cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2011)" : 21 Documents clear
PGV-0 AND PGV-1 INCREASED APOPTOSIS INDUCTION OF DOXORUBICIN ON MCF-7 BREAST CANCER CELLS Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.15 KB)

Abstract

As chemotherapeutic backbone for breast cancer therapy, doxorubicin showed various side effects and induced resistancy of breast cancer cells. Development of targeted therapy on breast cancer focused on combinatorial therapy of doxorubicin and molecular targeted agents. PGV-0 and PGV-1, a curcumin analogue showed potency as co-chemotherapeutic agent with doxorubicin. Our previous study of PGV-0 and PGV-1 showed cytotoxic activity in T47D cells. Therefore, the aim of this research is to examine the synergistic effect of PGV-0, PGV-1 on the cytotoxic activity of doxorubicin through cell cycle modulation and apoptotic induction on MCF-7 breast cancer cell lines. The cytotoxic assay of PGV-0, PGV-1, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT assay. Cell cycle distribution and apoptosis were determined by flowcytometer FACS-Calibur and the flowcytometry data was analyzed using Cell Quest program. Single treatment of PGV-0, PGV-1 and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 with cell viability IC50 value 50 µM, 6 µM and 350 nM respectively. Single treatment of Doxorubicin 175 nM induced G2/M arrest. Single treatment of PGV-0 5 µM induced G2/M arrest while in higher dose 12.5  µM, PGV-0 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 5 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 12.5 µM also increased apoptosis induction. Single treatment of PGV-1 0.6 µM induced G1 arrest while in higher dose 1.5  µM, PGV-1 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-1 0.6 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 1.5 µM also increased apoptosis induction. PGV-0 and PGV-1 are potential to be delevoped as co-chemotherapeutic agent for breast cancer by inducing apoptosis and cell cycle modulation, but the molecular mechanism need to be explored detail.  Key words: PGV-0, PGV-1, doxorubicin, co-chemotherapy, breast cancer, cell cycle arrest, apoptosis
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH Psidium guajava L, Melaleuca leucadendron L, Capsicum frutescens L, dan Anethum graveolens L DENGAN METODE DPPH BESERTA PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTALNYA
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.405 KB)

Abstract

Antioksidan alami dari luar tubuh diperlukan untuk mencegah munculnya penyakit karena terpapar oleh radikal bebas yang berlebih.  Buah Psidium guajava L, Melaleuca leucadendron L, Capsicum frutescens L dan Anethum graveolens L diketahui memiliki kandungan fenolik dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi antara kandungan fenolik total dengan aktivitas antioksidannya. Aktivitas antiradikal ditentukan dengan menggunakan metode DPPH kemudian dihitung nilai Inhibitory Concentration (IC50) yaitu konsentrasi sampel yang mampu menghambat 50% radikal DPPH.  Kandungan fenol ditetapkan dengan menggunakan pereaksi Folin-Ciocalteu dan dihitung sebagai GAE (Gallic Acid Equivalent). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol buah Psidium guajava L, Melaleuca leucadendron L, Capsicum frutescens L dan Anethum graveolens L memiliki nilai IC50 berturut-turut 167,347; 6,074; 139,801; dan 237,984 µg/mL.  Sedangkan nilai GAE berturut-turut 23,73; 257,34; 21,44; 11,78 mg/g sampel. Nilai koefisien korelasi antara kandungan fenolik dengan aktivitas antioksidan adalah R2 = 0,847, yang menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah yang diuji 84,7% merupakan kontribusi dari senyawa fenolik. Kata kunci: Antioksidan DPPH, Psidium guajava L, Melaleuca leucadendron L, Capsicum frutescens L,  Anethum graveolens L, Fenolik Total
DAYA ANTIBAKTERI FRAKSI ETANOL TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata) TERHADAP Salmonella typhi DAN Streptococcus hemolytic α non pneumoniae Harlianti, Mariska Sri
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.507 KB)

Abstract

Salah satu tanaman asli Indonesia yang berkhasiat obat adalah temu kunci (Boesenbergia pandurata), antara lain sebagai batuk kering dan diare. Salmonella typhi merupakan salah satu kuman penyebab diare yang bersifat Gram negatif. Streptococcus hemolytic α non pneumoniae merupakan salah satu kuman yang bersifat Gram positif dan secara normal terdapat di daerah tenggorokan dan mulut yang dapat menyebabkan infeksi jika kondisi tubuh melemah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya antibakteri fraksi etanol temu kunci terhadap kedua kuman tersebut. Uji aktivitas antibakteri temu kunci yang dilakukan menggunakan metode dilusi padat menunjukkan bahwa fraksi etanol temu kunci sedikit lebih poten terhadap Salmonella typhi (dengan KBM 2%) dibandingkan Streptococcus hemolytic α non pneumoniae (dengan KBM 3%).   Kata Kunci : antibakteri, KBM, fraksi etanol temu kunci (Boesenbergia pandurata), Salmonella typhi, Streptococcus hemolytic α non pneumoniae
UJI STABILITAS FISIK DAN DAYA ANTIBAKTERI SUSPENSI ERITROMISIN DENGAN SUSPENDING AGENT PULVIS GUMMI ARABICI Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.006 KB)

Abstract

Eritromisin adalah salah satu antibiotik golongan makrolida yang tidak larut dalam air, sehingga dibuat dalam sediaan suspensi. Untuk membuat suspensi stabil dalam penyimpanan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan viskositas suspensi yaitu dengan penambahan suspending agent salah satunya adalah PGA (Pulvis Gummi Arabici).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas fisik (volume sedimentasi, mudah tidaknya dituang, ukuran partikel, viskositas, dan redispersibilitas) dan daya anti bakteri suspensi eritromisin dengan PGA sebagai suspending agent. Suspensi dibuat 3 formula dengan perbedaan konsentrasi suspending agent (PGA). Formula I dengan konsentrasi PGA 5%, formula II konsentrasi PGA 7,5% dan formula III dengan konsentrasi PGA 10%. Uji stabilitas fisik dan daya antibakteri dianalisis dengan diuji distribusi normalnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang dilanjutkan dengan uji anava dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan t-test. Hasil uji stabilitas fisik suspensi eritromisin, formula yang paling baik adalah formula 1 dengan konsentrasi PGA 5% karena memiliki ukuran partikel yang kecil dan konstan selama penyimpanan, volume sedimentasi yang terbentuk lambat, memberikan waktu tuang dan waktu suspensi untuk terdispersi kembali, cepat. Suspensi eritromisin konsentrasi 5%; 7,5% dan 10% memberikan hasil daya hambat yang sama terhadap Staphylococcus aureus. Suspensi eritromisin konsentrasi 7,5% memberikan diameter hambat yang konstan selama penyimpanan. Kata kunci: suspensi, Eritromisin, Pulvis Gummi Arabici, Staphylococcus aureus
UJI TOKSISITAS AKUT DARI KOMBINASI EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri auct. Non L.), DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.) Muhtadi, Muhtadi
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.927 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji toksisitas akut pada tikus jantan dan betina dari kombinasi ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri auct. Non L.), daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dan biji jinten hitam (Coleus ambonicus Lour). Pengujian dilakukan dengan cara pemberian sediaan uji yang berupa kombinasi ekstrak dengan formula 1,5 : 3 : 1,5 dosis tunggal dengan peringkat dosis sebagai berikut: dosis I; 100 mg/kgbb, dosis II; 300 mg/kgbb, dosis III; 900 mg/kgbb, dosis IV; 2.700 mg/kgbb dan dosis V; 8.100 mg/kgbb. Kemudian dilakukan pengamatan gejala-gejala klinis yang timbul, perubahan berat badan per minggu dan histopatologi organ-organ vital yaitu: hati, ginjal, lambung, usus, limfa, jantung dan paru-paru. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis tertinggi hingga 8100 mg/kgbb dari kombinasi ekstrak tersebut hampir tidak toksik terhadap tikus putih betina dan jantan galur SD. Kata kunci : uji toksisitas akut; kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yuliani, Ratna
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.922 KB)

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman dari suku Rutaceae yang telah lama dikenal masyarakat sebagai bahan cita rasa. Hasil penelitian sebelumnya melaporkan bahwa minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut terhadap  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan mendeteksi kandungan minyak atsiri yang mempunyai aktivitas antibakteri. Minyak atsiri daun jeruk purut yang diperoleh dengan cara destilasi uap dan air diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi cair. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan menggunakan silika gel GF254 dan heksan-etil asetat (9:1). Bercak hasil KLT dideteksi dengan UV254nm, UV366nm, anisaldehid-asam sulfat, dan vanilin-asam sulfat. Bioautografi dilakukan dengan metode kontak. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 1  dan 2%. Minyak atsiri juga mampu menghambat dan membunuh Escherichia coli dengan nilai KHM dan KBM £ 0,0625%. Hasil KLT menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mengandung beberapa senyawa golongan terpen dengan Rf yang berbeda. Berdasarkan hasil bioautografi, salah satu senyawa golongan terpen tersebut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.             Kata kunci : antibakteri, Citrus hystrix, E. coli, minyak atsiri, S. aureus
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FLAVONOID DARI DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) Suhendi, Andi
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.213 KB)

Abstract

Dewandaru (Eugenia uniflora L.) secara tradisional digunakan sebagai penurun panas dan sakit perut. Penelitian membuktikan aktivitas biologis dewandaru sebagai antibakteri, antidiabetes, dan antioksidan. Senyawa yang diduga bertanggungjawab adalah flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam daun dewandaru (Eugenia uniflora L.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap penghilangan lemak dengan metode sokletasi menggunakan pelarut kloroform dan tahap kedua maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak difraksinasi dengan etil asetat dan air, kemudian fraksinya diperiksa dengan KLT menggunakan fase gerak asam asetat 15% dan BAW. Fraksi etil asetat diisolasi dengan KLT preparatif. Bercak pita yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal diambil dan disari. Kemudian dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis, pereaksi diagnostic NaOH, NaOAc, H3BO3, AlCl3, HCl, KLT dua dimensi, hidrolisis isolat fraksi etil asetat. Berdasarkan pergeseran panjang gelombang spektra UV-Vis dengan dan tanpa pereaksi   diagnostik serta uji KLT didapatkan struktur parsial yang diduga kuat 5,7,3’,4’-tetra hidroksi flavonol atau kuersetin. Kata Kunci : dewandaru (Eugenia uniflora L.), flavonoid, KLT, spektrofotometer UV-Vis.kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD. 
UJI STABILITAS FISIK DAN DAYA ANTIBAKTERI SUSPENSI ERITROMISIN DENGAN SUSPENDING AGENT PULVIS GUMMI ARABICI Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.30

Abstract

Eritromisin adalah salah satu antibiotik golongan makrolida yang tidak larut dalam air, sehingga dibuat dalam sediaan suspensi. Untuk membuat suspensi stabil dalam penyimpanan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan viskositas suspensi yaitu dengan penambahan suspending agent salah satunya adalah PGA (Pulvis Gummi Arabici).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas fisik (volume sedimentasi, mudah tidaknya dituang, ukuran partikel, viskositas, dan redispersibilitas) dan daya anti bakteri suspensi eritromisin dengan PGA sebagai suspending agent. Suspensi dibuat 3 formula dengan perbedaan konsentrasi suspending agent (PGA). Formula I dengan konsentrasi PGA 5%, formula II konsentrasi PGA 7,5% dan formula III dengan konsentrasi PGA 10%. Uji stabilitas fisik dan daya antibakteri dianalisis dengan diuji distribusi normalnya dengan uji Kolmogorov-Smirnov yang dilanjutkan dengan uji anava dua jalan dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan t-test. Hasil uji stabilitas fisik suspensi eritromisin, formula yang paling baik adalah formula 1 dengan konsentrasi PGA 5% karena memiliki ukuran partikel yang kecil dan konstan selama penyimpanan, volume sedimentasi yang terbentuk lambat, memberikan waktu tuang dan waktu suspensi untuk terdispersi kembali, cepat. Suspensi eritromisin konsentrasi 5%; 7,5% dan 10% memberikan hasil daya hambat yang sama terhadap Staphylococcus aureus. Suspensi eritromisin konsentrasi 7,5% memberikan diameter hambat yang konstan selama penyimpanan. Kata kunci: suspensi, Eritromisin, Pulvis Gummi Arabici, Staphylococcus aureus
UJI TOKSISITAS AKUT DARI KOMBINASI EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri auct. Non L.), DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.) Muhtadi, Muhtadi
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.35

Abstract

Telah dilakukan uji toksisitas akut pada tikus jantan dan betina dari kombinasi ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri auct. Non L.), daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) dan biji jinten hitam (Coleus ambonicus Lour). Pengujian dilakukan dengan cara pemberian sediaan uji yang berupa kombinasi ekstrak dengan formula 1,5 : 3 : 1,5 dosis tunggal dengan peringkat dosis sebagai berikut: dosis I; 100 mg/kgbb, dosis II; 300 mg/kgbb, dosis III; 900 mg/kgbb, dosis IV; 2.700 mg/kgbb dan dosis V; 8.100 mg/kgbb. Kemudian dilakukan pengamatan gejala-gejala klinis yang timbul, perubahan berat badan per minggu dan histopatologi organ-organ vital yaitu: hati, ginjal, lambung, usus, limfa, jantung dan paru-paru. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis tertinggi hingga 8100 mg/kgbb dari kombinasi ekstrak tersebut hampir tidak toksik terhadap tikus putih betina dan jantan galur SD. Kata kunci : uji toksisitas akut; kombinasi ekstrak; tikus jantan dan betina galur SD.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yuliani, Ratna
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.31

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix) merupakan tanaman dari suku Rutaceae yang telah lama dikenal masyarakat sebagai bahan cita rasa. Hasil penelitian sebelumnya melaporkan bahwa minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut terhadap  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dan mendeteksi kandungan minyak atsiri yang mempunyai aktivitas antibakteri. Minyak atsiri daun jeruk purut yang diperoleh dengan cara destilasi uap dan air diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode dilusi cair. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan menggunakan silika gel GF254 dan heksan-etil asetat (9:1). Bercak hasil KLT dideteksi dengan UV254nm, UV366nm, anisaldehid-asam sulfat, dan vanilin-asam sulfat. Bioautografi dilakukan dengan metode kontak. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 1  dan 2%. Minyak atsiri juga mampu menghambat dan membunuh Escherichia coli dengan nilai KHM dan KBM £ 0,0625%. Hasil KLT menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mengandung beberapa senyawa golongan terpen dengan Rf yang berbeda. Berdasarkan hasil bioautografi, salah satu senyawa golongan terpen tersebut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.             Kata kunci : antibakteri, Citrus hystrix, E. coli, minyak atsiri, S. aureus

Page 1 of 3 | Total Record : 21