cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lentera Pustaka
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23024666     EISSN : 25409638     DOI : -
Core Subject : Science,
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan is the official scholarly research journal of the Library Science Study Program of Diponegoro University which focused on Library and Information Science. Lentera Pustaka is published online twice a year (semi annual) in the middle of the year (June) and in the end of the year (December).
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020): June" : 6 Documents clear
Model Knowledge Management di Perpustakaan Universitas Padjadjaran Wulandari, Eko Retno; Nurisani, Risa
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.27152

Abstract

Knowledge Management mempunyai peran yang semakin penting dalam organisasi di berbagai industri. Melalui Knowledge Management, organisasi berusaha untuk memperoleh atau menciptakan pengetahuan yang berpotensi, bermanfaat dan membuatnya tersedia bagi anggota organisasi sehingga dapat digunakan pada waktu dan tempat yang tepat untuk secara positif mempengaruhi kinerja organisasi. Perpustakaan Universitas Padjadjaran belum mengelola pengetahuan yang ada secara maksimal. Pengelolaan pengetahuan di perpustakaan Universitas Padjadjaran masih terbatas pada pengetahuan eksplisit contohnya teksbook, jurnal, ebook, e-journal, skripsi, tesis, dan disertasi, padahal masih banyak pengetahuan eksplisit dan tacit yang dapat dikelola sehingga membawa manfaat bagi civitas akademika dan institusi. Tujuan penelitian ini adalah adanya model usulan Knowledge Management di perpustakaan Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT untuk kemudian diperoleh model KM di Perpustakaan Universitas Padjadjaran. Hasil penelitian diperoleh model usulan proses Knowledge Management di Perpustakaan Universitas Padjadjaran yaitu knowledge creation (penciptaan pengetahuan), knowledge acquisition (akuisisi pengetahuan), knowledge storage (penyimpanan pengetahuan) knowledge sharing (berbagi pengetahuan), dan knowledge application (aplikasi pengetahuan).
Indeksasi Jurnal di Lingkungan Universitas Lancang Kuning Sudiar, Nining; Latiar, Hadira
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.27284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan indeksasi jurnal yang ada di Universitas Lancang Kuning dengan cara menghitung jenis lembaga pengindeks dan  menghitung jumlah indeksasi yang pada setiap jurnal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kepustakaan melalui penelusuran pada URL jurnal Unilak. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 38 jenis pengindeks dengan jumlah 143 lembaga pengindeks yang terdapat pada 16 jurnal.  Lima peringkat lembaga pengindeks terbanyak, pertama, Crossref dan Google Scholar yaitu 16 jurnal atau 18,83%, kedua Garuda sebanyak 11 jurnal atau 7,69%, ketiga OCLC WorldCat sebanyak 10 jurnal atau 6,99 %, keempat ada pada Bielefels Academic Search Engine (BASE) yaitu 9 jurnal atau 6,29 % dan yang kelima ada pada Science and Technology Index (Sinta) dengan jumlah 8 jurnal atau 5, 59%. Dapat disimpulkan bahwa lembaga pengindeks yang paling banyak dimiliki jurnal Unilak adalah lembaga pengindeks bereputasi rendah yaitu 95,11 %, lembaga pengindeks bereputasi sedang 4,89% dan belum memiliki lembaga pengindeks bereputasi tinggi seperti Scopus dan Thomson.
Pemetaan Bibliometrik Perkembangan Publikasi Ilmiah Sains Terbuka Periode Tahun 2000-2019 Tupan, Tupan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.27960

Abstract

Kajian ini melakukan pemetaan bibliometrik tentang perkembangan penelitian sains terbuka berbasis data scopus periode tahun 2000-2019 yang bertujuan untuk mengetahui  produktivitas publikasi Ilmiah tentang sains terbuka berdasarkan tahun; jurnal Inti yang mempublikasikan tentang penelitian  sains terbuka; jumlah penulis terproduktif; jumlah publikasi ilmiah tentang sains terbuka  berdasarkan afiliasi/ lembaga, negara, tipe dokumen; dan sponsor penandanaan; serta untuk  memetakan perkembangan penelitian sains terbuka  melalui clustering kata kunci menggunakan software VOSviewer. Kajian ini dilakukan melalui penelusuran informasi pada database Scopus menggunakan kata kunci “open science”. Selanjutnya, data dari database scopus dieksplorasi sesuai tujuan penelitian. Lebih lanjut,  software VOSviewer digunakan untuk memvisualisasikan perkembangan penelitian tentang sains terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan publikasi ilmiah  tentang sains terbuka yang terindeks di scopus  puncaknya  terjadi pada tahun 2018 yaitu sebanyak 230 publikasi.  Jurnal inti yang mempublikasikan publikasi ilmiah sains terbuka terbanyak adalah Royal Society Open Science  sebanyak 26 publikasi, kemuadian dsusul Journal of Physics Conference Series 23 publikasi, Nature 18 publikasi. Penulis yang paling produktif  menulis tentang  open science adalah Quick R  dari Indiana University. Publikasi ilmiah sains terbuka yang terbanyak mendapatkan sponsor penandanaan dari National Science Foundation sebesar 54 publikasi. Hasil pemetaan menggunakan sofware VOSviewer menunjukkan bahwa perkembangan publikasi sains terbuka terbagi menjadi 6 kluster.
Hubungan Literasi Media Sosial Pustakawan Perguruan Tinggi dengan Kualitas Pemanfaatan e-Resources Perpustakaan Safira, Fidan; Irawati, Indira
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.25325

Abstract

Fenomena banjir informasi dalam media sosial tidak selalu menyediakan informasi yang akurat. Kemampuan dalam mencari, memilih, memilah dan menggunakan informasi dalam dunia digital disebut sebagai literasi media. Kemampuan literasi media yang baik sangat berpotensi menghasilkan informasi yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel literasi media sosial dengan variabel kualitas pemanfaatan e-resources. Acuan teori yang digunakan dalam penelitian, yaitu literasi media sosial terdiri dari tiga aspek kemampuan, yaitu kemampuan teknis, kemampuan kognitif dan kemampuan afektif. Serta konsep kualitas pemanfaatan e-resources yang mencakup lima aspek yaitu: pemahaman kemutakhiran informasi (currency), pemahaman kesesuaian informasi (relevancy), pemahaman kepemilikan informasi (authority), pemahaman ketepatan informasi (accuracy) dan yang terakhir adalah pemahaman alasan publikasi informasi (purpose). Adapun responden penelitian ini adalah 65 pustakawan perguruan tinggi dari total populasi sebesar 645 pustakawan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwasannya keseluruhan variabel memiliki hubungan yang cukup kuat antara variabel literasi media sosial dengan variabel kualitas pemanfaatan e-resources dengan nilai korelasi sebesar 0,684. Meskipun nilai korelasi antara kemampuan teknis dengan variabel kualitas pemanfaatan e-resources hanya 0,170 yang artinya memiliki yang sangat lemah.
Penerapan Berbagi Pengetahuan Staf Perpustakaan Lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Wilayah DKI Jakarta Yunianti, Anisa Dwi; Laksmi, Laksmi
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.23666

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan berbagi pengetahuan di Perpustakaan di lingkup Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) wilayah DKI Jakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi makna pada proses berbagi pengetahuan yang dilakukan oleh staf perpustakaan dan faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, selama Februari hingga April 2019. Penentuan informan menggunakan snowball sampling, dan diperoleh 10 informan dari enam perpustakaan di lingkup KKP wilayah DKI Jakarta. Data dianalisis dengan membuat pengelompokan berdasarkan kategori berdasarkan konsep berbagi pengetahuan, yang kemudian diinterpretasi. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan berbagi pengetahuan telah diterapkan oleh masing-masing staf perpustakaan sejak lama namun tidak terstruktur. Penerapannya dilakukan melalui sarana formal seperti Sinau SLiMS, Bimbingan Literasi, Rapat, dan Forum, dan sarana informal melalui diskusi, media sosial seperti whatsapp dan email. WAG dimanfaatkan secara lebih maksimal. Faktor yang mendorong staf dalam berbagi dipicu oleh right sizing organisasi yang mengubah struktur organisasi. Hilangnya fungsi pepustakaan mempengaruhi anggaran, jabatan, dan berkurangnya jumlah sumberdaya manusia di dua perpustakaan; berkurangnya kegiatan berbagi pengetahuan antar staf perpustakaan; minimnya imbalan yang berdampak pada turunnya motivasi staf dalam berbagi pengetahuan. Simpulan menunjukkan bahwa penerapan berbagi pengetahuan oleh staf Perpustakaan berjalan kurang efektif. Hal tersebut terlihat dari tidak adanya kebijakan danprogram khusus, sehingga berdampak pada hilangnya rasa keterikatan atau tanggung jawab untuk melakukan kegiatan berbagi pengetahuan. Sarannya adalah organisasi perlu menciptakan kebijakan atau program khusus yang memungkinkan staf membangun keterikatan/rasa tanggung jawab dalam berbagi pengetahuan; menciptakan database atau sistem informasi yang berorientasi pada pemustaka yang mampu menangkap pengetahuan tacit dalam kognisi staf dan mampu mengakomodasi diskusi online; serta menambah jumlah staf perpustakaan.
Penerapan Blended Librarian di Era Digital (Studi Kasus di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Qurotianti, Aidilla
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v6i1.27876

Abstract

Era digital merupakan tantangan bagi pustakawan, terutama pustakawan akademik di perpustakaan universitas. Demi menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi di universitas, perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan layanan yang mengikuti pola kebutuhan informasi dari kalangan akademik. Selain meningkatkan layanan dan fasilitas, perpustakaan juga harus meningkatkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia di sana, yaitu pustakawan. Tidak hanya mampu mengolah bahan pustaka, tetapi pustakawan akademik juga harus memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi dan memiliki peran dalam proses peningkatan pembelajaran mahasiswa. Kemampuan dalam menggabungkan ketiga kombinasi ini disebut blended librarian. Salah satu perpustakaan perguruan tinggi yang telah memiliki pustakawan dengan kemampuan blended librarian yaitu Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Berdasarkan pemaparan tersebut, peneliti tertarik pada penelitian tentang implementasi blended librarian di era digital di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus.  Hasil dari penelitian ini adalah implementasi blended librarian di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah 1) Menyediakan dan mengelola sumber referensi; 2) Menyediakan fasilitas yang mendukung learning commons; 3) Mengoptimalkan TIK untuk akses informasi; 4) Sebagai penghubung ke sumber lain di luar universitas; 5) User Education; 6) Literasi Informasi; 7) Pencegahan Plagiarisme; 8) Pelatihan Manajer Referensi; dan 9) Pendamping Dosen.

Page 1 of 1 | Total Record : 6