cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2011)" : 14 Documents clear
Efek Pemberian N-Acetylcysteine Oral terhadap Kadar hsCRP Serum pada Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis Prasetyo, Diding Heri; Agung S, -; Wachid P, -; Bambang P, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.936

Abstract

Inflamasi dan stres oksidatif merupakan faktor risiko kardiovaskuler pada pasien chronic kidney disease (CKD).N-asetilsistein (NAS) mengandung thiol sebagai antioksidan yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan memperlihatkan penurunan angka kejadian kardiovaskuler pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan menentukan efek NAS oral (2 x 600 mg/hari) terhadap kadar petanda inflamasi pada pasien Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Perlakuan diberikan selama 8 minggu pada 32 pasien (80% laki-laki, usia 42±7 tahun) yang menjalani regular CAPD. Sebelum perlakuan pasien dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 16 pasien.Sitokin proinflamasi (high-sensitivity Creactive protein/hsCRP) diukur sebelum dan sesudah perlakuan dengan NAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian NAS, secara bermakna menurunkan kadar hsCRP (-1,50±1,32 vs 0,56±1,25 pg/mL, p 0,001) dibandingkan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian NAS peroral mampu menurunkan kadar hsCRP pasien CAPD.
Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap Interdialytic Weight Gains pada Pasien Chronic Kidney Diseases yang Menjalani Hemodialisis Istanti, Yuni Permatasari
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interdialytic Body Weight Gains (IDWG) adalah peningkatan volume cairan yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan sebagai indikator untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik dan kepatuhan pasien terhadap pengaturan cairan pada pasien yang mendapatkan terapi hemodialisis. Peningkatan IDWG melebihi 5% dari berat badan kering dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti hipertensi, hipotensi intradialisis, gagal jantung kiri, asites, pleural effusion, gagal jantung kongestif, bahkan kematian. Berbagai faktor penyebab IDWG baik internal (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, stres, self efficacy), maupun eksternal (dukungan keluarga, sosial dan jumlah intake cairan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Responden adalah 48 pasien dari 79 pasien yang menjalani hemodialisis (HD). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis dengan regresi linear sederhana menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara masukan cairan dengan IDWG (r=0,541, p-value = 0,000), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, dukungan keluarga dan sosial, self efficacy serta stres dengan IDWG. Disimpulkan bahwa  masukan cairan merupakan faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap IDWG.
Pengaruh Suspensi Bubuk Kedelai Kuning terhadap Struktur Histologik Ginjal Tikus Diabetik Diinduksi Streptozotocin Fidianingsih, Ika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.933

Abstract

Insidensi Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat dan menjadi epidemik. DM merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ termasuk ginjal. Belakangan ini komponen bahan aktif kedelai kuning diduga berefek antikarsinogenik, antioksidan, antidiabetik, antilipidemik dan mencegah kerusakan sel ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek kedelai kuning terhadap perbaikan struktur ginjal berdasar pengamatan histologi pada tikus DM diinjeksi streptozotocin. Tigapuluh ekor tikus wistar sehat, dibagi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol, tikus tidak mendapat perlakuan, kelompok 2 adalah tikus diabetik, tanpa pemberian kedelai, kelompok 3, 4 dan 5 adalah kelompok tikus diabetik dan diberi suspensi bubuk kedelai kuning berturutturut 200, 400 dan 800 mg/kgBB tikus/hari selama 28 hari. Diabetes dinduksi streptozotocin 60mg/kg BB tikus.  Sampel jaringan ginjal dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Perbedaan tingkat kerusakan ginjal antar kelompok dianalisis One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan ratarata tingkat kerusakan ginjal kelompok tikus DM diberi kedelai 200, 400 dan 800mg/kgBB tikus/hari berturut-turut 2,87%±3,4; 1,68%±1,5; 1,80%±1,2; lebih sedikit dibanding tikus DM yang tidak diberi kedelai sebesar 6,35%±3,3. Terdapat perbedaan bermakna pemberian kedelai 400mg/kgBB/hari dengan kelompok tikus yang tidak diberi kedelai (p 0,05). Disimpulkan bahwa kedelai kuning dosis 400 mg/kg berat badan berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan organ ginjal tikus diabetik.
Pengaruh Durasi Pemberian Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica sp.) terhadap Memori Spasial Tikus Putih (Rattus norvegicus) pascastres Listrik Sari, Dwi Cahyani Ratna; Pratama, Reza Satria; Aswin, Soedjono; Suharmi, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.932

Abstract

Beberapa penelitian telah dilakukan berkaitan dengan kemampuan pegagan sebagai neurotropik dan neuroprotektif. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan pengaruh durasi pemberian ekstrak etanol pegagan dalam peningkatan memori spasial tikus putih pascastres. Pada penelitian ini, 21 tikus jantan, usia delapan minggu dibagi dalam tiga kelompok: dua kelompok perlakuan (K1 dan K2) dan satu kelompok kontrol (KN). Kelompok perlakuan menerima ekstrak ethanol pegagan sebesar 150 mg/kgBB/ ml secara oral selama empat(K1) dan enam(K2) minggu. Kelompok kontrol akan menerima aquades 1 ml selama enam minggu. Semua kelompok akan diuji memori dengan menggunakan maze radial delapan lengan selama 12 hari sebelum dan setelah perlakuan. Uji stres listrik selama 10 menit dilakukan sebelum perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan persentase tertinggi ketepatan pemilihan lengan dalam uji maze radial 2 (UMR2) untuk KN, K1 dan K2 masing-masing sebesar 23,6%, 44,8% dan 91,71%, dengan rerata persentase masing-masing sebesar 10,24%, 14,12% dan 53,33%. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa persentase ketepatan pemilihan lengan berbeda secara bermakna antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kesimpulannya adalah pegagan mampu meningkatkan memori spasial tikus putih pascastres dan pemberian ekstrak etanol pegagan selama enam minggu memberikan efek peningkatan memori yang lebih signifikan dibanding pemberian selama empat minggu.
Hubungan antara Tingkat Motivasi dengan Tingkat Partisipasi Kader Posyandu Balita di Kelurahan Karangsewu Galur Kulon Progo Yogyakarta Zuanita, Afrina Rahma; Afandi, Muhammad
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.941

Abstract

Keberhasilan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) sangat ditentukan oleh kinerja kader, karena kader merupakan penggerak posyandu dan hidup matinya posyandu tergantung aktif tidaknya kader. Kader posyandu akan memberikan hasil yang memuaskan bila memiliki motivasi yang baik. Seorang kader yang memiliki motivasi dan kemampuan yang baik dalam menjalankan tugasnya akan menghasilkan kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan tingkat partisipasi kader posyandu balita. Desain penelitian ini adalah deskriptif  dengan pendekatan cross sectional dengan analisis data menggunakan uji  statistik korelasi Spearman’s Rank. Penelitian ini menggunakan total sampling method diperoleh 80 responden. Data diperoleh dengan cara pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat partisipasi kader posyandu balita dengan nilai p=0,000 dan nilai korelasi r=0,615. Motivasi kader posyandu balita tergolong dalam motivasi tinggi dengan prosentase sebesar 78,8% dan tingkat partisipasi kader posyandu balita juga tergolong tinggi dengan prosentase sebesar 71,3%. Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat partisipasi kader posyandu balita di Kelurahan Karangsewu Galur Kulon Progo Yogyakarta.
Formulasi dan Uji Stabilita Fisik Sediaan Oral Emulsi Virgin Coconut Oil Hadning, Ingenida
Jurnal Mutiara Medika Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virgin coconut oil (minyak kelapa murni) sampai saat ini dikonsumsi oleh masyarakat secara oral dalam bentuk minyaknya, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi sediaan minyak kelapa murni menjadi sediaan emulsi yang memiliki penampilan dan stabilita fisik yang baik. Pemeriksaan mutu minyak kelapa murni dilakukan sesuai standar yang ditetapkan oleh Codex Stan 19-1981 (revisi 2-1999). Pengembangan formulasi sediaan emulsi minyak kelapa murni dilakukan dengan cara basah menggunakan berbagai emulgator alam dengan berbagai konsentrasi. Formula emulsi dengan penampilan fisik yang baik diperoleh menggunakan emulgator PGA 20%, kombinasi emulgator xanthan gum dan veegum dengan perbandingan konsentrasi (1:1) sebanyak 2% dan (3:2) sebanyak 2,5%. Formula tersebut dievaluasi secara fisik meliputi penentuan tipe emulsi, penentuan berat jenis, uji homogenitas, pengamatan organoleptik, penentuan pH dan viskositas. Uji stabilita fisik terhadap ketiga formula emulsi dilakukan menggunakan uji sentrifugasi dan uji freeze thaw. Dapat disimpulkan bahwa formula emulsi oral minyak kelapa murni dengan penampilan dan stabilita fisik yang paling baik adalah formula menggunakan emulgator PGA 20%.
Pengaruh Ekstrak Metanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma Longifolia, Jack.) terhadap Jumlah Splenosit Mencit Diinfeksi Listeria monocytogenes Darmawati, Idiani; HNES, Marsetyawan; Herwiyanti, Sri
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.935

Abstract

Percobaan ini dirancang untuk mempelajari pengaruh ekstrak metanol akar E. longifolia, Jack (MEEL) pada respon imun spesifik dengan penekanan khusus pada jumlah splenoctyes. Desain penelitian adalah posttest only control group design. Empat puluh delapan tikus betina Balb / c yang digunakan di seluruh. Empat puluh delapan tikus yang digunakan berpikir studi, dan dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol hanya menerima aquadest. Kelompok II, III, dan IV diberikan 100, 200 , dan 400 mg / kgBB per hari, masing-masing yang MEEL diberikan bersama 14 hari. Kemudian, pada hari-15, diinfeksi Listeria monocytogenes. Observasi dilakukan pada hari 0, 3, dan 10 setelah infeksi. Jumlah splenocytes layak diukur dengan MTT Assay. Data dianalisis menggunakan Anova satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol E. longifolia, Jack pada 200 mg / kg BB per hari sejauh 14 hari dapat meningkatkan persentase splenocytes, dan puncaknya terdeteksi pada hari-0 infeksi, pada Kii 11.363% yaitu, pada hari-3 setelah infeksi di KIII, yaitu 10.433% dan pada hari-10 di KIII yaitu 8.907%. Uji Anova menunjukkan perbedaan bermakna dengan pengecualian kelompok I dengan IV, dan II dengan III dan III dengan IV. Disimpulan ekstrak metanol E. longifolia, Jack. root mampu meningkatkan persentase splenocytes di Balb / c tikus yang terinfeksi dengan L. monocytogenes.
Formulasi dan Uji Stabilita Fisik Sediaan Oral Emulsi Virgin Coconut Oil Hadning, Ingenida
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.934

Abstract

Virgin coconut oil (minyak kelapa murni) sampai saat ini dikonsumsi oleh masyarakat secara oral dalam bentuk minyaknya, sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi sediaan minyak kelapa murni menjadi sediaan emulsi yang memiliki penampilan dan stabilita fisik yang baik. Pemeriksaan mutu minyak kelapa murni dilakukan sesuai standar yang ditetapkan oleh Codex Stan 19-1981 (revisi 2-1999). Pengembangan formulasi sediaan emulsi minyak kelapa murni dilakukan dengan cara basah menggunakan berbagai emulgator alam dengan berbagai konsentrasi. Formula emulsi dengan penampilan fisik yang baik diperoleh menggunakan emulgator PGA 20%, kombinasi emulgator xanthan gum dan veegum dengan perbandingan konsentrasi (1:1) sebanyak 2% dan (3:2) sebanyak 2,5%. Formula tersebut dievaluasi secara fisik meliputi penentuan tipe emulsi, penentuan berat jenis, uji homogenitas, pengamatan organoleptik, penentuan pH dan viskositas. Uji stabilita fisik terhadap ketiga formula emulsi dilakukan menggunakan uji sentrifugasi dan uji freeze thaw. Dapat disimpulkan bahwa formula emulsi oral minyak kelapa murni dengan penampilan dan stabilita fisik yang paling baik adalah formula menggunakan emulgator PGA 20%.
Pengaruh Suspensi Bubuk Kedelai Kuning terhadap Struktur Histologik Ginjal Tikus Diabetik Diinduksi Streptozotocin Fidianingsih, Ika
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.933

Abstract

Insidensi Diabetes Mellitus (DM) terus meningkat dan menjadi epidemik. DM merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan dapat menimbulkan kerusakan berbagai organ termasuk ginjal. Belakangan ini komponen bahan aktif kedelai kuning diduga berefek antikarsinogenik, antioksidan, antidiabetik, antilipidemik dan mencegah kerusakan sel ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek kedelai kuning terhadap perbaikan struktur ginjal berdasar pengamatan histologi pada tikus DM diinjeksi streptozotocin. Tigapuluh ekor tikus wistar sehat, dibagi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok kontrol, tikus tidak mendapat perlakuan, kelompok 2 adalah tikus diabetik, tanpa pemberian kedelai, kelompok 3, 4 dan 5 adalah kelompok tikus diabetik dan diberi suspensi bubuk kedelai kuning berturutturut 200, 400 dan 800 mg/kgBB tikus/hari selama 28 hari. Diabetes dinduksi streptozotocin 60mg/kg BB tikus.  Sampel jaringan ginjal dibuat preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Perbedaan tingkat kerusakan ginjal antar kelompok dianalisis One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan ratarata tingkat kerusakan ginjal kelompok tikus DM diberi kedelai 200, 400 dan 800mg/kgBB tikus/hari berturut-turut 2,87%±3,4; 1,68%±1,5; 1,80%±1,2; lebih sedikit dibanding tikus DM yang tidak diberi kedelai sebesar 6,35%±3,3. Terdapat perbedaan bermakna pemberian kedelai 400mg/kgBB/hari dengan kelompok tikus yang tidak diberi kedelai (p0,05). Disimpulkan bahwa kedelai kuning dosis 400 mg/kg berat badan berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan organ ginjal tikus diabetik.
Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap Interdialytic Weight Gains pada Pasien Chronic Kidney Diseases yang Menjalani Hemodialisis Istanti, Yuni Permatasari
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v11i2.938

Abstract

Interdialytic Body Weight Gains (IDWG) adalah peningkatan volume cairan yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan sebagai indikator untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik dan kepatuhan pasien terhadap pengaturan cairan pada pasien yang mendapatkan terapi hemodialisis. Peningkatan IDWG melebihi 5% dari berat badan kering dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti hipertensi, hipotensi intradialisis, gagal jantung kiri, asites, pleural effusion, gagal jantung kongestif, bahkan kematian. Berbagai faktor penyebab IDWG baik internal (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, stres, self efficacy), maupun eksternal (dukungan keluarga, sosial dan jumlah intake cairan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Responden adalah 48 pasien dari 79 pasien yang menjalani hemodialisis (HD). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis dengan regresi linear sederhana menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara masukan cairan dengan IDWG (r=0,541, p-value = 0,000), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, dukungan keluarga dan sosial, self efficacy serta stres dengan IDWG. Disimpulkan bahwa  masukan cairan merupakan faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap IDWG.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 20, No 1: January 2020 Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 18, No 1: January 2018 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 16 No 1: January 2016 Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue