cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 14118033     EISSN : 26140101     DOI : 10.18196/mm
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Medika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (MMJKK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community or public health research to integrate researches in all aspects of human health.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2005)" : 15 Documents clear
Meningioma Wahyuliati, Tri; Dahlan, Pernodjo
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1869

Abstract

Tumor yang tumbuh didalam rongga kepala atau tumor intra kranial, dapat berasal dari tulang tengkorak, selaput otak atau meninges, nervus cranialis, pembuluh darah, glandula pituitari atau parenkim otak itu sendiri. Angka insidensi tumor intra kranial pada penderita dari semua golongan umur mencapai sekitar 4,2 - 5,4 /100,0002 Tumor intra kranial bisa bermanifestasi dalam berbagai variasi, dari keluhan minimal yang tidak khas sampai pada keluhan berat atau ditemukannya tanda abnormalitas yang berat seperti kelemahan atau kejang. Berbagai manifestasi tersebut yang berupa tanda dan gejala, berhubungan dengan lokasi tumor. Meskipun secara umum tidak ada kelompok gejala yang patognomonik untuk tumor intra kranial.Tanda trias yang khas untuk tumor intra kranial meliputi nyeri kepala, mutah proyektil dan papil edema yang bermanifestasi pada keluhan pandangan kabur yang dirasakan penderita. Hal itu terutama disebabkan karena adanya obstruksi saluran cairan serebrospinal oleh desakan masa tumor. Trias tersebut terutama muncul paling sering pada anak - anak. Pemeriksaan Ct scan dan MRI kepala merupakan pemeriksaan penunjang yang sangat membantu dan handal dalam menegakkan diagnosa tumor otak. Diagnosa pasti tumor otak, seperti halnya tumor dari organ atau jaringan lain adalah dengan biopsi.
Imunitas Seluler Malaria Titiek Hidayati
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1867

Abstract

Malaria is still a majority infection disease in Indonesia. Although the disease have high rate morbidity and mortality, but literature concerning malaria immunology is still few. There is no effective vaccine available against endemic human malaria at present. The aim of this study is to explain new information about cellular immune response of infection malaria.Malaria infection by Plasmodium falsiparum patient who have not immuned can cause patient died. In the body of patient, malaria parasite is a lot of staying in cell, either in hepatosit and also eritrosit. The cellular immunity assumed more antici¬pated to malaria infection compared to the humoral immuned system. T lymphocyt, macrophage and other phagocyt that helping by pro inflammation cytokin, interleukin 2, TNF A and interferon y, are important component [of] cellular immuned system. The direct phagocytosis and microbisidal is an important mechanism to elliminate the parasite by phagocyte.Malaria masih merupakan penyakit infeksi utama di Indonesia. Tingkat morbiditas dan mortalitas malaria di Indonesia masih tinggi, tetapi literatur mengenai imunologi malaria masih sedikit. Sampai saat ini belum ada vaksin malaria yang mampu melindungi masyarakat yang tinggal di daerah endemic. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji imunitas seluler pada infeksi malaria melalui pendekatan kajian pustaka.Infeksi malaria oleh Plasmodium falsiparum pada penderita yang tidak imun dapat menyebabkan kematian. Dalam tubuh penderita, parasit malaria banyak tinggal di dalam sel baik di dalam hepatosit maupun eritrosit. Imunitas seluler diduga lebih berperan sebagai sistem pertahanan penderita terhadap infeksi malaria dibandingkan dengan sistem imun humoral. Sel limfosit T, makrofag dan fagosit dengan dibantu oleh sitokin pro inflamasi, interleukin 2, TNF a dan interferon y, merupakan komponen utama sistem imun seluler. Fagositosis langsung dan mikrobisidal merupakan cara eliminasi parasit yang utama oleh fagosit.
Intensitas Fluoresensi Neuron-Neuron Dopaminergik Di Area Ventralis Tegmenti Setelah Pemberian Alkohol Secara Kronis Pada Tikus (Railus norvegicus) Makiyah, Sri Nabawiyati Nurul; Aswin, Soedjono; HNFS, Marsetyawan
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1865

Abstract

The aim of this study is to reveal the effects of chronically alcohol treat-ment on the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral teg-mental area of the rats.In this study, the rats were divided randomly into three groups (each group consists of five rats), i.e. control group (without any treatment), treatment control group (was given 2 ml aquadest intraperitoneally) and treatment group (was given 2 ml of 15 % alcohol intra-peritoneally). After the 25th day, the rats were killed by decapitation followed by taking out their brains and then were processed for immunohistochemically microscopic preparations of ventral teg-mental area.The results of this study showed that the rats, after they were treated with alcohol chronically, showed a decrease in the intensity of fluorescence dopam-inergic neurons in the ventral tegmental area compared with the control group and treatment control group . It is concluded that chronic alcohol treatment pro-duced a decrease in the intensity of fluorescence dopaminergic neurons in the ventral tegmental area.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan pengaruh pemberian alkohol secara kronis terhadap intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ven- tralis tegmenti pada tikus.Pada penelitian ini tikus (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 3 kelompok secara random yaitu kelompok kontrol (K), kelompok kontrol perlakuan (KP) dan kelompok perlakuan (P), tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Selama 25 hari, kelompok K tidak diberi perlakuan apa-apa, kelompok KP diberi 2 ml akuades secara intra- peritoneal (ip), dan kelompok P diberi 2 ml alkohol 15% ip. Pada hari ke-26, semua tikus didekapitasi untuk diambil otaknya kemudian dibuat sediaan gambaran mikrokopis area ventralis tegmenti secara imunohistokimiawi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus dibandingkan dengan tikus kelompok kontrol dan kelompok kontrol perlakuan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian alkohol secara kronis menurunkan intensitas fluoresensi neuron dopaminergik di area ventralis tegmenti pada tikus.
Kadar Asam Urat Plasma Pada Perokok dan Non Perokok Uric Acid Plasma Level In Smoker an Non Smoker Nur Shani Meida; Fahmi Sisindra
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1863

Abstract

Cigarette smoking may cause free radical which can increase cell dam-age. To prevent free radical from cigarette smoke, the body must have a defen¬sive antioxidant system to keep up with the oxidant. Naturally, the body is equipped with some compounds known as antioxidanst. One of endogenous antioxidant is uric acids which in small concentration meaningly prevent or postponeundesired effect of free radical.A research of uric acid content in plasma of smoker and non smoker was conducted. This research was intended to find the differences of uric acid con¬tent between smoker and non smoker. The research was a cross sectional study. The sample group considered is plasm from 15 smokers and for control group is plasm from 15 non smokers. The parameter measured was the uric acid content in the blood plasma. Measurement were done through colorimetric enzymatic test “TBHBA”.Results showed that the average content of uric acid in smokers was 7,733 ± 1,820 mg/dl, while in non smoker was at 8,880 ± 2,567 mg/dl. From these t-test, we concluded that there was not significant differences of uric acid in smoker and non smoker.Asap rokok dapat menyebabkan radikal bebas yang dapat meningkatkan kerusakan sel. Untuk menghadapi radikal bebas dari asap rokok maka tubuh harus mempunyai suatu system pertahanan antioksidan yang cukup terhadap beban oksidan. Secara alami tubuh manusia telah dilengkapi senyawa untuk mengurangi dampak negatif oksidan yang disebut dengan antioksidan. Salahsatu antioksidan endogen dalam tubuh yaitu asam urat. Antioksidan merupakan senyawa yang dalam jumlah kecil secara bermakna mampu mencegah atau menunda oksidasi radikal bebas.Telah dilakukan penelitian tentang kadar asam urat plasma pada perokok dan non perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar asam urat plasma antara perokok dan non perokok. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang (cross sectional). Kelompok sample yang digunakan yaitu adalah plasma dari 15 orang perokok dan kelompok kontrol yang digunakan adalah plasma dari 15 orang non perokok. Parameter yang diukur yaitu kadar asam urat plasma. Pengukuran menggunakan metode tes kolorimetrik enzimatik (TBHBA).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar asam urat plasma pada perokok 7,733 ± 1,820 mg/dl, sedang pada non perokok 8,880 ± 2,567 mg/dl. Dari uji t-test didapat hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar asam urat perokok dan non perokok.
Study Guide Agus Suharto
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v5i1.1868

Abstract

Tujuan Fakultas Kedokteran UMY adalah menghasilkan dokter yang profes¬sional, islami bervisi global dan mempunyai kemampuan manajerial. Untuk mencapai semua itu Fakultas Kedokteran berusaha dengan mengubah pendekatan pendidikan dari teacher centred approach ke student centred approach.Perubahan ini membawa dampak, salah satunya adalah dosen dituntut mampu membuat, mendesain, mengembangkan dan mengevaluasi media ajar yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mahasiswanya.Fungsi tradisional media pembelajaran adalah untuk menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya tentang isi materi pembelajaran kepada mahasiswa. Dalam inovasi mengembangkan media ajar, saat ini ada kecenderungan yang semakin popular dengan membuat study guides. Study guides selain berisi informasi inti juga menyatakan tujuan belajar, prasyarat suatu topic pembelajaran, learning opportunities yang tersedia, self assessment, dan lain-lain.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 1 (2025): January Vol 24, No 2 (2024): July Vol 24, No 1 (2024): January Vol 23, No 2 (2023): July Vol 23, No 1 (2023): January Vol 22, No 2 (2022): July Vol 22, No 1 (2022): January Vol 21, No 2 (2021): July Vol 21, No 1 (2021): January Vol 21, No 1: January 2021 Vol 20, No 2 (2020): July Vol 20, No 2: July 2020 Vol 20, No 1: January 2020 Vol 20 No 1: January 2020 Vol 20, No 1 (2020): January Vol 19, No 2: July 2019 Vol 19, No 2 (2019): July Vol 19 No 2: July 2019 Vol 19 No 1: January 2019 Vol 19, No 1 (2019): January Vol 19, No 1: January 2019 Vol 18 No 2: July 2018 Vol 18, No 2: July 2018 Vol 18, No 2 (2018): July Vol 18, No 1: January 2018 Vol 18 No 1: January 2018 Vol 18, No 1 (2018): January Vol 17 No 2: July 2017 Vol 17, No 2: July 2017 Vol 17, No 2 (2017): July Vol 17, No 1: January 2017 Vol 17 No 1: January 2017 Vol 17, No 1 (2017): January Vol 16, No 2 (2016): July Vol 16 No 2: July 2016 Vol 16, No 2: July 2016 Vol 16 No 1: January 2016 Vol 16, No 1: January 2016 Vol 16, No 1 (2016): January Vol 15, No 2 (2015): July Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015): January Vol 14, No 2 (2014) Vol 14, No 2 (2014): July Vol 14, No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014): January Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 3 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 2 (s) (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 9, No 1 (s) (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Oktober Vol 8, No 2 (s) (2008) Vol 8, No 2 (s) (2008): Juli Vol 8, No 1 (s) (2008): April Vol 8, No 1 (s) (2008) Vol 8, No 1(s) (2008): April Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol 8, No 1 (S) (2008): Januari Vol 7, No 2 (s) (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Juli Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (2007) Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 7, No 1 (s) (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 2 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 2 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 3, No 1 (2003) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 2 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 2, No 1 (2002) Vol 1, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2001) More Issue