cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 16 No 1: January 2016" : 4 Documents clear
Pengaruh Temperatur terhadap Daya Lenting Kawat Stainless Steel Finger Spring Utari, Tita Ratya; Oktavia, Justika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat ortodontik lepasan memiliki komponen aktif yang membantu menggerakkan gigi. Finger spring merupakan salah satu komponen aktif yang paling banyak digunakan yang dibuat dari kawat ortodontik stainless steel tipe austenitic dengan diameter 0,6 mm. Lingkungan rongga mulut dapat membuat kawat ortodontik mengalami kerusakan karena di dalam rongga mulut akan terkena paparan dari beberapa faktor seperti temperatur, saliva, plak, pH, protein dan makanan atau minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur terhadap daya lenting kawat stainless steel finger spring. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 buah finger spring yang telah diaktifkan didalam plat akrilik dan terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol) dimana finger spring diberi temperatur 37°C, kelompok 2 adalah kelompok dengan pemberian temperatur 15°C, kelompok 3 dengan pemberian temperatur 65°C, dan kelompok 4 dengan pemberian temperatur 15°C dan 65°C. Sebelum sampel diberi perlakuan, terlebih dahulu dilakukan pengukuran pre test daya lenting kemudian sampel diberi perlakuan temperatur selama 1 menit dalam sehari dan diulangi 7 minggu. Setelah selesai maka dilakukan pengukuran post test. Pengukuran daya lenting menggunakan tension gauge. Disimpulkan bahwa hasil uji statistik paired sampel t-test menunjukkan nilai (p<0,05) pada kelompok 2 dan 3 yang berarti memiliki perbedaan signifikan pada kelompok tersebut dan pada uji one way ANOVA menunjukkan nilai (p<0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan dari setiap kelompok. Penurunan nilai daya lenting yang terjadi paling tinggi pada kelompok 3 diberi temperature 65°C.
Derajat Peradangan Duodenum Mencit BALB/c setelah Pemberian Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Diinduksi Ovalbumin Prinarbaningrum, Arinta; Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ipomoea batatas L. mengandung antosianin yang tergolong flavonoid. Flavonoid berpotensi sebagai agen aintiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji derajat peradangan duodenum mencit setelah diinduksi ovalbumin dan diberi perlakuan ekstrak etanol I. batatas L. (EEIB). Penelitian bersifat eksperimental dengan posttest only control group design. Hewan uji adalah mencit BALB/c jantan sebanyak 28 ekor dibagi menjadi 7 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif dengan ovalbumin, 4 kelompok perlakuan (ekstrak etanol I. batatas L. dosis 0.21g, 0.42g, 0.84g, 1.65g) dan kelompok kontrol positif (antihistamin + ovalbumin). Kelompok perlakuan dan antihistamin diberikan selama 28 hari. Pada hari ke-29 mencit dikorbankan dan diambil duodenumnya untuk dibuat sediaan histologi dengan teknik pewarnaan HE. Data berupa derajat peradangan duodenum dianalisis dengan Anava satu jalan dilanjutkan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan derajat peradangan tertinggi pada kelompok kontrol negatif, derajat peradangan menurun pada kelompok perlakuan EEIB dan obat antihistamin secara bermakna (p<0.05). Pemberian EEIB pada semua dosis tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol normal dan kelompok kontrol positif (p>0,05). EEIB dosis 0,84 g/kg memiliki derajat peradangan duodenum paling rendah tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol normal (p>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol I. batatas L. mampu menurunkan derajat peradangan duodenum mencit BALB/diinduksi ovalbumin dengan dosis efektif 0.84 g/kg.
Tingkat Kerusakan Mukosa Lambung pada Tikus Model yang Dinduksi Etanol Usman, Sherly
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering ditemukan dalam masyarakat. Kerusakan mukosa lambung dapat diinduksi oleh berbagai faktor salah satunya konsumsi alkohol. Alkohol sebagian dikonsumsi oleh penduduk dunia termasuk Indonesia. Penelitian mengenai kerusakan mukosa lambung, banyak dilakukan dengan menggunakan tikus model yang diinduksi etanol. Mekanisme kerusakan mukosa lambung yang diinduksi etanol masih belum sepenuhnya jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat kerusakan mukosa lambung pada tikus model yang diinduksi etanol. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus)galur Spraque Dawley sebanyak 24 ekor dibagi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol akuades (KA), kelompok perlakuan dengan etanol terminasi hari pertama (EH1), etanol terminasi hari ke-3 (EH3), etanol terminasi hari ke-5 (EH5). Semua kelompok dipuasakan dan diinduksi peroral dengan etanol dosis 100% 1ml/200 gr BB. Data tingkat kerusakan mukosa lambung didapatkan dari hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Ulkus dengan perdarahan tampak pada mukosa kelompok etanol terminasi hari pertama dengan tingkat kerusakan mukosa lambung paling berat. Disimpulkan bahwa tingkat kerusakan lambung diinduksi etanol paling berat pada awal setelah induksi, kemudian berangsur menurun mengalami perbaikan mukosa.
Tingkat Kerusakan Mukosa Lambung pada Tikus Model yang Dinduksi Etanol Usman, Sherly
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16 No 1: January 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering ditemukan dalam masyarakat. Kerusakan mukosa lambung dapat diinduksi oleh berbagai faktor salah satunya konsumsi alkohol. Alkohol sebagian dikonsumsi oleh penduduk dunia termasuk Indonesia. Penelitian mengenai kerusakan mukosa lambung, banyak dilakukan dengan menggunakan tikus model yang diinduksi etanol. Mekanisme kerusakan mukosa lambung yang diinduksi etanol masih belum sepenuhnya jelas. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji tingkat kerusakan mukosa lambung pada tikus model yang diinduksi etanol. Penelitian ini menggunakan tikus (Rattus norvegicus)galur Spraque Dawley sebanyak 24 ekor dibagi 4 kelompok yaitu kelompok  kontrol akuades (KA), kelompok perlakuan dengan etanol terminasi hari pertama (EH1), etanol terminasi hari ke3 (EH3), etanol terminasi hari ke-5 (EH5). Semua kelompok dipuasakan dan diinduksi peroral dengan etanol dosis 100% 1ml/200 gr BB. Data tingkat kerusakan mukosa lambung didapatkan dari hasil pengamatan makroskopis dan mikroskopis. Ulkus dengan perdarahan tampak pada mukosa kelompok etanol terminasi hari pertama dengan tingkat kerusakan mukosa lambung paling berat. Disimpulkan bahwa tingkat kerusakan lambung diinduksi etanol paling berat pada awal setelah induksi, kemudian berangsur menurun mengalami perbaikan mukosa.Gastritis is frequently digestion problem found  in society. Gastric damage induced with some factors for example alcoholic people. Alcoholic people found in Indonesian people.The research of gastric damage in the rat models is mostly conducted by ethanol induction. Gastric damage induced ethanol by understandable mechanism. This research aim to analyzes the gastric damage level on rat models induced ethanol. Rat (Rattus norvegicus) Spraque Dawley strain divided into 4 group: aquades control (KA), treatment groups: first day of terminated ethanol (EH1), third day of terminated ethanol (EH3), fifth day of terminated ethanol (EH5). All groups were being per oral induction, conducted in accordance with 100% ethanol of 1ml/200 gr body weight. The data level of the gastric damage can finding on macroscopic and microscopic observation. Ulcus seen in first day induces ethanol group. The gastric damage level of etanol group was most highly in first day after induction. It was concluded that the gastric damage level of etanol was most high in first day of mucosa damage and turn on after it for mucosa healing process.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue