cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2014)" : 11 Documents clear
PERBAIKAN KUALITAS KEKUATAN TARIK PRODUK BALING-BALING KAPAL KUNINGAN PADA INDUSTRI KECIL PENGECORAN LOGAM NEGARA KALIMANTAN SELATAN Hasbi, Muhammad; Effendi, M.Syafwansyah
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE Sudiar, Asrul
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurutkebutuhannya. Banyak faktor yang telah mendorong terjadinya perubahan mutu pelumasantara lain perubahan desain dan konstruksi mesin serta kemajuan teknologi bahan kimiatambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin. Dewasa ini adanya keinginan untukmernperpanjang masa pergantian pelumas motor, kebijaksanaan dalam penghematanenergi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gasbuang kendaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadapperubahan mutu dan formulasi pelumas.Kekentalan oli atau minyak pelumas yang tidak sesuai dengan yang diisyaratkan pada suatumesin, ataupun oli atau minyak pelumas bekas yang sering mengandung partikel kecil asingakan menimbulkan kerusakan atau aus pada bagian mesin yang bersentuhan. Tentu hal diatas tidak kita kehendaki terjadi pada barang atau peralatan milik kita. Banyak caramemastikan atau paling tidak meyakinkan kita akan keaslian oli atau minyak pelumas.Misalnya dengan menggosok- gosokkan oli atau minyak pelumas ditangan,yang seringdilakukan oleh para sopir. montir, atau masyarakat awam lainnya. Mereka akan kenal tingkatkekentalannya walaupun tanpa melihat kaleng kemasannya. Sebagai masyarakat ilmiah,tingkat kekentalan oli atau minyak pelumas perlu diuji di laboraturium.
HANDPHONE SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER -, Sarifudin
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia teknik kontrol di mata orang awam dianggap sebagai dunia ajaib, canggih, serbaotomatis, yang berkesan mewah, dan mahal. Dunia yang satu ini bukanlah lagi dianggapsebagai sesuatu yang mewah. Hampir semua barang-barang elektronik di rumah tanggatelah dilengkapi dengan suatu sistem yang di dalamnya terdapat suatu chip yang dapat diprogram. Mulai dari telepon, air-conditioner, vcd dan dvd player, televisi, peralatan audio,peralatan lainnya.
PENENTUAN BEBAN BATAS TIANG GALAM DENGAN LOADING TEST Khaliq, Abdul
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tanah di Banjarmasin mempunyai struktur jenis tanah yang sangat lunak, olehkarena itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian yang mendalam terhadap stabilisasitanah. Dalam menentukan daya dukung batas, dilakukan penelitian tanah berupa ujipembebanan tiang (loading test).Dalam penelitian ini hanya difokuskan pada tiang galam tunggal dengan diameter 12 cmdan 14 cm dengan panjang 3,5 meter dengan Sampel uji masing-masing 4 Sampelpembebanan yang diberikan hanya berupa beban mati dari sejumlah material bata press.Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin pada tanggal 17November sampai 1 Desember 2004.Dalam pemberian beban awal mengacu pada hasil pengujian sondir di lokasi penelitian.Pembebanan diberikan dilakukan secara bertahap dan pembebanan dihentikan apabilapenurunan yang terjadi telah mencapai 10 % diameter tiang. Dalam analisa data kamimenggunakan 3 metode yaitu : P-S, marzurkiewich dan chin.Dari hasil analisa data ternyata didapat interpretasi Beban Ultimit dengan menggunakanMetode P-S menghasilkan beban yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Chin danmarzurkiewich.
SERVICE ACCURACY PADA PREVENTIVE AINTENANCE TERHADAP MECHANICAL AVAILABILITY UNIT OFF HIGHWAY TRUCK Rahman, Noor; Hendrawan, Ahmad
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanical Avaibility (MA) merupakan perbandingan waktu ketersediaan alat dapat digunakansesuai dengan fungsinya terhadap total waktu yang tersedia untuk beroperasi. Faktoryang mempengaruhi Mechanical Avaibility (MA) dapat disebabkan oleh: (1) Dilakukankegiatan perbaikan dan (2) Kegiatan perawatan pencegahan. Lama alat tidak beroperasisesuai fungsinya disebut Downtime. Semakin tinggi Mechanical Avaibility (MA) berartisemakin kecil Downtime alat. Mechanical Avaibility (MA) yang tinggi tergantung pada faktorkehandalan alat, cara penggunaanya dan perawatanya. Dengan demikian perawatan alatmerupakan suatu faktor penting untuk mendapatkan Mechanical Avaibility (MA) yang tinggi.Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis melakukan analisa mengenai PengaruhService Accuracy Pada Preventive Maintenance (PM) Terhadap Mechanical Availability(MA) unit OHT pada PT. X Batu Licin, menggunakan regresi sederhana dengan memakaisoftware SPSS.Berdasarkan besarnya pengaruh yang diberikan Preventive Maintenance (PM) terhadapMechanical Availability (MA) tersebut, maka dapat diambil gambaran bahwa nilai PreventiveMaintenance (PM) tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadapMechanical Availability (MA). Hal tersebut apabila dilihat berdasarkan nilai t hitung sebesar0,475 dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai t tabel (0,475 < 1,984), dan nilai signifikanyang lebih besar dari 0,05 (0,636 > 0,05). Sehingga Ho di terima yang berarti bahwa tidakada hubungan secara linear antara Prventive Miantenance (MA) dengan MechanicalAvailability (MA).
VARIASI PEMAKAIAN PASIR TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI f’c 35 Khairil Yanuar
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang selalu meningkat dari zaman ke zaman, kriteria beton mutu tinggi jugameningkat sesuai dengan perkembangan zaman. Berbagai penelitian dan percobaandibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk menigkatkan kualitas beton, teknologi bahandan teknik-teknik pelaksanaan yang mana hasil dari penelitian dan percobaan tersebutdimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap mutu dan pemakianbeton. Salah satu cara agar dalam membuat beton mutu tinggi lebih ekonomis adalahdengan memperbanyak atau mencari proporsi yang paling maksimal untuk agregat halus(pasir) yang digunakan dalam sebuah campuran beton dengan perhitungan yang teliti agarmendapatkan hasil yang diinginkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kuat tekan karakteristik 6 variasipemakaian jumlah proporsi agregat halus (pasir) terhadap campuran beton dari 2 jenis pasiryaitu pasir barito dan pasir rantau, kemudian untuk mengetahui variasi campuran mana yangmemenuhi kuat tekan rencana yaitu beton mutu tinggi (fc’35 MPa). Benda uji yang digunakanadalah berbentuk silinder yang keseluruhannya berjumlah 90 benda uji, dan akan di uji kuattekannya pada umur 7, 14 dan 28 hari di Laboraturium Politeknik Negeri Banjarmasin.Dari hasil penelitian diperoleh hasil pengujian 6 variasi campuran beton dari 2 jenis pasirmenunjukkan bahwa hanya 1 variasi campuran beton yang kuat tekan karakteristik nyamencapai kuat tekan rencana 35 MPa yaitu variasi 2 pasir barito dengan komposisi agregathalus 42 persen dan agregat kasar 58 persen. Semua benda uji memenuhi syarat 1 dansyarat II.
PENENTUAN BEBAN BATAS TIANG GALAM DENGAN LOADING TEST Abdul Khaliq
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tanah di Banjarmasin mempunyai struktur jenis tanah yang sangat lunak, olehkarena itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian yang mendalam terhadap stabilisasitanah. Dalam menentukan daya dukung batas, dilakukan penelitian tanah berupa ujipembebanan tiang (loading test).Dalam penelitian ini hanya difokuskan pada tiang galam tunggal dengan diameter 12 cmdan 14 cm dengan panjang 3,5 meter dengan Sampel uji masing-masing 4 Sampelpembebanan yang diberikan hanya berupa beban mati dari sejumlah material bata press.Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin pada tanggal 17November sampai 1 Desember 2004.Dalam pemberian beban awal mengacu pada hasil pengujian sondir di lokasi penelitian.Pembebanan diberikan dilakukan secara bertahap dan pembebanan dihentikan apabilapenurunan yang terjadi telah mencapai 10 % diameter tiang. Dalam analisa data kamimenggunakan 3 metode yaitu : P-S, marzurkiewich dan chin.Dari hasil analisa data ternyata didapat interpretasi Beban Ultimit dengan menggunakanMetode P-S menghasilkan beban yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Chin danmarzurkiewich.
SERVICE ACCURACY PADA PREVENTIVE AINTENANCE TERHADAP MECHANICAL AVAILABILITY UNIT OFF HIGHWAY TRUCK Noor Rahman; Ahmad Hendrawan
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mechanical Avaibility (MA) merupakan perbandingan waktu ketersediaan alat dapat digunakansesuai dengan fungsinya terhadap total waktu yang tersedia untuk beroperasi. Faktoryang mempengaruhi Mechanical Avaibility (MA) dapat disebabkan oleh: (1) Dilakukankegiatan perbaikan dan (2) Kegiatan perawatan pencegahan. Lama alat tidak beroperasisesuai fungsinya disebut Downtime. Semakin tinggi Mechanical Avaibility (MA) berartisemakin kecil Downtime alat. Mechanical Avaibility (MA) yang tinggi tergantung pada faktorkehandalan alat, cara penggunaanya dan perawatanya. Dengan demikian perawatan alatmerupakan suatu faktor penting untuk mendapatkan Mechanical Avaibility (MA) yang tinggi.Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis melakukan analisa mengenai PengaruhService Accuracy Pada Preventive Maintenance (PM) Terhadap Mechanical Availability(MA) unit OHT pada PT. X Batu Licin, menggunakan regresi sederhana dengan memakaisoftware SPSS.Berdasarkan besarnya pengaruh yang diberikan Preventive Maintenance (PM) terhadapMechanical Availability (MA) tersebut, maka dapat diambil gambaran bahwa nilai PreventiveMaintenance (PM) tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadapMechanical Availability (MA). Hal tersebut apabila dilihat berdasarkan nilai t hitung sebesar0,475 dimana nilai tersebut lebih kecil dari nilai t tabel (0,475 < 1,984), dan nilai signifikanyang lebih besar dari 0,05 (0,636 > 0,05). Sehingga Ho di terima yang berarti bahwa tidakada hubungan secara linear antara Prventive Miantenance (MA) dengan MechanicalAvailability (MA).
PERBAIKAN KUALITAS KEKUATAN TARIK PRODUK BALING-BALING KAPAL KUNINGAN PADA INDUSTRI KECIL PENGECORAN LOGAM NEGARA KALIMANTAN SELATAN Muhammad Hasbi; M.Syafwansyah Effendi
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kecil yang punya prospek cerah dan turut mewarnai pertumbuhan perekonomianmasyarakat Hulu Sungai Selatan adalah pandai besi, kipas kapal, dan kerajinan imitasi.Berbagai jenis hasil industri itu banyak ditemui di Kecamatan Daha Selatan dan Daha Utara,mulai dari kerajinan barang perhiasan imitasi sampai cor logam/aluminium dan kuningan.Yang terkenal dari daerah ini adalah industri cor logam yang berasal dari daur ulang bangkaipesawat terbang, maupun barang barang-barang bekas lainnya, seperti velg sepeda motor,blok mesin kendaraan dll. Sentra produk pengrajin baling-baling kapal ini terdapat di desapenggandingan dengan jumlah unit usaha sebanyak 42 unit dan kapasitas produksinyasekitar 68.800 unit pertahun. Khususnya di Negara, produk yang dihasilkan antara lainbaling-baling kelotok (perahu motor), Namun, semua hasil industri kecil itu terbatas untukmemenuhi pasar daerah setempat. Pemasaran ke luar kabupaten pun baru sebatas keKalimantan, Sulawesi, dan Jawa TimurSeperti diketahui, bahwa sifat mekanis dari hasil coran baik aluminium maupun kuningantidak hanya dipengaruhi oleh temperatur tuang saja, dimana waktu penuangan, temperaturcetakan dan lain sebagainya juga akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas mekanisbaik kekuatan puntir, tarik atau kekerasanMetode penelitian menggunaan metode Taguchi dengan pemilihan Orthogonal Arrayberdasarkan pengamatan yang diambil melalui pemilihan faktor kualitas dan level yangsering mempengaruhi kekuatan tarik, maka Orthogonal Array yang dipakai adalah : L9(34)Hasil peneliian yang di dapat adalah kekuatan tarik tertinggi terjadi padaTemperaturpeleburan : 970°C , Temperatur cetakannya 348°C , Menggunakan bahan tambah timahseng 10% dan Jenis Cetakannya adalah kuningan (permanen).
PERBAIKAN KUALITAS MINYAK PELUMAS DENGAN ADDITIVE Asrul Sudiar
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu minyak pelumas selalu mengalami perubahan dan berkembang menurutkebutuhannya. Banyak faktor yang telah mendorong terjadinya perubahan mutu pelumasantara lain perubahan desain dan konstruksi mesin serta kemajuan teknologi bahan kimiatambahan (additive) dalam memenuhi kebutuhan mesin. Dewasa ini adanya keinginan untukmernperpanjang masa pergantian pelumas motor, kebijaksanaan dalam penghematanenergi dan peraturan-peraturan yang semakin ketat tentang pencemaran udara akibat gasbuang kendaraan bermotor, juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadapperubahan mutu dan formulasi pelumas.Kekentalan oli atau minyak pelumas yang tidak sesuai dengan yang diisyaratkan pada suatumesin, ataupun oli atau minyak pelumas bekas yang sering mengandung partikel kecil asingakan menimbulkan kerusakan atau aus pada bagian mesin yang bersentuhan. Tentu hal diatas tidak kita kehendaki terjadi pada barang atau peralatan milik kita. Banyak caramemastikan atau paling tidak meyakinkan kita akan keaslian oli atau minyak pelumas.Misalnya dengan menggosok- gosokkan oli atau minyak pelumas ditangan,yang seringdilakukan oleh para sopir. montir, atau masyarakat awam lainnya. Mereka akan kenal tingkatkekentalannya walaupun tanpa melihat kaleng kemasannya. Sebagai masyarakat ilmiah,tingkat kekentalan oli atau minyak pelumas perlu diuji di laboraturium.

Page 1 of 2 | Total Record : 11