cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2004)" : 18 Documents clear
Uji Aktivitas Antioksi dan Rebusan Daun Dewa (Gynura Pseudochina) dan Perannya Sebagai Inhibitor Advanced Glycation End Products (Ages) Akibat Reaksi Glikosilasi Suhartono, Eko; Setiawan, Bambang; Edyson, -; Sari, Nur Yulia
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research of an antioxidant activity of Daun Dewa leaf boiled (Gynura pseudochina) and the role as inhibitor of advanced gly cation end products (AGEs) formation in vitro had been done. Aims of this research are to measure an antioxidant activity by Daun Dewa leaf boiled and the role as inhibitor of AGEs formation. The methods, to measured an antioxidant activity by Daun Dewa leaf boiled is reacted with 2,4-dinitrophenylhydrazin (DNPH) and ana¬lyzed with spectrophotometry methods with 1—390 nm. Meanwhile, AGEs com¬pounds is measure every 48 hours during 20 days of research and analyzed with spectrophotometry methods with 1=340 nm Content of dicarbonyl com¬pounds is measured with DNPH methods that developed by Uchida and modi¬fied by Sadikin. The result, showed that an antioxidant activity of Daun Dewa leaf boiled at 25% concentration is 66,34 ± 3,72 %. On the other hand, is able to block rate of AGEs formation.Telah dilakukan penelitian aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa dan perannya sebagai penghambat pembentukan AGEs. Penelitian ini bertujuan menentukan aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa dan perannya sebagai penghambat pembentukan AGEs. Untuk penentuan aktivitas antioksidan, rebusan dauan tanaman Daun Dewa direaksikan dengan 2,4-dinitrophenylhydrazin (DNPH) dan dianalisis secara spektrofotmetri pada 1 = 390nm. Senyawa AGEs diukur setiap 48 jam selama 20 hari dengan menggunakan spektrofotometri pada 1 = 340 nm. Kadar senyawa dikarbonil ditentukan dengan cara metoda DNPH yang dikembangkan Uchida dan dimodifikasi oleh Sadikin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas antioksidan rebusan daun tanaman Daun Dewa konsentrasi 25% adalah 66,34 ± 3,72%. Selain itu, daun Dewa juga dapat menghambat pembentukan AGEs.
Batasan Dan Ruang Lingkup Rumah Sakit Pendidikan Supriyatiningsih, -
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1750

Abstract

In Indonesia, Teaching Hospital and Medical School are two separate institutions whereas each of them has its own organizational structure and bylaw. Teaching Hospital is a hospital which also functions as an official centre for education and training for health personnel trainees i.e. medical doctors, nurses, midwifes, others. The prerequisite for a hospital to be utilized as an education and training center is to fulfill some criteria; one of them is the accreditation status as a teaching hospital which is issued by the profes¬sional organization. However, the Joint Decree by 3 Ministers which regu¬lates the scope of teaching hospital requires to be re-evaluated.Di Indonesia Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran merupakan 2 institusi yang terpisah dimana masing-masing memiliki struktur organisasi dan landasan hukum sendiri-sendiri. Rumah sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang juga berfungsi sebagai pusat resmi untuk belajar bagi pendidikan atau pelatihan dokter, perawat dan tenaga kesehatan. Suatu Rumah Sakit agar dapat digunakan sebagai tempat pendidikan, maka diharapkan agar dapat memenuhi beberapa crite¬ria antara lain terakreditasi sebagai ruah sakit pendidikan yang dikeluarkan oleh organisasi profesi. Surat Keputusan Bersama 3 Menteri yang mengatur batasan Rumah Sakit Pendidikan perlu dikaji ulang.
Profil Pemeriksaan Fragilitas Osmotik Eritrosit di RS. Dr. Sardjito Gugun, Adang Muhammad; Sukorini, Usi
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1745

Abstract

Osmotic fragility test (OFT) is performed to differentiate anemia diagnose with erythrocyte physical changing. In thalassemia and hemolytic anemia, OFT probably gave variation results that can cause erroneous anemia etiology trac¬ing. Aims of this research are to describe the OFT profile and its comparison with peripheral blood morphology in thalassemia and hemolytic anemia.The method, this retrospective study was conducted in Dr. Sardjito hospital at January 2002 to June 2004. Chi-Square test was used to compare thalassemia and hemolytic anemia proportion in the OFT groups. OFT results from 61 sub¬jects were : increasing 17 (27,8%), increasing-decreasing 17 (27,8%), de¬creasing 15 (24,4%), and normal 12 (20%). There were significantly differ-ence proportions in thalassemia group between decreasing OFT to increasing and normal OFT (p-0,005 ; p=0,002), but no difference to increasing-de¬creasing group. In hemolytic anemia group, the difference proportion found significantly between increasing OFT to normal, increasing-decreasing and decreasing OFT (p=0,03; p-0,005; p=0,000, respectively). In increasing-de¬creasing OFT group, there was no difference in type anemia (p=0,32). Mor¬phologically, target cell was found in 81 % of thalassemia, and spherocyte in 70% of hemolytic anemia. In Dr. Sardjito Hospital, OFT gave variation profile and in Thalassemia and hemolytic anemia groups, morphology evaluation are needed to confirm OFT results.Latar Belakang: Pemeriksaan fragilitas osmotik eritrosit (FOE) ini dilaksanakan untuk membantu diagnosis banding beberapa jenis anemia dengan sifat fisik eritrosit berubah. Aplikasi klinis, Talasemia dan anemia hemolitik memberikan hasil bervariasi sehingga dapat menimbulkan kesalahan interpretasi dalam melacak jenis maupun etiologi anemia.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variasi hasil FOE dan kesesuaian gambaran morfologi darah tepi pada talasemia dan anemia hemolitik. Penelitian retrospektif ini dilakukan menggunakan data rekam medik. Subyek adalah pasien yang diperiksa fragilitas osmotik eritrositnya di laboratorium Patologi Klinik RS. Dr. Sardjito antara Januari tahun 2002 sampai dengan Juni 2004. Uji Chi- square terhadap proporsi talasemia dan anemia hemolitik pada kelompok hasil FOE. Dari 61 subyek, variasi hasil FOE meliputi : peningkatan fragilitas 17 (27,8%), penurunan fragilitas 17 (24,4%), campuran peningkatan dan penurunan 15 (27,8%) dan normal 12 (20%). Terdapat perbedaan bermakna proporsi talasemia kelompok penurunun FOE terhadap kelompok peningkatan FOE (p=0,005) dan FOE normal (p= 0,002), namun tidak berbeda bermakna dengan hasil campuran penurunan dan peningkatan fragilitas (p= 0,26). Terdapat perbedaan bermakna proporsi ane¬mia hemolitik pada kelompok dengan peningkatan FOE terhadap kelompok normal FOE, campuran penurunan dan peningkatan FOE dan penurunan FOE (p =0,03; p= 0,005; p= 0,000). Tidak terdapat perbedaan bermakna proporsi jenis anemia pada hasil campuran penurunan dan peningkatan FOE (p= 0,32). Gambaran morfologi darah tepi pada kelompok talasemia, 81% memiliki sel target dan pada kelompok anemia hemolitik, 70% memiliki sel spherosit.Hasil FOE di RS Dr. Sardjito menunjukkan gambaran variasi, talasemia maupun anemia hemolitik membutuhkan konfirmasi morfologi darah tepi untuk meninjau kesesuaiannya.
Penurunan Kadar Interleukin-18 Cairan Peritoneal pada Penderita Endometriosis Astuti, Yoni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1751

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi interleukin- 15 (IL-18) pada cairan peritoneal dan serum penderita endometriosis yang -bandingkan dengan kelompok control( tidak menderita endometriosis). Metode penelitian yang digunakan adalah kajian analitik prospektif. Subyek yang terlibat sebanyak 44 penderita yang melakukan bedah laparoscopic pada penyakit ginekologi ringan. Pengambilan cairan peritoneal dan serum sebagai specimen ulakukan sebelum dan sesudah tindakan bedah laparoskopis untuk analisis kadar IL-18. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal dan serum dihubungkan dengan adanya endometriosis, tingkat penyakit, dan fase siklus menstruasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Interleukin -18 dapat dideteksi pada 98% specimen cairan peritoneal dan 84 pada specimen serum. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal secara statistic lebih rendah bermakna pada penderita endometriosis dari pada kelompok control. Sedangkan IL-18 serum tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara penderita fndomeriosis dan kelompok kontrol. Konsentrasi IL-18 cairan peritoneal dan serum remyata tidak berhubungan dengan endometriosis, maupun fase siklus menstruasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah turunnya kadar IL-18 pada cairan reritoneal penderita endometriosis berperan penting pada patogenesis penyakit ini.
Abses Submandibula Widuri, Asti
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious disease, in the ENT department is still common to find in the community. One of them is deep neck infection. The commonest of deep neck infection is infection in the submandibula or submandibula abscess. The com¬plication of this infection can cause death. It’s happen because of the spread¬ing of the abscess to the other place/area in the neck. We report one case of submandibular abscess caused by teeth infection with mediastinitis as it’s com¬plication.Dalam bidang Ilmu Penyakit THT penyakit infeksi masih banyak dijumpai di masyarakat, salah satu diantaranya adalah infeksi leher bagian dalam. Infeksi leher bagian dalam yang paling sering terjadi adalah infeksi pada ruang submandibula atau abses submandibula. Pada infeksi ini dapat terjadi komplikasi-komplikasi yang dapat menimbulkan kematian karena mudahnya penyebaran abses ke ruang-ruang leher yang lain. Dilaporkan satu kasus abses submandibula dengan komplikasi me¬diastinitis yang disebabkan oleh infeksi gigi.
Pengaruh Madu terhadap Ketahanan Jasmani Astuti, Yoni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Everybody expects a healthy and a strong body. To achieve it, there must be some effort to be done, such as having a healthy diet and do agood physi¬cal activity. Honey, is one kind of food which is recommended by ALLAH as agood food and medicine. Honey consists high nutrition such as carbohydrat, lipid, protein, vitamin and mineral which are needed to maintance the health and the physical endurance. The aims of this study is to find a prove and give more information about the benefit of the honey. This study is experimantal research with a cross sec¬tional design. There are 10 soccer players in Gamping Ambarketawang area are involved in this study. Their physical endurance were checked before and after consuming honey for 7 days. The resulat showed that the participants have a good physical endurance, and the average of oxygen maximum Volume before consuming honey is 6,18 ± 1,04 ml/body weight/minute and afer consuming honey is 5,92 ± 0,98 ml/ body weight/minute. The conclusion is the physical endurance of the participants were increased, even statistically have no significant difference.Memiliki badan yang sehat dan kuat adalah harapan setiap orang. Untuk mendapatkannya sewajarnya harus ada usaha, antara lain dengan makan makanan yang seimbang dan melakukan aktifitas fisik dengan baik. Madu salah satu jenis makanan yang mendapat rekomendasi dari ALLAH sebagai makanan yang baik dan sekaligus sebagai obat. Madu dikenal banyak mengandung zat gizi tinggi antara lain karbohidrat, lipid, protein, vitamin dan mineral, yang sangat diperlukan untuk kesehatan dan stamina badan. Penelitian ini berjudul Pengaruh madu terhadap ketahanan jasmani dilakukan untuk membuktikan dan menginformasikan manfaat madu yang lain. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental secara cross sectional, yang melibatkan 10 subyek dari pria pemain sepak bola daerah gamping Ambarketawang. Subyek diperiksa ketahan jasmaninya sebelum dan sesudah pemberian madu selamaama 7 hari berturut- turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik subyek bagus, dan rerata ambilan oksigen maksimum subyek sebelum perlakuan madu sebesar (6,18 ±1,04)ml/ BB/menit dan rerata ambilan oksigen maksimum sesudah perlakuan sebesar (5,92 ± 0,98) ml/BB/menit.Hal ini dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani subyek mengalami peningkatan meskipun secara statistik tidak
Peroksidasi Lipid dan Stress Oksidatif pada Preeklampsia Setiawan, Bambang; Insani, Dina Aulia
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1747

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy complication which idiopathic case. One of research topic about preeclampsia explains that preeclampsia caused by en¬dothelial dysfunction. In fact, endothelial dysfunction linked with lipid peroxidation. Lipid peroxidation happens in plasma and placenta. Lipid peroxidation consist of three steps, they are initiation, propagation, and termi¬nation. Lipid peroxidation can initiate by Reactive Oxygen Species and cata¬lyzed by metal. Beside that, lipid peroxidation can initiate oxidative stress.Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan dengan penyebab yang belum jelas. Salah satu kajian penelitian tentang penyebab preeklampsia menerangkan bahwa preeklamsi disebabkan oleh difungsi endotel. Disfungsi endotel ternyata berkaitan dengan peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid terjadi di dalam plasma maupun plasenta. Peroksidasi lipid terdiri atas tiga tahap yakni inisiasi, propagasi dan terminasi. Peroksidasi lipid dapat diinisiasi oleh Senyawa Oksigen Reaktif serta dikatalisis oleh logam. Selain itu, peroksidasi lipid juga dapat mencetuskan stress oksidatif.
Pendidikan Dokter Berbasis Kompetensi dan Moralitas dengan Metode Problem Based Learning pada FK UMY Hidayati, Titiek
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1753

Abstract

To face the coming era, Islamic Revealed Knowledge is really important because of several reasons: (1). Muhammadiyah University has to produce graduates to fulfill the need of 21st century Indonesian Scholar with nation- ally/intemationally qualification; (2). The increase of Islamic society followed by high quality demand reveals the development of Muhammadiyah Univer¬sity as center of human resources development; (3) Islam as the way of live should be apllied in daily activities, especially as a Muslim scholars gradu¬ated from Muhammadiyah University; (4). There is no clear definition and principles about Islamic medicine and/or other Islamic revealed knowledge in medical filed.
Akupunktur pada Manajemen Berat Badan Listiowati, Ekorini
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, overweight or obesity are complained by our community. Even several years ago, overweight and obesity are obviously become a proud-ness because these showed a welfare, but then the community start to realize the negative impact of these, which is psycho-socially and scientifically produce a lot of problems. Therapy to overcome an overweight which is well-known by Indonesian people are diet, exercise, and by consuming several of weight-loss drugs. But now, we start to know and interested with another therapy to overcome this problem by acupuncture. It is stimulate special point in our body with special time and special technique. Based on the study reducing weight by acupunc¬ture give an efficacious result. One of the most important thing to support the obesity therapy is a strong motivation from the patient itself. The achievement of the obesity therapy will be more efficient by combining diet, exercise, acupuncture and drugs.Kegemukan atau obesitas saat ini banyak dikeluhkan masyarakat kita, meskipun beberapa tahun yang lalu kelebihan berat badan justru sebagai kebanggan karena dianggap sebagai lambang kesejahteraan/kemakmuran. Akibat negatif dari kelebihan berat badan mulai disadari oleh masyarakat kita, dimana secara psikososial maupun menurut kaidah medis banyak sekali dampak negatif yang muncul. Terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia adalah diet, olah raga dan menggunakan obat-obatan penurun berat badan. Namun akhir-akhir ini, mulai dikenal dan diminati terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan dengan cara akupunktur. Yaitu dengan cara menstimulasi titik-titik akupunktur tertentu pada tubuh dengan periode dan teknik tertentu. Berdasarkan data penelitian yang telah ada ternyata penatalaksanaan obesitas dengan akupunktur memberikan hasil yang efektif. Satu hal yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi obesitas adalah motivasi diri penderita yang kuat. Sehingga keberhasilan terapi obesitas akan .ebih efektif bila terapi yang diberikan berupa kombinasi diet, exercise, akupunktur dan atau obat-obatan.
Akupunktur pada Manajemen Berat Badan Ekorini Listiowati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v4i2.1749

Abstract

Recently, overweight or obesity are complained by our community. Even several years ago, overweight and obesity are obviously become a proud-ness because these showed a welfare, but then the community start to realize the negative impact of these, which is psycho-socially and scientifically produce a lot of problems. Therapy to overcome an overweight which is well-known by Indonesian people are diet, exercise, and by consuming several of weight-loss drugs. But now, we start to know and interested with another therapy to overcome this problem by acupuncture. It is stimulate special point in our body with special time and special technique. Based on the study reducing weight by acupunc¬ture give an efficacious result. One of the most important thing to support the obesity therapy is a strong motivation from the patient itself. The achievement of the obesity therapy will be more efficient by combining diet, exercise, acupuncture and drugs.Kegemukan atau obesitas saat ini banyak dikeluhkan masyarakat kita, meskipun beberapa tahun yang lalu kelebihan berat badan justru sebagai kebanggan karena dianggap sebagai lambang kesejahteraan/kemakmuran. Akibat negatif dari kelebihan berat badan mulai disadari oleh masyarakat kita, dimana secara psikososial maupun menurut kaidah medis banyak sekali dampak negatif yang muncul. Terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan yang sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia adalah diet, olah raga dan menggunakan obat-obatan penurun berat badan. Namun akhir-akhir ini, mulai dikenal dan diminati terapi untuk mengatasi kelebihan berat badan dengan cara akupunktur. Yaitu dengan cara menstimulasi titik-titik akupunktur tertentu pada tubuh dengan periode dan teknik tertentu. Berdasarkan data penelitian yang telah ada ternyata penatalaksanaan obesitas dengan akupunktur memberikan hasil yang efektif. Satu hal yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi obesitas adalah motivasi diri penderita yang kuat. Sehingga keberhasilan terapi obesitas akan .ebih efektif bila terapi yang diberikan berupa kombinasi diet, exercise, akupunktur dan atau obat-obatan.

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue