cover
Contact Name
Aaz Azamudin Tifani
Contact Email
atifani@gmail.com
Phone
+6285315002217
Journal Mail Official
atifani@gmail.com
Editorial Address
Gedung Fakultas Pertanian Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner)
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : -
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), with registered number p-ISSN: 2354-6190, e-ISSN: 2541-615X, is a scientific journal published by Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka. The purpose of this journal publication is to disseminate new theories and research results that have been achieved in the field of Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Ecosocio Livestock, and Livestock Product. Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) published by twice a year, July and December.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2013)" : 7 Documents clear
Analisis Usahatani Kentang (Solanum tuberosum l.) Berdasarkan Kultivar (Suatu Kasus di Desa Argalingga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka). Sri Ayu Andayani; Nana Rusnadiatman
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksakanakan di Desa Argalingga Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka dari bulan mei sampai juni 2013. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui suatu gambaran bagaimana keadaan petani di daerah tersebut, bagaimana kultur sosial ekonomi pertaniannya serta perbedaan pendapatan usahataninya khusunya kentang antara yang menggunakan benih kultivar granola L dan kultivar atlantik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan unit analisisnya yaitu petani yang menggunakan benih kultivar granola L dan petani yang menggunakan benih kultivar atlantik.                Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa petani yang menggunakan benih kentang kultivar granola L lebih besar pendapatan nya yaitu Rp. 21.327.417/Ha dibanding dengan petani yang menggunakan benih kultivar atlantik hanya  Rp. 20.133.270/Ha. Hal ini disebabkan karena kualitas benih granola L akan mempengaruhi hasil produksi yang dihasilkan dalam kegiatan usahatani. Kata kunci : Usahatani Kentang, Kultivar.
Usahatani Mangga Gedong Gincu Berdasarkan Status Penguasaan Lahan. Studi Kasus di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Delis Hadiana; Adet Sumarna
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Status penguasaan Lahan Pada Usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti, (2) Karakteristik Petani pemilik penggarap dan petani penggarap Pada Usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti, (3) Besar Pendapatan Usahatani mangga gedong gincu pada status dan luas  penguasaan lahan yang berbeda di Desa Sidamukti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, teknik penentuan informan menggunakan ( nonprobability sampling ) dengan jumlah seluruh sampel penelitian adalah 25 informan yang terdiri dari 15 orang Petani pemilik Penggarap dan 10 orang petani penggarap.    Hasil Penelitian memberikan hasil sebagai berikut : 1) Status penguasaan lahan pada usahatani mangga gedong gincu  di Desa Sidamukti adalah  sistem pemilik penggarap dan sistem sewa kontrak ; 2) Karakteristik Informan petani pemilik penggarap dan petani penggarap pada usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka kabupaten Majalengka adalah sebagai berikut : rata-rata umur pemilik penggarap adalah 43,6, rata-rata pendidikan pemilik penggarap adalah 6,2, rata-rat jumlah tanggungan keluarga pemilik penggarap adalah 3,06, rata-rata pengalaman usahatani pemilik penggarap adalah 28, rata-rata luas lahan pemilik penggarap adalah 0,6. Rat-rata umur petani penggarap adalah 43,6, rata-rata pendidikan petani penggarap adalah 6,6, rata-rata jumlah tanggungan keluarga petani penggarap adalah 3,1, rata-rata pengalaman usahatani petani penggarap adalah 17,5, rat-rata luas lahan petani penggarap adalah 0,65 ; 3) Rata-rata pendapatan petani  pemilik penggarap  per hektar /17,8 pohon adalah lebih besar ( Rp. 11.121.726,-),  dibandingkan dengan pendapatan petani penyewa  yang lebih besar (Rp. 12.693.076,-) dengan rata-rata perhektar/ 18 pohonKata Kunci : Usahatani Mangga, Status penguasaan lahan.
Kajian Kekenyalan dan Kandungan Protein Bakso Menggunakan Campuran Daging Sapi Dengan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Aaf Falahudin
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih dapat digunakan sebagai bahan campuran bahan dasar dalam pembuatan bakso dikarenakan mempunyai nilai gizi tinggi (protein tinggi) dan sifat fisik kenyal menyerupai daging ayam. Tujuan penelitian untuk mengetahui kekenyalan dan kandungan protein bakso yang terbuat dari campuran daging sapi dan tepung jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan dengan analisis variansi dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tepung jamur tiram putih akan meningkatkan kekenyalan tetapi menurunkan kandungan protein bakso daging sapi. Rataan kekenyalan dan kandungan protein bakso berturut-turut 0,0245; 0,0233; 0,0187; 0,0168; 0,0154; dan 8,903; 8,273; 7,715; 7,390; 7,115.Kata Kunci :Kekenyalan, kandungan protein, daging sapi, jamur tiram putih.
Usahatani Mangga Gedong Gincu Berdasarkan Status Penguasaan Lahan. Studi Kasus di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Delis Hadiana
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Status penguasaan Lahan Pada Usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti, (2) Karakteristik Petani pemilik penggarap dan petani penggarap Pada Usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti, (3) Besar Pendapatan Usahatani mangga gedong gincu pada status dan luas  penguasaan lahan yang berbeda di Desa Sidamukti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, teknik penentuan informan menggunakan ( nonprobability sampling ) dengan jumlah seluruh sampel penelitian adalah 25 informan yang terdiri dari 15 orang Petani pemilik Penggarap dan 10 orang petani penggarap.    Hasil Penelitian memberikan hasil sebagai berikut : 1) Status penguasaan lahan pada usahatani mangga gedong gincu  di Desa Sidamukti adalah  sistem pemilik penggarap dan sistem sewa kontrak ; 2) Karakteristik Informan petani pemilik penggarap dan petani penggarap pada usahatani mangga gedong gincu di Desa Sidamukti Kecamatan Majalengka kabupaten Majalengka adalah sebagai berikut : rata-rata umur pemilik penggarap adalah 43,6, rata-rata pendidikan pemilik penggarap adalah 6,2, rata-rat jumlah tanggungan keluarga pemilik penggarap adalah 3,06, rata-rata pengalaman usahatani pemilik penggarap adalah 28, rata-rata luas lahan pemilik penggarap adalah 0,6. Rat-rata umur petani penggarap adalah 43,6, rata-rata pendidikan petani penggarap adalah 6,6, rata-rata jumlah tanggungan keluarga petani penggarap adalah 3,1, rata-rata pengalaman usahatani petani penggarap adalah 17,5, rat-rata luas lahan petani penggarap adalah 0,65 ; 3) Rata-rata pendapatan petani  pemilik penggarap  per hektar /17,8 pohon adalah lebih besar ( Rp. 11.121.726,-),  dibandingkan dengan pendapatan petani penyewa  yang lebih besar (Rp. 12.693.076,-) dengan rata-rata perhektar/ 18 pohonKata Kunci : Usahatani Mangga, Status penguasaan lahan.
Pengaruh Berbagai Dosis dari Dua Macam Pupuk Hayati (Inokulan Bradyrhizobium japonicum dan Bio-Fosfat) Terhadap Komponen Pertumbuhan, Komponen Hasil dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril ) Kultivar Anjasmoro Mimi Asminah; Umar Dani
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan dilakukan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Jawa Barat dari bulan Oktober sampai dengan bulan Januari 2012. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak kelompok (RAK) terdiri dari 16 perlakuan yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah inokulan Bradyrhizobium japonicum (r) yang terdiri dari r0 (tanpa inokulasi), r1 (5 g inokulasi/kg benih), r2 (10 g inokulasi/kg benih), r3 (15 g inokulasi/kg benih). Faktor kedua adalah Bio-Fosfat (b) terdiri dari b0 (0 g bio-fosfat), b1 (50 kg/ha bio-fosfat), b2 (100 kg/ha bio-fosfat) dan b3 (150 kg/ha bio-fosfat). Hasil percobaan ini menunjukan bahwa terjadi interaksi antara pemberian dosis inokulan B. japonicum 5 g inokulan/kg benih dan 100 kg/ha bio-fosfat terhadap tinggi tanaman 4 mst. Pemberian B. japonicum 5 g inokulan/kg benih berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 5 dan 6 mst, jumlah cabang produktif, indeks luas daun, jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot 100 butir, bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak. Pemberian bio-fosfat 100 kg/ha berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif. Kata Kunci :Pertumbuhan, Hasil, Kedelai, Bradyrhizobium japonicum, Bio-Fosfat
Pengaruh Enzim Papain Terhadap Keempukan Daging Rachmat Somanjaya
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah menyusun, mengumpulkan data, dan menganalisa tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengaruh enzim papain terhadap keempukan daging.                Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat diketahui bahwa enzim papain merupakan enzim proteolitik yang dapat memecah atau menghancurkan rantai protein serabut otot dan tenunan pengikat, sehingga daging akan menjadi lunak atau empuk. Selain dengan penambahan papain, keempukan daging juga dipengaruhi oleh bangsa ternak dan teknik pemasakan.                Dari hasil penelitian dapat diberikan saran bahwa untuk memperoleh keempukan daging pada saat dikonsumsi yaitu dapat dengan cara pemberian enzim papain atau enzim proteolitik lainnya baik antemortem ataupun post mortem. Selain dengan menggunakan enzim proteolitik, teknik memasak juga harus diperhitungkan sesuai dengan kualitas daging yang akan dimasak ­Kata Kunci : Enzim papain, Keempukan daging
Analisis Tingkat Kesejahteraan Peternak Sapi Perah di Provinsi Jawa Tengah Ulfa Indah laela Rahmah
AGRIVET JOURNAL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS MAJALENGKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan petani sangat erat kaitannya dengan tingkat kesejahteraan. Nilai tukar pendapatan rumah tangga pedesaan (NTPRP) merupakan indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan petani. Beberapa penelitian terdahulu,  menggunakan NTPRP untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dengan komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.Penelitian ini untuk mengetahui: Bagaimana tingkat kesejahteraan peternak sapi perah di Propinsi Jawa Tengah tahun 2012. Bagaimana pengaruh jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak, jumlah keluarga, dan sasaran pemasaran produk terhadap tingkat kesejahteraan.Berdasarkan hasil dan analisis data penelitian, diperoleh kesimpulan sebagia berikut : Sebanyak 65,98% peternak sapi perah di Propinsi Jawa Tengah tahun 2012 berada dalam kategori tidak sejahtera dengan Nilai Tukar Pendapatan Rumahtangga Peternak (NTPRP) rata-rata 0.90. Jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak, jumlah keluarga dan sasaran pemasaran secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan. Jumlah kepemilikan ternak, tingkat pendidikan peternak, pekerjaan peternak dan sasaran pemasaran berperan dalam meningkatkan kesejahteraan peternak, sedangkan penambahan jumlah keluaga dapat menurunkan kesejahteraan.Kata Kunci :Tingkat  Kesejahteraan  Peternak, Sapi perah  

Page 1 of 1 | Total Record : 7