cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR KIMIA
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 502 Documents
ANALISIS KANDUNGAN TOTAL LOGAM (Pb), (Fe) DAN PROTEIN PADA KERANG DARAH (Anadaragranosa L) DARI PESISIR LAUT KENYAMUKAN SANGATTA KALIMANTAN TIMUR Edman Tandirerung; Rudi Kartika; Noor Hindryawati
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Research on"Analysis of the total content of Pb, Fe and protein in the blood clams (Anadara granosa L) from sea coast of Kenyamukan Sangatta in East Kalimantan" .Penelitian aims to determine the total content of Pb, Fe and shellfish proteins in the blood clams by the size and location of different sampling. Then the total content of Pb, Fe and protein correlated using Least Square method. The total content analysis of Pb, Fe using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) and analysis of protein content using the Kjeldahl method. In this study, the total content of Pb, Fe on the location of Pier Oil and Gas companies with an average of 0.805, 1,684 mg / L, general Piers in Kenyamukan 0885, 1,849 mg / L, at Pier coal port 0813, 1,792 mg / L. The protein content of blood clams on the location of Pier Oil and Gas Company with an average of 20.8981%, general Piers in Kenyamukan obtained an average protein content of 23.7947% and Pier coal companies earned an average protein content of 23.4533%. Correlation of the total content of Pb, Fe against the protein content in blood clams (Anadara granosa L) r= 0.8176, r = 0.9066. Keywords: Blood clams (Anadara granosa L), Metal Pb, Fe, Protein
SIFAT TOKSISITAS DARI EKSTRAK KASAR BATANG MERUNG (Coptosapelta tomentosa (Blume) Valenton ex K. Heyne) BERDASARKAN NILAI LC50 Emakana Lestari Br Kaban; Daniel Daniel; Saibun Sitorus
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on phytochemical tests and toxicity of the merung stem merung (Coptosapelta tomentosa (Blume) Valenton ex K. Heyne) has been carried out. Extraction from the stem of the merung was carried out using solvents namely methanol. The results of the phytochemical test on crude extracts of the stem of the merung stem contains phenolic compounds, steroids and flavonoids. Based on the results of toxicity tests on shrimp larvae (Artemia salina Leach) showed in crude extracts had LC50 values of 383.6 ppm. Keywords: Merung Stem, Phytochemical Test, Toxicity.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI CARA MASERASI DAN INFUSA DAUN MANGROVE, DAUN KEJIBELING DAN BATANG KATUK SERTA KOMBINASINYA TERHADAP UJI BAKTERI Eschericia coli DAN Staphylococcus aureus Partomuan Simanjuntak; Edi Susanto; Lilik Sulastri
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh ekstrak hasil maserasi dan infusa terhadap tiga jenis tanaman dan kombinasinya Daun mangrove (Rhizopora stylosa), daun kejibeling (Strobilanthes crispus) dan batang katuk (Sauropus androgynus) yang diuji terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus telah dilakukan. Ketiga simplisia diekstraksi dengan metode maserasi (pelarut etanol) dan infusa (pelarut air). Uji fitokimia dan uji antibakteri dilakukan terhadap ekstrak tunggal dan kombinasinya. Kombinasi yang dibuat yaitu (Daun mangrove : daun kejibeling : batang katuk) dengan variasi kombinasi 1:1:1, 1:1:2, 1:2:1 dan 2:1:1 dengan konsentrasi 10%, 25%, 50% dan menggunakan kontrol positif amoksisilin 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangrove yang optimum terdapat pada bakteri S.aureus. Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% ekstrak etanol daun mangrove memberikan nilai zona hambat 11,2 mm dan kontrol positif 10,4 mm. Pada ekstraksi infusa hasil zona hambat dengan konsentrasi 25% pada bakteri E.coli 13,2 mm dengan kontrol positif 12,9 mm dan bakteri S.aureus 13,4 mm dengan kontrol positif 12,8 mm. Kombinasi ekstrak tiga tanaman yang terbaik terdapat pada kombinasi 2:1:1 yang terdapat pada kombinasi multi ekstrak etanol karena pada konsentrasi 10% ekstrak bisa memiliki zona hambat lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif dengan nilai 12,4 mm dan kontrol positif amoksisilin 12,3 mm. Konsentrasi terbaik ekstrak tunggal yaitu daun mangrove konsentrasi 25% dan ekstrak kombinasi 2:1:1 konsentrasi 10%. Ekstraksi secara maserasi memberikan nilai zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ekstraksi cara infusa. Kata Kunci: Antibakteri, Eschericia coli, staphylococcus aureus, Rhizopora stylosa, Strobilanthes crispus, Sauropus androgynus.
EKSTRAKSI ION LOGAM Cd(II) MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI DITIZON Alya Yuni Maulana; Nanang Tri Widodo; Aman Sentosa Panggabean
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang ekstraksi ion logam Cd(II) dengan menggunakan adsorben dari abu sekam padi termodifikasi ditizon telah dilakukan. Silika gel yang dimodifikasi dengan ditizon dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi FT-IR yang menghasilkan serapan gugus-gugus spesifik dari abu sekam padi termodifikasi ditizon. Untuk mengetahui kemampuan adsorpsi adsorben yang dimodifikasi, dilakukan pengukuran pada variasi pH dan variasi waktu kontak terhadap ion logam Cd(II). pH optimum yang diperoleh adalah pH 9 dengan persen adsorpsi ion logam Cd(II) sebesar 99,62 % dan waktu optimum sebesar 60 menit dengan persen adsorpsi ion logam Cd(II) sebesar 94,68 %. Kata Kunci: Abu Sekam Padi, silika gel, ditizon, Cd(II).
PEMANFAATAN AMPAS TAHU SEBAGAI ARANG AKTIF DALAM MENURUNKAN KADAR COD, NITRIT DAN NITRAT PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Eka Riskhi M; Saibun Sitorus
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of dregs as activated charcoal in lowering COD, Nitrite and Nitrate in tofu industry liquid waste. This research has been conducted to know the variation of time and pH value on decreasing COD, Nitrite and Nitrate from wastewater tofu by using dye technique from tofu waste as activated charcoal. The result of ANOVA analysis that Fcount is smaller than Ftable means there is positive influence at contact time 0-30 minutes while 30-60 min have negative effect to decrease COD, Nitrite and Nitrate level in tofu industry liquid waste. At pH value Fcount smaller than Ftabel means there is positive influence on pH value that is COD pH 7, Nitrite pH 5, Nitrate pH 7 while at alkaline pH (9 and 11) have negative effect to decreasing COD, Nitrite and Nitrate on industrial liquid waste tofu. Keywords: Active Charcoal, COD, Nitrite, Nitrate and Industrial Tofu Liquid Waste.
ANALISIS KADAR LOGAM Pb (TIMBAL) DAN KANDUNGAN PROTEIN PADA TERITIP (Balanus. sp) DI PESISIR PULAU BUNYU KALIMANTAN UTARA Annuary Laksono; Rudi Kartika; Noor Hindryawati
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The researched about “The Correlation Level of Metal Lead (Pb) Towards The Protein Content of Teritip (balanus. sp)” this research was taken In The Coastal Water of Bunyu Island, North Borneo “This research aims to know the level of Metal (Pb) and protein content of Teritip (balanus. sp) based on the size and location of the different sampling. Afterwards, The Lead (Pb) metal and protein are correlated using Least Square method. Analysis of Metal (Pb) content by using AAS (Atomic absorption Spectrofotometry) and analysis of protein content using Kjeldahl method. From this research, it is found the Pb metal ion levels on point 1 is by an average of 0,574 mg/L, On point 2 is by an average of 0,816 mg/L, On points 3 is by an average of 0,648 mg/L and point 4 is by an average of 0,569mg/ L . It is also found the content protein of Teritip (balanus. sp) on point 1 is by an average of 22,9447 %. On point 2, it is found the average of protein content of 27,5737 %, point 3 by an average of 24,1332 % and point 4 by an average 20,9972 % . The correlation of Pb Metal level towards protein conten on Teritip (balanus. sp) symbolized as R2 = 0,810. Keywords: Pb Metal, Protein, Teritip (balanus. sp)
PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI ARANG TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI KATALIS PADA SINTESIS n-BUTIL ESTER DARI MINYAK JELANTAH Rahmat Fajar Riyanto; Daniel Daniel; Saibun Sitorus
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan karbon aktif dari arang tempurung kelapa sebagai katalis dalam sintesis n-butil ester telah dilakukan. Arang aktif tersulfonasi ini dibuat dengan mereaksikan karbon aktif dengan asam sulfat. Karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa yang telah dipirolisis pada suhu 350°C kemudian disulfonasi dengan asam sulfat 10 N selama 6 jam. Hasilnya kemudian dicuci dan dikeringkan. Karbon aktif tersulfonasi dikarakterisasi dengan uji FT-IR dan SEM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan karbon aktif dari arang tempurung kelapa sebagai katalis. Karbon aktif tersulfonasi ini dimanfaatkan sebagai katalis pada sintesis n-butil ester dari minyak jelantah. Untuk karbon aktif tersulfonasi keberadaan gugus sulfonat ditunjukkan pada bilangan gelombang 1103,28 cm-1 dan 763,81 cm-1 yang merupakan gugus –S=O dan S-O. Untuk hasil sintesa ditunjukkan pada 725,23 cm-1 yang menunjukkan gugus CH2 dan bilangan gelombang 1735,93 cm-1 yang menunjukkan gugus C=O yang didukung dengan C-O pada bilangan gelombang 1242,16 cm-1. Kata Kunci : Tempurung Kelapa, Arang Aktif Tersulfonasi, n-butil ester, Minyak Jelantah.
ISOLASI AMILASE DARI BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) Eno Julia Shafarini; Winni Astuti; Rudi Kartika
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi amilase dari biji mangga (Mangifera indica L.), mengetahui kadar protein, mengetahui kondisi optimum (derajat keasaman, suhu dan konsentrasi substrat), serta aktivitas spesifik amilasenya. Penentuan kadar protein total dilakukan dengan menggunakan metode Bradford. Penentuan kondisi optimum dan aktivitas spesifik amilasenya dilakukan dengan menggunakan metode asam dinitrosalisilat (DNS). Hasil penelitian ini menunjukkan kadar protein total yang terdapat dalam ekstrak kasar enzim biji mangga (Mangifera indica L.) adalah 3.176,9 μg/mL, aktivitas amilase sebesar 0,068 U/mL dan aktivitas spesifiknya sebesar 0,858 U/mg. Kata Kunci: Kecambah Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam), Ekstrak Kasar Enzim, Protein Total dan Amilase.
OPTIMASI PROSES DIAZOTASI UNTUK PENENTUAN CHLORAMPHENICOL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yuni Astria; Bohari Yusuf; Moh. Syaiful Arif
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang optimasi proses diazotasi untuk penentuan Chloramphenicol secara Spektrofotometri UV-Vis telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk garam diazonium dengan Sulfanilamid sebagai sumber garam diazonium dan direaksikan dengan asam nitrit diikuti dengan proses diazotasi serta dikopling dengan Chloramphenicol. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya senyawa azo berwarna kuning jernih yang dapat diukur pada panjang gelombang 400,941 nm. Senyawa ini stabil apabila direaksikan pada temperatur di bawah 10°C. Kondisi optimum dapat diperoleh dengan melakukan proses diazotasi menggunakan 3 mL Sulfanilamid, 3 mL HCl dan 6 mL NaNO2 serta waktu pengoplingan untuk pembentukan senyawa azo selama 8 menit. Kata Kunci: Chloramphenicol, Sulfanilamid, diazotasi, Spektrofotometri UV-Vis.
MEMBRAN SELULOSA ASETAT DARI MAHKOTA BUAH NANAS (Ananas Comocus) SEBAGAI FILTER DALAM TAHAPAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH SARUNG TENUN SAMARINDA Manja’a Khasanah; Bohari Yusuf; Aman Sentosa Panggabean
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2017
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan Mahkota Buah Nanas (Ananas Comocus) sebagai membran selulosa asetat dalam menurunkan kadar COD, BOD, TDS, TSS, Turbiditas dan pH pada air limbah sarung tenun Samarinda. Membran selulosa asetat dibuat dengan memcampurkan seluosa asetat dengan Aseton sebagai pelarut, kemudian ditambahkan polietilen glikol (PEG) sebagai zat aditif. Hasil karakterisasi membran selulosa asetat dapat dilihat dari hasil analisis FT-IR yang menunjukkan adanya gugus ulang gugus fungsi (C=O) dan unit ulang –CH2-CH2O- yaitu pada panjang gelombang 1739,79 cm-1 dan 1427,32 cm-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat dari Mahkota Buah Nanas dapat dimanfaatkan menjadi membran selulosa asetat dengan komposisi optimum pada perbandingan selulosa asetat:aseton:PEG yaitu 23%:72%:5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar limbah dari sarung tenun Samarinda dengan parameter COD, BOD, TDS, TSS, Turbiditas dan pH berturut-turut sebesar 2336,44 mg/L; 1,0458 mg/L; 136,3 mg/L; 23 mg/L; 11,0 NTU; 5,49 dengan hasil persen penyisihan berturut-turut yaitu sebesar 30,56 %; 47,32 %; 54,11 %; 47,73 %; 83,31 %; 8,01 % dengan nilai awal COD, BOD, TDS, TSS, Turbiditas dan pH masing-masing sebesar 3364,49 mg/L; 1,9853 mg/L; 297 mg/L; 44 mg/L; 65,9 NTU; 5,05. Kata Kunci : Mahkota Buah Nanas, Membran Selulosa Asetat, Filter Air Limbah