cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
PUBLICITAS
Published by Universitas Majalengka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2018): Publicitas" : 2 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Yuyun Indriyani
PUBLICITAS Vol 12, No 2 (2018): Publicitas
Publisher : PUBLICITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa pada kelas V SDN Sukarajakulon I mata pelajaran matematika, dari pembelajaran yang hanya menggunakan model konvensional dan hanya mencapai nilai rata-rata 67,75 dengan presentase ketuntasan 42,5%. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di Kelas V SDN Sukarajakulon I melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization). Dalam penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas V SDN Sukarajakulon I sebagai observer. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Sukarajakulon I, sebanyak 40 siswa terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa sebelum tindakan adalah 67,75 dengan presentase ketuntasan 42,5% atau 17 siswa yang tuntas, sedangkan presentase ketuntasan siswa pada siklus I adalah 70% atau 28 siswa yang tuntas, dengan nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 70,375, dan pada siklus II nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa adalah 97,375 sedangkan presentase siswa yang memperoleh nilai mencapai ketuntasan belajar adalah 95% atau 38 siswa yang tuntas. Kesimpulan, bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi kesebangunan dan simetri di kelas V SDN Sukarajakulon I Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI  (Team Assisted Individualization).
TINJAUAN YURIDIS PERDAGANGAN ILEGAL SATWA LIAR YANG DI LINDUNGI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1990 TENTANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN EKOSISTEMNYA Yeni Nuraeni
PUBLICITAS Vol 12, No 2 (2018): Publicitas
Publisher : PUBLICITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman satwanya, namun Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Faktor utama yang mengancam punahnya satwa liar tersebut adalah semakin sempit atau rusaknya habitat mereka dan perburuan untuk diperdagangkan. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Pengaturan mengenai perdagangan terhadap satwa dilindungi di Indonesaia telah dirumuskan dalam pasal 21 ayat (2) huruf a da b Jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Telah adanya larangan yang mengatur mengenai perdagangan satwa yang dilindungi menjadi dasar bagi penegak hukum terhadap pelaksanaan tugasnya dalam menangani kasus perdagangan liar. Pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan penekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Analisis data pada penelitian ini adalah akan dilakukan dengan analisis kualitatif yaitu dengan mendepenelitiankan serta menggambarkan data dan fakta yang dihasilkan dari suatu penelitian dilapangan dengan suatu interpretasi, evaluasi dan pengetahuan umum yang kemudian ditarik kesimpulan melalui cara berfikir induktif, sehingga merupakan jawaban permasalahan berdasarkan hasil penelitian. Hasil penelitian dan pembahasan berupa (1) bahwa terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara pidana dikarenakan yang dilakukannya adalah perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, terdakwa telah cakap hukum, tidak ada alasan pemaaf, terpenuhi unsur kesalahan. Dalam memutuskan suatu perkara hakim harus melihat 2 alat bukti yaitu yuridis berdasarkan pancasila dan non yuridis yaitu teori pendekatan keilmuan hakim tidak boleh semata-mata atas dasar intuisi semata tetapi harus harus dilengkapi dengan ilmu pengetahuan hukum dan wawasan keilmuan hakim. Sehingga putusan yang dijatuhkan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.    Kata kunci : Petanggungjawaban Pidana , Pelaku, Jual Beli.

Page 1 of 1 | Total Record : 2