cover
Contact Name
Laili Etika Rahmawati
Contact Email
ler211@ums.ac.id
Phone
+6282241511300
Journal Mail Official
jurnal.kls@ums.ac.id
Editorial Address
Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra KLS Department of Indonesia Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Department of Indonesian Education School of Teacher Training and Education Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajian Linguistik dan Sastra
ISSN : 08529604     EISSN : 25412558     DOI : https://doi.org/10.23917/kls
Language studies, covering sociolinguistics, psycolinguistics, translation, lexicography, comparative linguistics, computational linguistics, and anthropological linguistics.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 23, No 2 (2011)" : 18 Documents clear
SIMBOLISME DALAM TRADISI LISAN PASANG RIKAJANG: TINJAUAN SEMIOTIK Gising, Basrah
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.084 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4309

Abstract

Simbolisme adalah sebuah kerangka analisis yang banyak dikembangkan, baik dalam ilmu bahasa maupun ilmu-ilmu sosial, terutama antropologi. Tulisan ini lebih terfokus pada analisis simbol dalam ilmu bahasa dengan mengacu pada kerangka teori semiotika. Pasang Rikajang (pesan di Kajang) merupakan sebuah karya besar leluhur orang Kajang yang diturunkan secara turun temurun berupa tradisi lisan (oral traditions), yang di dalam penyampaiannya penuh dengan simbol-simbol bahasa. Simbol-simbol tersebut akan saya analisis dengan menggunakan dan mengkaji hubungan antara struktur permukaan (surface strusture) dan struktur dalam (deep structure). Tiga hal lain yang juga menjadi kerangka analisis dalam mengkaji simbolisme dalam tradisi lisan orang Kajang yaitu kosep (sign), simbol (signifie) dan referensi (significant). Tulisan ini sepenuhnya didukung oleh hasil penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan demikian, keseluruhan data di dalam tulisan ini keabsahannya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.Kata Kunci: Simbolisme, Tradisi lisan, Semiotika
TEKNIK DAN STRATEGI TINDAK KESANTUNAN DIREKTIF DI KALANGAN ANDIK SD BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA Prayitno, Harun Joko
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.997 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4314

Abstract

Studi ini bertujuan untuk merumuskan taksonomi tindak kesantunan direktif dikalangan andik SD yang berlatar belakang budaya Jawa. Tujuan spesifik studi iniadalah untuk merumuskan taksonomi dan pola semestaan realisasi tindakkesantunan direktif andik SD dalam hubungannya dengan prinsip dasar berbahasa PKS dan PSS; prinsip harmoni sosial PI dan PK. Objek penelitian ini adalah skala kelangsungan dan peringkat tindak kesantunandirektif dalam kaitannya PKS, PSS, prinsip harmoni sosial PI, PK, dn prinsip kultural budaya Jawa. Sumber data penelitian meliputi keseluruhan aktivitas berbahasa andik SD yang direfleksikan oleh guru kelas SD melalui FGD, baik dalam suasana formal maupun nonformal. Data penelitian berupa skala kelangsungan dan peringkat kesantunan pertuturan menurut PKS, PSS, PI, PK, dan Pk. Interpretasi perwujudan tindak kesantunan direktif dilakukan dengan kerja analisis pragmatik yang mengacu pada analisis heuristik model Grice, skala kelangsungan dan peringkat kesantunan model BrownLevinson. Hasil studi ini menunjukkan bahwa (1) perwujudan tindak kesantunan direktif (TKD) di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa berkecenderungan diwujudkan melaui tipe menyuruh pada kategori memerintah dan tipe meminta pada kategori memohon. Temuan ini menggambarkah bahwa sesuai dengan kodratnya sebagai anak pada dasarnya masih memerlukan suri tauladan dari orang tuanya di rumah, gurunya di sekolah, dan panutannya sebagai yang difigurkan atau ditokohkan di lingkungan masyarakatnya masing-masing. (2) realisasi TKD di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa berkecenderungan dinyatakan dengan cara-cara tak langsung dan modus-modus nonliteral daripada dengan cara-cara langsung atau modus literal. Realisasi ini menggambarkan bahwa andik SD pada hakikatnya masih dalam masa perkembangan mental lingual sehingga masih memerlukan bimbingan yang bernilai positif, santun, dan berkarakter dari orang tua, guru, dan lingkungan masyarakatnya masing-masing dalam hal berbahasa serta bertindak tutur. (3) Skala tindak kesntunan direktif di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa lebih dibangun dengan skala untung-rugi dan langsung-tak langsung sehingga kurang menjangkau pada hal-hal yang bernilai skala pilihan atau opsional. Temuan ini berarti andik SD saat ini memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orang tua, guru, dan lingkungan sekolah sehingga keberanian di dalam menentukan pilihan dan keputusan menjadi modal yang sangat minim dimiliki bagi andik SD. (4) Prinsip harmoni sosial dan rukun sebagai prinsip kultural yang digunakan oleh andik SD berlatar belakang budaya Jawa memiliki keterbtasan berinterelasi pada bidal-bidal kesantunan masyarakat Jawa, yaitu kurmat ’hormat’, andhap asor ’rendah hati’, empan papan ’sadar akan tempat’ atau ’introspektif’, tepa slira ’tenggang rasa’. Realisasi prinsip rukun sebagai modal dasar dan filosofi masyarakat Jawa belum sepenuhnya menyatu ke dalam perilaku berbahasa, khususnya bertindak kesantunan direktif, di dalam kehidupan sehari-hari di kalangan andik SD berlatar belakang budaya Jawa.Kata Kunci: tindak kesantunan direktif, maksim, skala kesantunan direktif.
THE SIMILARITIES AND DIFFERENCES BETWEEN THE STRATEGIES OF ENGLISH-INDONESIAN TRANSLATION OF ENGLISH PARTICIPIAL CLAUSES IN SIDNEY SHELDON’S MORNING, NOON AND NIGHT AND JOHN GRISHAM’S THE STREET LAWYER Winiharti, Menik
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.536 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4310

Abstract

The participial construction is one that exists in English but not in Indonesian. With regard to the translation, it might not be easy to translate a text having a structure that exists in one language (as a source language/SL) but not in the other (as a target language/TL). This study analyses the English participial clauses and their Indonesian translations in terms of the strategies applied in the translation. It focuses on two types of participial clauses; they are adverbial clauses and adjectival clauses. The data evaluated are the texts in Sidney Sheldon’s novel Morning, Noon, and Night (1995) which is translated into Pagi, Siang dan Malam (1996) by Hendarto Setiadi and John Grisham’s novel The Street Lawyer (1998) which is translated into Pengacara Jalanan (1998) by Widya Kirana and Diniarty Pandia. This study compares the strategies that the translators apply and tries to find the similarities as well as differences in the strategies used in the translations of the two novels. To reach these objectives, the English version and the Indonesian translations are compared and analyzed to determine the strategies applied and to find the similarities and differences of the strategies.Keywords: participial clauses, translation, strategies, Source Language (SL), Target Language (TL), adverbial clauses, adjectival clauses
THE ROLE OF FAMILY IN JOHN STEINBECK’S THE GRAPES OF WRATH Setyabudi, Titis
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.835 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4315

Abstract

This is an analysis of John Steinbeck’s novel The Grapes of Wrath conducted using structuralism approach. The result shows that the meaning of family in The Grapes of Wrath has two supporting dimensions. First, a family is nuclear family consisting of a father, mother and children. They live as a household and in one house. Sometimes, they consider extended family particularly grandfather, grandmother, uncles, and others. Second, a family is a group of people with same backgrounds and problems. In The Grapes of Wrath, the meaning of family dramatically is gained from their family bond and togetherness at Route 66.Key words: Family, Structuralism, The Grapes of Wrath, John Steinbeck
STRUKTUR SEMANTIK Verba PROSES TIPE KEJADIAN Bahasa Jawa : KaJIAN METABAHASA SEMANTIK ALAMI Subiyanto, Agus
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.883 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4311

Abstract

Verba proses tipe kejadian merupakan bagian dari verba proses yang mengungkapkan kejadian tidak bergerak. Verba kejadian memiliki komponen dan struktur semantis tertentu yang membedakannya dengan verba tindakan dan verba keadaan. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan komponen dan struktur semantik verba kejadian dalam bahasa Jawa (BJ). Penelitian ini menggunakan ancangan Metabahasa Semantik Alami (MSA), yaitu teori semantik yang menggunakan perangkat makna asali, yang telah dikembangkan pertaman kali oleh Wiezbicka. Data yang digunakan dalam tulisan ini meliputi data tulis dan data lisan, yang diperoleh dari penutur asli BJ dan majalah BJ. Hasil analisis menunjukkan bahwa verba kejadian memiliki beberapa komponen semantik, yakni: [+dinamis], [-kesengajaan], [+/kepungtualan], [+/-telik], [-kinesis], dan [gerakan]. Verba kejadian ini dibentuk dengan makna asali TERJADI dan MELAKUKAN. Dengan perangkat makna asali yang tertuang dalam sintaksis MSA, eksplikasi dari verba kejadian BJ dapat dijelaskan dengan tuntas.Kata Kunci : verba proses tipe kejadian, bahasa Jawa, Metabahasa Semantik Alami
KEBERTERIMAAN ISTILAH BAHASA INDONESIA Syamsuri, Andi Sukri
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.931 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4307

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan keberterimaan istilah bahasa Indonesia di tengah masyarakat. Penulisan ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data pada kurun waktu sekarang (sinkronis) dari koran nasional, jurnal ilmiah, dan TV nasional berupa istilah setiap bidang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, pustaka, dan pencatatan. Data dianalisis dan dideskripsikan untuk melihat keberterimaan istilah bahasa Indonesia saat ini. Hasil penulisan menunjukkan bahwa keberterimaan istilah bahasa Indonesia di tengah masyarakat berindikator pada efisiensi, kebergunaan, kebakuan, intertranslatabilitas, dan keindahan. Istilah yang terseleksi itu sepatutnya didukung oleh tuturan figur, terekam dalam media, menyatakan realitas, dan berada dalam pusaran peradaban. Dengan demikian terlahirlah istilah yang berterima di tengah masyarakat.Kata Kunci: Keberterimaan, istilah, dan bahasa Indonesia.
ANALYSING NOVEL TRANSLATION: The Equivalence of Meaning and Style Masduki, Masduki
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.177 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4312

Abstract

The analysis of the process of translating a novel needs to be holistically approached which refers to the examination of translation in the viewpoints of genetic factor, objective factor, and affective factor. This analysis is conducted based on the consideration that there is an interplay between translators as the mediating agents, processes of translation, products of translation, and the opinion of the readers about the products of translation. This article highlights the current result of the research conducted by the writer focusing on the analysis on the equivalence of meaning and style found in an Indonesian translation of an English novel using the holistic criticism approach.Key words: Equivalence, Meaning, Style, Holistic Approach
KATEGORI DAN EKSPRESI LINGUISTIK DALAM BAHASA SASAK PADA RANAH PERTANIAN TRADISIONAL: KAJIAN ETNOSEMANTIK Syarifuddin, Syarifuddin; Saharudin, Saharudin
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.303 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4308

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori dan ekspresi lingustik bidang pertanian Sasak tradisional di pulau Lombok, yang dikaitkan dengan konteks sosio-kultural masyarakat tani setempat. Untuk tujuan tersebut, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara untuk analisis data digunakan analisis komponen. Analisis dipusatkan pada leksikon dan ekspresi linguistik pada ranah pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam ranah pertanian itu selalu memunculkan istilah-istilah yang menjadi ekspresi/kategori linguistiknya. Ekspresi linguistik itu berbentuk kategori verba dan nomina. Urutan pengklasifikasian/ pengategorian terhadap ekspresi linguistik—baik nomina maupun verba—pun disesuaikan dengan rangkaian proses aktivitas pertanian dan hasil yang diperoleh. Untuk itu, pengategorisasiaan yang ada didasarkan pada komponen makna generik yang menyesuaikan proses dan hasil—verba dan nomina—dalam ranahnya itu.Kata Kunci: kategori dan ekspresi linguistik, analisis komponensial, etnosemantik.
UTILITAS BAHASA DALAM MENGKONSTRUKSI HEGEMONI KEKUASAAN PADA NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK, LINTANG KEMUKUS DINI HARI DAN JANTERA BIANGLALA KARYA AHMAD TOHARI DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI LINGUISTIK Sugiarti, Sugiarti
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.33 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4313

Abstract

Penelitian ini secara garis besar bertujuan (1) memberikan penjelasan tentanghegemoni kekuasaan yang diungkapkan pengarang dalam teks sastra melalui sistem penanda; (2) memberikan penjelasan tentang hegemoni kekuasaan yang ditunjukkan dalam teks sastra sebagai representasi kondisi kemanusiaan.; (3)menemukan konsep dasar yang dapat memberikan penjelasan tentang bahasa, sistem kekuasaan dan kebudayaan dalam perspektif antropologi linguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif deskriptif sebagai upaya untuk menjelaskan bahwa utilitas bahasa dalam perspektif antropologi linguistik mampu menformulasi dan merekonstruksi hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari dan Jantera Bianglala karya Ahmad Tohari.. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer berupa teks sastra (novel). Sedangkan data sekunder meliputi: (1) berbagai referensi atau jurnal yang relevan dengan permasalahan penelitian; (2) berbagai informasi penting yang diperoleh dari pengarang,budayawan dan pembaca yang dirujuk dari internet. Pengumpulan dapat dilakukan dengan teknik studi dokumentasi atau studi kepustakaan dengan disertai pemahaman arti secara mendalam. Teknik analisis data untuk pemaknaan menggunakan metode pembacaan semiotik yaitu pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hegemoni kekuasaan yang diungkapkan pengarang melalui sistem penanda dapat diperhatikan dalam penggunaan tanda/simbol yang mengarah pada pemaknaan kekuasaan pada kategori linguistik yang dikaitkan dengan budaya masyarakat dalam teks; (2) hegemoni kekuasaan yang ditunjukkan dalam teks sebagai representasi kemanusiaan menunjukkan bahwa bahasa merupakan salah satu alat yang jitu untuk memberikan suatu pembenaran terhadap perilaku manusia untuk kepentingan-kepentingan tertentu; (3) bahasa yang digunakan dalam teks tidak dapat dilepaskan dengan kebudayaan masyarakat dalam memberikan pemaknaan tentang kekuasaan. Representasi kekuasaan tergambar secara jelas dalam membicarakan dan menafsirkan penggunaan penanda bahasa yang mengacu pada realitas sosial.Kata Kunci: utilitas bahasa, hegemoni kekuasaan, tanda, representasi.
KEBERTERIMAAN ISTILAH BAHASA INDONESIA Andi Sukri Syamsuri
Kajian Linguistik dan Sastra Vol 23, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.931 KB) | DOI: 10.23917/kls.v23i2.4307

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan keberterimaan istilah bahasa Indonesia di tengah masyarakat. Penulisan ini menggunakan tipe deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data pada kurun waktu sekarang (sinkronis) dari koran nasional, jurnal ilmiah, dan TV nasional berupa istilah setiap bidang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, pustaka, dan pencatatan. Data dianalisis dan dideskripsikan untuk melihat keberterimaan istilah bahasa Indonesia saat ini. Hasil penulisan menunjukkan bahwa keberterimaan istilah bahasa Indonesia di tengah masyarakat berindikator pada efisiensi, kebergunaan, kebakuan, intertranslatabilitas, dan keindahan. Istilah yang terseleksi itu sepatutnya didukung oleh tuturan figur, terekam dalam media, menyatakan realitas, dan berada dalam pusaran peradaban. Dengan demikian terlahirlah istilah yang berterima di tengah masyarakat.Kata Kunci: Keberterimaan, istilah, dan bahasa Indonesia.

Page 1 of 2 | Total Record : 18