mendukung semua kegiatan pengolahan data pemilih dan kebutuhan logistik Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu). Sistem pengolahan data yang telah ada selama ini dilakukan secara manual dan kurang efisien sehingga masih sering terjadi kesalahan dalam pendataan pemilih yang menyebabkan ketidakakuratan data.Aplikasi Pengolahan Data DPT dan Logistik  membahas tentang pendataan penduduk yang  berpotensi sebagai pemilih dalam Pemilu berdasarkan syarat-syarat yang ditentukan, serta mengolah data kebutuhan logistik yang diperlukan untuk pelaksanaan Pemilu dan anggaran dalam penyediaan kebutuhan logistik. Sistem yang dibangun berupa aplikasi jaringan dengan menggunakan PHP sebagai antarmuka aplikasi dan MySQL sebagai basis datanya. Metode yang digunakan dalam membuat aplikasi ini adalah metode waterfall yang meliputi analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, coding dan pengujian.Aplikasi yang telah dibangun dapat menangani masalah pengolahan data mencakup insert, update dan delete data pemilih dan data kebutuhan logistik, menangani penyimpanan data dalam jumlah besar dan penyusunan laporan.
DATA MINING DENGAN TEKNIK CLUSTERING DALAM PENGKLASIFIKASIAN DATA MAHASISWA STUDI KASUS PREDIKSI LAMA STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Lindawati Lindawati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknik Data Mining (DM) clustering berbeda dengan teknik-teknik DM yang lainnya, seperti association rule mining dan classification yang memerlukan tahapan training dan evaluasi. Teknik ini menggunakan metode unsupervised learning yang berarti DM tidak perlu melakukan training terlebih dahulu tapi bisa langsung menggunakannya untuk pengelompokan. Teknik ini masih jarang digunakan dibanding dengan teknik-teknik DM yang lain. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada pengembangan aplikasi DM dengan teknik clustering pada penelitian untuk mengklasifikasikan data prediksi lama studi masiswa di Universitas Bina Nusantara dengan menggunakan algoritma Self Organizing Maps dan pengujian keakuratan aplikasi DM dengan teknik clustering. Tahapan yang dilakukan dibagi menjadi tahapan analisa, perancangan, pengembangan dan pangujian aplikasi DM. Pada tahapan analisa dilakukan beberapa percobaan dalam mengklasifikasikan prediksi lama studi mahasiswa berdasarkan delapan atribut yang digunakan, yaitu: rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (rIpk), simpangan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (srIpk), rata-rata jumlah SKS per Semester (rSksem), rata-rata jumlah SKS yang tidak lulus per semester (rSksemTL), jumlah SKS Kumulatif (skKum), jumlah SKS yang akan diambil pada semester keempat (sksYad),  jumlah SKS yang wajib diambil (sksMin) dan hak SKS yang dapat diambil pada semester lima dst (hakSks). Hasil dari tahapan analisa ini digunakan sebagai acuan pada tahapan perancangan dan pengembangan aplikasi DM. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap aplikasi DM yang telah dibuat untuk mengetahui keakuratan pengklasifikasian dari aplikasi DM tersebut. Evaluasi dilakukan melalui beberapa variasi pengujian dengan menggunakan paramter-parameter jumlah data, jumlah iterasi, learning rate, radius, neighbourhood function dan urutan data. Dari pengujian-pengujian yang dilakukan dapat diketahui bahwa rata-rata kesalahan hasil klasifikasi prediksi lama studi yang diperoleh relatif kecil, kurang dari atau maksimal 5%.
STRATEGI KELUAR DARI JEBAKAN KEMISKINAN (POVERTY TRAP) DI INDONESIA Ripno Juli Iswanto; Eko Yuliasih; Salim Abdul Azis
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha menguraikan pengertian dari poverty trap atau jebakan kemiskinan, penyebab terjadi poverty trap di Indonesia dan strategi yang dapat diterapkan di Indonesia untuk keluar dari poverty trap ini. Metodologi penelitian yang digunakan pada kasus ini adalah analisis regresi dan simulasi dinamik yang berpijak pada teori model pertumbuhan ekonomi Solow-Swan. Variabel-variabel yang diamati meliputi tenaga kerja, modal dan tingkat teknologi yang diterapkan.Hasil analisis ini menunjukan bahwa faktor penentu kemiskinan di Indonesia adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Indonesia yang diakibatkan oleh minimnya alokasi dana untuk pendidikan, banyaknya tenaga pengajar yang tidak berkompeten di bidangnya, dan output yang dihasilkan masih jauh dari yang diharapkan. Dan faktor lain yang mempengaruhi poverty trap adalah ketersediaan investasi, jumlah tenaga kerja, dan hasil sektor pertanian.Model Solow-Swan memberikan dua buah hasil yaitu, pada steady-state yang sama, Negara miskin seharusnya mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan Negara kaya dan peningkatan investasi memberikan laju pertumbuhan investasi sama dengan perpindahan ekonomi menuju steady-state yang baru.
PEMBUATAN MODEL PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI Studi Kasus : Pemerintahan Kabupaten Sleman Sri Handayaningsih
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi informasi (TI) pada sebuah pemerintahan sudah menjadi kebutuhan. Penyebab terhambatnya pengembangan TI di pemerintahan antara lain belum matangnya analisis kebutuhan secara keseluruhan seperti ; visi dan misi, kebutuhan TI, SDM, budaya organisasi yang berjalan saat ini dan perubahan budaya yang diinginkan , keuangan dan lain sebagainya. Budaya organisasi merupakan faktor utama dalam melaksanakan kegiatan dalam organisasi, sehingga dalam pengembangan TI sangat perlu melihat dari faktor budaya organisasi yang sedang berjalan, yang berguna untuk menentukan TI yang akan dibangun dan digunakan sudah sejalan atau belum. Sedangkan budaya organisasi yang diinginkan pada  saat mendatang akan berguna untuk melakukan kelanjutan pengembangan TI yang disesuaikan dengan pengembangan e-government. Model Pengembangan TI dibuat dalam rangka untuk memudahkan pemerintah dalam menentukan dan mengembangan TI sesuai dengan tahapan e-government. Model pengembangan TI berdasarkan budaya yang berjalan saat ini dan bentuk rekomendasi berupa model pengembangan TI berdasarkan perubahan budaya organisasi yang diinginkan.

Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue