cover
Contact Name
Nanang Fakhrur Rozi
Contact Email
nanang@itats.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iptek.journal@itats.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal IPTEK
ISSN : 14117010     EISSN : 2477507X     DOI : -
Jurnal IPTEK - Media Komunikasi Teknologi Diterbitkan secara berkala setahun 2 (dua) kali pada bulan Mei dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Jurnal ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan bidang Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Perkapalan, Teknik Informatika, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Desain Produk, Sistem Informasi, dan Sistem Komputer baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris (diutamakan).
Arjuna Subject : -
Articles 399 Documents
Optimization of IS/IT Investment using the Cost-Benefit Analysis (CBA) Method in Government Agencies Adhitya Wiratama; Febriliyan Samopa
Jurnal IPTEK Vol 24, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i2.1125

Abstract

Dalam meningkatkan layanannya kepada publik, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD membutuhkan investasi dalam Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung tata kelola organisasi. Oleh karena itu, investasi TI harus diterapkan dengan baik dan penuh pertimbangan, karena investasi SI/TI jika dialokasikan dengan tepat, dapat mendukung organisasi dalam menerapkan strategi bisnisnya. Berdasarkan permasalahan yang dialami BPKPD seperti investasi TI yang tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis dan manajemen proyek yang tidak dikelola dengan baik, maka BPKPD harus jeli dalam menentukan kelayakan suatu proyek sebelum berinvestasi. Peneliti menggunakan dua metode, Ward and Peppard untuk menganalisis perencanaan strategis yang menghasilkan investasi apa yang diperlukan dan menggunakan Cost Benefit Analysis (CBA) untuk mengetahui apakah investasi menguntungkan atau merugikan serta untuk memilih investasi mana yang layak diprioritaskan. Penelitian ini menghasilkan usulan investasi yang terdiri dari: 5 usulan SI, 1 usulan TI dan 2 usulan Manajemen SI/TI. Delapan usulan investasi yang diperoleh dari analisis Ward and Peppard, selanjutnya dianalisis kelayakannya menggunakan metode CBA dan menghasilkan 1 usulan investasi TI yang tidak layak.
Perbandingan Durasi Waktu Proyek Konstruksi AntaraMetode CriticalPathMethod (CPM) dengan Metode Critical Chain Project Management (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Apartamen Menara Rungkut) Mohamad Ferdaus Noor Aulady; Cesaltino Orleans
Jurnal IPTEK Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2016.v20i1.29

Abstract

Keterlambatan jadwal pada proyek konstruksi merupakan salah satu masalah yang dapat merugikan berbagai pihak pada proyek. Critical Chain Project Management (CCPM) adalah suatu metode penjadwalan yang dapat menjadi solusi alternatif dari permasalahan pengendalian jadwal tersebut. Metode ini ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome, parkinson’s law serta memberi buffer di waktu akhir proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode CCPM tersebut dengan metode Critical Path Method (CPM) pada studi kasus proyek Pembangunan Apartamen Menara Rungkut, Surabaya yang tengah berjalan. CPM sendiri adalah metode penjadwalan tradisional yang masih menggunakan waktu cadangan pada setiap aktivitas untuk melindungi aktivitas-aktivitasnya. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode penjadwalan tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan multitasking, menghilangkan Safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer dalam pengerjaannya. Dibandingkan dari segi waktu, hasil penelitian ini didapatkan durasi waktu untuk CCPM adalah 121 hari lebih cepat 48 hari jika dibandingkan dengan metode CPM.
Pengendalian Gerakan Diving pada Unmanned Underwater Vehicle (UUV) Menggunakan Adaptive Nonlinier Model Predictive Control (ANMPC) Yuliyanto Agung Prabowo
Jurnal IPTEK Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i2.262

Abstract

UUV merupakan wahana kendaraan yang sangat bermanfaat untuk misi survei di bawah air. Salah satu objek pengendalian yang penting diantaranya yaitu dept control pada saat melaksanakan manuver diving. Situasi di dalam air mempunyai kondisi yang sangat ekstrim, sehingga memerlukan strategi pengendalian yang yang dapat mengatasinya. Penggunaan kontroler linier tidak dapat mengatasi sifat nonlinear dari plant dan paremeter yang cenderung berubah. Strategi menggunakan metode ANMPC digunakan dalam penelitian ini agar dapat mengatasi masalah tersebut. Mekanisme adaptasi dilakukan dengan linearisasi berdasarkan titik kerja yang sedang terjadi, sehingga akan diperoleh update model selama waktu sampling. Hasil menunjukan, bahwa dalam kondisi sistem diberikan dengan gangguan eksternal menggunakan ANMPC mempunyai rata-rata error tracking 0.51 meter, sedangkan menggunakan Linier MPC mempunyai rata-rata error tracking 1 meter.
Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu dan Mutu Pekerjaan pada Proyek Ruko (Rumah Toko) Green Junction Citraland Fahmi Firdaus Alrizal; Siti Choiriyah; Librian Eko Adi Saputro
Jurnal IPTEK Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2020.v24i1.901

Abstract

Mutu dan waktu termasuk dua hal penting yang saling berkaitan dalam proyek konstruksi. Dalam pembangunan pada area yang berkawasan elite yaitu Green Junction Citraland Surabaya, kualitas dan waktu proyek menjadi prioritas dalam pelaksanaannya. Waktu yang tepat dan kualitas pekerjaan yang sesuai merupakan faktor penentu keberhasilan proyek. Namun konstruksi selalu terdapat resiko yang dapat mengakibatkan keterlambatan dan mutu yang rendah, oleh karena itu, dilakukan identifikasi faktor terhadap penyebab keterlambatan dan kualitas rendah dengan metode analisa kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memiliki pengaruh keterlambatan dan kualitas hasil yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan responden lalu dilanjutkan dengan uji deskriptif (Peringkat) untuk mendapatkan faktor-faktor utama. Dari hasil penelitian dinyatakan dengan faktor utama yang berpengaruh dalam keterlambatan yaitu seringnya perubahan pekerjaan, rendahnya produktifitas, kualifikasi personil tidak sesuai bidangnya, dan rendahnya kualitas material. Sedangkan faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kualitas pekerjaan meliputi kurangnya komunikasi dan koordinasi antar devisi, kurangnya tenaga kerja yang terampil, penggunaan peralatan kurang efisien, perubahan pekerjaan saat pelaksanaan, pemahaman metode konstruksi yang lambat dan terjadinya kecelakaan dalam bekerja.
Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Energi Alternatif Sebagai Energi Terbarukan untuk Mendukung Subtitusi BBM Imam Kholiq
Jurnal IPTEK Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2015.v19i2.12

Abstract

Energi merupakan kebutuhan dasar manusia, yang terus meningkat sejalan dengan tingkat kehidupannya. Bahan bakar minyak/energi fosil merupakan salah satu sumber energi yang bersifat tak terbarukan (non renewable energy sources) yang selama ini merupakan andalan untuk memenuhi kebutuhan energi di seluruh sektor kegiatan. Kekayaan sumber daya energi di Indonesia, yaitu tenaga air (Hydropower), panas bumi, gas bumi, batubara, gambut, biomassa, biogas, angin, energi laut, matahari dan lainnya dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif, menggantikan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, yang semakin terbatas baik jumlah dan cadangannya. Bahan bakar minyak memegang posisi yang sangat dominan dalam pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. Harus disadari saat ini Indonesia telah mengimpor minyak mentah maupun bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Krisis energi yang melanda dunia berdampak, tingginya harga minyak mentah dunia, berpengaruh langsung terhadap kegiatan perekonomian. Kekayaan sumber daya energi, khususnya sumber energi baru dan terbarukan yang kita miliki, perlu dipikirkan untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif, menggantikan dan mengurangi peran bahan bakar minyak dalam konsumsi energi di Indonesia. Dalam rangka itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Universitas wijaya Putra melakukan penelitian dengan kegiatan Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Energi Alternatif Untuk Penyediaan Energi Masyarakat di Indonesia, sebagai bahan kebijakan pengelolaan pemanfaatan sumber daya energi yang ada. EnergiTerbarukan Untuk mendukung subtitusi BBM.
Supporting Docs (Cover, Table of Contents, Editorial) Redaksi Jurnal IPTEK
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.113

Abstract

Analisa CFD Penggunaan Duct pada Turbin Kombinasi Darrieus-Savonius Erifive Pranatal; Maria Margareta Zau Beu
Jurnal IPTEK Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2018.v22i1.239

Abstract

Teknologi penggunaan energi terbarukan telah banyak dikembangkan untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Keuntungan dari energi terbarukan ini adalah ramah lingkungan dan selalu tersedia. Contohnya penggunaan arus laut sebagai sumber tenaga listrik dengan menggunakan turbin. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan performa turbin, misalnya penggunaan duct. Duct digunakan untuk mengurangi riak torsi, sehingga daya yang dihasilkan tidak memiliki fluktuasi tinggi yang mengakibatkan getaran berlebih pada turbin. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah bagaimana efek penggunaan duct pada turbin kombinasi Darrieus-Savonius untuk mengurangi faktor riak torsi (TRF) dengan analisa CFD. Simulas dilakukan pada duct tipe 1, 2 dan tanpa duct dengan hasil masing-masing nilai TRF-nya 3,939; 3,489 dan 4,930. Kesimpulan bahwa pengggunaan duct pada turbin dapat menurunkan riak torsi, dimana duct tipe 2 menghasilkan TRF yang lebih kecil yakni 3,489.
Pendekatan Analisa Geokimia dengan Multivariate Analysis untuk Mengetahui Tipe Mata Air Panas: Studi Kasus Lapangan Panas Bumi Mapos, Nusa Tenggara Timur Fajar Rizki Widiatmoko
Jurnal IPTEK Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2019.v23i2.518

Abstract

Eksplorasi panas bumi dilakukan dalam berbagai metode, geokimia merupakan metode eksplorasi pendahuluan panas bumi yang digunakan untuk mengetahui karakteristik kimia bawah permukaan berdasarkan data kimia air dari mata air panas, salah satu kegunaan geokimia adalah untuk mengetahui tipe sumber fluida pada suatu mata air panas, dengan menggunakan diagram Cl-SO4-HCO3 dapat diketahui kecenderungan asal mula fluida. Multivariate Analysis adalah metode statistik untuk memodelkan beberapa sampel dengan parameter yang banyak melalui proyeksi data parameter, pendekatan Principal Component Analysis (PCA) dapat digunakan untuk menemukan keunikan parameter pada setiap sampel, sehingga sampel dapat dikelompokan dalam beberapa kelompok parameter yang unik, pendekatan Multivariate Analysis berbanding lurus dengan metode geokimia umumnya. Pendekatan Multivariate Analysis diterapkan pada sampel geokimia lapangan panas bumi Mapos, Hasil PCA menunjukan parameter pembeda dari setiap sampel adalah Cl, SO4, dan HCO3. PCA mengelomopkan sampel berdasarkan kemiripan parameter yang sama dengan pengelompokan sampel geokimia pada umumnya. Pembeda antara kedua metode adalah dari proses, geokimia mendasarkan pengelompokan dari data lapangan, sementara Multivariate Analysis mengelompokan berdasarkan keunikan parameter, sehingga dengan bertambahnya sampel akan memperbarui model selanjutnya.
Sistem Aplikasi Penjadwalan Ruang Kuliah dengan Metode Integer Linier Programming pada Fakultas Teknologi Informasi ITATS Anita Theresia Kurniawati
Jurnal IPTEK Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2015.v19i2.10

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa di Fakultas Teknologi Informasi yang tidak diimbangi dengan penambahan ruang kuliah, mengakibatkan  permasalahan pada penjadwalannya. Apalagi selama ini penjadwalan ruang kuliah dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu lama dan pengalokasian ruang kuliah yang kurang efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut,  akan dirancang sistem aplikasi penjadwalan dengan menggunakan metode Integer Linier Programming. Sistem aplikasi penjadwalan yang dibuat, menggunakan bahasa pemrograman Bolland Delphi 7 dan database My SQL. Sistem aplikasi penjadwalan ini menghasilkan nilai optimasi dengan tingkat prosentase penggunaan ruang kuliah yang efektif dan efisien. Sedangkan tingkat akurasi dari program mencapai 94,28% dibandingan dengan penjadwalan secara manual.
OPTIMASI PANJANG CADIK KAPAL NELAYAN 3 GT budhi santoso
Jurnal IPTEK Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2017.v21i1.45

Abstract

Peningkatan kecepatan pada kapal nelayan akan membantu dalam operasional penangkapan ikan di laut. Beberapa penelitian telah dilakukan tentang peningkatan kecepatan dengan menambah lambung di kanan-kiri kapal. Nilai hambatan total kapal terhadap variasi jarak outrigger (cadik) pada kecepatan kapal 10 knot menghasilkan nilai hambatan pada jarak cadik 2 meter 10,6 kN, jarak cadik 2,5 meter 10,7 kN, sedangkan pada jarak cadik 3 meter 10,8 kN. Dengan demikian, variasi jarak cadik tidak signifikan mempengaruhui nilai hambatan total kapal 3 GT dikarenakan nilai hambatan tidak jauh berbeda.