cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Pustaka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23024666     EISSN : 25409638     DOI : -
Core Subject : Science,
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan is the official scholarly research journal of the Library Science Study Program of Diponegoro University which focused on Library and Information Science. Lentera Pustaka is published online twice a year (semi annual) in the middle of the year (June) and in the end of the year (December).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016): December" : 5 Documents clear
Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan Supriyadi, Supriyadi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.482 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13476

Abstract

Tujuan Tulisan ini menyajikan tentang pentingnya komunitas praktisi dalam berbagi ilmu pengetahuan (knowledge sharing) antara sesama pustakawan, dengan harapan menjadi problem solving dari setiap persoalan yang berhubungan dengan pekerjaan pustakawan, baik berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis, konsep atau pun  perencanaan. Metodologi atau Pendekatan - yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), sedangkan  pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian.Temuan dalam kajian ini adalah Pada komunitas praktisi ada tiga karakteristik yang menjadi pembeda utama dari komunitas-komunitas lainnya yaitu, ada Domain, Community dan anggota harus berasal dari para praktisi yang mempunyai kesamaan profesi, komunitas ini hanya diikat oleh trust antara sesama anggota walaupun pada perkembangannya pembentukan komunitas ini mulai masuk sistem atau manajemen suatu perusahaan sebagai wadah knowledge sharing internal. Berbagi ilmu pengetahuan terkait pekerjaan menjadi ciri khas dari  komunitas praktisi dan output nya dapat memproduksi ilmu-ilmu baru yang kita sebut sebagai inovasi dalam menyelesaikan suatu persoalan atau pekerjaan tak terkecuali di perpustakaan. Diperpustakaan komunitas praktisi dilakukan dengan cara mengelompokkan para pustakawan berdasarkan bidang perkerjaan atau jabatan, antara sirkulasi dengan bidang sirkulasi, pengadaan antar sesama pengadaan, bagian shelving dengan sesama bagian shelving dan begitu seterusnya, dan semua para praktisi ini bertemu untuk berbagi pengetahuan dengan sesama praktisinya dalam suatu komunitas yang kita sebut sebagai kumunitas praktisi.
Manajemen Layanan Produk Kemas Ulang Informasi Digital di PDII LIPI Nashihuddin, Wahid; Tupan, Tupan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.987 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13477

Abstract

Di era globalisasi ini, pengguna jasa perpustakaan, dokumentasi, dan informasi sangat tergantung pada internet dan aplikasi teknologi digital untuk mendapatkan informasi. Begitu juga halnya dengan pengguna jasa di PDII, yang mana mereka lebih sering memesan informasi secara online dan meminta petugas untuk mengemas ulang dalam satu topik informasi. Hal tersebut guna mempermudah dan mempercepat pemanfaatan literatur untuk kegiatan penelitian atau koleksi lembaga. Secara umum, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan produk kemas ulang informasi digital di PDII, yang dilihat dari aspek: (1) karakteristik pengguna jasa informasi; (2) kegiatan kemas ulang informasi; (3) jenis produk kemas ulang informasi; dan 4) proses kemas ulang informasi di PDII. Data kajian ini dijabarkan secara deskriptif, melalui hasil observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Kesimpulan kajian ini, yaitu: (1) kemas ulang informasi digital disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna PDII, baik digital immigrants maupun digital natives; (2); fungsi kegiatan kemas ulang informasi adalah untuk preservasi dan diseminasi informasi ilmiah; (3) kemasan informasi digital yang dikelola PDII adalah paket informasi  full text terseleksi dalam satu topik, dalam bentuk e-book dan pohon industri digital; dan (4)  kegiatan kemas ulang informasi digital dilakukan secara cermat dan sistematis berdasarkan permintaan pengguna.
Persepsi Pemustaka Berdasarkan Stratifikasi Sosial Pendidikan Terhadap Fungsi Perpustakaan Sebagai Tempat Penyimpanan Hasil Karya Manusia Nurislaminingsih, Rizki
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.864 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13478

Abstract

Gambaran perpustakaan sebagai tempat penyimpanan buku merupakan stigma yang sulit untuk dihilangkan hingga saat ini. Kecanggihan perangkat teknologi dan internet yang ada di perpustakaan belum juga mampu mengikis paradigma perpustakaan sebagai gudang buku. Perpustakaan Kota Yogyakarta menjadi salah satu contoh perpustakaan yang tidak memiliki kesan kaku. Bangunan perpustakaan yang mirip sebuah rumah, layanan internet dan koleksi audio visual membuat perpustakaan tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berbeda latar belakang pendidikan. Perbedaan stratifikasi sosial pendidikan pemustaka menimbulkan beragam persepsi tentang fungsi perpustakaan sebagai tempat penyimpanan hasil karya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap fungsi penyimpanan di perpustakaan, yakni sebagai tempat penyimpanan buku dan koleksi digital. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif digunakan dalam penelitian ini guna menggali persepsi pemustaka secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan perpustakaan dipersepsikan sebagai gudang buku dan gudang pengetahuan. Informan menjelaskan hasil karya manusia yang tersimpan di perpustakaan berupa buku pelajaran, buku cerita, peta, buku fiksi, jurnal, surat kabar, majalah, koleksi referensi, hasil penelitian, bacaan umum dan bacaan untuk anak-anak. Perpustakaan juga dipersepsikan sebagai tempat penyimpanan hasil karya seseorang (buku dan pengetahuan) dalam bentuk digital yang kemudian dilayankan secara online.
Manajemen Perpustakaan Sekolah pada SMA dan SMK Negeri Se-Kota Singaraja: Permasalahan dan Solusi Pemecahannya Ariyani, Luh Putu Sri
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.088 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengelolaan perpustakaan SMA dan SMK Negeri se Kota Singaraja, masalah yang dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan serta solusi atau saran tindak pemecahannya untuk meningkatkan fungsinya sebagai perpustakaan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang berpusat pada deskripsi dan interpretasi atas perilaku yang ada. Penelitian dilakukan dengan mengikuti beberap tahapan seperti 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perpustakaan sudah memiliki perpustakaan yang cukup memadai meskipun masih ditemukan beberapa masalah tata kelola seperti: a) kurangnya keberagaman koleksi, b) penataan koleksi yang tidak beraturan, c) kurangnya sarana dan prasaran, d) program literasi sekolah setengah hati, e) ketiadaan pustakawan professional. Saran tindak yang bisa diambil dalam penyelesaian masalah tersebut adalah: pertama, melakukan pengembangan koleksi dengan baik khususnya kegiatan seleksi koleksi perpustakaan.Kedua, bekerjasama dengan berbagai pihak yang berkepentingan terhadap keberadaan perpustakaan sekolah.Ketiga, sosialisas program literasi sekolah bagi semua siswa dengan pengawasan guru.Keempat, sekolah dalam hal ini kepala sekolah bisa mempekerjakan pustakawan profesional dengan berhubungan langsung ke perguruan tinggi yang mencetak calon-calon pustakawan.Kelima, Memanfaatkan perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi untuk meningkatkan jumlah dan keragaman koleksi di perpustakaan.
Studi Eksperimen Mengenai Metode Baca Good Reading Prijana, Prijana; Rohman, Asep Saeful
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.499 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13464

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui korelasi kegiatan membaca teks ilmu pengetahuan menggunakan metode good reading dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) dengan prestasi akademik mahasiswa. Prestasi akademik mahasiswa menggunakan ketentuan indeks prestasi kumulatif (IPK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan metode observasi menggunakan studi eksperimen. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, dengan kelompok eksperimen (N=34), dan kelompok kontrol (N=44). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi akademik mahasiswa yang diklasifikasikan rendah, sedang, dan tinggi, memiliki hubungan significant dengan metode baca good reading. Prestasi akademik yang diklasifikasikan menggunakan metode PAP (Penilaian Acuan Patokan), memiliki hubungan significant dengan metode baca good reading. Dapat dikatakan bahwa metode PAP lebih cocok digunakan untuk mengklasifikasi prestasi akademik mahasiswa. Metode baca good reading memiliki kepercayaan lebih tinggi dibandingkan dengan metode reading habit jika dikaitkan dengan prestasi akademik mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5