cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
eksplorium@batan.go.id
Editorial Address
BULETIN PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN GALIAN NUKLIR Jl. Lebak Bulus Raya No. 9, Ps. Jumat, Jakarta 12440, Indonesia, Telp (021) 7691775, 7695394, 75912956 Fax (021)7691977
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir
ISSN : 08541418     EISSN : 2503426x     DOI : https://doi.org/10.17146/eksplorium
Core Subject : Social,
Eksplorium : Buletin Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir-BATAN yang telah diakreditasi LIPI No.749/AU2/P2MI-LIPI/08/2016 dan menempati peringkat SINTA 2
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012" : 8 Documents clear
The Last 41.000 Years Fluctuation in Atmosperic CO2 Concentration Inferred from The Changes in Oxygen and Carbon Stable Isotopes Ratios of The Marine Sediment Wahyudi Wahyudi; Masao Minagawa
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.257 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.644

Abstract

The past atmospheric CO2 concentrations were reconstructed based on the results of measurements of stable oxygen and carbon isotopic ratios of fossil foraminifer and total organic carbon contained in marine sediment taken from the Okinawa Trough, East China Sea. In this study, we utilized two models of Popp et al and Rau et al. for the reconstruction. The results show that the whole trends of the changes in CO2 concentrations are very similar, even when it is compared to the atmospheric CO2 concentration of air trapped in ice core from southern pole. Changes in atmospheric CO2 concentrations are interpreted as a consequence of fluctuation in ocean surface water utilization of CO2 by marine organism and those are closely related to glacial-interglacial (cold-warm) fluctuations between maximum and minimum values through most Quaternary. Rekonstruksi terhadap perubahan konsentrasi CO2 yang terkandung dalam udara telah dilakukan berdasarkan hasil pengukuran rasio isotop stabil oksigen dan karbon dalam fosil foraminifera dan total karbon organik yang terkandung dalam sedimen dasar laut dari Okinawa Trough, Laut Cina Timur. Dalam studi ini, dipakai model dari Popp et al. dan Rau et al. untuk rekonstruksi. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua tren dari perubahan kandungan CO2 udara sangat mirip, bahkan bila dibandingkan dengan kandungan CO2 udara yang terperangkap dalam inti es di Kutup Selatan sekalipun. Perubahan kandungan CO2 udara diinterpretrasikan sebagai akibat fluktuasi konsumsi CO2 di permukaan air laut oleh mikro-organisme yang juga sangat erat hubungannya dengan fluktuasi glasial-interglasial (dingin-panas) antara suhu udara bumi maksimum dan minimum sepanjang masa Kuarter.
THE LAST 41.000 YEARS FLUCTUATION IN ATMOSPHERIC CO2 CONCENTRATION INFERRED FROM THE CHANGES IN OXYGEN AND CARBON STABLE ISOTOPES RATIOS OF MARINE SEDIMENTS Wahyudi, Wahyudi; Minagawa, Masao
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.019 KB)

Abstract

The past atmospheric CO2 concentrations were reconstructed based on the results of measurements of stable oxygen and carbon isotopic ratios of fossil foraminifer and total organic carbon contained in marine sediment taken from the Okinawa Trough, East China Sea. In this study, we utilized two models of Popp et al and Rau et al. for the reconstruction. The results show that the whole trends of the changes in CO2 concentrations are very similar, even when it is compared to the atmospheric CO2 concentration of air trapped in ice core from southern pole. Changes in atmospheric CO2 concentrations are interpreted as a consequence of fluctuation in ocean surface water utilization of CO2 by marine organism and those are closely related to glacial-interglacial (cold-warm) fluctuations between maximum and minimum values through most Quaternary. Rekonstruksi terhadap perubahan konsentrasi CO2 yang terkandung dalam udara telah dilakukan berdasarkan hasil pengukuran rasio isotop stabil oksigen dan karbon dalam fosil foraminifera dan total karbon organik yang terkandung dalam sedimen dasar laut dari Okinawa Trough, Laut Cina Timur. Dalam studi ini, dipakai model dari Popp et al. dan Rau et al. untuk rekonstruksi. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua tren dari perubahan kandungan CO2 udara sangat mirip, bahkan bila dibandingkan dengan kandungan CO2 udara yang terperangkap dalam inti es di Kutup Selatan sekalipun. Perubahan kandungan CO2 udara diinterpretrasikan sebagai akibat fluktuasi konsumsi CO2 di permukaan air laut oleh mikro-organisme yang juga sangat erat hubungannya dengan fluktuasi glasial-interglasial (dingin-panas) antara suhu udara bumi maksimum dan minimum sepanjang masa Kuarter.
Studi Deposit Monasit dan Zirkon Dalam Batuan Kuarter di Daerah Cerucuk Belitung Bambang Soetopo; Lilik Subiantoro; Priyo Sularto; Dwi Haryanto
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1520.253 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.675

Abstract

Secara geologis daerah penelitian terletak dalam sebaran granit dalam satu jalur timah Malaysia, Bangka-Belitung, Karimata yang mengandung mineral monasit. Monasit, adalah salah satu mineral radioaktif yang mengandung uranium (U), thorium (Th), unsur tanah jarang (REE) dalam ikatan phospat. Konsentrat mineral berat yang mengandung monasit 2,719 % memiliki nilai radioaktivitas 3000 c/s. Analisis petrografi batuan granit mengandung mineral monasit 1-2 % dengan radioaktivitas 200 – 400 c/s. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daerah prospek sebaran monasit dan zirkon pada area 100 km2. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan monasit terdapat dalam pasir dan lempung sebagai endapan aluvial yang berasal batuan granit. Indikasi tersebut tercermin pada hasil pengukuran radioaktivitas soil/ aluvial berkisar antara 50 – 375 c/s, pengukuran radioaktivitas mineral berat (MB) berkisar antara 50 – 150 c/s pada beberapa titik lokasi ditemukan nilai radioaktivitas tinggi berkisar antara 250 – 1.000 c/s dengan nilai latar 25 – 150 c/s, memiliki kadar Th (100 – 6.545 ppm) dan kadar U (15 – 639,4 ppm). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah potensial monasit dan zirkon seluas 31.680.000 m2. Geologically the study area lies in the distribution of granite in a single lane of Malaysian tin, Bangka-Billiton, Karimata which is containing monazite mineral monazite.Monazite is one of the radioactive minerals containing uranium (U), thorium (Th), rare earth element (REE) in phosphate bonds. Heavy minerals sample that containing monazite 2.719% has radioactivity value until 3000 c/s. Petrographic analysis of granitic rocks contain minerals monazite 1-2% with radioactivity 200-400 c/s. Based on these considerations, it is necessary to for further research in the development and assessment of prospects for mineral monazite. The Objectives to be achieved isobjective to be achieved is to localize the prospect area distribution of monazite and zircon in the area of ​​100 km2. The results of field studies showed that the presence of monazite contained in the sand, clay as alluvial deposits derived granitic rocks. Indications are reflected in the results of radioactivity measurements of soil / alluvial ranged between 50-375 c/s, measurement of radioactivity of heavy minerals (MB) ranged between 50-150 c/s at some point discovered the location of high radioactivity values ​​ ranged between 250-1000 c/s with background value of 25-150 c/s and dan contains Th (100 – 6.545 ppm) serta contains U (15 – 639,4 ppm). The results show that in the study area indicates that the potential for monazite and zircon area ​​31,680,000 m2.
Digesti Monasit Bangka dengan Asam Sulfat Riesna Prassanti
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.947 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.676

Abstract

Teknologi pengolahan monasit Bangka metode basa telah dikuasai oleh PPGN BATAN dengan produk berupa RE (Rare Earth) yang mengandung U < 2 ppm dan Th 12 – 16 ppm. Untuk itu sebagai pembanding telah dilakukan penelitian pengolahan monasit Bangka metode asam dengan cara digesti menggunakan asam sulfat. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kondisi optimal digesti monasit Bangka menggunakan asam sulfat (H2SO4), di mana pada kondisi tersebut unsur – unsur yang terkandung dalam monasit Bangka yaitu : U, Th, RE, PO4 diharapkan terlarut sebanyak mungkin. Parameter yang digunakan meliputi ukuran bijih monasit, konsumsi asam sulfat (perbandingan berat bijih : asam sulfat), suhu digesti, waktu digesti dan konsumsi air pencuci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal digesti adalah pada ukuran bijih monasit -250+325 mesh, perbandingan berat bijih : asam sulfat = 1 : 2,5, suhu digesti 190 oC, waktu digesti 3 jam dan konsumsi pencuci  8 kali berat umpan monasit dengan rekoveri terdigesti U = 99,90 %, Th = 99,44 %, RE = 99,54 % dan PO4 = 99,88 %. Technology of Bangka monazite processing with alkaline method has been mastered by PPGN BATAN with the product in the form of RE (Rare Earth) which is contain U < 2 ppm and Th 12 – 16 ppm. Hence, as comparator, the research of Bangka monazite processing with acid method using sulfuric acid has been done. The aim of this research is to obtain the optimal condition of Bangka monazite’s digestion using sulfuric acid so that all elements contained in the monazite that are U, Th, RE, PO4 dissolved as much as possible. The research parameter’s are monazite particle’s size, sulfuric acid consumption (weight ratio of monazite ore : sulfuric acid), digestion temperature, digestion time and consumption of wash water. The results showed that the optimal conditions of digestion are -250+325 mesh of monazite particle’s size, 1 : 2.5 of weight ratio of monazite ore : sulfuric acid, 190°C of digestion temperature, 3 hours of digestion time and 8 times of weight monazite’s feed of wash water with the recovery of digested U = 99.90 %, Th = 99.44 %, RE = 98.64 % dan PO4 = 99.88 %.
Pemisahan Thorium dari Uranium pada Monasit dengan Metode Pengendapan Kurnia Trinopiawan; Sumiarti Sumiarti
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.9 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.677

Abstract

Penelitian pengolahan monasit terdahulu telah memperoleh tahapan-tahapan proses sampai dihasilkannya produk RE(OH)3 dengan rekoveri sebesar ± 62%, dan diperoleh produk samping berupa campuran Thorium (Th) dan Uranium (U). Untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut, perlu dilakukan penelitian untuk memisahkan Th dari U. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimal pemisahan Th dari U pada monasit menggunakan metode pengendapan dengan reagen H2SO4. Tahapan proses dalam penelitian ini terdiri dari penggerusan monasit, dekomposisi, pelarutan parsial, pelarutan total, dan pengendapan Th dengan H2SO4. Larutan umpan yang digunakan untuk pengendapan berasal dari pelarutan total dengan 2 (dua) reagen berbeda, yaitu H2SO4 dan HCl. Parameter penelitian meliputi konsumsi reagen pengendap (H2SO4) dan waktu pengendapan. Hasil optimal rekoveri pengendapan pada larutan umpan sulfat yaituTh sebesar 96,99% dan U 18,26% dengan konsumsi H2SO4 20 ml dan waktu pengendapan 30 menit. Hasil optimal rekoveri pengendapan pada larutan umpan klorida yaituTh sebesar 98,05% dan U 25,03% dengan konsumsi H2SO4 20 ml dan waktu pengendapan 20 menit. Previous researches have obtained the monazite processing stages and resulting RE(OH)3 as a product with ± 62% of recovery,  and the by products obtained in the form of a compound of thorium (Th) and Uranium (U). For further utilization, studies of U and Th separation is needed. This research is aimed to determine the optimal conditions for the separation of Th from U in monazite using the precipitation method with H2SO4 as a reagent. Stages of the process in this research consisted of grinding, decomposition, partial dissolution, total dissolution, and precipitation of Th with H2SO4. Feed solution used for precipitation is obtained from total dissolution stage with 2 different reagents are H2SO4 and HCl. Parameters of the research include the precipitating reagent (H2SO4) consumption and precipitation time. Optimal recovery results in the precipitation of sulfate feed solution are Th = 96.99% and U = 18.26% with 20 ml of H2SO4 consumption and 30 minutes of precipitation time. Optimal recovery results in the precipitation of chloride feed solution are 98.05% andU 25.03% with 20 ml of H2SO4 consumption and 30 minutes of precipitation time.
KORELASI UNSUR ANTARA U DENGAN Co, Ni, Ag, Mo PADA BATUAN GRANIT DAN KUARSIT DI JUMBANG I, KALIMANTAN BARAT Sularto, Priyo
Eksplorium Buletin Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Jumbang I merupakan bagian dari cekungan Kalan, Kalimantan Barat. Seperti pada daerah lain di Kalan, di Jumbang I terdapat juga anomali geokimia unsur U dalam bentuk urat pada batuan kuarsit di beberapa lokasi, dengan kadar cukup tinggi dan nilai radiometri antara 500 c/s – 15.000 c/s. Selain unsur U juga terdapat unsur-unsur lainnya diantaranya: Co, Ni, Ag dan Mo. Analisis dari 49 contoh batuan dengan menggunakan alat Fluorimetri Jarell Ash diperoleh kadar U: 13 ppm - 31000 ppm, sedangkan dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spektrometer diperoleh kadar Co: 1.5 ppm – 83.5 ppm, Ni: 15.2 ppm – 507.6 ppm, Ag: 1.2 ppm – 10.8 ppm dan Mo: 31.7 ppm – 10738 ppm. Untuk mengetahui hubungan antar unsur di dalam batuan perlu dilakukan dengan cara korelasi. Tujuan kajian adalah untuk mengetahui hubungan antara unsur U terhadap unsur Co, Ni, Ag, Mo. Metoda kerja yang digunakan adalah statistik regresi dan korelasi. Hasil koefisien korelasi R yang diperoleh antara U – Co = 0.23, U – Ni = 0.15, U – Ag = 0.50, U – Mo = 0.86. Koefisien korelasi R=0,86 dapat diinterpretasikan sebagai korelasi tinggi, hal ini menunjukkan bahwa unsur U berasosiasi kuat terhadap unsur Mo sedangkan U terhadap Co, Ni, Ag berasosiasi lemah. Jumbang I sector is a part of the basin Kalan, West Kalimantan. As the other areas in Kalan, Jumbang I also have geochemical anomalies of uranium element in Vein of quartzite rocks at several locations, with high grade and radioactivities value between 500 c/s - 15000 c/s. Besides of the uranium element there are other elements included Co, Ni, Ag and Mo. The analysis result of 49 rock samples using Fluorimeter Jarell Ash obtained grades of U: 13 ppm - 31000 ppm and by Atomic Absorption Spectrometer obtained grades of Co: 1.5 ppm - 83.5 ppm, Ni: 15.2 ppm - 507.6 ppm, Ag: 1.2ppm - 10.8 and Mo: 31.7 ppm - 10 738 ppm. To determine of element relationship in these rocks is using correlation method. The aim of this study is to determine of the relationship between U and Co, Ni, Ag, Mo elements. The methods of this study are statistical regression and correlation. The results of this study are obtained the correlation coefficient (R) between U – Co =0.23, U - Ni = 12.15, U - Ag = 0.50, U - Mo = 0.86. Correlation coefficient (R) 0.86 can be interpreted as a high correlation, it means that the U element has strong associate with Mo element and weak associate with Co, Ni, Ag elements.
Pemetaan Geologi dan Identifikasi Sesar Aktif di Lokasi Calon Tapak PLTN Ketapang dan Sekitarnya, Madura Ngadenin Ngadenin; Lilik Subiantoro; Kurnia Setiawan Widana; Agus Sutriyono; P. Widito
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.328 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.2835

Abstract

Hasil studi ekonomi terhadap kebutuhan air bersih dan tenaga listrik menyimpulkan bahwa pada 2016 Pulau Madura akan memerlukan desalinasi air laut menjadi air tawar menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir. Guna menunjang rencana pembangunan PLTN, diperlukan lokasi calon tapak yang bebas dari sesar aktif, karena merupakan salah satu faktor penolak utama dalam pemilihan calon tapak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi geologi dan keberadaan sesar aktif di lokasi calon tapak instalasi desalinasi air laut dengan tenaga nuklir di daerah Ketapang dan sekitarnya, Madura. Metoda yang digunakan adalah interpretasi foto udara dan citra landsat, pemetaan geologi dan struktur geologi serta pembuatan paritan. Litologi di calon tapak Ketapang (Md.01) dan Sokobana (Md.02) berupa batugamping terumbu dan batugamping kapuran membentuk morfologi perbukitan bergelombang. Secara struktural daerah penelitian berupa monoklin dengan sumbu berarah barat-timur, menunjam 10o ke E, perlapisan batuan berarah barat-timur miring 10o - 30o ke utara. Analisis struktur geologi menunjukkan bahwa daerah penelitian bebas dari sesar aktif. The result of economical study about demand of water supply and electric in Madura Island concludes that in 2016 Madura Island will need nuclear desalination plant to process sea water becomes fresh water. In order to support the installation of nuclear desalination plant, it is required site free from active fault, because active fault is mainly rejection factor criteria on site selection process. Aim of the research is to get geological information and identify of active fault in the site candidate of nuclear desalination plant at Ketapang area and its surrounding by interpretation of aerial photograph and land sat imagery, geological and structure geological mapping as well as trenching. The lithology of Ketapang (Md.01) and Sokobana (Md.02) site candidate consists of reef and chalky limestone forming undulating hills morphology. Structurally, research area forms a monocline with East-West trending axis, plunging 10o to East, the direction of strike is West-East, dip 10o - 30o to North. Geological structure analysis show that research area is free from active fault.
Korelasi Unsur Antara U dengan Co, Ni, Ag, Mo pada Batuan Granit dan Kuarsit di Jumbang I, Kalimantan Barat Priyo Sularto
EKSPLORIUM Vol 33, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.606 KB) | DOI: 10.17146/eksplorium.2012.33.1.2843

Abstract

Sektor Jumbang I merupakan bagian dari cekungan Kalan, Kalimantan Barat. Seperti pada daerah lain di Kalan, di Jumbang I terdapat juga anomali geokimia unsur U dalam bentuk vien pada batuan kuarsit di beberapa lokasi, dengan kadar cukup tinggi dan nilai radiometri antara 500 c/s – 15.000 c/s. Selain unsur U juga terdapat unsur-unsur lainnya, diantaranya ; Co, Ni, Ag dan Mo. Analisis dari 49 contoh batuan dengan menggunakan alat Fluorimetri Jarell Ash diperoleh kadar U: 13 ppm - 31000 ppm, sedangkan dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spektrometer diperoleh kadar Co: 1.5 ppm – 83.5 ppm, Ni: 15.2 ppm – 507.6 ppm, Ag: 1.2 ppm – 10.8 ppm dan Mo: 31.7 ppm – 10738 ppm. Untuk mengetahui hubungan antar unsur di dalam batuan perlu dilakukan dengan cara korelasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui hubungan antara unsur U terhadap unsur Co, Ni, Ag, Mo. Metoda kerja yang digunakan adalah statistik regresi dan korelasi. Hasil koefisien korelasi R yang diperoleh antara U – Co = 0.23, U – Ni = 0.15, U – Ag = 0.50, U – Mo = 0.86. Koefisien korelasi R=0,86 dapat diinterpretasikan sebagai korelasi tinggi, hal ini menunjukkan bahwa unsur U berasosiasi kuat terhadap unsur Mo sedangkan U terhadap Co, Ni, Ag berasosiasi lemah. Jumbang I sector is a part of the basin Kalan, West Kalimantan. As the other areas in Kalan, Jumbang I also have geochemical anomalies of uranium element in Vein of quartzite rocks at several locations, with high grade and radioactivities value between 500 c/s - 15000 c/s. Besides of the uranium element there are other elements included Co, Ni, Ag and Mo. The analysis result of 49 rock samples using Fluorimeter Jarell Ash obtained grades of U: 13 ppm - 31000 ppm and by Atomic Absorption Spectrometer obtained grades of Co : 1.5 ppm - 83.5 ppm, Ni : 15.2 ppm - 507.6 ppm, Ag: 1.2 ppm - 10.8 and Mo: 31.7 ppm - 10 738 ppm. To determine of element relationship in these rocks is using correlation method. The aim of this study is to determine of the relationship between U and Co, Ni, Ag, Mo elements. The methods of this study are statistical regression and correlation. The results of this study are obtained the correlation coefficient (R) between U – Co = 0.23, U - Ni = 12.15, U - Ag = 0.50, U - Mo = 0.86. Correlation coefficient (R) 0.86 can be interpreted as a high correlation, it means that the U element has strong associate with Mo element and weak associate with Co, Ni, Ag elements.

Page 1 of 1 | Total Record : 8