cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
KARAKTERISTIK ENDAPAN EMAS OROGENIK SEBAGAI SUMBER EMAS PLACER DI DAERAH WUMBUBANGKA, BOMBANA, SULAWESI TENGGARA -, Fadlin
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERSAWAHAN RAWA MUNING KABUPATEN TAPIN Hayati, Fitriyani; Agoes, Herliyani Farial
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH IKK ALALAK Jauhari, Muhammad Firdaus
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring pertambahan jumlah penduduk serta peningkatan kualitas hidup, maka kebutuh-an air minum semakin meningkat pula. PDAM Kabupaten Batola bertanggungjawab da-lam penyediaan dan pelayanan air minum penduduk di Ibukota Kecamatan Alalak. Saat ini pelayanan yang diberikan oleh PDAM masih rendah yaitu hanya 44,62%. Ber-dasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kawasan (RUTRK) Perkotaan Banjarmaskuala disebutkan pada tahun 2019 target pelayanan air bersih adalah 90%. Target pelayanan tersebut dengan komposisi 80% dilayani oleh sambungan rumah tangga dan 20% di-layani oleh kran umum. Karena itu perlu dilakukan pengembangan sistem penyediaan air bersih. Untuk melakukan pengembangan diperlukan suatu evaluasi yang dapat mem-berikan penilaian terhadap beberapa aspek yang berhubungan dengan kondisi eksisting sistem distribusi air minum. Evaluasi dan pengembangan ini memberikan usulan alter-natif penanganan serta merencanakan pengembangan sistem penyediaan air bersih Ibukota Kecamatan Alalak. Pengembangan jaringan dilakukan dengan memindah Intake di Sungai Martapura Kecamatan Sungai Tabuk dan membangun jaringan transmisi se-panjang 15300,6 m dan pipa yang digunakan adalah PVC dengan diameter 500 mm. Pe-ningkatan persentase pelayanan di Kecamatan Alalak dilakukan dengan pengembangan jaringan distribusi secara bertahap dalam 10 tahun mendatang.
HANDPHONE SEBAGAI PENGENDALI PERALATAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER -, Sarifudin
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia teknik kontrol di mata orang awam dianggap sebagai dunia ajaib, canggih, serbaotomatis, yang berkesan mewah, dan mahal. Dunia yang satu ini bukanlah lagi dianggapsebagai sesuatu yang mewah. Hampir semua barang-barang elektronik di rumah tanggatelah dilengkapi dengan suatu sistem yang di dalamnya terdapat suatu chip yang dapat diprogram. Mulai dari telepon, air-conditioner, vcd dan dvd player, televisi, peralatan audio,peralatan lainnya.
PENGARUH RANCANGAN DENAH TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TIPE 36 DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Rafik, Aunur; Hadi, Sofwan
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN EMISI GAS BUANG BIODIESEL MINYAK GORENG BEKAS PADA MESIN DIESEL Soedarmanto, Heri; Adawiyah, Rabiatul
POROS TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besarnya campuran biodiesel dan solar terhadap emisi gas buang pada motor diesel. Bahan bakar yang digunakan dalam penelitian adalah solar murni (B0), campuran biodiesel 20% (B20), 40% (B40), 60% (B60), 80% (B80), dan 100% (B100). Penelitian menggunakan micro emission analyzer, dimana sampel dikondisikan sebelum memasuki analyzer dengan melalui perangkap kondensasi dan filter partikulat. Sejumlah sensor menganalisis kandungan gas dan suhunya serta mengkalkulasi dan menampilkan hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi gas buang CO, NO2, opasitas dan partikulat semakin menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi biodiesel. Penurunan emisi gas buang CO bekisar antara 97,27-99,82%, emisi NO2 bekisar antara 60,92-86,21%, opasitas bekisar antara 16,67-50%, dan partikulat bekisar antara 0,12-3,38%.
Optimalisasi Kinerja Sistem Informasi Perijinan Angkutan Darat Kota Banjarmasin Berbasis Framework YII Pamungkas, Kun Nursyaiful Priyo; Fauzan, Reza
POROS TEKNIK Vol. 11 No. 1 (2019)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v11i1.735

Abstract

Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Banjarmasin. Sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang perhubungan, Dinas Perhubungan memiliki misi antara lain menyelenggarakan sistem informasi manajemen perizinan angkutan yang dapat mendukung pelayanan menjadi lebih baik. Namun di dalam prakteknya, sistem informasi belum diterapkan di dalam pelayanan perizinan. Padahal sistem informasi memiliki korelasi yang tinggi terhadap kepuasan pengguna pelayanan transportasi public. Ada dua variable dalam sistem informasi yang menentukan keberhasilan sistem informasi untuk mencapai kepuasan pengguna, yaitu kualitas sistem dan kualitas informasi. Oleh karena itu, Optimalisasi Kinerja Sistem Informasi Perizinan Angkutan Darat Kota Banjarmasin Berbasis Framework YII diusulkan pada penelitian ini. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan berdasarkan framework yii memilki keunggulan dalam performance grade, load time, first byte, start render, dan fully loaded dibandingkan dengan aplikasi web yang dibangun dan dikembangkan secara native.
PEMBUATAN MODEL TIGA DIMENSI (3D) SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK VISUALISASI WILAYAH KOTA Batara, Yastin David
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visualisasi informasi geospasial 3D untuk wilayah kota di Indonesia masih jarang dan bahkan di beberapa tempat tidak ada. Informasi geospasial 3D biasanya hanya terdapat pada kota-kota besar yang memilki bangunan bertingkat. Informasi visualisasi data geo-spasial 3D dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait keber-langsungan perencanaan, pembangunan dan operasional infrastruktur wilayah kota. Salah satu metode untuk visualisasi obyek 3D di wilayah kota adalah 3D CGIS (3D City GIS). Model 3D CGIS dapat diartikan sebagai representasi digital dari permukaan (ter-rain) dan obyek yang terdapat di wilayah kota. Model 3D CGIS memiliki tingkat detail informasi yang beragam tergantung kepada jenis informasi dan detail obyek yang di-sampaikan. Tingkat detail model 3D CGIS ini terdiri atas LD0, LD1, LD2, LD3 dan LD4.Hasil penelitian ini adalah model 3D CGIS dari wilayah Kota Kupang berbasiskan desk-top. Model 3D CGIS ini memiliki tingkat detail LD02 dengan jenis informasi yang terdiri atas permukaan, obyek bangunan dan infrastruktur serta vegetasi. Informasi permukaan diperoleh dari data DTM, informasi bangunan dan infrastruktur serta vegetasi diperoleh dari data foto udara.Tiap obyek bangunan dan infrastruktur memiliki informasi non-spa-sial yang dinyatakan dengan
PENENTUAN BEBAN BATAS TIANG GALAM DENGAN LOADING TEST Khaliq, Abdul
POROS TEKNIK Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan tanah di Banjarmasin mempunyai struktur jenis tanah yang sangat lunak, olehkarena itu perlu dilakukan penelitian dan pengkajian yang mendalam terhadap stabilisasitanah. Dalam menentukan daya dukung batas, dilakukan penelitian tanah berupa ujipembebanan tiang (loading test).Dalam penelitian ini hanya difokuskan pada tiang galam tunggal dengan diameter 12 cmdan 14 cm dengan panjang 3,5 meter dengan Sampel uji masing-masing 4 Sampelpembebanan yang diberikan hanya berupa beban mati dari sejumlah material bata press.Kegiatan ini dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin pada tanggal 17November sampai 1 Desember 2004.Dalam pemberian beban awal mengacu pada hasil pengujian sondir di lokasi penelitian.Pembebanan diberikan dilakukan secara bertahap dan pembebanan dihentikan apabilapenurunan yang terjadi telah mencapai 10 % diameter tiang. Dalam analisa data kamimenggunakan 3 metode yaitu : P-S, marzurkiewich dan chin.Dari hasil analisa data ternyata didapat interpretasi Beban Ultimit dengan menggunakanMetode P-S menghasilkan beban yang lebih kecil dibandingkan dengan Metode Chin danmarzurkiewich.
PERENCANAAN GEOMETRI JALAN SEDERHANA UNTUK JALAN PEDESAAN Noor, Adderian; Fauzi, Muhammad; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan dan pembangunan akan prasarana transportasi jalan di Pedesaan sangat mendesak. Pembangunan jalan yang dihasilkan di Pedesaan paling tidak ditinjau dari as-pek geometri, pelaksanaan, dan biaya tidak jauh berbeda dari kaidah-kaidah teknis, ling-kungan, dan ekonomis. Kendala yang ada di Pedesaan akan selalu dihadapkan pada sumber daya manusia pelaksana yang memadai. Tulisan ini akan mencoba menguraikan dasar-dasar perencanaan sederhana untuk geometri jalan di Pedesaan, yang mudah di-pahami dan dilaksanakan.Ditinjau dari sejarah terjadinya jalan di Pedesaan banyak dijumpai jalan berubah peran dan fungsinya seiring dengan waktu, perubahan tersebut dimulai dari jalan setapak, lalu berubah jadi jalan lokal, jalan kolektor, dan mungkin jadi jalan arteri. Oleh karena banyak ditemui elemen geometri jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang ada dan ini sangat berbahaya untuk pergerakan lalu lintas.Undang Undang, No. 38 Tahun 2004, Tentang Jalan, bahwa prasarana transportasi jalan bertujuan untuk meningkatkan pembangunan dan sekaligus menyalurkan hasil pem-bangunan ke seluruh pelosak hingga ke Pedesaan. Prasarana transportasi dalam bentuk jalan untuk kawasan pedesaan merupakan pilihan utama, selain murah dalam pem-bangunan juga mempunyai keunggulan dalam aksesibilitas.