cover
Contact Name
Dian Yosi Arinawati
Contact Email
dianyosi@umy.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkgumy@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Insisiva Dental Journal : Majalah Kedokteran Gigi Insisiva
ISSN : 22529764     EISSN : 26859165     DOI : 10.18196/idj
Core Subject : Health,
Insisiva Dental Jurnal memberikan informasi tentang ide, opini, perkembangan dan isu-isu di bidang kedokteran gigi meliputi klinis, penelitian, laporan kasus dan literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2017)" : 14 Documents clear
Perbedaan Efektifitas antara Madu Bunga Kelengkeng (Euphoria Longana Sp) dengan Gel Karbamid Peroksida 10% sebagai Bahan Pemutih Gigi Any Setyawati; Sofyan Abdullah
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6179

Abstract

Warna gigi mempengaruhi penampilan seseorang, sehingga banyak orang menginginkan giginya berwarna putihdan cerah. Gigi putih dan cerah dapat dilakukan perawatan dengan bleaching (pemutihan gigi). Gel karbamidperoksida 10% adalah salah satu bahan pemutih gigi yang biasa digunakan dalam praktik kedokteran gigi. Bahanpemutih gigi relatif mahal dan mempunyai efek samping seperti sensitivitas gigi dan iritasi gingiva. Banyak penelitimencoba mencari bahan alternatif yang lebih aman dan lebih murah untuk memutihkan gigi. Madu mengandunghidrogen peroksida dan asam malat yang bisa memutihkan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaanefektifitas antara madu bunga kelengkeng (Euphoria Longana Sp) dengan gel karbamid peroksida 10% sebagaibahan pemutih gigi. Jenis penelitian ini adalah laboratoris dengan subyek penelitian 30 sampel gigi pasca ekstraksidilakukan discolorasi, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok, 15 gigi direndam dalam madu dan 15 gigi direndamdalam gel karbamid peroksida 10%. Pengukuran warna gigi menggunakan shade guide dan spektrofotometer. Datayang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Independent Sample t-Test. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p =0,001 (p 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok madu bunga kelengkeng (EuphoriaLongana Sp) dengan gel karbamid peroksida 10%. Hal ini menunjukkan madu bunga kelengkeng (Euphoria LonganaSp) dan gel karbamid peroksida 10% dapat memutihkan gigi, walaupun hasil penelitian ini gel karbamid peroksida10% lebih efektif untuk memutihkan gigi.
Hubungan pH Saliva dan Kemampuan Buffer dengan DMF-T dan def-t pada Periode Gigi Bercampur Anak Usia 6-12 Tahun Wirawan, Ekky; Puspita, Sartika
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6177

Abstract

Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar salivarius. Fungsi dari saliva adalah menjaga lingkunganrongga mulut. Saliva memiliki peranan penting dalam proses terjadinya karies dimana pada saat pH rongga mulutdibawah 5,5 dapat terjadi proses demineralisasi atau proses karies pada gigi. Salah satu fungsi saliva adalah memilikikemampuan buffer yang dapat menjaga pH saliva saat pH turun menjadi asam dan naik menjadi sangat basa, sehinggaproses karies dapat dicegah. Karies adalah penyakit yang mengenai jaringan keras gigi yang disebabkan oleh interaksibakteri pada permukaan gigi, plak atau lapisan biofilm, dan substrat berisi karbohidrat yang difermentasikan menjadiasam oleh bakteri plak. Terdapat empat faktor yang saling berpengaruh terhadap kejadian karies adalah (1) waktu, (2)host atau gigi, (3) mikroorganisme, (4) substrat. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui apakah terdapathubungan antara kemampuan buffer saliva terhadap status karies pada gigi bercampur anak usia 6-12 tahun. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah observasi klinik. Jumlah sampel adalah 10 anak yang datang periksa gigi di RSGMUMY. Hasil penelitian adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kemampuan buffer saliva terhadap statuskaries gigi desidui dan pemanen pada periode gigi bercampur anak usia 6-12 tahun.
Pertimbangan Penggunaan Implan Gigi pada Lansia Nissia Ananda; Lilies Dwi Sulistyani; Endang Winiati Bachtiar
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6181

Abstract

Saat ini terjadi perkembangan populasi lansia di Indonesia sehingga isu kesehatan lansia merupakan sesuatu yangesensial. Lansia adalah individu yang telah mengalami proses menua sehingga terjadi berbagai perubahan biologispada tubuhnya, sehingga berpengaruh terhadap penurunan fungsi organ. Kehilangan gigi adalah salah satu masalahyang umum pada lansia sehingga kebutuhan untuk pemasangan gigi tiruan merupakan hal penting yang perludiperhatikan masyarakat kelompok lansia. Implan gigi tiruan merupakan salah satu alternatif pengganti kehilangangigi yang memiliki banyak keuntungan dibandingkan gigi tiruan lain. Namun perlu disadari bahwa penggunaan implangigi memiliki pertimbangan-pertimbangan kondisi rongga mulut dan sistemik tertentu untuk menunjang keberhasilanperawatan. Pemahaman mengenai terjadinya proses menua dan hubungannya dengan pertimbangan penggunaanimplan sangat penting untuk diperhatikan oleh klinisi sebelum merencanakan perawatan, terutama berkaitan denganperubahan pada sistem pertahanan tubuh yang terjadi seiring proses menua.
Perawatan Saluran Akar pada Gigi Incisivus Sentral dan Lateral Maksila dengan Perbedaan Status Pulpa: Laporan Kasus Yusrini Pasril
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.6174

Abstract

Perawatan Saluran Akar (PSA) merupakan terapi yang tepat untuk mempertahankan gigi pada perawatan gigi di eramodern. Seperti yang diketahui, perawatan saluran akar merupakan perawatan yang membutuhkan aspek khususdan kemampuan teknis dalam merestorasi gigi akibat trauma atau komplikasi dari karies gigi. Patologi karies gigimenunjukkan secara lambat laun kematian pulpa dan munculnya abses periapical. Hal ini lah yang membedakanprosedur perawatan dan keberhasilannya dari kebutuhan perawatan saluran akar. Oleh karena itu, penegakkan statuspulpa penting untuk diketahui sebelum melakukan perawatan saluran akar.

Page 2 of 2 | Total Record : 14