cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2010)" : 29 Documents clear
Hubungan antara Asupan Protein, Zat Besi dan Vitamin C dengan Kadar Hb pada Anak Umur (7-15) tahun di Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kulon Progo Yoni Astuti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1581

Abstract

The high risk age of malaria infection in Kulonprogo is 5-14 year old. Anemia is a common condition that caused by chronic infection of malaria. Anemia worsefor patient with malnutrition. This research aims to reveal how dietary intake of children, especially protein, vitamin C and iron intake on the incidence of anemia in aged 7-15 years in malaria endemic malaria. This study use cross sectional - retrospectif design. The research subjects were 61 children (class 4-6 elementary school) from 6 hamlets. They are healthy children, no history of chronic illness other than malaria or kongenita disease. Children fill list of food intake for 7 days. After that weight and height were measured and blood Hb was deternined by Sahli method. Food intake was analyzed using Food Proseccor I. To analyze the relationship between protein intake, vitamin C and iron and hemoglobin concentration were used Pearson test.The result showed that the average ofprotein, iron and vitamin C were 25.064 ± 10.055 g (38.9% RDA (RecommmendedDaily Allowance), 6.523 ± 2.635 mg (56.33% RDA), 69.5% o RDA consecutively. The mean of hemoglobin level was 10.3 ± 1.2 grams / dl. The statistical analysis showed that there were linear relationship between vitamin C and iron (r = 0,765), between iron intake and hemoglobin (r = 0.675). It can be concluded that the low of intake of protein, iron and vitamin C associated with incidence of anemi.Kelompok usia risiko tinggi infeksi malaria di Kulonprogo adalah 5-14 thn. Anemia merupakan kondisi umum yang terjadi akibat infeksi kronis malaria. Anemia akan makin berat bila penderita menderita kekurangan gizi dan protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara asupan makanan anak terutama protein, vitamin C, zat besi terhadap kejadian anemia pada usia 7-15 tahun di daerah endemik malaria. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional - retrospectif pada sampel terpilih. Subyek penelitian sebanyak 61 anak (kelas 4-6 sekolah dasar) berasal dari 6 dusun. Anak sehat tidak memiliki riwayat penyakit menahun selain malaria atau penyakit kongenital. Anak mengisi daftar asupan makanan selama 7 hari, setelah itu diukur berat dan tinggi badan, darah diperiksa kadar Hbnya dengan metoda Sahli. Asupan makanan dianalisis dengan Food Proseccor I, untuk mengetahui persen asupan makanan perhari. Analisis hubungan asupan protein, vitamin C, zat besi terhadap kadar hemoglobin digunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan rerata asupan protein, zat besi dan vitamin C berturut-turut adalah sebesar 25,064 ± 10,055 gram (38,9% RDA (Recommended Daily Allowance), 6,523 ± 2,635 mg (56,33% RDA), dan 69,5% RDA. Rerata kadar hemoglobin sebesar 10,3 ± 1,2 gram/dl. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan linier antara asupan vitamin C dengan asupan zat besi (r= 0,765), dan antara asupan zat besi dengan kadar hemoglobin( r=0,675). Disimpulkan asupan protein, besi dan vitamin C rendah berhubungan dengan kejadian anemia.
Efek Antiinflamasi Daging Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl) pada Tikus Betina Terinduksi Karagenin Akhmad Edy Purwoko; - Agustiana
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1577

Abstract

The objective of the research is to understand the anti-inflammation effect of Mahkota Dewa fruits (Phaleria macrocarpa) in the female rats foot edema induced by carrageenan. Research design is a simple randomized experimental. Samples taken a number of 30 female mice of Wistar groove, divided into 5 groups randomly, each group consisted of 6 mice. All groups of mice fasted for 12 hours. Volume measurement is done early by pletismograph for 3 times. Mice were given treatment orally with aquades, ibuprofen, infusa of mahkota dewa 2.1%, 4.2%, and 8.4%. One hour later the right foot injected with carrageenan 1% subplantar. After injection the right foot volume measured as the volume of minutes 0 (T0) further measurements made every 15 minutes to the minutes 240 (T16). Anti-Inflammation effect votes average difference with the volume of foot edema. Data statistically tested with Anova and LSD type Post Hoc Analysis-Multiple Comparison. The result shown that every mahkota dewa doses have different effect significantly with negative controlp0,005. Doses group with 2,1% and 4,2% different not significantly with positive controlp0,05. Dose 8,4% different significanly both. It show that mahkota dewa have anti-inflammation effect.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antiinflamasi daging buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) pada edema kaki tikus betina terinduksi karagenin. Disain penelitian adalah eksperimental acak sederhana. Sampel 30 ekor tikus betina galur Wistar, dibagi 5 kelompok secara acak, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Seluruh kelompok tikus dipuasakan selama 12 jam. Volume awal kaki kanan tikus diukur dengan pletismograph sebanyak 3 kali. Tikus diberi perlakuan peroral berupa aquades, ibuprofen, infusa mahkota dewa 2,1%, 4,2%, dan 8,4%. Satu jam kemudian telapak kaki kanan tikus disuntik karagenin 1% subplantar. Setelah penyuntikan volume kaki kanan diukur sebagai volume menit ke-0 (T0), dilakukan pengukuran tiap 15 menit hingga menit ke-240 (T16). Daya inflamasi dinilai dengan menghitung rerata selisih volume edema kaki. Data diuji secara statistik dengan Anova dan Post Hoc Analysis - Multiple Comparison tipe LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing dosis mahkota dewa mempunyai efek berbeda signifikan terhadap kontrol negatif p0,05. Kelompok dosis 2,1% dan 4,2% berbeda tidak bermakna dibandingkan kontrol positif p0,05. Kelompok dosis 8,4% perbedaan bermakna baik kontrol positif maupun kontrol negatif. Ini membuktikan bahwa mahkota dewa memiliki efek antiinflamasi.
Pengaruh Pajanan Gelombang Telepon Seluler terhadap Struktur Histologi Hipokampus pada Mencit (Mus musculus) Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Yuriswati Noviarini
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1573

Abstract

The aims of this research is to observe the effect of celluler telephone wave radiation toward centre of memory with measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. It was experimental research, using mice (Mus musculus) strain Balb-C, 3 months, ± 30g body weight. Mice divided into 4 groups such as K (control), PI (exposure of telephone celluler wave type GSM monophonic), P2 (exposure of telephone celluler wave type GSM polyphonic), P3 (exposure of telephone celluler wave type CDMA). The treatment group were given exposure of telephone celluler wave by placing them near to the active telephone celluler which is in calling position for ± 120 minutes in a days for 30 day. In 31 days, mice were decapitated, its brain were taken and made histological preparation. Microscopic observation by measuring the thickness of layer CAI lamina pyramidalis hippocampus. The result was analyzed by one way Anava continued by Tukey test. The result showed that the thickness of layer CAI lamina pyramidalis in treatment group was larger than the control group (p0,05). It is concluded that celluler telephone wave radiation has an effect to increase the centre of memory.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajanan radiasi gelombang telepon seluler terhadap memori dengan mengukur ketebalan lapisan CAI lamina pyramidalis hipokampus. Penelitian eksperimental ini menggunakan hewan uji mencit (Mus musculus) jantan galur Balb-C 20 ekor, umur 3 bulan, berat badan ± 30 gram. Mencit dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok K (kontrol), P1 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM monophonic), P2 (terpajan gelombang telepon seluler jenis GSM polyphonic), dan P3 (terpajan gelombang telepon seluler jenis CDMA). Kelompok perlakuan diberi pajanan gelombang telepon seluler dengan meletakkannya di dekat telepon seluler yang sedang aktif menelpon selama ± 120 menit perhari selama 30 hari. Pada hari ke-31 hewan uji dibedah, diambil otaknya kemudian dibuat preparat histologi. Pengamatan dilakukan dengan mengukur ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis hipokampus. Data dianalisis dengan metode Anova 1 jalan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan ketebalan lapisan CA1 lamina pyramidalis mencit yang diberi perlakuan lebih besar bila dibandingkan kelompok kontrol. Dalam perhitungan statistik nilai signifikasi 0,000 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa antara kelompok perlakuan radiasi gelombang telepon seluler dan kelompok kontrol berbeda secara bermakna, khususnya pada kelompok P3. Ini sekaligus membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai efek meningkatkan memori.
Pengaruh APGAR Keluarga terhadap Kecerdasan Emosi Remaja Arlina Dewi; Warih Andan Puspitosari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1571

Abstract

Emotional intelligence (EQ) contributed 80% in determining one ’s success. EQ was developed in 3 containers, namely: family, school and society, and experts agree that keluargalah have great influence on the development anak.Untuk, it is necessary to find whether the relationship between healthy functioning in the family (Apgar family) with adolescent emotional intelligence in family. This study aims to determine whether or not there any healthy relationship between family junction with emotional intelligence in adolescents in the family. Observational study conducted by the research design of cross-sectional survey. Samples were selected by simple random sampling from the population at SMU Negeri 1 Bantul Poor. Research instruments for assessing emotional intelligence using the instrument Baron Emotional Quotient Inventory Version andfamily function assessment using the Family Apgar instrument of Gabriel Smilkstein, which has been translated. Data analysis to determine relations between the two variables above using Pearson test. Statistical analysis showed that the Apgar Family related/correlated (r = 0.460) was significant (p 0.05) with adolescent emotional intelligence in the family. Concluded that there is a significant relationship between Apgar Families with teenagers Emotional Intelligence.Kecerdasan emosi (EQ) menyumbang 80% dalam menentukan keberhasilan seseorang. Kecerdasan emosi dikembangkan dalam 3 wadah, yaitu : keluarga, sekolah dan masyarakat, dan para ahli sepakat bahwa keluargalah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.Untuk itu, perlu dicari hubungan antara sehat tidaknya fungsi di dalam keluarga (APGAR keluarga) dengan kecerdasan emosi remaja di dalam keluarga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara sehat tidaknya fungsi keluarga dengan kecerdasan emosi pada remaja di keluarga tersebut. Penelitian dilakukan secara observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Sampel penelitian dipilih secara simple random sampling dari populasi di SMU Negeri 1 Kasihan Bantul. Instrumen penelitian untuk menilai kecerdasan emosi menggunakan BarOn Emotional Quotient Inventory Version dan penilaian fungsi keluarga menggunakan instrumen Family APGAR dari Gabriel Smilkstein, yang telah dialihbahasakan. Analisis data untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel di atas menggunakan uji Pearson. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa APGAR Keluarga mempunyai hubungan/ korelasi (r=0,460) yang bermakna (p0,05) dengan kecerdasan emosi remaja di keluarga tersebut. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara APGAR Keluarga dengan Kecerdasan Emosi remaja.
Uji Diagnostik Gambaran Lesi Foto Thorax pada Penderita dengan Klinis Tuberkulosis Paru Ana Majdawati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1582

Abstract

Chest radiography is one of examination to diagnose lung TB. More lesions in chest radiography as infiltrate, fibroinfiltrate, cavitas, calcification, pleural effusion, etc. often find in chronic lung diseases, especially lung TB. The aim of this study to determine the sensitivity and spesificity of clinical symptoms and chest x-ray lesions. This is a retrospective study of medical record of polyclinic and hospitalized patient of Bantul District Hospital year 2010. Diagnostic test research methods are based on the gold standard smear of sputum. There are 100 samples, consisting of 50 with clinical TB and 50 without, aged 18-50 year old with chest X-ray and sputum smear examination. The result showed the most clinical symptoms of TB are bloody cough and shortness of breath. Photo radiography obtained 33 patients with lesions infiltrates, 18 patients a combination of more than 3 lesions, 4 patients with fibroinfiltrate and 45 patients without lesions. Sensitivity and specificity of clinical symptoms of TB 74.5%, 75.5%, photo- fibroinfiltrate chest infiltrates 83.3%, 24.4% and a combination of more than 3 lesions 87.5%, 13.3%. Summing up the sensitivity of clinical symptoms, infiltrates-fibroinfiltrate and a combination of more than 3 lesions is quite high ( 70%), whereas low specificity (70%).Foto thorax merupakan salah satu penunjang diagnostik tuberkulosis (TB). Lesi pada foto thorax seperti infiltrat, fibrosis, kalsifikasi, kavitas, effusi pleura maupun kombinasi lesi sering dijumpai pada penyakit radang kronik paru, terutama TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sensitifitas dan spesifisitas gejala klinis dan lesi foto thorax. Penelitian ini bersifat retrospektif dari catatan medik poliklinik dan bangsal RSUD Bantul tahun 2010. Ada 100 sampel, terdiri 50 dengan klinis TB dan 50 tanpa klinis TB, usia 18-50 tahun dengan foto thorax dan pemeriksaan sputum BTA. Metode penelitian uji diagnostik ini didasarkan pada baku emas sputum BTA. Hasil menunjukkan gejala klinis TB terbanyak adalah batuk berdarah dan sesak napas. Foto thorax didapatkan 33 pasien dengan lesi infiltrat, 18 pasien kombinasi lebih dari 3 lesi, 4 pasien dengan fibroinfiltrat dan 45 pasien tanpa lesi. Sensitifitas dan spesifisitas gejala klinis TB 74,5%, 75,5%, foto thorax infiltrat-fibroinfiltrat 83,3%, 24,4% dan kombinasi lebih 3 lesi 87,5%, 13,3%. Disimpulkan sensitifitas gejala klinis, infiltrat-fibroinfiltrat dan kombinasi lebih dari 3 lesi cukup tinggi ( 70%), sedangkan spesifisitasnya rendah ( 70%).
Pengaruh Penambahan Pati Garut (Maranta arundinecea L) pada Alginat terhadap Stabilitas Dimensi Hasil Cetakan Lelly Yustri Anita; Purwanto Agustiono
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1580

Abstract

The number of dentist year after year will always increase. It will equal with the using of alginate. Polysaccharides in arrowroot starch have a similar characteristic with sodium alginate. Therefore, it is the reason that both of the material could be mixed. The characteristic of amylose and amylopectin of arrowroot starch could tight the water, so the dimensions of impression will stabile from shrinkage. This study is to find the outcome of arrowroot starch influence dimension stability of alginate impression. This study using 60 sample that divided into 4 groups (100% alginate as control, alginate add by 45%, 50%, and 55% of arrowroot starch). Samples and control were manipulated with 17.5ml of aquadest. After it was set, it was measured by electric sliding calipers 0,001mm for 0, 30, and 60 minute covered by wet cotton after incubated 25oC and humidity is 96%. It can be concluded that arrowroot starch influence the diameter stability (p=0,000), but not for its height (p=0,251). Alginate: arrowroot starch = 50%: 50% is the group which has the best dimensional stability (diameter), because they have no much either shrinkage or imbibitions (p=0,000).Jumlah dokter gigi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan sebanding dengan penggunaan alginat. Polisakarda pada pati garut memiliki karakteristik yang sama dengan sodium alginat, hal tersebut menandakan bahwa kedua bahan tersebut dapat dicampur. Karakteristik amilosa dan amilopektin dalam pati garut dapat mengikat air sehingga dimensi hasil cetakan dapat stabil dari pengkerutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati garut pada alginat terhadap dimensi hasil cetakan alginat. Penelitian ini mengunakan 60 sampel yang dibagi menjadi 4 kelompok (alginat 100% sebagai kontrol, kelompok perlakuan, yaitu alginat yang ditambahkan pati garut sebesar 45%, 50%, dan 55%). Sampel dan kontrol dimanipulasi dengan 17,5 ml akuades. Setelah sampel mengalami setting, hasil cetakan diukur dengan menggunakan sliding caliper elektrik dengan ketelitian 0,01mm pada menit ke 0, 30, dan 60 yang ditutup dengan kapas basah dan dimasukkan ke dalam inkubator Memmert 25oC dan kelembaban 96%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pati garut berpengaruh terhadap stabilitas diameter hasil cetakan (p=0,000), akan tetapi tidak berpengaruh terhadap stabilitas tinggi hasil cetakan (p=0,251). Kelompok sampel dengan penambahan pati garut sebesar 50% merupakan kelompok yang memiliki stabilitas dimensi yang paling baik karena tidak banyak terjadi perubahan dimensi, baik karena pengkerutan maupun imbibisi (p=0,000).
Pengaruh Air Susu Ibu terhadap Derajat Keasaman (pH) Saliva Bayi (In Vitro) Muhammad Shulchan Ardiansyah
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1576

Abstract

Mother milk is a main food in baby. The wrong way of giving milk can cause decay the tooth, because mother milk contain of laktosa as carbohidrat cariogenic. Carbohidrat would be fermentation by bacteria as predisposision asidogenic bacteria. Lactobaslius is the main asidogenic bacteria in mouth. This bacteria exist in plaque in sulcus gingiva. So the bacteria more exist in baby that have teeth than haven ’t teeth. The aim of this research is to know the influence of mother milk toward saliva pH in baby that have teeth and haven ’t teeth. The subject of this research with 20 baby (10 haven’t teeth and 10 have teeth) in notoprajan, ngampilan Yogyakarta by random. Measure of pH by digital pH meter. Saliva take in 13 minutes after dops by mother milk. Analysis data by t-test with significant 5 %. The result of this research is mother milk can decrease baby saliva pH. pH saliva is more decrease in baby that have teeth than haven ’t teeth (th =11,58), p0,0.Susu ibu adalah makanan utama pada bayi. Cara yang salah memberikan susu dapat menyebabkan kerusakan gigi, karena ASI mengandung laktosa sebagai karbohidrat kariogenik. Akan karbohidrat fermentasi oleh bakteri sebagai bakteri predisposision asidogenic. Lactobaslius adalah bakteri asidogenic utama dalam mulut. Bakteri ini ada di plak di sulkus gingiva. Jadi lebih banyak bakteri yang ada pada bayi yang belum gigi dari gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ASI terhadap pH saliva pada bayi yang memiliki gigi dan belum gigi Subyek penelitian ini dengan 20 bayi (10 belum gigi dan 10 memiliki gigi) di Notoprajan, ngampilan Yogyakarta secara acak. Mengukur pH dengan pH meter digital. Air liur mengambil di 13 menit setelah dops oleh susu ibu. Analisis data dengan t-test dengan signifikan 5% Hasil dari penelitian ini adalah ibu susu dapat menurunkan pH air liur bayi. pH saliva semakin berkurang pada bayi yang memiliki gigi dari gigi tidak (th = 11,58), p 0,05.
Gambaran Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Manajemen Bencana di Puskesmas Kasihan I Bantul Yogyakarta titih huriah; Lisnawati Nur Farida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1574

Abstract

This study offers exploration about nurses ’ role on disaster preparedness in sub district level andprovides implementation strategiesfor health care professionals to adopt in preparation for and in response to disaster. A Qualitative-study with phenomenological approach was chosen to guide this study. In-depth interview and observation was used in data collection. The in-depth interview narrative was transcribed verbatim and thematically analyzed. Nurses ’ preparedness in sub district level in Puskesmas Kasihan I Bantul remains low. In this study, most of the participants were not implement their role in disaster preparedness, since there was no institutional preparation facing disastrous event. Although all of the participants have been prepared with emergency training, there were no family preparedness that can greatly inhibit the ability and willingness of participant to be available in emergency response. Puskesmas in the basic level area of disaster risk reduction effort should be prepared with the disaster plan and supported with nurses ’preparedness in disaster management.Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran perawat pada kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan dan memberikan informasi terkait strategi implementasi yang dapat dilakukan tenaga kesehatan baik dalam persiapan maupun merespon bencana. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan dengan metode in-depth interview dan teknik observasi kemudian dianalisis berdasarkan tema-tema yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan perawat di tingkat kecamatan khususnya di Puskesmas Kasihan I Bantul masih rendah. Dalam penelitian ini, sebagian besar peran tidak dijalankan sebagaimana mestinya, dikarenakan belum adanya persiapan dari pihak institusi dalam persiapan bencana. Meskipun seluruh partisipan telah dibekali pelatihan penanganan kegawatdaruratan, tidak adanya perencanaan bencana dalam keluarga akan menjadi faktor penghambat kesiapan perawat dalam merespon bencana. Puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan pada tingkat dasar dalam upaya pengurangan resiko bencana harus disiapkan dengan disaster plan yang didukung dengan peran serta perawat dalam manajemen bencana.
Pengaruh Penyuluhan terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Aspek Kesehatan, Sosial dan Hukum Aborsi pada Siswa SMU N 6 Yogyakarta - Teranggono; Fitri Murniati; Martiana Suciningtyas
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v10i2.1578

Abstract

The majority of world’s constituent is adolescent in which period there is a growth of physical, sexual and social behavior. At that time if they don ’t get right information and direction they will get loss in free sex environment, unwanted pregnancy and doing abortion. The objective of this study is to know the adolescent ’s average level of knowledge about various aspects of abortion; health, social and legal, before and after getting counseling. The research method use was pretest and post test experimental study. The respondents consisted of 61 SMU N 6 Yogyakarta students, 17 male and 44 female. The data was analyzed descriptively by using test of normality and statiscally by using Wilcoxon test. The result showed that the students knowledge concerning aspects of abortion: health (0,85), social (0,45) and legal (1,04) were increasing approximate to maximal. It is concluded that the students elucidation concerning abortion has positive effect.Komposisi sebagian besar dunia adalah remaja. Pada masa remaja terjadi pertumbuhan fisik, seksual, dan prilaku sosial, jika tidak mendapatkan pengetahuan dan arahan menyebabkan remaja terjerumus dalam perilaku seks bebas, kehamilan yang tidak dikehendaki, dan melakukan tindakan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja tentang aspek kesehatan, sosial, dan hukum aborsi sebelum dan sesudah penyuluhan di SMU Negeri 6 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan pretest posttest. Jumlah responden adalah 61 siswa, laki-laki 17 dan perempuan 44 orang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan test of normality dan secara analitik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan rerata pengetahuan siswa mengenai aspek kesehatan (0,85), sosial (0,45) dan hukum (1,04) aborsi, yang mendekati nilai maksimal. Disimpulkan bahwa penyuluhan terhadap siswa tentang aborsi berpengaruh positif.

Page 3 of 3 | Total Record : 29


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue