cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2019)" : 15 Documents clear
STUDI BANDING PERFORMA TIANG UTAMA BUS UNTUK MODEL TUNGGAL DAN MODEL GANDA DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI METODA ELEMEN HINGGA Budi Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2659

Abstract

Sehingga setiap komponen dari bus harus memiliki struktur rangka yang kuat terutama pada tiang utama. Masing-masing tiang utama umumnya dibuat dari sebuah baja profil tunggal (model tunggal). Tetapi tiang utama bus ini juga dapat dibuat dari gabungan dua buah baja profil dengan cara di las (model ganda) yang mempunyai dimensi luar yang sama dengan model tunggal. Penelitian ini bertujuan memodelkan dan membandingkan performa tiang utama sebuah bus untuk tiang model tunggal dan model ganda dengan menggunakan FEM (Finite Element Method). Hasil simulasi FEM adalah berupa tegangan dan displacement. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan tegangan dan displacement pada tiang utama model tunggal yaitu berturut turut sebesar 1,287 x 106 N/m2 dan 6,448 x 10-1 mm. Sedangkan tegangan dan displacement pada tiang utama model ganda yaitu berturut turut sebesar 2,936 x 106 N/m2 dan 1,580 mm.  Dari hasil simulasi, bentuk rangka tiang utama yang terbaik adalah tiang utama model tunggal karena memiliki tingat keamanan yang tinggi dibandingkan dengan tiang model ganda baik dari sisi tegangan maupun displacement.Kata kunci: FEM, model tunggal, model ganda, tiang utama
TEGANGAN PULLOUT DAN PEREKAAN PERMUKAAN PADA SERAT DAUN PANDAN DURI (PANDANUS TECTORIUS) – RESIN POLYESTER Achmat Riyanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2664

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan kebutuhan material komposit semakin meningkat, salah satunya teknologi material komposit berpenguat serat alam, serat daun pandan duri berpotensi  untuk  dijadikan  sebagai  bahan  baku  material komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik dan foto mikro serat daun pandan duri dengan perlakuan perendaman air laut. Pengujian pull-out juga dilakukan untuk mengetahui tegangan geser serat dengan matrik resin polyester. Serat daun pandan duri yang direndam kedalam air laut, dengan variasi waktu 0, 1, 2, 3, dan 4 minggu. Hasil yang diperoleh dari uji tarik serat tunggal menunjukkan bahwa pada perendaman selama 2 minggu memiliki nilai kekuatan tarik yang optimal  sebesar 28,65 Mpa, hal ini juga terbukti dari hasil foto mikro serat yang menunjukan kepadatan sub celahnya. Sedangkan kekuatan tarik serat tanpa perlakuan perendaman dan perendaman selama 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut adalah 22,57 MPa, 24,43 MPa, dan 18,96 MPa. Kemudian pada pengujian pull out nilai tegangan geser tertinggi sebesar 1,33 MPa lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan perendaman dan perendaman air laut 1, 3, dan 4 minggu berturut-turut yaitu sebesar 0,09 MPa, 1,11 MPa, 1,21 MPa, dan 1,07 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, serat daun pandan duri mempunyai kompatibilitas yang baik dengan resin polyester setelah diberi perlakuan perendaman air lautKata kunci: serat daun pandan duri, resin uji pull-out, kompatibilitas
PENENTUAN PARAMETER DISTRIBUSI PADA METODE CLAHE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS OBJEK BAWAH AIR Dwi Puji Prabowo; Ricardus Anggi Pramunendar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2655

Abstract

Laut merupakan salah satu  kekayaan alam yang dimiliki oleh indonesia, dimana indonesia memiliki luas lautan hingga 6,49 juta km persegi. Banyak ekosistem yang hidup di laut sebagai salah satunya adalah ikan dimana ikan merupakan komodittas penopang perekonomian negara indonesia. Sehingga pendeteksian objek bawah air merupakan salah satu tindakan awal dalam menjaga ekosistem . dalam pendeteksian objek bawah laut dipengaruhi oleh kualitas citra bawah air. Kualitas bawah air sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas citra bawah air adalah panjang gelombang yang berbeda disetiap objek yang ada, masalah intensitas cahaya yang dapat mempengaruhi lingkungan sekitar objek. Penelitian ini mengusulkan metode clahe dengan menggunakan parameter distribusi  sehingga diharapkan  mampu memberikan peningkatan kualitas citra yang lebih maksimal.dengan menggunakan 3 parameter distribusi nantinya akan dianalisis untuk menentukan parameter distribusi manakah yang paling baik untuk digunakan dalam membantu meningkatkan kualitas objek bawah air. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dievaluasi menggunakan MSE, PCQI, dan PNSR sehingga hasil analisis akan lebih akurat . dari penelitian yang dilakukan menghasilkan bahwa metode clahe dengan parameter distribusi Exponent yang memiliki hasil yang lebih baik yaitu nilai MSE yang diperoleh paling rendah 115.1217 yang artinya tingkat eror yang dihasilkan paling kecil dibandingkan dengan yang lain, kemudian nilai PNSR 27.5192 Db merupakan nilai tertinggi yang artinya tingkat kemiripan paling baik dan nilai PCQI yang dihasilkan exponent adalah 1.1686 yang artinya distribusi exponen yang > 1 merupakan terjadi peningkatan kualitas objek yang telah diteliti.Kata kunci : bawah air, clahe , parameter distribusi
ANALISIS LAJU KOROSI BAJA ST 60 PASCA PROSES LAS GTAW DENGAN VARIASI ARUS LAS 80, 100, 120 A DAN DIRENDAM PADA LARUTAN HCL BERSUHU 40̊ CELCIUS Gabriyel Aditya Yudi; Sri Mulyo Bondan Respati; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2660

Abstract

Korosi merupakan suatu proses dimana proses ini menimbulkan suatu masalah karena dapat menghambat sebuah pekerjaan. Dalam hal ini korosi juga dapat menyerang besi baja ST60, baja yang dalam kehidupan sehari hari sangat mudah untuk diaplikasikan. Salah satu pengaplikasiannya adalah pembuatan pipa. Pipa digunakan sebagai sarana transportasi pengalir cairan, karena dianggap lebih murah dan effisien, slah satunya aliran HCl. Untuk mendapat panjang pipa yang diinginkan dapat digunakan proses pengelasan sebagai penyambung. Dalam tulisan ini dilakukan pengujian laju korosi serta pengaruh korosi terhadapt baja ST60 dengan variasi arus las 80, 100, 120 A dan tanpa proses pengelasan yang direndam dalam larutan HCl selama 72 jam. Hasilnya Dengan hasil selisih rata rata tanpa pengelasan 17,07 gram dan dengan las-an 120A didapat 15,48 gram.Serta laju korosi tertinggi pada proses tanpa pengelasan yaitu 13,6.102MPY, setelah itu turun 1,4% yaitu di pengelasan 80A dengan hasil 13,43.102MPY, kemudian turun kembali 4,8% menjadi 12,8.102MPY dan terakhir laju korosi terendah dengan pengelasan 120A, turun 9,3% menjadi 12,35.102MPY. Serta uji kekerasan 80A yang semula 61,3 naik menjadi 61,53 dengan menggunakan metode HRB. Hal tersebebut terjadi di semua spesimen termasuk 100A, 120A dan tanpa proses pengelasan. Dapat diketahui semakin tinggi amper semakin tinggi kekerasan karena semakin tinggi temperaturnya, dan berbanding terbalik dengan laju korosinya yang semakin rendah.Kata kunci: korosi, laju korosi, baja st60, GTAW
ANALISA KEAUSAN DISC BESI COR DENGAN METODE MATEMATIKA SEDERHANA MENGGUNAKAN TRIBOMETER PIN-ON-DISC TANPA PELUMAS Imam Syafa’at; Abdul Khalim; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2665

Abstract

Semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang mechanical engineering khususnya di bidang tribologi, maka akan semakin banyak terungkap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi umur pemakaian  komponen dari sebuah mesin. Besi cor adalah salah satu bahan untuk membuat komponen dari suatu mesin. Penelitian kali ini menggunakan tribometer pin-on-disc dengan besi cor A (79.5 HRB), besi cor B (82 HRB) dan besi cor A (86.5 HRB) sebagai disc dan bola baja AISI 52100 berdiameter 8,0 mm dengan kekerasan 60 HRC sebagai pin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan material disc dan ukuran diameter pin terhadap nilai lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi, volume dan tinggi keausan yang terjadi pada besi cor. Kajian juga membandingkan hasil keausan dengan berbagai model yang yang telah ada sebelumnya. Analisa perhitungan menggunakan penurunan geometri berdasarkan rumus matematika dasar sederhana dan menggunakan metode penurunan persamaan Archard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebar kontak keausan, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V) mempunyai hubungan berbalik nilai dengan kekerasan material dan senilai dengan jarak sliding (s). Ukuran diameter pin mempunyai hubungan sebanding dengan lebar kontak aus, koefisien keausan berdimensi (KD), ketinggian keausan (h) dan volume keausan (V). Semakin keras suatu material maka keausan yang terjadi akan semakin kecil.Kata kunci: keausan, besi cor, pin-on-disc, Archard, metode sederhana

Page 2 of 2 | Total Record : 15