Forum Geografi
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (1991): December 1991"
:
14 Documents
clear
Karakteristik Kualitas Air Limpasan di Daerah Urban Sebagai Sumber Pencemaran Air
Sudarmadji, S
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4678
Perkembangan daerah kota dapat memberikan dampak negatif pada kondisi bidrologi, baik pada air permukaan maupun air tanah. Perkembangan daerah kota juga didukung oleh pertambangan sarana transportasi serta prasarananya, yaitu jalan raya dan kendaraan bermotor. Perkembangan daerab permukiman di daerah perkotaan juga menyebabkan bertambahnya volume limpasan dan penurunan kualitas air. Penelitian yang mengarah kepada dampak terbadap kondisi hidrologi, khususnya pada kualitas air di beberapa negara di luar Indonesia dikaji, khususnya yang menyangkut kualitas air permukaan yang berasal dari daerah kota. Zat kimia yang terdapat di dalam air sudah ada sejak awal terbentuknya tetesan air hujan dan pada proses jatuhnya air hujan ke muka bumi. Terdapatnya inti kondensasi sudah menunjukkan masuknya zat lain ke dalam air hujan. Pada saat hujan jatuh ke muka bumi, berbagai macam gas terlarut di dalam air hujan tersebut. Air hujan yang jatuh di muka bumi melarutkan tanah batuan dan material lain yang ada di muka bumi, selanjutnya zat yang larut tersebut terbawa aliran air yang terbentuk. Di daerah perkotaan material di tanah pekarangan dan jalan raya merupakan sumber pencemar yang sangat berarti. Beberapa penelitian menujukkan bahwa air limpasan yang berasal dari daerah perkotaan, baik yang berasal dari jalan raya maupun dari pekarangan mempunyai kadar zat kimia yang cukup tinggi dan mempunyai potensi yang cukup sebagai pencemar bagi badan air penerima limpasan tersebut. Pencemar tersebut dilihat dari BOD, COD, kadar zat tersuspensi, kadar zat terlarut, klorida posfat, nitrat dan bakteri bentuk coli. Bahkan ada beberapa kadar logam berat seperti Pb yang terdeteksi pada limpasan ini. Mengacu kepada basil penelitian di luar negeri nampaknya penelitian di Indonesia semacam itu perlu pula dilakukan, mengingat babwa perkembangan kota di Indonesia pesat juga.
Pencemaran Air Tanah di Perkotaan
Priyana, Yuli
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4679
Air merupakan kebutuban hidup bagi manusia, baik sebagai mahkluk hayati maupun untuk kehidupan sehari-hari (MCK), irigasi maupun industri. Sebagian dari kebutuhan tersebut diambilkan dari air tanah. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk terutama di perkotaan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap persediaan air tanah yang ada baik kualitas maupun kuantitas. Pengambilan air tanah yang terus meningkat dan melebibi save yield pada daerah pantai akan mengakibatkan intrusi air laut yang mengakibatkan air tanah menjadi asin. Demikian juga semakin banyaknya limbah yang dibuang oleh manusia ke dalam tanah baik limbah rumah tangga maupun industri akan mrngakibatkan pencemaran air tanah. Pada umumnya limbah yang berpengaruh terhadap air tanah di perkotaan adalah limbah rumah tangga (MCK) maupun limbah industri. Pengotoran atau kontaminasi air tanah ini akan berbahaya pada manusia yang telah meminumnya. Oleh karena itu dalam pemanfaatan sumber daya air tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan clengan sebaik-baiknya dan dijaga kelestariannya.
Ruang, Lingkungan dan Wilayah: Suatu Konsep Dasar Geografi
Dilahur, D
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4675
Sejarah perkembangan geografi mencatat lima sudut pandang yang berpengaruh luas dalam perkembangan pemikiran geografi yaitu, determinisme dari Friedrich Raizel, possibilisme dari Paul Vidal de La Blache, waktu dan bentang lahan dari Sauer, studi wilayah dari Hartshorne dan keruangan dari Schaefer. Kelima sudut pandang tersebut melahirkan tiga pendekatan utama dalam geografi saat ini yaitu sudut pandang keruangan, sudut pandang lingkungan dan sudut pandang kompleks wilayah. Pemhahasan tentang hakekat ruang, lingkungan dan wilayah menunjukkan bahwa ketiga sudut pandang tersebut merupakan satu kesatuan sudut pandang atau pendekatan geografi. Waktu merupakan dimensi keempat dalam geograji oleh karenanya setiap permasalahan barus dilihat dari segi dinamika keruangan, dinamika lingkungan dan dinamika kompleks wilayah.
Pekerja di Sektor Perdagangan pada Ekonomi Skala Kecil Desa Caturtunggal Depok Sleman
Sontosudarmo, Alip
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4680
Penelitian ini membahas pekerja di sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil di Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil menjadi menarik, karena banyaknya pekerja yang dimanfaatkan dan produktivitasnya sampai batas tertentu meningkat pula. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada sektor perdagangan pada ekonomi skala kecil ini dapat menyerap pekerja pendatang dan pekerja asli Desa Caturtunggal. Dengan membedakan perdagangan menjadi tiga kelompok, yakni usaha rumah tangga, menetap dan keliling, diperoleh bukti bahwa perdagangan usaha rumah tangga dan menetap banyak dilakukan pekerja asli Desa Caturlunggal (67 persen) dan pedagang keliling banyak dilakukan oleb para pendatang (68 persen). Dua pertiga pekerja di bidang perdagangan ini terdiri dari wanita. Sebagian besar dari mereka mengelompok pada usaha rumab tangga dan usaba menetap. Dilibat dari usia para pekerja, usaha perdagangan menetap lebib tua dibandingkan dengan usaha rumah tangga dan keliling. Hampir separo pekerja pada usaha perdagangan terdiri dari para pendatang. Strategi untuk memperoleh pendapatan yang meningkat usaha perdagangan pada ekonomi skala kecil terpaksa ditempuh dengan jalan memperpanjang jumlah jam kerja dan jumlah pekerja yang terlibat. Meskipun bila dilihat dari jumlah satuan jam kerja dan jumlah yang terlibat tidak menguntungkan, namun hal itu kadang-kadang tetap dilakukan, sehingga produktivitas usaha perdagangan pada ekonomi skala kecil tetap rendah tercermin pada pendapatan.
Peranan Sistem Informasi Geografi dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan di Indonesia
Widjojo, Suharto;
Sambiyo, S
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4676
Eksploitasi sumberdaya hutan yang berlangsung secara cepat perlu diimbangi dengan pengelolaan yang cukup baik agar sumberdaya yang tersedia tidak punah. Pengelolaan sumberdaya yang dilakukan secara konvensional akan menyita waktu, biaya dan tenaga disamping sulit diperoleh keseragaman data. Dengan dikembangkannya teknologi sistem informasi geografi (GIS/SIG) diharapkan dapat membantu pengelolaan sumberdaya hutan yang ada yang akhirnya akan mempermudah pemanfaatan sumberdaya yang tersedia secara optimal.
Ibnu Battutah dan Perkembangan Ilmu Geografi di Indonesia
Martha, Sukendra
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4681
lbnu Battutah sebagai seorang geografiwan muslim dan pengembara dunia atau journey geografi mempunyai kemampuan hebat dalam mengbasilkan karya besar yang dikagumi oleh dunia Barat. Dengan perjalanannya, bagian wilayah Indonesia telah dikunjungi sebanyak dua kali yakni pada tahun 1345 dan tahun 1346. Oleh karena itu dalam perkembangan ilmu geografi di Indonesia, sumbangan Ibnu Battutah tidak dapat diabaikan begitu saja. Hal ini mengingat babwa Battutah, sebagai geografiwan tertentu telah mencatat hasil-hasil perpelancongan geografisnya di Indonesia, khususnya di Samudera Pasai, Sumatera. Sekilas tentang biografi Battutah dan sumbangannya terhadap Geografi Indonesia disajikan dalam makalah ini.
Teori-Teori Geografi: Pemikiran Kearah Pengembangan
Effendi, Tadjuddin Noer
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4677
Sampai saat ini masyarakat gcografi masih terlibat dalam pembicaraan dan perbedaan mengenai metodologi geografi. Patut diakui usaha itu telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam metodologi. Namun, tanpa disadari perdebatan yang cukup melelahkan itu telah melemahkan, bahkan ada kecenderungan meragukan kedudukan geografi sebagai cabang ilmu. Akibatnya, pengembangan teori-teori yang amat dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan mengalami kelambatan.
Teori-Teori Geografi: Pemikiran Kearah Pengembangan
Tadjuddin Noer Effendi
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4677
Sampai saat ini masyarakat gcografi masih terlibat dalam pembicaraan dan perbedaan mengenai metodologi geografi. Patut diakui usaha itu telah melahirkan pemikiran-pemikiran baru dalam metodologi. Namun, tanpa disadari perdebatan yang cukup melelahkan itu telah melemahkan, bahkan ada kecenderungan meragukan kedudukan geografi sebagai cabang ilmu. Akibatnya, pengembangan teori-teori yang amat dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan mengalami kelambatan.
Karakteristik Kualitas Air Limpasan di Daerah Urban Sebagai Sumber Pencemaran Air
S Sudarmadji
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4678
Perkembangan daerah kota dapat memberikan dampak negatif pada kondisi bidrologi, baik pada air permukaan maupun air tanah. Perkembangan daerah kota juga didukung oleh pertambangan sarana transportasi serta prasarananya, yaitu jalan raya dan kendaraan bermotor. Perkembangan daerab permukiman di daerah perkotaan juga menyebabkan bertambahnya volume limpasan dan penurunan kualitas air. Penelitian yang mengarah kepada dampak terbadap kondisi hidrologi, khususnya pada kualitas air di beberapa negara di luar Indonesia dikaji, khususnya yang menyangkut kualitas air permukaan yang berasal dari daerah kota. Zat kimia yang terdapat di dalam air sudah ada sejak awal terbentuknya tetesan air hujan dan pada proses jatuhnya air hujan ke muka bumi. Terdapatnya inti kondensasi sudah menunjukkan masuknya zat lain ke dalam air hujan. Pada saat hujan jatuh ke muka bumi, berbagai macam gas terlarut di dalam air hujan tersebut. Air hujan yang jatuh di muka bumi melarutkan tanah batuan dan material lain yang ada di muka bumi, selanjutnya zat yang larut tersebut terbawa aliran air yang terbentuk. Di daerah perkotaan material di tanah pekarangan dan jalan raya merupakan sumber pencemar yang sangat berarti. Beberapa penelitian menujukkan bahwa air limpasan yang berasal dari daerah perkotaan, baik yang berasal dari jalan raya maupun dari pekarangan mempunyai kadar zat kimia yang cukup tinggi dan mempunyai potensi yang cukup sebagai pencemar bagi badan air penerima limpasan tersebut. Pencemar tersebut dilihat dari BOD, COD, kadar zat tersuspensi, kadar zat terlarut, klorida posfat, nitrat dan bakteri bentuk coli. Bahkan ada beberapa kadar logam berat seperti Pb yang terdeteksi pada limpasan ini. Mengacu kepada basil penelitian di luar negeri nampaknya penelitian di Indonesia semacam itu perlu pula dilakukan, mengingat babwa perkembangan kota di Indonesia pesat juga.
Pencemaran Air Tanah di Perkotaan
Yuli Priyana
Forum Geografi Vol 5, No 2 (1991): December 1991
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v5i2.4679
Air merupakan kebutuban hidup bagi manusia, baik sebagai mahkluk hayati maupun untuk kehidupan sehari-hari (MCK), irigasi maupun industri. Sebagian dari kebutuhan tersebut diambilkan dari air tanah. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk terutama di perkotaan secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap persediaan air tanah yang ada baik kualitas maupun kuantitas. Pengambilan air tanah yang terus meningkat dan melebibi save yield pada daerah pantai akan mengakibatkan intrusi air laut yang mengakibatkan air tanah menjadi asin. Demikian juga semakin banyaknya limbah yang dibuang oleh manusia ke dalam tanah baik limbah rumah tangga maupun industri akan mrngakibatkan pencemaran air tanah. Pada umumnya limbah yang berpengaruh terhadap air tanah di perkotaan adalah limbah rumah tangga (MCK) maupun limbah industri. Pengotoran atau kontaminasi air tanah ini akan berbahaya pada manusia yang telah meminumnya. Oleh karena itu dalam pemanfaatan sumber daya air tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan clengan sebaik-baiknya dan dijaga kelestariannya.