cover
Contact Name
Nanang Fakhrur Rozi
Contact Email
nanang@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iptek.journal@itats.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IPTEK
ISSN : 14117010     EISSN : 2477507X     DOI : -
Jurnal IPTEK - Media Komunikasi Teknologi Diterbitkan secara berkala setahun 2 (dua) kali pada bulan Mei dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Jurnal ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan bidang Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Desain Produk, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (diutamakan).
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
Pembuatan Karbon Aktif dari Arang Bakau Menggunakan Gabungan Aktivasi Kimia dan Fisika dengan Microwave Kartika Udyani; Dian Yanuarita Purwaningsih; Rio Setiawan; Khalida Yahya
Jurnal IPTEK Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i1.479

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai jual arang bakau adalah dengan mengolah menjadi arang aktif atau karbon aktif.  Proses aktivasi arang dilakukan dengan beberapa cara antara lain aktivasi kimia, aktivasi fisika dan gabungan kimia dan fisika. Pada penelitian kali ini dilakukan aktivasi arang bakau menjadi arang aktif menggunakan metode gabungan aktivasi kimia dan fisika.  Aktivator kimia yang digunakan adalah H3PO4 sedangkan aktvasi fisika menggunakan microwave dengan beberapa parameter waktu sehingga diketahui luas permukaan dari arang aktif, nilai bilangan iodin, bentuk morfologi permukaan dari arang bakau sebelum dan sesudah diaktivasi menggunakan microwave.  Mula-mula dilakukan aktivasi kimia dengan merendam dalam larutan H3PO4 1 M  kemudian dilanjutkan pemanasan menggunakan microwave dengan daya 560 watt selama 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Dari hasil penelitian ini didapatkan bilangan iodin tertinggi sebesar 1196,60 mg/g pada daya 560 watt dan waktu aktivasi 10 menit dengan luas permukaan sebesar 936,221 m2/g.  Berdasarkan analisa morfologi permukaan menunjukkan bahwa arang bakau hasil aktivasi memiliki permukaan yang lebih porous dibandingkan sebelum aktivasi.
Responsibility of the Captain in Transporting Goods at Sea Dimas Wibisono
Jurnal IPTEK Vol 25, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2021.v25i1.1742

Abstract

In the provisions of Article 137 Paragraph (1) and (2) Law no. 17/2008 both the Grosss Tonnage 35 and motor boats Motor boats are less than Gross Tonnage 35 as well as for boats traditionally less than the Gross Tonnage 105, I insist on the point states: The captain is the leader on the ship who owns law enforcement authority and are responsible for safety, security and order of ships, and cargo goods obligation. In another provision it is also stated that the master is the leader of the ship, who every certain event must take a stand and act in accordance with skill, precision and wisdom,as required to carry out their duties (Article 342 paragraph (1)KUHD). As the leader of the ship, the master must be responsible all his actions against the ship and its cargo in all events that happens in the sea. From that the legislators gave a burden responsibility to the master as regulated in Article 342 paragraph (2) KUHD, that is, if the action is committed in that position is intentional or negligent, which causes damage to other people.The breadth obligations given by law, in the implementationtransportation in terms of the responsibility of the Ship Leader / Master to safety, security and order of ships and sailors in essence boils down to the interests of the cargo as the agreed object which is the obligation of the carrier. The obligation that arises from its existence an agreement as intended gives birth to responsibilities implicitly it is the responsibility of the transportation company. The formulation of these provisions includes the extent of the obligations given by Constitution. If you listen to the process of organizing deep transportation regarding the responsibility of the Ship Leader / Master for safety, security and order of ships and sailors basically boils down to in the interest of cargo as the agreed object is the obligation of the carrier.
VARIASI ARUS DAN SUDUT PENGELASAN PADA MATERIAL AUSTENITIC STAINLESS STEEL 304 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTURMAKRO Vuri Ayu Setyowati; Suheni Suheni
Jurnal IPTEK Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i2.40

Abstract

ABSTRACT            Welding is the common method for joining material used in construction and industrial applications. Variable of welding process is the most important factor affected into the mechanical properties of welded materials.  This study used Shielded Metal Arc Welding (SMAW) as welding method. SMAW method use flux to protect the metals. Sample preparations were done to make the V groove using 45ᵒ and 60ᵒ as angle of welding. Variations of heat input also were used as 75A, 85A, and 95A. Characterization of mechanical properties was analyzed by tensile test and macroscopic analysis showed the different area after welding. Based on the following experimental result, the highest ultimate tensile strength was obtained by sample  prepared 45ᵒ of V groove angle and 85A of current which is 518 N/mm² and got 449 N/mm² of  yield strength. Increasing current caused the wider weld pool in the sample surface and showed clear grove shape of welded sample. ABSTRAKPengelasan merupakan metode penyambungan material yang secara umum digunakan dalam  bidang konstruksi maupun aplikasi di industri. Parameter pengelasan perlu diketahui karena berpengaruh terhadap sifat mekanik yang dihasilkan material setelah proses penyambungan Pada penelitian ini, proses pengelasan yang digunakan adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Pengelasan SMAW menggunakan fluks sebagai pelindung logam. Preparasi sampel dilakukan dengan pembuatan sudut pengelasan/sudut kampuh 45ᵒ dan 60ᵒ.  Arus pengelasan bervariasi sebesar 75A, 85A, dan 95A. Karakterisasi sifat mekanik diperoleh dari pengujian tarik dan pengamatan makro untuk mengetahui perubahan daerah yang berbeda setelah dilakukan pengelasan. Berdasarkan hasil pengujian, spesimen benda uji dengan sudut pengelasan 45ᵒ besar beban maksimal (σu) terjadi pada arus 85 A yaitu sebesar 518 N/mm² dan memiliki tegangan luluh paling tinggi yaitu  449 N/mm². Kenaikan arus pengelasan menyebabkan weld pool yang lebih besar dan permukaan penampang samping terlihat jelas bentuk kampuh sampel pengelasan.
Analisis Kualitas Minyak Goreng Habis Pakai yang Digunakan oleh Pedagang Penyetan di Daerah Rungkut Surabaya Ditinjau dari Kadar Air dan Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) Nurull Fanani; Erlinda Ningsih
Jurnal IPTEK Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2.436

Abstract

Banyaknya pedagang penyetan di area Rungkut Surabaya merupakan salah satu faktor utama dilakukannya penelitian ini. Para pedagang penyetan ini rata – rata memakai minyak goreng secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu dari kualitas minyak yang digunakan secara berulang oleh pedagang penyetan tersebut. Sampai saat ini masih banyak dari masyarakat dan pedagang tidak mengetahui bahaya dari pemakaian minyak goreng berulang. Pemakaian minyak goreng secara berulang diketahui dapat merusak kualitas dari minyak tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan pengujian kualitas minyak goreng secara kimia dan fisika melalui dua parameter yaitu kadar asam lemak bebas dan kadar air dengan metode titrasi alkalimetri dan metode gravimeteri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak goreng yang digunakan oleh pedagang penyetan di daerah sekitar Rungkut Surabaya. Sampel diambil secara sengaja (purpositive) dari lima pedagang penyetan yang berada di area sekitar Rungkut Surabaya. Hasil penelitian dari 5 sampel menunjukkan bahwa kadar air dan kadar asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak habis pakai pedagang penyetan telah mengalami penurunan mutu kualitas minyak goreng dan tidak sesuai dengan syarat mutu minyak goreng berdasarkan SNI 01-3741-2002. Berdasarkan penelitian ini, maka dari 5 sampel minyak goreng tersebut semuanya sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Optimization of Flour Smoke Making Through Microencapsulated Technology as Food Natural Preservatives Sinar Perbawani Abrina Anggraini; Fenni Suryanti
Jurnal IPTEK Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i2.983

Abstract

There should be a safe natural preservatives consumed to increase the shelf life of food products. Liquid smoke is a natural food preservative. Liquid smoke if left longer in storage will reduce the saving power of food products. There is a need to develop technology by changing liquid smoke into flour through microencapsulation technology so that it will improve the save power of food products. This research aims to determine long storage time and the optimal drying temperature in the manufacture of microparticle solutions to the quality of food products. In this research the process of pyrolysis and purification of liquid smoke from coconut shell by using pyrolysis, distillation and filtration processes using active zeolite and activated carbon. Then make solution encapsulation, drying, forming microparticles with destruction and sieve, after that applied to food products. Results of the research on the manufacture of optimum smoked flour in the treatment of drying temperature of 140 oC and maximum storage time 3 days with a pH value of 5, water content 28.470% and 3.120% protein content
VERTICAL HANDOVER BERBASIS ANDROID PADA APLIKASI STREAMING STORED VIDEO Bagus Seta Inba Cipta; Waskitho Wibisono
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.22

Abstract

Perkembangan perangkat mobile, diantaranya adalah adanya perangkat yang memiliki lebih dari satu antarmuka sehingga dapat melakukan koneksi dari jaringan yang terhubung dengan dirinya. Vertical handover merupakan kemampuan penyerahan akses koneksi antar jaringan yang berbeda, untuk mempertahankan kualitas dari  proses yang sedang menggunakan koneksi jaringan. Perangkat berbasis Android merupakan salah satu perangkat yang bisa melakukan VH. Pada paper ini, penulis mengusulkan model perbaikan vertical handover berbasis Android dengan penentuan keputusan berdasarkan kondisi latency jaringan, level baterai  dan kondisi buffer pada saat melakukan streaming video. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa terjadi penurunan delay streaming dan  jumlah handover sebesar 45-50%. Namun terdapat kenaikan durasi proses handover dikarenakan sebesar 33-63%
PERANCANGAN KINERJA SISTEM INFORMASI DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Lestari Retnawati
Jurnal IPTEK Vol 21, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i2.154

Abstract

XYZ University as one of private universities in Surabaya which is quite in demand, has the support of Information Systems and Information Technology in carrying out its academic operational activities. But the existence of the information system has not been fully integrated with the related work units, and there are some information systems that are not used as the information system should be within the Technical Implementation Unit of the Information and Communication Technology (UPT TIK). UPT TIK itself is still less than the maximum in carrying out its duties as a unit that takes care of various things related to academic operational activities. As well as the institution itself does not have a strategic planning of information systems and technology coherent between the vision and mission with operational programs. By looking at the above problems, the constraints of information system performance at XYZ University lies in the system and employees and the inability of the institution to formulate and describe comprehensive strategic planning and strategic planning formulation model. Therefore, the authors conduct research with the title “Performance Design of Information System Using Balanced Scorecard (BSC) and Analytical Hierarchy Process (AHP)”. Balanced Scorecard is a measure and a management system that views the performance of a business unit from four perspectives: financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning and growth perspective. Weighted results for each perspective are: customer perspective (42.8%), internal business process perspective (35.0%), growth and learning perspective (14.4%), and financial perspective (7.8%). Based on the weighting, performance evaluation is done by comparing the performance measurement result against the performance target. Performance evaluation is done by using Traffic Light System.
Tranceiver Multi Channels Untuk Kontrol Gerak dan Monitoring Kondisi Pada Robot Manual Mini Industri Aad Hariyadi; Yani Ratnawati; Ridho Hendra Yoga Perdana
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.571

Abstract

Robotic technology that is developing rapidly triggers robotics developers to improve their abilities, especially in the field of robot control and monitoring. Today, robots are indeed present in human life in various forms. One type of robot that is often developed by robotics developers is the Industrial Mini Manual Robot. An industrial mini manual robot is a transporter robot that is equipped with a gripper and is controlled manually by the user through a joystick controller both wired and wireless. The manual robot with cable joystick control is very inefficient in its use so research on wireless joysticks is carried out. However, the current wireless joystick still uses the single-channel method, thereby eliminating multitasking capabilities such as those of the wired joystick robot. In this research, the design of multichannel transceivers for control and monitoring so that the robot has the ability to multitasking and the movement of the robot is not disturbed by wires. Multichannel transceivers use different frequency channels to transmit data. The command data and monitoring data can be transmitted simultaneously. This multi-channel transceiver has an average pairing time of 23.59 ms, a range of 116 meters in each channel and large power consumption of 59 mA.
Kajian Faktor Resiko dan Pengelolaan Kejadian Kecelakaan di Fasilitas Offshore Hess (Indonesia Pangkah) Ltd. Jenny Caroline; Didied Widhi H
Jurnal IPTEK Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2015.v19i2.7

Abstract

Penerapan teknologi di dalam industri minyak dan gas dapat membawa dampak bahaya terhadap keselamatan kerja manusia, pencemaran lingkungan dan kerusakan pada aset. Kajian risiko wajib dilakukan khususnya di fasilitas anjungan lepas pantai dengan mengidentifikasi risiko kemungkinan potensi kejadian kecelakaan yang berakibat terjadinya kondisi keadaan gawatdarurat. Penentuan kajin resiko ini menggunakan metode Hess Quanlitative Risk Matrix dan Incident Priority Tool untuk mendapatkan tingkatan resiko. Hasil kajian risiko kejadian ditemukan ada 8 potensi kejadian resiko kecelakaan di fasilitas anjungan lepas pantai. Risiko yang dikategorikan risiko rendah ada 3 risiko menengah ada 4, dan risiko signifikan ada 1. Tidak ada kejadian kecelakaan yang masuk kategori tinggi. Rekomendasi dari penelitin ini adalah tindakan prioritas perlu ditentukan dalam mengambil langkah sebelum, saat terjadi, setelah kejadian kecelakaan. Mengambil tindakan prioritas adalah sebagai bagian dari penerapan manajemen krisis dan keadaaan darurat. Perlu dipertimbangkan adanya kegiatan audit untuk mengevaluasi sistem manajemen krisis dan tanggap darurat serta program didalamnya.
PENINGKATAN DAKTILITAS HOLLOW PILE DENGAN PENAMBAHAN RATIO SPIRAL DAN BETON COR SETEMPAT jaka propika; Jenny Caroline
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.88

Abstract

AbstrakPrecast hollow pile adalah jenis tiang pancang yang banyak digunakan di Indonesia, Berdasarkan SNI 03-1726-2012 pasal 7.14.2.2.5, tiang pancang sebagai bagian dari struktur harus mampu berprilaku daktail dalam mendisipasi energi akibat beban gempa terutama pada peralihan lapisan tanah lunak dan tanah keras. Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa hollow pile tidak dapat berprilaku daktail sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan hollow pile yang mampu berprilaku daktail sesuai dengan yang disyaratkan. Metode penelitian ini, dilakukan dengan analisa perhitungan manual dan finite element dengan program Abaqus 6.10 dan Xtract 3.6.  Model benda uji di bagi menjadi tiga, yaitu model 1 (model validasi eksisting), model 2 (hollow pile dengan ratio volumetric spiral maksimum ACI dan SNI), dan model 3 hollow pile dengan penambahan material beton cor 67.8 MPa didalam rongga. Pada hasil penelitian, model 1 menunjukan hasil yang hampir sama dengan hasil eksperimental sebelumnya. Sedangkan, model 2 terjadi peningkatan daktilitas displacement sebesar 82.1 % dan daktilitas kurvatur sebesar 96.84%, model 3 terjadi peningkatan daktilitas displacement sebesar 88.97 % dan daktilitas kurvatur 137.15%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan material beton cor dan ratio volumetric spiral memberikan dampak yang baik pada peningkatan nilai daktilitas tetapi belum cukup untuk memenuhi persyaratan minimum yang disyaratkan dalam peraturan di Indonesia.Kata kunci: Tiang Pancang Bulat Berongga, Daktilitas Simpangan, Kurvatur, Daktilitas.