cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 12 Documents clear
Perbedaan Daya Antibakteri antara Klorheksidin Diglukonat 2% dan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava Linn) Berbagai Konsentrasi (Tinjauan Terhadap Enterococcus Faecalis) Differences Of Antibacterial Power Between Chlorhexidine Digluconate 2% And Vari Sofiani, Erma; Ardian Mareta, Dhita
Insisiva Dental Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Enterococcus faecalis merupakan bakteri patogen penyebab kegagalan paska perawatansaluran akar karena memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mentoleransi secara ekologis pada kondisiperawatan saluran akar yang gagal. Pemberantasan Enterococcus faecalis dari saluran akar dapat dilakukan salahsatunya dengan penggunaan bahan irigasi. Salah satu bahan irigasi yaitu klorheksidin diglukonat 2% yang efektifmelawan Enterococci dan jamur, namun tidak dapat melarutkan jaringan. Klorheksidin diglukonat 2% dapatmenimbulkan reaksi alergi apabila digunakan secara berulang dalam jangka waktu yang lama. Bahan alternatifirigasi lain untuk menghindari reaksi alergi tersebut yaitu ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn) yangdapat berfungsi sebagai antibakteri. Adanya kandungan tanin di dalam daun jambu biji (Psidium guajava Linn)dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Tujuan penelitian: untuk mengetahuiperbedaan keefektivitasan daya antibakteri antara klorheksidin diglukonat 2% dengan berbagai konsentrasiekstrak daun jambu biji (Psidium guajava Linn). Desain penelitian: eksperimental laboratories in vitro denganmetode difusi sumuran agar pada media TSA. Media TSA di olesi Enterococcus faecalis kemudian ditetesilarutan uji khorheksidin diglukonat 2%, aquabides steril dan ekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi 20%,40%, 60% dan 80%. Perhitungan daya antibakteri dengan mengukur zona radikal menggunakan slidding caliper.Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian: klorheksidindiglukonat 2% memiliki daya antibakteri yang lebih tinggi terhadap Enterococcus faecalis dibandingkan denganekstrak daun jambu biji dengan konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80%. Konsentrasi ekstrak daun jambu biji(Psidium guajava Linn) sebesar 60% memiliki daya antibakteri paling tinggi dibandingkan konsentrasi lainsehingga dapat digunakan sebagai bahan alternatif irigasi saluran akar.
Potensi Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dalam Memutihkan Email Gigi yang Mengalami Diskolorasi Lime (Citrus aurantifolia) Potential to The Whiten Discoloration Tooth Enamel Rochmah, Nurbaetty; Merry Ch.R, Dwi; Lestari, Sri
Insisiva Dental Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perubahan warna gigi (diskolorasi) merupakan problem estetika yang berdampak padapsikologis terutama pada gigi anterior. Seseorang akan melakukan perawatan terhadap giginya untuk mengatasimasalah estetiknya. Salah satu upaya dokter gigi untuk mengatasi masalah tersebut adalah bleaching. Tujuan:Mengetahui pengaruh air perasan jeruk nipis konsentrasi 2,5% terhadap email gigi yang mengalami diskolorasi,serta untuk menentukan waktu optimum air perasan jeruk nipis konsentrasi 2,5% dalam memutihkan email gigiyang yang mengalami diskolorasi dengan variasi waktu 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Metode Penelitian:Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorik dengan rancangan pretest-posttest group. Alatuji interpretasi warna yang digunakan adalah Spectrophotometer UV-VIS 2401 PC. Analisis data menggunakanuji Paired-T test dan Oneway Annova. Hasil: Nilai uji intensitas warna sesudah perendaman air perasan jeruknipis konsentrasi 2,5% lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum perendaman air perasan jeruk nipis konsentrasi2,5% dan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok (30 menit, 45 menit dan 60 menit). Kesimpulan: Jeruknipis mampu merubah warna gigi yang terdiskolorasi menjadi lebih putih dengan konsentrasi 2,5% dengan lamaperendaman 30 menit, 45 menit dan 60 menit.

Page 2 of 2 | Total Record : 12