Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 15, No 1 (2017): Juni"
:
12 Documents
clear
PERKADERAN INTELEKTUAL PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KABUPATEN SUKOHARJO
Lestari, Muflihah Dwi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkaderan intelektual yang ada di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo (PC IMM Kabupaten Sukoharjo). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah pengkaderan intelektual PC IMM kabupaten Sukoharjo. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perkaderan intelektual yang diterapkan dalam PC IMM Kabupaten Sukoharjo ada dua jenis yaitu perkaderan intelektual utama dan pendukung. Perkaderan intelektual utama dalam bentuk kegiatan Baret Merah (BM) dan Sukoharjo Intelektual School (SI School), sedangkan perkaderan intelektual pendukung dilaksanakan dalam bentuk diskusi. Metode yang diterapkan dalam perkaderan intelektual ada tiga yaitu Focus Group Discussion (FGD), presentasi, dan penugasan. Pelaksanaan perkaderan intelektual memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ada yang dari dalam tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo, antara lain: (1) Orientasi gerakan didirikanya IMM Sukoharjo diarahakan ke intelektual; (2) Kondisi PC IMM Sukoharjo yng memiliki visi misi keilmuan dan kebiasaan diskusi. Faktor dari luar tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo adanya dukungan dari demisioner lembaga atau instansi Muhammadiyah. Faktor penghambat perkaderan intelektual PC IMM Kabupaten Sukoharjo: (1) Dari segi pelaksana kurang konsistennya panitia terhadap jobdisk yang menjadi amanahnya, sehingga mempengaruhi konsep yang sudah disusun rapi kurang terlaksana dengan baik; (2) Masih ada pimpinan ataupun kader yang kurang minat dalam bidang keilmuan, sehingga target semua pimpinan dan kader menguasai keilmuan dengan baik belum sepenuhnya terlaksana; (3) Kendala keuangan menjadi hal yang belum terpecahkan, kerena PC IMM Kabupaten Sukoharjo masih sangat tergantung dengan bantuan dari pihak pihak lain
PERUBAHAN MODE BUSANA MUSLIMAH PADA JAMAâAH MUHAMMADIYAH DI YOGYAKARTA TAHUN 1919-1989
Safitri, Nur Amaliyah;
Santoso, Edy Budi
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas tentang perubahan mode busana muslimah pada jamaâah Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1919-1989. Perubahan yang terjadi meliputi kerudung dan pakaian. Dimulai dari tahun 1919 yang mulai dikenalkankerudung jenis Igal dan Mudhowarah oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang kemudian menjadi pelopor munculnya kerudung âAisyiyah. Pada tahun 1931 Muhammadiyah mengadakan kongres dengan hasil menetapkan kerudung sebagai aksesoris wajib bagi setiap perempuan Muhammadiyah. Sedangkan untuk pakaian perempuan Muhammadiyah menggunakan kebaya dengan model tangkepan yang lebih menutup bagian muka dada dibandingkan dengan model kutu baru. Terjadi perubahan pakaian yaitu pada tahun 1950an, dimana perempuan Muhammadiyah menggunakan baju kurung, yang kemudian disusul dengan banyaknya model baju kurung dengan banyak variasi dengan hiasan-hiasan agar tidak terlihat kaku. Munculnya kerudung menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru yaitu para pengrajin kerudung dan toko-toko penjual kerudung. Selain itu juga terdapat golongan-golongan yang menentang adanya kewajiban memakai kerudung ini karena menurutnya budaya Arab
KONSEP PENDIDIKAN PEREMPUAN SITI WALIDAH
Ardiyani, Dian
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan adalah suatu proses di mana seorang mendapatkan pengetahuan (knowledge acquisition), mengembangkan kemampuan atau keterampilan (skills developments) sikap atau mengubah sikap (attitute change). pendidikan merupakan suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal-hal tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Sebagai bagian dari masyarakat, pendidikan memiliki fungsi ganda yaitu fungsi sosial dan fungsi individual. Melalui pemikiran Siti Walidah tentang konsep pendidikan untuk kaum perempuan, akhirnya memberikan angin segar pada pendidikan untuk kaum perempuan ditanah Jawa khususnya dan di Indonesia. Pemikiran Siti Walidah tidak hanya untuk perempuan Jawa saja, tetapi untuk perempuan Indonesia supaya mendapatkan keseimbangan dalam hal pendidikan dengan kaum laki-laki
PENGORGANISASIAN IBU-IBU JAMAAH AISYIYAH DALAM PENGENTASAN MASYARAKAT DARI BELENGGU RENTENIR DI KELURAHAN KALIJUDAN SURABAYA
Ramadhan, Syahrul
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas tentang pengorganisasian ibu â ibu jamaah Aisyiyah. Adapun fokus untuk riset dalam pemberdayaan ini adalah Ibu â ibu jamaah Aisyiyah Kelurahan Kalijudan, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, yang memiliki potensi dan asset yang dapat diberdayaan untuk mengatasi masalah yang ada. Faktor penyebab keterbelengguan ibu ibu jamaah Aisyiyah adalah pertama, tidak adanya lembaga yang bekerja sama untuk meminjami pinjaman modal usaha tanpa bunga, sehingga ibu â ibu jamaah Aisyiyah tidak mempunyai pilihan lain selain meminjam ke rentenir dengan bunga 20%/bulan. Kedua, tidak adanya kelompok usaha kecil menengah dan simpan pinjam di Aisyiyah untuk wadah pengembangan usaha ibu â ibu jamaah Aisyiyah. Dalam prosesnya fasilitator dan ibu â ibu jamaah Aisyiyah membentuk kelompok usaha kecil menengah âPena Suryaâ untuk membangun kesadaran bersama dan melaksanakan program. Kelompok Pena Surya menjalin kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah dalam hal pinjaman modal usaha tanpa bunga ibu â ibu jamaah Aisyiyah. Hasil dari program kerja sama dengan Lazismu Kota Surabaya dan pembentukan kelompok Pena Surya ditandai dengan ibu â ibu jamah Aisyiyah tidak lagi meminjam uang ke rentenir
PROBLEMATIKA PERKADERAN DI PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH (PTM)
Anshori, Ari
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada hakikatnya ber-Muhammadiyah, ialah memimpinkan Islam kepada warga Muhammadiyah, dalam konteks Civitas Akademika PTM ialah memimpinkan Islam kepada segenap warga almamater di lingkungan PTM. Dalam konteks persyarikatan, kini ke depan yang diperlukan adalah pengayaan (enrichment) dalam tajdid Muhammadiyah, baik yang berdimensi purifikasi maupun dinamisasi, termasuk dalam memaknai pendekatan bayani, burhani, dan irfani dalam manhaj tarjih Muhammadiyah. Terpaku dalam dinamisasi dan purifikasi sebagai jalan tengah tidak boleh bersifat pasif-doktriner belaka, karena keduanya memerlukan pengayaan dalam subtansi dan metodologinya. Pemurnian dan pembaruan yang berjargon belaka apalagi kering dari teori dan metodologi hanya akan menjadi lapuk dalam slogan moderasi yang pasif
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep âMuslim Intelektualâ dan âEthos Kerja Islamâ
Ali, Mohamad;
Rush, Dartim Ibnu
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep âIntelektual Muslimâ atau âMuslim Intelektualâ dan âethos kerja Islamâ dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN MOHAMMAD DJAZMAN: Kajian Konsep “Muslim Intelektual” dan “Ethos Kerja Islam”
Mohamad Ali;
Dartim Ibnu Rush
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mohammad Djazman (1938-2000) seorang aktivis dakwah, praktisi pendidikan, penggerak angkatan muda, dan seorang pemikir ulung yang melampaui disiplin-disiplin keilmuan konvensional. Jejak-jejak amalnya dapat diketahui dengan cepat, misal kepeloporannya dalam perintisan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, ketika sesorang ingin mengetahui bagaimana buah pemikirannya, akan menemui sejumlah kendala. Oleh karena itu, dibutuhkan energi intelektual untuk menggali horizon pemikirannya, sehingga generasi yang lebih kemudian tidak mengalami kesulitan untuk membaca dan memahami pemikiran tokoh-tokoh inspiratif, termasuk Mohammad Djazman. Tulisan ini berupaya menggali percikan pemikiran pendidikan beliau dengan menelusuri konsep-konsep kunci yang dipakainya dalam berbagai tulisan. Konsep “Intelektual Muslim” atau “Muslim Intelektual” dan “ethos kerja Islam” dua konsep yang sering digunakan Mohammad Djazman. Secara filosofis, pemikiran pendidikannya dapat dikategorikan sebagai pendidikan bercorak progresif religius
PERKADERAN INTELEKTUAL PIMPINAN CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH KABUPATEN SUKOHARJO
Muflihah Dwi Lestari
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkaderan intelektual yang ada di Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo (PC IMM Kabupaten Sukoharjo). Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Objek penelitian ini adalah pengkaderan intelektual PC IMM kabupaten Sukoharjo. Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perkaderan intelektual yang diterapkan dalam PC IMM Kabupaten Sukoharjo ada dua jenis yaitu perkaderan intelektual utama dan pendukung. Perkaderan intelektual utama dalam bentuk kegiatan Baret Merah (BM) dan Sukoharjo Intelektual School (SI School), sedangkan perkaderan intelektual pendukung dilaksanakan dalam bentuk diskusi. Metode yang diterapkan dalam perkaderan intelektual ada tiga yaitu Focus Group Discussion (FGD), presentasi, dan penugasan. Pelaksanaan perkaderan intelektual memiliki faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ada yang dari dalam tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo, antara lain: (1) Orientasi gerakan didirikanya IMM Sukoharjo diarahakan ke intelektual; (2) Kondisi PC IMM Sukoharjo yng memiliki visi misi keilmuan dan kebiasaan diskusi. Faktor dari luar tubuh PC IMM Kabupaten Sukoharjo adanya dukungan dari demisioner lembaga atau instansi Muhammadiyah. Faktor penghambat perkaderan intelektual PC IMM Kabupaten Sukoharjo: (1) Dari segi pelaksana kurang konsistennya panitia terhadap jobdisk yang menjadi amanahnya, sehingga mempengaruhi konsep yang sudah disusun rapi kurang terlaksana dengan baik; (2) Masih ada pimpinan ataupun kader yang kurang minat dalam bidang keilmuan, sehingga target semua pimpinan dan kader menguasai keilmuan dengan baik belum sepenuhnya terlaksana; (3) Kendala keuangan menjadi hal yang belum terpecahkan, kerena PC IMM Kabupaten Sukoharjo masih sangat tergantung dengan bantuan dari pihak pihak lain
PERUBAHAN MODE BUSANA MUSLIMAH PADA JAMA’AH MUHAMMADIYAH DI YOGYAKARTA TAHUN 1919-1989
Nur Amaliyah Safitri;
Edy Budi Santoso
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini membahas tentang perubahan mode busana muslimah pada jama’ah Muhammadiyah di Yogyakarta pada tahun 1919-1989. Perubahan yang terjadi meliputi kerudung dan pakaian. Dimulai dari tahun 1919 yang mulai dikenalkankerudung jenis Igal dan Mudhowarah oleh K.H. Ahmad Dahlan, yang kemudian menjadi pelopor munculnya kerudung ‘Aisyiyah. Pada tahun 1931 Muhammadiyah mengadakan kongres dengan hasil menetapkan kerudung sebagai aksesoris wajib bagi setiap perempuan Muhammadiyah. Sedangkan untuk pakaian perempuan Muhammadiyah menggunakan kebaya dengan model tangkepan yang lebih menutup bagian muka dada dibandingkan dengan model kutu baru. Terjadi perubahan pakaian yaitu pada tahun 1950an, dimana perempuan Muhammadiyah menggunakan baju kurung, yang kemudian disusul dengan banyaknya model baju kurung dengan banyak variasi dengan hiasan-hiasan agar tidak terlihat kaku. Munculnya kerudung menciptakan sebuah lapangan pekerjaan baru yaitu para pengrajin kerudung dan toko-toko penjual kerudung. Selain itu juga terdapat golongan-golongan yang menentang adanya kewajiban memakai kerudung ini karena menurutnya budaya Arab
KONSEP PENDIDIKAN PEREMPUAN SITI WALIDAH
Dian Ardiyani
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 15, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan adalah suatu proses di mana seorang mendapatkan pengetahuan (knowledge acquisition), mengembangkan kemampuan atau keterampilan (skills developments) sikap atau mengubah sikap (attitute change). pendidikan merupakan suatu proses transformasi anak didik agar mencapai hal-hal tertentu sebagai akibat proses pendidikan yang diikutinya. Sebagai bagian dari masyarakat, pendidikan memiliki fungsi ganda yaitu fungsi sosial dan fungsi individual. Melalui pemikiran Siti Walidah tentang konsep pendidikan untuk kaum perempuan, akhirnya memberikan angin segar pada pendidikan untuk kaum perempuan ditanah Jawa khususnya dan di Indonesia. Pemikiran Siti Walidah tidak hanya untuk perempuan Jawa saja, tetapi untuk perempuan Indonesia supaya mendapatkan keseimbangan dalam hal pendidikan dengan kaum laki-laki