cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2017): ISTEK" : 15 Documents clear
PENINGKATAN NUTRISI JERAMI PADI MELALUI FERMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN KONSORSIUM JAMUR PHANEROCHAETE CHRYSOSPORIUM DAN ASPERGILLUS NIGER Ateng Supriyatna
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerami padi merupakan limbah hasil industri pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak, karena memiliki kadar protein yang rendah dan kandungan lignoselulosa yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi dengan menggunakan konsorsium Aspergillus niger dan Phanerochaete chrysosoporium dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan nutrisi jerami padi dan mengetahui konsentrasi optimum dari fermentasi konsorsium tersebut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA One Way dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Perlakuan yang digunakan adalah JFKo = jerami padi tidak diberi perlakuan (kontrol), JFK1 = jerami padi + konsorsium 5% Aspergillus niger + 4% Phanerochaete chrysosporium, JFK2 = jerami padi + konsorsium 5% Aspergillus. niger + 6% Phanerochaete chrysosporium, JFK3 = jerami padi + konsorsium 5% Aspergillus niger + 8% Phanerochaete chrysosporium dengan lama fermentasi selama 8 hari. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar lignoselulosa, kadar abu, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh peningkatan kadar protein, kadar air, kadar abu, dan penurunan kadar lignoselulosa. Peningkatan tertinggi dari kadar protein diperoleh pada perlakuan JFK3 yaitu sebesar 15,535%, kadar abu sebesar 1,045%, kadar air sebesar 5,09%, dan penurunan paling tinggi pada kadar lignoselulosa dari lignin yaitu pada perlakuan JFK3 yaitu sebesar 5,81%, selulosa pada perlakuan JFK3 3%, dan hemiselulosa pada perlakuan JFK3 5,22%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kedua kapang dapat meningkatkan kandungan protein dan menurunkan kadar lignoselulosa pada jerami padi dan konsentrasi yang paling optimum yaitu pada perlakuan JFK3.
PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI KADAR POLUSI UDARA MENGUNAKAN SENSOR GAS MQ-7 DENGAN TEKNOLOGI WIRELESS HC-05 Adam Faroqi; Dery Kurnia Halim; Mada Sanjaya WS; Eko Prabowo Hadisantoso
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kendaraan yang lalu lalang datang maupun meninggalkan kota Bandung mengakibatkan udara disekitarnya panas dan berdebu, serta alat pendeteksi kadar polusi udara udah tidak terpasang lagi. Oleh sebab itu, diperlukan suatu alat pendeteksi kadar polusi di udara yang berfungsi sebagai pemantau kadar polusi serta pendeteksi dini dalam pencemaran udara, sehingga menjadi acuan guna membuat program untuk menanggulangi permasalahan pencemaran udara tersebut. Untuk mendeteksi kadar polusi udara menggunakan sensor gas MQ-7 yang peka terhadap gas karbon monoksida, stabil dan berumur panjang. Dan untuk tampilan menggunakan LCD yang sebelumnya di proses oleh mikrokontroler Arduino UNO. serta untuk tampilan mengunakan laptop sebelumnya diproses oleh software MATLAB yang ditransmisikan mengunakan teknologi wireless Hc-05 yang terdapat pada alat sehingga tampilan pada LCD dan laptop sama. Sistem ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap masalah pencemaran udara karena praktis, dan mudah ditemukan serta biaya yang diperlukan terjangkau dibanding dengan alat dari badan lingkungan hidup. Rancang bangun alat pendeteksi kadar polusi udara mengunakan sensor gas MQ-7 dengan Teknologi Wireless HC-05 dapat mendeteksi karbon monoksida. Masukan dari sensor gas di olah melalui arduino, menghasilkan output pada LCD dan LED serta di kirim melalui wireless HC-05 ke PC. Kadar polusi terbesar tercatat pada alat 56ppm
RANCANG BANGUN APLIKASI PEMBELAJARAN ILMU SHARAF DALAM TATA BAHASA ARAB BERBASIS ANDROID Wisnu Uriawan; Hadi Hidayat
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu sharaf merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang aturan perubahan kata dalam tata bahasa arab. Perubahan suku kata tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan suku kata yang lainnya, supaya kalimat tersebut memiliki makna yang jelas. Apabila kita ingin memahami Al-Qur’an dengan baik, harus disertai dengan pembelajaran bahasa arab yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah media pembelajaran berbasis mobile learning sebagai media pembelajaran alternatif. Untuk membantu dalam proses pencarian kata, aplikasi ini menggunakan algoritma brute force. Metode pengembangan sistem pada aplikasi ini menggunakan prototype. Aplikasi ini diimplementasikan pada teknologi diantaranya, dengan menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman dan SQLite sebagai database. Aplikasi ini berguna untuk pelajar dan santri yang ingin mempelajari ilmu sharaf berbasis mobile learning sebagai media pembelajaran alternatif tanpa harus selalu mengandalkan belajar ditempat formal.
ADSORPSI SENYAWA 2,3-DIFENIL-IMIDAZO[1,2-A]PIRIDIN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI BAJA KARBON DALAM LARUTAN ELEKTROLIT JENUH KARBON DIOKSIDA Tety Sudiarti
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri pertambangan , minyak mentah yang dihasilkan bercampur dengan garam-garam klorida, gas yang bersifat asam seperti CO2 dan H2S, dan asam-asam organik yang memiliki berat molekul rendah seperti asam format dan asetat yang jika bercampur dengan air akan menjadi media yang sangat korosif terhadap bagian dalam pipa baja karbon yang digunakan dalam sumur produksi. Oleh karena itu, masalah korosi memerlukan penanganan yang sungguh-sungguh. Penanganan masalah ini masih sangat sulit karena faktor biaya yang sangat besar, oleh karena itu dibutuhkan upaya penanggulangan yang relatif lebih murah dan mudah. Salah satunya adalah dengan penambahan inhibitor korosi. Senyawa inhibitor yang digunakan adalah 2,3-difenilimidazo[1,2-a]piridin. Senyawa tersebut memiliki struktur molekul yang planar dan mengandung atom N yang memiliki pasangan elektron bebas yang dapat mengadsorpsi pada permukaan logam sehingga diharapkan dapat memiliki aktivitas inhibisi yang baik. Senyawa tersebut dianalisis daya inhibisi korosinya menggunakan metode Tafel dengan variasi konsentrasi dalam medium korosif larutan NaCl 1% jenuh CO2 serta ditentukan jenis isoterm adsorpsinya.. Hasil penelitian menunjukkan senyawa 2,3-difenil-imidazo[1,2-a]piridin menunjukkan aktivitas inhibitor yang baik dan adsorpsinya pada permukaan baja karbon sesuai dengan isoterm Langmuir yaitu dengan membentuk lapisan monolayer pada permukaan baja
PEMANFAATAN BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI KOAGULAN ALTERNATIF DALAM PROSES PENJERNIHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TEKSTIL KULIT Irmayana Irmayana; Eko Prabowo Hadisantoso; Soeharti Isnaini
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biji kelor perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Kandungan protein dalam biji kelor (Moringa oleifera) yaitu polielektrolit kationik yang merupakan koagulan alami yang mampu meningkatkan kualitas air limbah industri tekstil kulit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji kelor sebagai koagulan pada industri tekstil kulit sehingga diperoleh dosis optimum koagulan biji kelor.Metode penelitian ini dilakukan 3 tahap yaitu preparasi koagulan, proses koagulasi dan analisis parameter. Preparasi koagulan dihasilkan serbuk biji kelor dengan variasi dosis (1 gram, 3 gram, 5 gram, 7 gram, 9 gram dan 11 gram)/500 mL limbah cair industri tekstil kulit, hasil proses koagulasi menggunakan koagulan biji kelor menghasilkan endapan berupa koloid. Hasil dari analisis parameter menunjukan bahwa dosis 5 gram berpengaruh terhadap penurunan kadar TSS, COD, amonium, dan dosis 1 gram berpengaruh terhadap penurnan kadar BOD, sedangkan pengaruh penambahan koagulan terhadap kadar warna, krom dan sulfida tidak terjadi peningkatan. Dosis optimum koagulan biji kelor 5 gram mampu menyisihkan TSS sebesar 0,012 mg/L, COD sebesar 104,96 mg/L, Amonium sebesar 1,7 mg/L. Namun pada pengukuran BOD dosis optimum koagulan biji kelor adalah 1 gram mampu menyisihkan BOD sebesar 20,52 mg/L, warna sebesar 68,518 Pt.Co, krom sebesar 0,483 mg/L dan sulfida sebesar 0,021 mg/L. Koagulan biji kelor dapat memperbaiki kualitas air limbah cair industri tekstil kulit.

Page 2 of 2 | Total Record : 15