cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2011)" : 12 Documents clear
KARAKTERISTIK BERMUKIM MASYARAKAT BANJAR PINGGIRAN SUNGAI STUDI KASUS: KELURUHAN KUIN UTARA BANJARMASIN Tharziansyah, Muhammad
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarmasin merupakan salah satu kota yang dikenal memiliki kawasan permukiman ba-tang air yang khas. Namun akibat pesatnya pembangunan jalan darat, banyak pertum-buhan dan perkembangan permukiman baru yang tidak lagi berorientasi ke arah sungai. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik bermukim masyarakat ping-giran sungai dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian dila-kukan melalui housing attributes yang meliputi faktor lokasi, lingkungan perumahan dan faktor rumah dan household attributes yang meliputi kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya rumah tangga. Data diambil dari wawancara terstruktur dan pengamatan lapang-an. Dengan menggunakan factor analysis variabel dikelompokkan dan disaring. Selanjut-nya variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. Hasil analisis re-gresi menunjukkan bahwa faktor sosial budaya sangat mempengaruhi karakteristik ber-mukim. Terdapatnya sejumlah warga di Kuin Utara yang memilih tinggal di permukiman darat di sekitarnya akan mengurangi preferensi bermukim di kawasan ini di masa menda-tang. Implikasinya citra Banjarmasin sebagai kota air semakin menghilang di masa men-datang akibat dipengaruhi oleh kemajuan pembangunan infrastruktur seperti jalan darat, kecuali ada kebijakan untuk melestarikannya.
PENGARUH KONSENTRASI CAMPURAN ASETON DAN METANOL TERHADAP UNJUK KERJA TERMAL REVOLVING HEAT PIPE DENGAN ALUR MEMANJANG Soedarmanto, Heri; Suprianto, Teguh; Mujiarto, Sigit
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR Rozi, Fathur; Noor, Adderian
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF)
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERSAWAHAN RAWA MUNING KABUPATEN TAPIN Hayati, Fitriyani; Agoes, Herliyani Farial
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Noor, Adderian; Fauzi, Muhammad; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.
PENERAPAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PADA PROSES MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN TRANSPORTASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU DAN BIAYA PENGIRIMAN Sudjono, Harry; Noor, Syamsudin
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK BERMUKIM MASYARAKAT BANJAR PINGGIRAN SUNGAI STUDI KASUS: KELURUHAN KUIN UTARA BANJARMASIN Muhammad Tharziansyah
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarmasin merupakan salah satu kota yang dikenal memiliki kawasan permukiman ba-tang air yang khas. Namun akibat pesatnya pembangunan jalan darat, banyak pertum-buhan dan perkembangan permukiman baru yang tidak lagi berorientasi ke arah sungai. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik bermukim masyarakat ping-giran sungai dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian dila-kukan melalui housing attributes yang meliputi faktor lokasi, lingkungan perumahan dan faktor rumah dan household attributes yang meliputi kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya rumah tangga. Data diambil dari wawancara terstruktur dan pengamatan lapang-an. Dengan menggunakan factor analysis variabel dikelompokkan dan disaring. Selanjut-nya variabel tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis regresi. Hasil analisis re-gresi menunjukkan bahwa faktor sosial budaya sangat mempengaruhi karakteristik ber-mukim. Terdapatnya sejumlah warga di Kuin Utara yang memilih tinggal di permukiman darat di sekitarnya akan mengurangi preferensi bermukim di kawasan ini di masa menda-tang. Implikasinya citra Banjarmasin sebagai kota air semakin menghilang di masa men-datang akibat dipengaruhi oleh kemajuan pembangunan infrastruktur seperti jalan darat, kecuali ada kebijakan untuk melestarikannya.
ANALISA KARAKTERISTIK MARSHALL PADA ASPAL CAMPURAN PANAS UNTUK LAPIS PERMUKAAN JALAN TANJUNG SELOR Fathur Rozi; Adderian Noor
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal campuran panas ini merupakan salah satu material dalam pembuatan konstruksi pembuatan jalan dapat diperuntukan sebagai lapisan permukaan (Wearing Coarse), da-pat juga sebagai lapis pondasi atas beraspal (Base Coarse). Untuk mendapatkan nilai struktur yang tinggi, maka pada proses pengolahan material ini diperlukan syarat-syarat kualitas dan metodologi pelaksanaan yang baik dan benar sesesesuai dengan standar spesifikasi teknis Bina Marga. Dengan bahan agregat kasar, medium , halus dan abu ba-tu berasal dari Tawau Kalimtan Utara. Sampel pasir menggunakan pasir sungai dari mu-ara sungai Bulungan. Sampel aspal minyak Pen 60/70. Pengujian bahan dasar dan cam-puran percobaan laboratorium dilaksanakan dalam tiga langkah dasar sebagai berikut: a)seleksi suatu resep campran nominal yang akan digunakan sebagai suatu data refe-rensi untuk campuran percobaan; b)Pelaksanaan campuran-campuran percobaan untuk memilih suatu resep campuran yang optimum; c)Konfirmasi campuran optimum dengan pengujian, dengan penyesesesuaian dari resep campuran yang dipilih. Dengan melaku-kan rancangan dan pemadatan Marshall sampai membal (refusal). Perkiraan awal kadar aspal rancangan dapat diperoleh dari rumus dibawah ini : Pb=0,035 (% CA) + 0,045 (% FA) + 0,18 (% Filler) + Konstanta. Dan Membuat Formula Campuran Rancangan (DMF) untuk campuran yang akan digunakan dalam pelaksanaan. Dari dua belas benda uji yang memenuhi ketentuan dirata-ratakan untuk menjadi Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density), yang selanjutnya digunakan sebagai rujukan kepadatan campuran beraspal terhampar dalam pelaksanaan. Percobaan campuran di Unit Pencampur Aspal (UPA) dan percobaan pelaksanaan yang memenuhi ketentuan disetujui sebagai Formula Campuran Kerja (JMF). Data dalam pembahasan didasarkan pada pelaksanaan yang mengacu pada Formula Campuran Kerja (JMF)
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERSAWAHAN RAWA MUNING KABUPATEN TAPIN Fitriyani Hayati; Herliyani Farial Agoes
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Rawa Muning merupakan daerah pengembangan lahan persawahan yang ditun-jukan untuk menunjang program transmigrasi. Namun pengembangan Rawa Muning se-bagai lahan persawahan menghadapi permasalahan akibat kondisi alam yang meng-ganggu transmigran dalam mengolah lahan. Gangguan tersebut berupa genangan banjir pada areal usaha tani apabila musim hujan dan mengalami kondisi kekeringan pada saat musim kemarau. Permasalahan ini mengakibatkan berkurangnya jumlah transmigran.    Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi unsur-unsur yang bekerja pada sistem lahan persawahan rawa muning dan membuat suatu model sistem dinamis pemanfaatan lahan persawahan Rawa Muning untuk mengetahui perilakunya. Metode penelitian dilakukan dengan cara survey dan analisis dilakukan melalui  pendekatan sistem yang dilakukan dengan permodelan dinamis.Hasil analisis perilaku model menunjukan pemanfaatan lahan persawahan Rawa Muning tidak optimal yang disebabkan tidak berhasilnya pengendalian debit air yang masuk ke lahan yang mengakibatkan terjadinya genangan pada lahan. Genangan inilah yang me-nyebabkan berkurangnya jumlah petani dan terlantarnya lahan persawahan Rawa Mu-ning.
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Adderian Noor; Muhammad Fauzi; Fathur Rozi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.

Page 1 of 2 | Total Record : 12